Angin musim gugur saat ini tak pelak menutup segala kehangatan
di belahan sudut bumi, dinginnya angin menyeruak memasuki seluruh permukaan
kulit, namun apakah dinginnya angin itu mampu membuat seorang wanita berhenti
berusaha untuk mewujudkan segala keinginannya, tentu jawabannya adalah tidak…
Seorang wanita dapat disebut wanita sempurna jika wanita itu
mampu memiliki kesabaran, ke optimisan dan kepasrahan terhadap Allah, maka ia
dalam jalan yang benar, dalam jalan menuju syurga Allah, mampukah setiap wanita
menjadi seperti itu ?. Jika setiap wanita memiliki masalah pribadi masing masing
mampukah mereka menentukan jalan menuju syurga itu tanpa halangan ?
Tidak, tidak mungkin setiap manusia tidak memiliki halangan
ataupun masalah dalam hidupnya, begitu juga dengan seorang wanita ia hanyalah
makhluk yang Allah ciptakan di bumi ini,
Hanya seorang wanita sholehah yang mampu menjadi penghuni syurga yang mampu
mendapatkan jembatan syurga yang baik untuknya.
Hujan yang terus menemani sore ini pun semakin memperindah
angin musim gugur yang terus saja
berhembus, bahkan setebal apapun jaket berbulu yang di gunakan
tak akan bisa membuat hangat hati seorang wanita yang tengah menjalani langkah
menuju surga Allah, saat ini kesabaran salah satu seorang wanita muda tengah di
uji, ia tengah mencari jati dirinya yang susungguhnya, tengah menatap dunia
yang sebenarnya untuk hidupnya, tengah mencari sosok seorang yang mampu menjadi
pelengkap untuknya. …
Wanita itu tampak apik dengan hijab berwarna biru, tengah
berjalan bimbang melewati salah satu kota tempatnya tinggal, seskali mengusap
peluh air mata yang sesekali melesak keluar dari pelupuk matanya, kemana sosok
wanita itu akan terus berjalan ? .
Entahlah, wanita sendiri itu pun tak tau, ia kebingungan
antara logika dan hatinya sedang berjalan tak beriringan, ia menginginkan
sesuatu yang mulia untuk menjadi seorang ‘penulis’ namun semua itu di tentang ,
bukan , lebih tepatnya kurang disetujui oleh orang orang yang telah
membesarkannya. Wanita itu bisa apa, ia mau tak mau harus mengikuti segala yang
orang tuanya katakan, bahkan ia telah melakukannya namun lagi lagi ia masih
sama, masih terlihat salah dimata seseorang yang disebut sebagai ‘ayah’ nya.
Apa yang wanita itu harus lakukan, haruskah ia berlari ke
arah orang orang di sekitarnya, ke arah sahabatnya, ia hanya mampu megadahkan
kepalanya menatap langit jingga sore itu yang berwarna orange gelap, kerana
matahari sepertinya sedikit bersimpuh malu untuk menunjukkan sinarnya. Sekali
lagi wanita itu bertanya haruskah ia berlari ke arah sahabat sahabatnya, ia
memilih jalan itu, namun orang yang ia anggap bisa menjadi sandarannya hanya
mampu bertanya hanya sekedar untuk ingin tau tidak dengan kepedulian melainkah
hanya ingi tau, terlalu miris ia kembali menundukan kepalanya saat wanita itu
tak mampu mencari tempat sandaran kepada sahabat sahabatnya…..
Di ujung jalan yang tak berujung ia menghentikan langkahnya,
saat melihat sosok wanita paruh baya mengadahkan dan menjulurkan tangan
untuknya, ia menangis ia meronta, wanita itu lemah ia segera berlari menuju
wanita paruh baya yang tengah tersenyum tulus kepadanya, wanita paruh baya itu
tak bertanya apa yang terjadi melainkan ia memeluk wanita muda itu memeluknya
sangat erat.
Wanita muda itu
bertutur kata dan terus mempererat pelukkannya, ia mengadah langit dengan buliran bening yang
terus saja menggenang di kelopak mata hazzelnya. Ia bertasbih berbicara dalam hatinya, ‘Tuhan
aku bodoh , ya aku bodoh aku terus mencari siapa yang peduli terhadapku aku tak
menemukan itu dari sahabatlku ataupun siapa pun mereka tak begitu peduli,
mungkin memang sosok aku yang bersalah sehingga membuat mereka tak peduli
denganku, Tuhan maafkan segala kesalahanku, aku berjanji ingin memperbaiki
semuanya ingin bertahan dalam dunia fana mu yang sementara ini, ingin sukses,
aku ingin itu tuhan aku ingin melihat senyum bangga tercetak jelas di sudut
bibir ibu ku, iya ibu ku’ Wanita itu terus
berucap dalam hatinya air mata terus membasahi pipinya, ia melihat ke arah mata
ibunya, ke arah wanita yang membuat dirinya harus terlihat kuat.
Apakah setiap wanita harus mengalami seperti itu, harus
mengalami kehilangan, kejatuhan bahkan sakit hati untuk menuju syurga Allah ??.
Bukankah wanita di ciptakan sebagai makhluk yang terindah yang menghiasi muka
bumi ini, setiap wanita di berikan sebongkah hati untuk mampu menciptakan hati
yang kuat ,hati yang berttawakal dan, hati yang berbudi akhlak mulia, Bisakah
setiap wanita menjadi kuat dengan berbagai cobban itu, mampukah setiap wanita
memiliki hati seperti kaca yang terlihat kuat dan jernih bercahaya.
Hanya air mata yang mungkin mampu menjadi persinggahan
terakhir setiap wanita bila ia terlelah, hanya mampu mengadahkan tangan meminta
dan memohon kepada sang pecipta untuk memberikan yang terbaik.
Tuhan doa ku malam ini hanya ingin terus di jalanmu hanya
ingin mendapatkan orang orang yang benar benar peduli dengan diriku, aku
hanyalah wanita biasa yang kau ciptakan aku tak mampu terus terlihat kuat,
izinkan aku terlihat lemah hanya di hadapanmu dan di hadapan ibuku, tunjukkan
jalan terbaikmu, jalan menuju kesuksesan dan kebahagianku, akan ku jemput semua
itu……
Berikan aku orang yang terbaik menurutmu untukku, berikan
aku cahaya jalan indahmu…….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar