Senin, 29 September 2014

This A Woman



Angin musim gugur saat ini tak pelak menutup segala kehangatan di belahan sudut bumi, dinginnya angin menyeruak memasuki seluruh permukaan kulit, namun apakah dinginnya angin itu mampu membuat seorang wanita berhenti berusaha untuk mewujudkan segala keinginannya, tentu jawabannya adalah tidak…
Seorang wanita dapat disebut wanita sempurna jika wanita itu mampu memiliki kesabaran, ke optimisan dan kepasrahan terhadap Allah, maka ia dalam jalan yang benar, dalam jalan menuju syurga Allah, mampukah setiap wanita menjadi seperti itu ?. Jika setiap wanita memiliki masalah pribadi masing masing mampukah mereka menentukan jalan menuju syurga itu tanpa halangan ? 

Tidak, tidak mungkin setiap manusia tidak memiliki halangan ataupun masalah dalam hidupnya, begitu juga dengan seorang wanita ia hanyalah makhluk  yang Allah ciptakan di bumi ini, Hanya seorang wanita sholehah yang mampu menjadi penghuni syurga yang mampu mendapatkan jembatan syurga yang baik untuknya.

Hujan yang terus menemani sore ini pun semakin memperindah angin musim gugur yang terus saja 
berhembus, bahkan  setebal apapun jaket berbulu yang di gunakan tak akan bisa membuat hangat hati seorang wanita yang tengah menjalani langkah menuju surga Allah, saat ini kesabaran salah satu seorang wanita muda tengah di uji, ia tengah mencari jati dirinya yang susungguhnya, tengah menatap dunia yang sebenarnya untuk hidupnya, tengah mencari sosok seorang yang mampu menjadi pelengkap untuknya. …
Wanita itu tampak apik dengan hijab berwarna biru, tengah berjalan bimbang melewati salah satu kota tempatnya tinggal, seskali mengusap peluh air mata yang sesekali melesak keluar dari pelupuk matanya, kemana sosok wanita itu akan terus berjalan ? .

 Entahlah, wanita  sendiri itu pun tak tau, ia kebingungan antara logika dan hatinya sedang berjalan tak beriringan, ia menginginkan sesuatu yang mulia untuk menjadi seorang ‘penulis’ namun semua itu di tentang , bukan , lebih tepatnya kurang disetujui oleh orang orang yang telah membesarkannya. Wanita itu bisa apa, ia mau tak mau harus mengikuti segala yang orang tuanya katakan, bahkan ia telah melakukannya namun lagi lagi ia masih sama, masih terlihat salah dimata seseorang yang disebut sebagai ‘ayah’ nya. 

Apa yang wanita itu harus lakukan, haruskah ia berlari ke arah orang orang di sekitarnya, ke arah sahabatnya, ia hanya mampu megadahkan kepalanya menatap langit jingga sore itu yang berwarna orange gelap, kerana matahari sepertinya sedikit bersimpuh malu untuk menunjukkan sinarnya. Sekali lagi wanita itu bertanya haruskah ia berlari ke arah sahabat sahabatnya, ia memilih jalan itu, namun orang yang ia anggap bisa menjadi sandarannya hanya mampu bertanya hanya sekedar untuk ingin tau tidak dengan kepedulian melainkah hanya ingi tau, terlalu miris ia kembali menundukan kepalanya saat wanita itu tak mampu mencari tempat sandaran kepada sahabat sahabatnya…..

Di ujung jalan yang tak berujung ia menghentikan langkahnya, saat melihat sosok wanita paruh baya mengadahkan dan menjulurkan tangan untuknya, ia menangis ia meronta, wanita itu lemah ia segera berlari menuju wanita paruh baya yang tengah tersenyum tulus kepadanya, wanita paruh baya itu tak bertanya apa yang terjadi melainkan ia memeluk wanita muda itu memeluknya sangat erat.

 Wanita muda itu bertutur kata dan terus mempererat pelukkannya, ia  mengadah langit dengan buliran bening yang terus saja menggenang di kelopak mata hazzelnya.  Ia bertasbih berbicara dalam hatinya, ‘Tuhan aku bodoh , ya aku bodoh aku terus mencari siapa yang peduli terhadapku aku tak menemukan itu dari sahabatlku ataupun siapa pun mereka tak begitu peduli, mungkin memang sosok aku yang bersalah sehingga membuat mereka tak peduli denganku, Tuhan maafkan segala kesalahanku, aku berjanji ingin memperbaiki semuanya ingin bertahan dalam dunia fana mu yang sementara ini, ingin sukses, aku ingin itu tuhan aku ingin melihat senyum bangga tercetak jelas di sudut bibir ibu ku, iya ibu ku’  Wanita itu terus berucap dalam hatinya air mata terus membasahi pipinya, ia melihat ke arah mata ibunya, ke arah wanita yang membuat dirinya harus terlihat kuat.

Apakah setiap wanita harus mengalami seperti itu, harus mengalami kehilangan, kejatuhan bahkan sakit hati untuk menuju syurga Allah ??. Bukankah wanita di ciptakan sebagai makhluk yang terindah yang menghiasi muka bumi ini, setiap wanita di berikan sebongkah hati untuk mampu menciptakan hati yang kuat ,hati yang berttawakal dan, hati yang berbudi akhlak mulia, Bisakah setiap wanita menjadi kuat dengan berbagai cobban itu, mampukah setiap wanita memiliki hati seperti kaca yang terlihat kuat dan jernih bercahaya.

Hanya air mata yang mungkin mampu menjadi persinggahan terakhir setiap wanita bila ia terlelah, hanya mampu mengadahkan tangan meminta dan memohon kepada sang pecipta untuk memberikan yang terbaik.
Tuhan doa ku malam ini hanya ingin terus di jalanmu hanya ingin mendapatkan orang orang yang benar benar peduli dengan diriku, aku hanyalah wanita biasa yang kau ciptakan aku tak mampu terus terlihat kuat, izinkan aku terlihat lemah hanya di hadapanmu dan di hadapan ibuku, tunjukkan jalan terbaikmu, jalan menuju kesuksesan dan kebahagianku, akan ku jemput semua itu……

Berikan aku orang yang terbaik menurutmu untukku, berikan aku cahaya jalan indahmu…….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar