FF “Don’t Leave Me”
Genre : Angst, Sad,
Lenght
: Drabbel
Cast : Cho kyuhyun,
Park Yeon Joo
*******
“Jangan pergi, jangan pergi, jangan pergi
meninggalkanku
Bagaimana jika aku sendiri?
Takut, aku sangat takut dengan masa-masa tanpamu” - Park Yeon joo-
Bagaimana jika aku sendiri?
Takut, aku sangat takut dengan masa-masa tanpamu” - Park Yeon joo-
Yeon Joo semakin menekan kepalanya, ke arah bantal
yang ia tiduri, menahan isak tangisnya yang semakin menyeruak keluar, tak ia
pedulikan matanya telah sembab gadis itu terus meneteskan buliran buliran
bening dari sudut matanya, tak ia pedulikan dinginnya angin musim gugur yang
memasuki kamarnya lewat jendela kayu yang tengah terbuka lebar, ia semakin
terisak….
Gadis itu terdiam sesaat melihat
seogok mawar biru yang telah layu di samping ranjangnya, dengan perlahan yeon joo
meraih tangkai mawar itu, sedetik kemudian kelopak mawar itu kembali terjatuh
di telapak tanganya, kelopaknya telah layu ,wanginya tak lagi menyeruak, yeon
joo tersenyum samar, ia menatap langit langit kamarnya yang hanya di terangi
cahaya lampu putih…
“CKLEK!!” knop pintu kamarnya
berputar, yeon joo menolehkan kepalanya, ia segera menghapus semua jejak airmatanya yang masih
melintas di sudut matanya..
“kau sudah pulang?” yeon joo
menghampiri seorang namja dengan balutan kemeja birunya yang sedang memijit mijit
kening nya ia tampak lelah
“ne,apa kau menunggu ku lagi malam
ini” namja itu menunjukkan senyum terbaiknya, membuat senyum kecil terlukis di
sudut bibir yeon joo
“seperti yang kau lihat , mengapa
pulang selarut ini ?, mau ku buatkan teh hangat, atau aku akan panaskan masakan
sebentar “ yeon joo menatap manik mata namja yang sangat ia cintai itu,
mengacak perlahan rambut coklat namjanya
“aniya, kau……… aishhh” kyuhyun mengecup
singkat kening yeon joo, ia sudah tau betul pasti yeoja nya kembali
menunggunya, namun apa yang ia lihat kali ini, sudah beberapa hari ini yeoja
nya terus menangis, kyuhyun menarik yeon joo kedalam pelukkannya, mengelus
perlahan punggung yeojanya, untuk membuat ketenangan di diri yeon joo
“mianhae kyu mianhae” yeon joo
semakin terisak, dalam pelukkan kyuhyun
“gwencahana, kau kenapa eoh?” kyuhyun
menyelipkan jari jarinya ke dalam helai demi helai rambut panjang yeon joo, mengecup
bibir yeon joo perlahan
“kajjima kajjima kyu, kajjima” yeon
joo kembali meloloskan air matanya,
“aku tak akan pergi, arraseo”
kyuhyun mendekap erat tubuh yeon joo, entahlah sudah beberapa hari ini dia
selalu menemukan yeojanya, menangis memintanya untuk tak pergi..
****
Mentari pagi seoul sudah menampakan sinarnya sejak
5menit yang lalu, yeon joo masih berkutat memandangi wajah namjachingunya yang
masih terpulas dalam tidurnya, ia mengecup singkat kening kyuhyun, memperhatikan
wajah namja yang amat ia cinta dengan seksama, memastikan dirinya bahawa namja
nya tak akan meninggalkannya seperti ketakutan yang akhir akhir ini selalu
menghantui benak fikirannya……
“Entahlah kyu, mengapa aku terus
merasakan ini, ketakutan ini terus saja datang, aku takut kau meninggalkan ku,
aku memang bukanlah yeoja sempurna untukmu, aku sangat takut kyu melewati semua
masa masa ku nantinya jika tak ada dirimu, cho kyuhyun aku mohon jangan
meninggalkanku, aku mohon padamu, semenjak kejadian itu, aku semakin takut kau
meningalkan aku kyu, aku takut, apa benar kau akan meninggalkan aku kyu? Apa
itu benar?., ku mohon jangan meninggalkan aku kyu…” yeon joo menyenderkan
tubuhnya pada dashboard ranjanganya, matanya menerawang luas , mengingat
kembali kejadian beberapa hari yang lalu, kejadian dimana ia sangat takut di
tinggalkan oleh cho kyuhyun kejadian itu semakin terputar jelas di
otaknya, membuat sebulir air mata
kembali memebasahi pipinya….
^^FLASHBACK^^
“joo-ah eodigga? Kyuhyun berlari
kecil memasuki apartement miliknya, nafasnya tersengal , ia tersenyum penuh
saat melihat yeoja yang ia cintai tengah berkutat dengan laptopnya, kyuhyunn
segera mengahmpiri yeon joo.
“waeyo kyu?” yeon joo tetap terfokus
pada laptopnya untuk mengerjakan tugas akhir dari fakultasnya…
“ada yang ingin ku beri tau padamu,
hey tatap aku chagiya” kyuhun memeluk yeon joo dari belakang, memutar tubuh
yaon joo untuk mengahadap ke arahnya
“kyu apa yang kau lakukan?”
yeon joo terlonjak kaget saat sebuket
mawar biru ada dihadapnya, meski ini bukan yang pertama kali untuknya kyuhyun
memeberikan tangkai demi tangkai bunga mawar biru kesukaannya namun tetap saja,
itu dapat membuat semburat merah di pipinya
“seperti biasa ini untukmu?” kyuhyun
tersenyum dan kembali memberikan Bunga mawar biru itu pada gadis yang ia
sayangi
“aishh jinjja, kau ini, bunga yang
kemarin saja belum layu mengapa kau sudah kembali membelinya, apa yang ingin
kau katakan tuan cho?” yeon joo membereskan beberapa buku yang tergeletak di
mejanya, ia terus saja menggenggam erat bunnga yang sangat ia gemari
“emhh bolehkah, bolehkan aku…………”
kyuhyun menarik nafasnya panjang, ia menangkupkan jari tangannya di wajah yeon
joo, membelai lembut pipi yeon joo
“apa yang ingin kau katakan kyu”
yeon joo menunggu jawaban kyuhyun, matanya memandang bebas lekuk waja kyuhyun
“------------“ hening kyuhyun tak
menjawab apapun, ia semakin mendekatkan wajahnya ke wajah yeon joo, menempelkan
bibirnya menegecup bibir yeon joo, memeperdalam ciumnanya…
“bolehkah, jika aku memiliki yeoja
lain, aniya maksudku melakukan hal itu
dengan yeoja yang hanya untuk memuaskan
nafsu ku, maksudku……………” kyuhyun tak melanjutkan kata kata nya, ia memeluk erat
tubuh yeoja chingu nya, ia tau perkataanya ini mungkin sangat menyakitkan namun
inilah yang ia ingin katakan selama beberapa hari ini , ia tak bisa menahan
nafsu nya sebagai seorang namja , ia hanya ingin mencoba bersikap jujur…
“kau……….” senyum yeon joo memudar ia
mencengkram erat ujung tangkai bunga mawar yang ia pegang, ia merasakan sesak
yang teramat sesak yang menohok hatinya, apa yang harus ia katakan…
“bolehkan?” kyuhyun menatap wajah
yeon joo
“kyu, maksudmu melakukan hal hal
untuk memuaskan nafsu mu, maksudmu kau ingin ,,,,,,,,,, tapi kyu kenapa kau
meminta itu?” yeon joo menundukkan kepalanya , ia sudah hampir menangis, ia
fikir mengapa bisa bisanya kyuhyun berucap seperti itu, namja yang ia sayang
meminta izin untuk berhungan dengan yeoja yeoja di luar sana untuk berhubungan
badan, yang ia tau namjanya memang sangat bernafsu, namun mengapa harus ini
yang kyuhyun minta, mengapa harus ini
“ne, mianhae” kyuhyun mengangkat
wajah yeon joo
“tapi kyu, apa kau sudah tak
mencintai ku lagi, apa kau sudah bosan,” yeon joo berkata dengan kata terbata
bata, matanya serasa memanas menahan tanngisannya…..
“aniya aniya, bukan begitu maksudku,
aku sangat mencintaimu sungguh sangat mencintaimu, hanya saja aku takut
kehilangan akal sehatku saat aku harus pergi tanpamu, maka dari itu aku meminta
izin dari mu terlebih dahulu, mianahe aku meminta ini semua” kyuhyun nampak
tersentak, dengan keadaan yang ia lihat yeoja nya menangis, apa permintaannya
ini sangat berlebihan, kyuhyun nampak berfikir ulang…
“baiklah, terserah kau “ yeon joo
memejamkan matanya, ia mengizinkan namjanya untuk melakukan hal hal dengan
yeoja lain hanya untuk memuaskan nafsu namjanya ….
“mianhae” kyuhyun memeluk tubuh yeon
joo, ia tersenyum samar entahlah perasaan lega itu menghiggap di benaknya
“ne” yeon joo berucap samar, ia
kembali menangis, tak sadar darah segar mengalir dari jari manisnya, yeon joo
segera melepas pelukkan kyuhyun, jari nya tertusuk duri mawar yang ia genggam,,
^^FLASHBACK END^^
“sejak kapan kau memperhatikan wajah
ku nyonya cho” kyuhyun membuka matanya perlahan, menarik tengkuk yeon joo dan
mengecupnya singkat
“aniya, “ yeonjoo bangkit dari
tidurnya, ia segera berjalan ke kamar mandi menghapus air matanya, yang sejak
tadi menetes mengingat kembali kejadan kemarin…
Apado amureochi aneun cheo
Nunmuri heulleodo gamchuneun beop
Maeuman jjok geugose namgyeonogo amuil eopdaneun deusi utneun beop
He-eojineun bangbeop
Maeuman jjok geugose namgyeonogo amuil eopdaneun deusi utneun beop
He-eojineun bangbeop
gajima gajima nal dugo gajima
Bahkan jika itu menyakitkan, berpura-pura seperti itu tidak apa-apa
Bahkan jika air mata jatuh, tahu bagaimana untuk menyembunyikannya
Menempatkannya di salah satu sisi hati
Dan mengetahui cara untuk tersenyum, seolah tidak ada yang salah
Cara untuk berpisah………..
Jangan
pergi, jangan pergi, jangan pergi meninggalkanku
****
Yeon Joo kembali merapatkan mantel cokelatnya
ia terus menendang pasir yamg berada di depan pintu rumahnya, sudah dari tiga
jam lalu ia berdiri disini hanya untuk menunggu namjanya, tak seperti biasanya
kyuhyun belum pulang bahkan seharian ini tak mengabarinya, pikiran yeonjoo
sangat berantakan ia hanya memikirkan apakah namja nya kali ini dalam keadaan
baik baik saja ataukah namja nya sedang bersenang senang dengan yeoja pemuas
nafsu di luaran sana.
Sekali lagi yeon joo menggigit bibirnya
mengusir jauh jauh hawa dingin yang semakin menyelimuti dirinya, ia kembali
merogoh sakunya hanya untuk memastikan adakah pesan atau panggilan dari kyuhyun
di layar handphonenya, namun lagi lagi yeon joo menarik nafasnya panjang, layar
smartphone nya tetap sama tak ada satu pun balasan pesan dari kyuhyun ataupun
panggilan, hanya sebuah foto dirinya dan kyuhyun yang tengah tersenyum lepas di
tepi pantai, foto yang ia ambil tahun lalu saat liburan musim panas bersama
namja chingunya…
Kau dimana kyu, kau baik baik saja kah? ,
entahlah mengapa fikiran itu terus saja menghantui ku, fikiran dimana suatu
saat nanti kau meninggalkanku, hanya karena yeoja yeoja pemuas nafsu di luar
sana, akankah kau menemukan yeoja lain, entahlah bukannya aku tak percaya
padamu, namun sikapmu berbeda kyu, cho kyuhyun ku mohon tetaplah bersamaku
disampingku, menjadi cho kyuhyun ku namja evil ku yang galak, dan terus
berteriak, menjahili ku, terus berikan bunga mawar biru itu untukku, aku sangat
takut kyu jika kau memang benar benar akan meninggalkanku……..
Kyuhyun
Pov^^
Mengapa malam ini angin sangatlah
dingin,ya Tuhan jam berapa ini aku baru sampai rumah, pasti gadis itu telah
tertidur, ahh semua ini gara gara hyukjae ia mengajakku ke club lagi, dan yaa
aku kehilangan kendali ku untuk berhungan dengan salah satu yeoja yang ada di
club itu yaa hanya memuaskan nafsu ku saja tak lebih……….
Kyuhyun
melangkahkan kakinya menuju pintu rumahnya namun langkahnya terhenti melihat
yeoja nya tengah tertidur di depan pintu, kyuhyun bergumam pelan, membelai
lembut pipi yeon joo menyingkrkan anak rambut yang sedikit menutupi wajah yeon
joo ,
“mengapa
kau begitu bodoh, tak sadar udara sangat dingin, mengapa masih menunggu ku”
kyuhyun mengecup kening yeon joo, dan menyelipkan salah satu tangannya di leher
yeon joo hendak membawa gadisnya ke dalam.
“emmh,
kau sudah pulang, kapan kau pulang” yeon joo menggeliatkan tubuhnya saat
merasakan sentuhan di pipi nya, ia membuka matanya menatap kyuhyun yang tengah
berada di hadapannya
“mengapa
kau begitu bodoh, ini sangat dingin mengapa kau diluar eoh”? kyuhyun kembali
membawa yeon joo kedalam gendongannya, tak ia pedulikan yeon joo yang
memberontak kecil dalam gendongannya..
“aku
menunggu mu, aniya ini tidak dingin” yeon joo menatap wajah kyuhyun yang tengah
berjalan perlahan menuju kamarnya
“kau
bilang tidak dingin, dasar yeoja keras kepala” kyuhyun menurunkan yeon joo
tepat di depan kamarnya, menyentil dahi yeon joo dengan perlahan
“appo-ya”
yeon joo mengelus dahi nya, dan segera membantu kyuhyun melepas dasi dan mantel
yang kyuhyun gunakan, matanya serasa memanas saat melihat bercak merah di leher
kyuhyun. Ia sangat paham betul apa yang habis namja nya ini lakukan hingga
pulang selarut ini, yeon joo terdiam menahan air matanya.
“mandilah
, biar ku siapkan air hangat untukmu, setelah itu makan aku akan memanaskan
masakan,jangan tidur terlalu larut kyu” yeon joo melangkahkan kakinya menjauhi
kyuhyun, ia tak sanggup lagi untuk menatap kyuhyun, perasaan nya sangat hancur
dengan teganya namja yang ia cintai sudah berhungan dengan yeoja lain, namun di
sisi lain ia tidak akan bisa membenci namjanya ….
“waeyo?,
kau kenapa” kyuhyun mengerutkan keningnya, saat melihat yeoja nya secara tiba
tiba menjauhi nya, dan lebih memilih untuk melangkahkan kakinya ke arah dapur
“aniya,
cepatlah mandi, aku akan tidur duluan ,nanti jangan mencariku arraseo” yeon joo
tengah sibuk berkutat untuk memanaskan makan malam, ia menahan air matanya yang
akan keluar….
“jinjja,
jangan ada yang kau sembunyikan dari ku chagiya, saranghae” kyuhyun memeluk
yeon joo dari belakang meletakkan dagu nya di pundak yeonjoo, mengecup sesaat
leher jenjang yeon joo sebelum ia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi…
Kyuhyun
POV end^^
Yeon joo menutup pintu kamar dengan
cepat, membuat suara dentuman pintu menggaung di tengah kamar nya, ia memukul
dadanya perlahan mencoba membuang semua rasa sakitnya ,melihat namjanya sudah
bercumbu dengan yeoja lain, namun inilah pilihannya ia sangat tak bisa menolak
segala keinginan kyuhyun, entahlah mungkin ia yeoja terbodoh yang mengizinkan
namjanya sendiri berbuat seperti itu……
*****
“morning
chagiya” dengan senyum manisnya kyuhyun tengah tersenyum mentap yeon joo yang
baru saja membuka matanya ia memberikan Bungan mawar biru pada yeon joo, bunga
yang sedari tadi kyuhyun genggam…
“mwo?,
sejak kapan kau bangun, cepat mandi kau tak bekerja” yeon joo menyibakkan
selimutnya Ia duduk mengahadap kyuhyun yang tengah berasandar pada dashboard
ranjangnya dengan pakaian yang sudag rapih..
“aniya
aku tak ingin bekerja, aku ingin mengajakmu berkencan hari ini, kau mau?”
kyuhyun mengecup pipi yeon joo
“kencan?”
yeon joo menatap heran ke arah kyuhyun, tak seperi biasanya namjanya dengan
mudah mengajaknya pergi kencan
“ne,
kau tak mau eoh”
“ne
, aniya bukan begitu, baiklah aku mau, aku akan mandi sebentar ne” yeon joo
menggelengkan kepalanya, dan segera beringsut dari ranjangnya, meletakkan mawar
biru yang kyuhyun berikan pada sebuah vas kramik putih…
“baiklah,
aku tunggu kau di bawah ne”
Yeon joo menuruni anak tangga dengan
senyum bahagia, ia tersenyum sambil sesekali membenarkan letak rok berwarna
peach yang ia gunakan, ia tersenyum senang karena kyuhyun akan mengajaknya
kencan hari ini…
“kyu, kyuhyun
eodigga?” yeon joo mencari cari kyuhyun di seluruh ruangan yang ada di rumahnya
namun ia tak menemukan kyuhyun, di ruang makan pun tak ada, ia menemukan
sepucuk note di atas lemari ice nya, yeonjoo meraih note tersebut…
“Mianhae, aku harus pergi sebentar,
hyukjae hyung menelfonku ada
sedikit urusan kantor
aku akan kembali, kita akan
berkencan nanti aku menunggu mu di dekat
sungai han malam nanti…Saranghae”
Yeon Joo tersenyum samar , ia
meletakkan kemabli notenya, ia menarik kursi kayu yang ada di dekatnya mendekat
ke arah jendela luar, menatap hiruk pikik kota seoul pagi ini, yeon joo
tersenyum mengingat bahwa malam ini adalah malam dimana salju pertama akan
turun, musim salju musim kesukaan cho kyuhyun, sekali lagi yeon joo tersenyum
saat mengingat semua tentang cho kyuhyun…….
Angin malam kota Seoul yang terus
berhembus dengan dinginnya, terus menemani ringkihnya tubuh yeon joo, ia tak
memperdulikan seberapa dingin suhu saat ini, ia hanya terus terdiam membisu
menatap gelapnya malam yang hanya di terangin kerlipan beberapa bintang dan
beberapa lampu jalan, salju pertama sudah turun sejak sore tadi, ia memutuskan
untuk duduk di pinggir sunghai han, sejak pagi tadi ia menunggu kyuhyun di
rumah namun hasilnya nihil kyuhyun tak datang juga tak memberi kabar padanya,
ia memutuskan untuk berjalan keluar rumah dan akan menenui kyuhyun disini
menemui namja chingunya yang sudah 3tahun ini mengisi relung hatinya, namun
sudah satu tahun terakhir ini kyuhyun tengah di sibukkan dengan pekerjaannya di
perusahaan keluarganya yang bergerak di bidang property dan berbagai perhotelan
yang menguasai pasaran Asia, dan sikapnya pun sedikit berubah…
“mianhae membuatmu menunggu”
sepasang tangan dengan bebasnya memeluk yeon joo dari belakang, ia sangat hapal
betul siapa pemilik tangan yang tengah memeluknya
“kau dari mana?” yeon joo memutar
tubuhnya, menghadap kyuhyun, mengecup singkat pipi kyuhyun yang terasa sangat
dingin karena cuaca hari ini
“mianahe, membuatmu menunggu
membuatmu menghabiskan hari ini sendiri ,hari dimana salju pertama turun
mianhae chagiya” kyuhyun mendekatkan kening nya ke arah wajah yeon joo
“mengapa kau membuatku terus
menunggu kyu, wae ,waeyeo kau tau sejak siang tadi aku menantimu” yeon joo
menundukkan kepalanya, ia terisak kecil
“mianhae” kyuhyun hanya mematung, ia
sangat tak suka melihat yeoja yang ia sayangi menangis
“kau dari mana, mengapa tak kau
jawab eoh’ mengapa tak mengabari ku, apa kau berkencan dengan yeoja yeoja itu,
kau jahat kyu, mengapa kau selalu membiarkan aku menunggu , kau kenapa mengapa
sikap mu seperti ini, waeyo cho kyuhyun” yeon joo mendongakan kepalanya, ia
memaki kyuhyun perlahan, buliran bening itu telah membasahi pipinya
“AKU SUDAH MINTA MAAF PADAMU,
BISAKAH KAU TAK MENAGIS!!” kyuhyun membentak yeon joo, membuat yeon joo
terlonjak kaget, ia kehilangan kendalinya melihat yeon joo menangis
“a..a…a,apa yang kau katakan, kau
membentakku, mengapa jadi kau yang marah” yeon joo semakin terisak, ia ingin
menumpahkan segala sesak yang ada di dalam dirinya..
“mianahae, aku sangat minta maaf, ku
mohon berhentilah mengangis, arraseo, uljjima chagiya,gwencahanayeo” kyuhyun mengusap
kedua pipi yeon joo mendekap yeon joo dalam pelukkannya..
“gwenchana” yeon joo tersenyum
datar, jantungnya berdegup cukup keras saat wajah kyuhyun nampak tepat di
hadapannya ia kembali menghapus air matanya, lagi lagi segala kemarahannya
menghilang mendengar semua suara cho kyuhyun, meski ia tau itu bukanlah jawaban
yang yeon joo inginkan, namun hanya dengan mentap wajah namja yang ia cintai
semua kekesalan nya menghilang, ia kembali membalik tubuhnya, kembali melihat
pemandangan sungai han yang terpampang jelas di depannya…
“cho kyuhyun, entahlah dengan
mendengar suaramu, melihat kau baik baik saja itu semua dapat mengahapus semua
kekesalan kemarahan dan sakit hatiku yang kau torehkan sendiri, begitu kuat
kah aku mencintaimu, entahlah kyu aku
sendiri tak paham , apa kau terus saja tidak mengetahui aku sangat sakit
melihat mu terus bercumbu dengan yeoja yeoja pemuas nafsu itu , terlalu sakit
kyu aku melihat dan menghadapi situasi ini, namun apa yang bisa ku perbuat aku
terlalu takut aku tak bisa menolak segala keinginamu, apakah aku ini yeoja
bodoh, jawab aku kyu mengapa aku bisa seperti ini mengapa aku seperti ini” yeon
joo bergumam kecil, ia meneteskan air matanya, merasakan hangatnya pelukkan
kyuhyun…
“I like you, I like everything about
you, saranghae” kyuhyun mengecup puncak kepala yeon joo
“nado sarangahe cho kyuhyun”
“maaf kembali membatalkan kencan
ini, “ kyuhyun meraih kedua tangan yeon joo dari belakang merentangkan kedua
tanganya dengan tangan yeon joo, untuk merasakan dinginnya salju yang jatuh di
telapak tanganya, hal ini selalu kyuhyun lakukan jika musim salju datang
merentangkan tanganya bersama yeon joo merasakan langsung salju yang jatuh di
telapak tanganya, kyuhyun memejamkan matanya….
“gomawo kyu, kau masih mempercayai
ku melakukan ini, menyentuh salju salju ini berasamamu , aku sangat mencintaimu
cho kyuhyun, meski entahlah akhir akhir ini kau membuat sesak di relung hatiku,
namun entahlah rasa benci ku terkalahkan oleh sikapmu yang selalu membuat
jantung ku berdegup cukup kuat, jangan tinggalkan aku kyu, kumohon tetaplah di
sampingku, aku tak tau sampai kapan ketakutan ini terus membelanggu ku,
ketakutan akan kehilangan dirimu, yang aku tau kau hanya miliku, yaa hanya itu
, Norul
hangsang saranghal goya cho kyuhyun” yeon joo kembali bergumam kecil, ia
menatap wajah kyuhyun yang berada di bahunya tengah memejamkan matanya, ia
dapat merasakan kehangatan cengkraman tangan kyuhyun di kedua lengannya, yeon
joo kembali memejamkan matanya , ikut merasakan salju yang mengenai tanganya,
hangat itulah yang ia rasakan, salju itu terasa hangat karena cho kyuhyun salju
itu terasa hangat, cho kyuhyun lah salju nya salju terindah yang tak akan
pernah mencair di hatinya…….
^cho kyuhyun aku mencintaimu
sangat mencintai mu, entah sampai kapan rasa takut ini terus hinggap di benakku,
aku takut akan hilangnya dirimu dari sisiku, tetaplah menjadi cho kyuhyun ku,
meski aku tau terkadang rasa sakit yang ku alami saat bersamamu, namun tetaplah
bersamaku, biarlah rasa sakit itu pergi saat aku kembali melihat senyumanmu,
mengahadapi segala sikapmu padaku, melihat segala tingkah konyolmu, biarkan aku
terus mencintaimu, jangan tinggalkan aku kyu, hanya itu yang ku mau, tetaplah
tertuju padaku, Nol saranghaesso cho kyuhyun^
-Park YeonJoo-
^Tolong yakinkan aku bahwa kau
takakan meninggalkan ku, cho kyuhyun don’t leave me^ -Park Yeon Joo-
-END-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar