Sejuknya gerimis pagi mampu menusuk permukaan kulit,namun
karena kesejukan itulah setiap insan mampu menghirup setiap persedian oksigen
dengan sangat sempurna. Perpaduan yang indah antara gerimis pagi dengan udara
kesejukkan mampu melengkapi hingar bingar dunia yang panas, namun jika gerimis
pagi itu telah dinodai oleh pancaran triknya sinar matahari mampukah kesejukkan
itu tetap bertahan? , mampukah kesejukan itu tetap ada disana menemani gerimis
pagi agar menjadi perpaduan yang melebihi kata sempurna.
Terkadang fatamorgana
hanya mampu memantul jelas di depan mata, namun tak dapat dirasakan secara
nyata, terlebih saat gerimis pagi datang kesejukkan pun turut ikut menemaninya
membuat matahari pagi tak Nampak dan hanya terllihat seperti sekelebat
fatamorgana yang semu, apa mungkin aku
kini menjadi matahari pagi ?. Yang hanya mampu merusak perpaduan gerimis dan
kesejukkan pagimu, yang hanya mampu melihatmu dengan semu saat kau beriringan
jalan dengan ‘kesejukkan’ yang telah menjadi satu paket cipataan Tuhan yang telah ditentukkan.
Sanggupkah aku merusak itu semua, merusak genggaman erat
antara kau dan wanita itu, mampukah aku merusaknya, setega itu kah aku
merusaknya?Hati wanita mana yang tak hancur jika seorang imamnya telah
terenggut bahkan ternodai wanita lain, aku pun wanita yang mampu merasakan itu, aku tak ingin merebutmu
dari wanita’mu’ yaah wanita mu…..
Namun mengapa sosok gerimis pagi mu mampu menyembuhkan aku
dari segala penat yang mengelilingi ku, mampu menopangku untuk tetap berdiri,
sosokmu begitu indah, namun lagi lagi aku harus menyadari kau hanya fatamorgana
untukku, aku hanya mampu menjadi ‘wanita kedua’ untukmu.
Terlalu menyakitkan menyebut diriku sendiri seperti itu,
heeey apa kau fikir aku tak terbawa hembusan angin sejuk saat kau selalu bersama
gadis pertamamu, kesejukkan yang kau pancarkan terlalu dingin sehingga
membekukkan segala persendian tubuhku, aku harus apa?
Apa aku harus diam, dan menatapmu seperti porselin??
Kepiawanmu membawaku terlalu dalam terbawa arus tatapan hangat
mata indah yang kau milikki.Mampukah aku selalu menjadi sosok kedua untukmu,
bagaimana jika wanita pertama mu mengetahui ini, ??
Layaknya kaca setiap wanita terlihat kokoh terlihat cerah
bahkan ia mampu terlihat kuat, namun saat ia dihancurkan mampukah kaca itu kembali
utuh? mampukah tiada lagi goresan goresan kecil itu membekas?. Jawabannya pasti
tidak akan bisa ,setiap goresan itu akan selalu ada kehancuran itu akan selalu
berbekas. seperti itulah hati seorang wanita. Tuhan menciptakannya begitu apik,
begitu sempurna .Namun apabila wanita itu telah merebut sepasang anak manusia
yang telah ditakdirkan bersama, apa masih mampukah wanita itu memiliki hati
seperti kaca..??
Tuhan, aku ingin lari dari kenyataan ini, aku tidak ingin
terus terusaan menjadi matahari yang merusak kesempurnaan dari gerimis pagi dan
kesejukkannya, namun lagi lagi gerimis pagi itu membuat matahari selalu ingin
muncul selalu ingin berdampingan bersama gerimis pagi itu, meski terlalu banyak
awan putih yang seperti rintangan yang membuat gerimis pagi dan matahari tak
dapat berdampingan……….
Tuhan mungkin ini semua scenario hidup yang kau berikan,
bimbing aku bimbing aku mencari lelaki yang benar benar mampu menjadi jembatan
untuk menuju syurgamu….
Bukan lelaki yang sudah memiliki garis untuk hidupnya,
leyapkanlah kesejukkan pagi itu jika memang dia kelak menjadi jembatan
syurgaku, namun leyapkan aku dalam hubungan ini jika memang bukan dia lah
jembatan syurgaku…..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar