Jumat, 19 September 2014

fanfiction "Dont Leave me"



FF             “Don’t Leave Me”

Genre   : Angst, Sad,

 Lenght  : Drabbel

Cast      : Cho kyuhyun,
                Park Yeon Joo

*******

 “Jangan pergi, jangan pergi, jangan pergi meninggalkanku
Bagaimana jika aku sendiri?
Takut, aku sangat takut dengan masa-masa tanpamu” - Park Yeon joo-

            Yeon  Joo semakin menekan kepalanya, ke arah bantal yang ia tiduri, menahan isak tangisnya yang semakin menyeruak keluar, tak ia pedulikan matanya telah sembab gadis itu terus meneteskan buliran buliran bening dari sudut matanya, tak ia pedulikan dinginnya angin musim gugur yang memasuki kamarnya lewat jendela kayu yang tengah terbuka lebar, ia semakin terisak….

Gadis itu terdiam sesaat melihat seogok mawar biru yang telah layu di samping ranjangnya, dengan perlahan yeon joo meraih tangkai mawar itu, sedetik kemudian kelopak mawar itu kembali terjatuh di telapak tanganya, kelopaknya telah layu ,wanginya tak lagi menyeruak, yeon joo tersenyum samar, ia menatap langit langit kamarnya yang hanya di terangi cahaya lampu putih…

“CKLEK!!” knop pintu kamarnya berputar, yeon joo menolehkan kepalanya, ia segera  menghapus semua jejak airmatanya yang masih melintas di sudut matanya..
“kau sudah pulang?” yeon joo menghampiri seorang namja dengan balutan kemeja birunya yang sedang memijit mijit kening nya ia tampak lelah
“ne,apa kau menunggu ku lagi malam ini” namja itu menunjukkan senyum terbaiknya, membuat senyum kecil terlukis di sudut bibir yeon joo
“seperti yang kau lihat , mengapa pulang selarut ini ?, mau ku buatkan teh  hangat, atau aku akan panaskan masakan sebentar “ yeon joo menatap manik mata namja yang sangat ia cintai itu, mengacak perlahan rambut coklat namjanya
“aniya, kau……… aishhh” kyuhyun mengecup singkat kening yeon joo, ia sudah tau betul pasti yeoja nya kembali menunggunya, namun apa yang ia lihat kali ini, sudah beberapa hari ini yeoja nya terus menangis, kyuhyun menarik yeon joo kedalam pelukkannya, mengelus perlahan punggung yeojanya, untuk membuat ketenangan di diri yeon joo
“mianhae kyu mianhae” yeon joo semakin terisak, dalam pelukkan kyuhyun
“gwencahana, kau kenapa eoh?” kyuhyun menyelipkan jari jarinya ke dalam helai demi helai rambut panjang yeon joo, mengecup bibir yeon joo perlahan
“kajjima kajjima kyu, kajjima” yeon joo kembali meloloskan air matanya,
“aku tak akan pergi, arraseo” kyuhyun mendekap erat tubuh yeon joo, entahlah sudah beberapa hari ini dia selalu menemukan yeojanya, menangis memintanya untuk tak pergi..

****
            Mentari  pagi seoul sudah menampakan sinarnya sejak 5menit yang lalu, yeon joo masih berkutat memandangi wajah namjachingunya yang masih terpulas dalam tidurnya, ia mengecup singkat kening kyuhyun, memperhatikan wajah namja yang amat ia cinta dengan seksama, memastikan dirinya bahawa namja nya tak akan meninggalkannya seperti ketakutan yang akhir akhir ini selalu menghantui benak fikirannya……

“Entahlah kyu, mengapa aku terus merasakan ini, ketakutan ini terus saja datang, aku takut kau meninggalkan ku, aku memang bukanlah yeoja sempurna untukmu, aku sangat takut kyu melewati semua masa masa ku nantinya jika tak ada dirimu, cho kyuhyun aku mohon jangan meninggalkanku, aku mohon padamu, semenjak kejadian itu, aku semakin takut kau meningalkan aku kyu, aku takut, apa benar kau akan meninggalkan aku kyu? Apa itu benar?., ku mohon jangan meninggalkan aku kyu…” yeon joo menyenderkan tubuhnya pada dashboard ranjanganya, matanya menerawang luas , mengingat kembali kejadian beberapa hari yang lalu, kejadian dimana ia sangat takut di tinggalkan oleh cho kyuhyun kejadian itu semakin terputar jelas di otaknya,  membuat sebulir air mata kembali memebasahi pipinya….

^^FLASHBACK^^

“joo-ah eodigga? Kyuhyun berlari kecil memasuki apartement miliknya, nafasnya tersengal , ia tersenyum penuh saat melihat yeoja yang ia cintai tengah berkutat dengan laptopnya, kyuhyunn segera mengahmpiri yeon joo.
“waeyo kyu?” yeon joo tetap terfokus pada laptopnya untuk mengerjakan tugas akhir dari fakultasnya…
“ada yang ingin ku beri tau padamu, hey tatap aku chagiya” kyuhun memeluk yeon joo dari belakang, memutar tubuh yaon joo untuk mengahadap ke arahnya
“kyu apa yang kau lakukan?” yeon  joo terlonjak kaget saat sebuket mawar biru ada dihadapnya, meski ini bukan yang pertama kali untuknya kyuhyun memeberikan tangkai demi tangkai bunga mawar biru kesukaannya namun tetap saja, itu dapat membuat semburat merah di pipinya
“seperti biasa ini untukmu?” kyuhyun tersenyum dan kembali memberikan Bunga mawar biru itu pada gadis yang ia sayangi

“aishh jinjja, kau ini, bunga yang kemarin saja belum layu mengapa kau sudah kembali membelinya, apa yang ingin kau katakan tuan cho?” yeon joo membereskan beberapa buku yang tergeletak di mejanya, ia terus saja menggenggam erat bunnga yang sangat ia gemari
“emhh bolehkah, bolehkan aku…………” kyuhyun menarik nafasnya panjang, ia menangkupkan jari tangannya di wajah yeon joo, membelai lembut pipi yeon  joo
“apa yang ingin kau katakan kyu” yeon joo menunggu jawaban kyuhyun, matanya memandang bebas lekuk waja kyuhyun
“------------“ hening kyuhyun tak menjawab apapun, ia semakin mendekatkan wajahnya ke wajah yeon joo, menempelkan bibirnya menegecup bibir yeon joo, memeperdalam ciumnanya…
“bolehkah, jika aku memiliki yeoja lain, aniya maksudku melakukan hal  itu dengan  yeoja yang hanya untuk memuaskan nafsu ku, maksudku……………” kyuhyun tak melanjutkan kata kata nya, ia memeluk erat tubuh yeoja chingu nya, ia tau perkataanya ini mungkin sangat menyakitkan namun inilah yang ia ingin katakan selama beberapa hari ini , ia tak bisa menahan nafsu nya sebagai seorang namja , ia hanya ingin mencoba bersikap jujur…
“kau……….” senyum yeon joo memudar ia mencengkram erat ujung tangkai bunga mawar yang ia pegang, ia merasakan sesak yang teramat sesak yang menohok hatinya, apa yang harus ia katakan…
“bolehkan?” kyuhyun menatap wajah yeon joo
“kyu, maksudmu melakukan hal hal untuk memuaskan nafsu mu, maksudmu kau ingin ,,,,,,,,,, tapi kyu kenapa kau meminta itu?” yeon joo menundukkan kepalanya , ia sudah hampir menangis, ia fikir mengapa bisa bisanya kyuhyun berucap seperti itu, namja yang ia sayang meminta izin untuk berhungan dengan yeoja yeoja di luar sana untuk berhubungan badan, yang ia tau namjanya memang sangat bernafsu, namun mengapa harus ini yang kyuhyun minta, mengapa harus ini
“ne, mianhae” kyuhyun mengangkat wajah yeon joo

“tapi kyu, apa kau sudah tak mencintai ku lagi, apa kau sudah bosan,” yeon joo berkata dengan kata terbata bata, matanya serasa memanas menahan tanngisannya…..
“aniya aniya, bukan begitu maksudku, aku sangat mencintaimu sungguh sangat mencintaimu, hanya saja aku takut kehilangan akal sehatku saat aku harus pergi tanpamu, maka dari itu aku meminta izin dari mu terlebih dahulu, mianahe aku meminta ini semua” kyuhyun nampak tersentak, dengan keadaan yang ia lihat yeoja nya menangis, apa permintaannya ini sangat berlebihan, kyuhyun nampak  berfikir ulang…
“baiklah, terserah kau “ yeon joo memejamkan matanya, ia mengizinkan namjanya untuk melakukan hal hal dengan yeoja lain hanya untuk memuaskan nafsu namjanya ….
“mianhae” kyuhyun memeluk tubuh yeon joo, ia tersenyum samar entahlah perasaan lega itu menghiggap di benaknya
“ne” yeon joo berucap samar, ia kembali menangis, tak sadar darah segar mengalir dari jari manisnya, yeon joo segera melepas pelukkan kyuhyun, jari nya tertusuk duri mawar yang ia genggam,,

^^FLASHBACK END^^

“sejak kapan kau memperhatikan wajah ku nyonya cho” kyuhyun membuka matanya perlahan, menarik tengkuk yeon joo dan mengecupnya singkat
“aniya, “ yeonjoo bangkit dari tidurnya, ia segera berjalan ke kamar mandi menghapus air matanya, yang sejak tadi menetes mengingat kembali kejadan kemarin…

Apado amureochi aneun cheo
 Nunmuri heulleodo gamchuneun beop
Maeuman jjok geugose namgyeonogo amuil eopdaneun deusi utneun beop
He-eojineun bangbeop
gajima gajima nal dugo gajima


Bahkan jika itu menyakitkan, berpura-pura seperti itu tidak apa-apa
Bahkan jika air mata jatuh, tahu bagaimana untuk menyembunyikannya
Menempatkannya di salah satu sisi hati
Dan mengetahui cara untuk tersenyum, seolah tidak ada yang salah
Cara untuk berpisah………..
Jangan pergi, jangan pergi, jangan pergi meninggalkanku



****

Yeon Joo kembali merapatkan mantel cokelatnya ia terus menendang pasir yamg berada di depan pintu rumahnya, sudah dari tiga jam lalu ia berdiri disini hanya untuk menunggu namjanya, tak seperti biasanya kyuhyun belum pulang bahkan seharian ini tak mengabarinya, pikiran yeonjoo sangat berantakan ia hanya memikirkan apakah namja nya kali ini dalam keadaan baik baik saja ataukah namja nya sedang bersenang senang dengan yeoja pemuas nafsu di luaran sana.

Sekali lagi yeon joo menggigit bibirnya mengusir jauh jauh hawa dingin yang semakin menyelimuti dirinya, ia kembali merogoh sakunya hanya untuk memastikan adakah pesan atau panggilan dari kyuhyun di layar handphonenya, namun lagi lagi yeon joo menarik nafasnya panjang, layar smartphone nya tetap sama tak ada satu pun balasan pesan dari kyuhyun ataupun panggilan, hanya sebuah foto dirinya dan kyuhyun yang tengah tersenyum lepas di tepi pantai, foto yang ia ambil tahun lalu saat liburan musim panas bersama namja chingunya…

Kau dimana kyu, kau baik baik saja kah? , entahlah mengapa fikiran itu terus saja menghantui ku, fikiran dimana suatu saat nanti kau meninggalkanku, hanya karena yeoja yeoja pemuas nafsu di luar sana, akankah kau menemukan yeoja lain, entahlah bukannya aku tak percaya padamu, namun sikapmu berbeda kyu, cho kyuhyun ku mohon tetaplah bersamaku disampingku, menjadi cho kyuhyun ku namja evil ku yang galak, dan terus berteriak, menjahili ku, terus berikan bunga mawar biru itu untukku, aku sangat takut kyu jika kau memang benar benar akan meninggalkanku……..
Kyuhyun Pov^^
            Mengapa malam ini angin sangatlah dingin,ya Tuhan jam berapa ini aku baru sampai rumah, pasti gadis itu telah tertidur, ahh semua ini gara gara hyukjae ia mengajakku ke club lagi, dan yaa aku kehilangan kendali ku untuk berhungan dengan salah satu yeoja yang ada di club itu yaa hanya memuaskan nafsu ku saja tak lebih……….
Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju pintu rumahnya namun langkahnya terhenti melihat yeoja nya tengah tertidur di depan pintu, kyuhyun bergumam pelan, membelai lembut pipi yeon joo menyingkrkan anak rambut yang sedikit menutupi wajah yeon joo ,
“mengapa kau begitu bodoh, tak sadar udara sangat dingin, mengapa masih menunggu ku” kyuhyun mengecup kening yeon joo, dan menyelipkan salah satu tangannya di leher yeon joo hendak membawa gadisnya ke dalam.
“emmh, kau sudah pulang, kapan kau pulang” yeon joo menggeliatkan tubuhnya saat merasakan sentuhan di pipi nya, ia membuka matanya menatap kyuhyun yang tengah berada di hadapannya
“mengapa kau begitu bodoh, ini sangat dingin mengapa kau diluar eoh”? kyuhyun kembali membawa yeon joo kedalam gendongannya, tak ia pedulikan yeon joo yang memberontak kecil dalam gendongannya..
“aku menunggu mu, aniya ini tidak dingin” yeon joo menatap wajah kyuhyun yang tengah berjalan perlahan menuju kamarnya
“kau bilang tidak dingin, dasar yeoja keras kepala” kyuhyun menurunkan yeon joo tepat di depan kamarnya, menyentil dahi yeon joo dengan perlahan
“appo-ya” yeon joo mengelus dahi nya, dan segera membantu kyuhyun melepas dasi dan mantel yang kyuhyun gunakan, matanya serasa memanas saat melihat bercak merah di leher kyuhyun. Ia sangat paham betul apa yang habis namja nya ini lakukan hingga pulang selarut ini, yeon joo terdiam menahan air matanya.
“mandilah , biar ku siapkan air hangat untukmu, setelah itu makan aku akan memanaskan masakan,jangan tidur terlalu larut kyu” yeon joo melangkahkan kakinya menjauhi kyuhyun, ia tak sanggup lagi untuk menatap kyuhyun, perasaan nya sangat hancur dengan teganya namja yang ia cintai sudah berhungan dengan yeoja lain, namun di sisi lain ia tidak akan bisa membenci namjanya ….
“waeyo?, kau kenapa” kyuhyun mengerutkan keningnya, saat melihat yeoja nya secara tiba tiba menjauhi nya, dan lebih memilih untuk melangkahkan kakinya ke arah dapur
“aniya, cepatlah mandi, aku akan tidur duluan ,nanti jangan mencariku arraseo” yeon joo tengah sibuk berkutat untuk memanaskan makan malam, ia menahan air matanya yang akan keluar….
“jinjja, jangan ada yang kau sembunyikan dari ku chagiya, saranghae” kyuhyun memeluk yeon joo dari belakang meletakkan dagu nya di pundak yeonjoo, mengecup sesaat leher jenjang yeon joo sebelum ia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi…

Kyuhyun POV end^^

            Yeon joo menutup pintu kamar dengan cepat, membuat suara dentuman pintu menggaung di tengah kamar nya, ia memukul dadanya perlahan mencoba membuang semua rasa sakitnya ,melihat namjanya sudah bercumbu dengan yeoja lain, namun inilah pilihannya ia sangat tak bisa menolak segala keinginan kyuhyun, entahlah mungkin ia yeoja terbodoh yang mengizinkan namjanya sendiri berbuat seperti itu……

*****
“morning chagiya” dengan senyum manisnya kyuhyun tengah tersenyum mentap yeon joo yang baru saja membuka matanya ia memberikan Bungan mawar biru pada yeon joo, bunga yang sedari tadi kyuhyun genggam…
“mwo?, sejak kapan kau bangun, cepat mandi kau tak bekerja” yeon joo menyibakkan selimutnya Ia duduk mengahadap kyuhyun yang tengah berasandar pada dashboard ranjangnya dengan pakaian yang sudag rapih..
“aniya aku tak ingin bekerja, aku ingin mengajakmu berkencan hari ini, kau mau?” kyuhyun mengecup pipi yeon joo
“kencan?” yeon joo menatap heran ke arah kyuhyun, tak seperi biasanya namjanya dengan mudah mengajaknya pergi kencan
“ne, kau tak mau eoh”
“ne , aniya bukan begitu, baiklah aku mau, aku akan mandi sebentar ne” yeon joo menggelengkan kepalanya, dan segera beringsut dari ranjangnya, meletakkan mawar biru yang kyuhyun berikan pada sebuah vas kramik putih…
“baiklah, aku tunggu kau di bawah ne”
            Yeon joo menuruni anak tangga dengan senyum bahagia, ia tersenyum sambil sesekali membenarkan letak rok berwarna peach yang ia gunakan, ia tersenyum senang karena kyuhyun akan mengajaknya kencan hari ini…
“kyu, kyuhyun eodigga?” yeon joo mencari cari kyuhyun di seluruh ruangan yang ada di rumahnya namun ia tak menemukan kyuhyun, di ruang makan pun tak ada, ia menemukan sepucuk note di atas lemari ice nya, yeonjoo meraih note tersebut…

“Mianhae, aku harus pergi sebentar,
 hyukjae hyung menelfonku ada sedikit urusan kantor
 aku akan kembali, kita akan berkencan nanti  aku menunggu mu di dekat sungai han malam nanti…Saranghae”

            Yeon Joo tersenyum samar , ia meletakkan kemabli notenya, ia menarik kursi kayu yang ada di dekatnya mendekat ke arah jendela luar, menatap hiruk pikik kota seoul pagi ini, yeon joo tersenyum mengingat bahwa malam ini adalah malam dimana salju pertama akan turun, musim salju musim kesukaan cho kyuhyun, sekali lagi yeon joo tersenyum saat mengingat semua tentang cho kyuhyun…….

Angin malam kota Seoul yang terus berhembus dengan dinginnya, terus menemani ringkihnya tubuh yeon joo, ia tak memperdulikan seberapa dingin suhu saat ini, ia hanya terus terdiam membisu menatap gelapnya malam yang hanya di terangin kerlipan beberapa bintang dan beberapa lampu jalan, salju pertama sudah turun sejak sore tadi, ia memutuskan untuk duduk di pinggir sunghai han, sejak pagi tadi ia menunggu kyuhyun di rumah namun hasilnya nihil kyuhyun tak datang juga tak memberi kabar padanya, ia memutuskan untuk berjalan keluar rumah dan akan menenui kyuhyun disini menemui namja chingunya yang sudah 3tahun ini mengisi relung hatinya, namun sudah satu tahun terakhir ini kyuhyun tengah di sibukkan dengan pekerjaannya di perusahaan keluarganya yang bergerak di bidang property dan berbagai perhotelan yang menguasai pasaran Asia, dan sikapnya pun sedikit berubah…

“mianhae membuatmu menunggu” sepasang tangan dengan bebasnya memeluk yeon joo dari belakang, ia sangat hapal betul siapa pemilik tangan yang tengah memeluknya
“kau dari mana?” yeon joo memutar tubuhnya, menghadap kyuhyun, mengecup singkat pipi kyuhyun yang terasa sangat dingin karena cuaca hari ini
“mianahe, membuatmu menunggu membuatmu menghabiskan hari ini sendiri ,hari dimana salju pertama turun mianhae chagiya” kyuhyun mendekatkan kening nya ke arah wajah yeon joo
“mengapa kau membuatku terus menunggu kyu, wae ,waeyeo kau tau sejak siang tadi aku menantimu” yeon joo menundukkan kepalanya, ia terisak kecil
“mianhae” kyuhyun hanya mematung, ia sangat tak suka melihat yeoja yang ia sayangi menangis
“kau dari mana, mengapa tak kau jawab eoh’ mengapa tak mengabari ku, apa kau berkencan dengan yeoja yeoja itu, kau jahat kyu, mengapa kau selalu membiarkan aku menunggu , kau kenapa mengapa sikap mu seperti ini, waeyo cho kyuhyun” yeon joo mendongakan kepalanya, ia memaki kyuhyun perlahan, buliran bening itu telah membasahi pipinya

“AKU SUDAH MINTA MAAF PADAMU, BISAKAH KAU TAK MENAGIS!!” kyuhyun membentak yeon joo, membuat yeon joo terlonjak kaget, ia kehilangan kendalinya melihat yeon joo menangis
“a..a…a,apa yang kau katakan, kau membentakku, mengapa jadi kau yang marah” yeon joo semakin terisak, ia ingin menumpahkan segala sesak yang ada di dalam dirinya..
“mianahae, aku sangat minta maaf, ku mohon berhentilah mengangis, arraseo, uljjima chagiya,gwencahanayeo” kyuhyun mengusap kedua pipi yeon joo mendekap yeon joo dalam pelukkannya..
“gwenchana” yeon joo tersenyum datar, jantungnya berdegup cukup keras saat wajah kyuhyun nampak tepat di hadapannya ia kembali menghapus air matanya, lagi lagi segala kemarahannya menghilang mendengar semua suara cho kyuhyun, meski ia tau itu bukanlah jawaban yang yeon joo inginkan, namun hanya dengan mentap wajah namja yang ia cintai semua kekesalan nya menghilang, ia kembali membalik tubuhnya, kembali melihat pemandangan sungai han yang terpampang jelas di depannya…

“cho kyuhyun, entahlah dengan mendengar suaramu, melihat kau baik baik saja itu semua dapat mengahapus semua kekesalan kemarahan dan sakit hatiku yang kau torehkan sendiri, begitu kuat kah  aku mencintaimu, entahlah kyu aku sendiri tak paham , apa kau terus saja tidak mengetahui aku sangat sakit melihat mu terus bercumbu dengan yeoja yeoja pemuas nafsu itu , terlalu sakit kyu aku melihat dan menghadapi situasi ini, namun apa yang bisa ku perbuat aku terlalu takut aku tak bisa menolak segala keinginamu, apakah aku ini yeoja bodoh, jawab aku kyu mengapa aku bisa seperti ini mengapa aku seperti ini” yeon joo bergumam kecil, ia meneteskan air matanya, merasakan hangatnya pelukkan kyuhyun…

“I like you, I like everything about you, saranghae” kyuhyun mengecup puncak kepala yeon joo
“nado sarangahe cho kyuhyun”
“maaf kembali membatalkan kencan ini, “ kyuhyun meraih kedua tangan yeon joo dari belakang merentangkan kedua tanganya dengan tangan yeon joo, untuk merasakan dinginnya salju yang jatuh di telapak tanganya, hal ini selalu kyuhyun lakukan jika musim salju datang merentangkan tanganya bersama yeon joo merasakan langsung salju yang jatuh di telapak tanganya, kyuhyun memejamkan matanya….
“gomawo kyu, kau masih mempercayai ku melakukan ini, menyentuh salju salju ini berasamamu , aku sangat mencintaimu cho kyuhyun, meski entahlah akhir akhir ini kau membuat sesak di relung hatiku, namun entahlah rasa benci ku terkalahkan oleh sikapmu yang selalu membuat jantung ku berdegup cukup kuat, jangan tinggalkan aku kyu, kumohon tetaplah di sampingku, aku tak tau sampai kapan ketakutan ini terus membelanggu ku, ketakutan akan kehilangan dirimu, yang aku tau kau hanya miliku, yaa hanya itu , Norul hangsang saranghal goya cho kyuhyun” yeon joo kembali bergumam kecil, ia menatap wajah kyuhyun yang berada di bahunya tengah memejamkan matanya, ia dapat merasakan kehangatan cengkraman tangan kyuhyun di kedua lengannya, yeon joo kembali memejamkan matanya , ikut merasakan salju yang mengenai tanganya, hangat itulah yang ia rasakan, salju itu terasa hangat karena cho kyuhyun salju itu terasa hangat, cho kyuhyun lah salju nya salju terindah yang tak akan pernah mencair di hatinya…….

^cho kyuhyun aku mencintaimu sangat mencintai mu, entah sampai kapan rasa takut ini terus hinggap di benakku, aku takut akan hilangnya dirimu dari sisiku, tetaplah menjadi cho kyuhyun ku, meski aku tau terkadang rasa sakit yang ku alami saat bersamamu, namun tetaplah bersamaku, biarlah rasa sakit itu pergi saat aku kembali melihat senyumanmu, mengahadapi segala sikapmu padaku, melihat segala tingkah konyolmu, biarkan aku terus mencintaimu, jangan tinggalkan aku kyu, hanya itu yang ku mau, tetaplah tertuju padaku, Nol saranghaesso cho kyuhyun^   -Park YeonJoo-

^Tolong yakinkan aku bahwa kau takakan meninggalkan ku, cho kyuhyun don’t leave me^   -Park Yeon Joo-


-END-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar