Jumat, 19 September 2014

fanfiction "when your gone"



When Your gone

FF             “When Your Gone”

Genre   : Angst, Sad,

 Lenght  : Drabbel

Cast      : Cho kyuhyun,
                Park Yeon Joo
                Lee sungmin
                Shin Min Ah
                 Cheon Song Yi

note “mungkin ff yang saya buat ini sedikit curhatan juga ya. pria hujanku aku merindukan sosokmu”


-----
Sunset sore itu masih sama, masih dengan warna jingga nya menghiasi langit seoul sore ini, masih sangat napak indah di pandangi dari balik jendela kaca besar sebuah coffe shop yang bterletak di tengah kota seoul. mungkin nampaknya sang surya sore ini telah lelah memancarkan sinarnya, hingga saat ini surya itu pun kembali tenggelam dan hilang hanya meninggalkan warna jingga yang lalma lama menghitam tergantikan oleh awan malam, yang Nampak indah diterangin gemerlap pancaran bintang malam ini.

Tepat pukul tujuh malam, aku masih sama duduk disini, di sebuah sofa berawarna cokelat  yang berada di ujung sudut caffe, masih terus memandang kosong ke arah makanan serta minuman yang tersedia di depat mata.  Bedanya kali ini aku kembali memasangkan earphone di telinga kanan ku, menghidupkan sebuah rekaman suara dentingan piano yang amat merdu, suara yang tercipta dari jari jari manis seseorang yang kini aku tunggu.

Perkenalkan namaku Park yeon joo, gadis yang baru saja menginjakan kakinya memasuki Kyunghee University. gadis berumur belasan tahun yang sebentar lagi mungkin akan beranjak dan memasuki masa kedewasaan. apa kah dewasa itu?? . apakah kedewasan begitu sulit di lewati? . Enthalah aku sendiri masih tak paham masih terus mengartikan dan mencari apa arti dari kedewasaan.

Sesekali aku masih memandang  ke arah cangkir berisikan chocolate hangat dan beberapa kentang goreng serta dua gelas jus mangga yang tertera jelas di hadapannya. Menu makanan yang sudah sejak dua jam yang lalu aku pesan. Bahkan aku sama sekali tak menyentuhnya Karena aku memesan itu untuk dimakan berdua, untuk ku dan pria itu.

Seorang pria bermata sipit yang menyembunyikan elok mata indahnya dalam balutan beberapa inci lensa bening yang menggantung bebas di depan matanya. Namun sudah dua jam lebih aku menunggunya mengapa ia tak kunjung datang. Inikan menginjak tanggal  5 di bulan ini seharusnya pria itu sudah datang. karena ia sendiri yang berjanji setiap tanggal lima akan datang dan memberiku satu tangkai mawar putih tepat pukul lima sore. 

Ia sendiri yang berjanji, namun mengapa pria itu tak kunjung datang, bahkan sudah 2 tangkai mawar ia lewatkan, bulan lalu pun sama pria itu kembali tak menemui ku. entahlah aku sendiri tak paham mengapa ia dengan teganya membatalkan serta melupakannya jjanjinya sendiri

Aku membuka earphone yang sejak tadi menyumbat telinga ku, mematikan playlist lagu yang tersedia dari layar smartphone yang kini ku genggam, dengan otomatis dentingan dentingan tuts tuts piano itu terhenti, membuat nafasku kembali tercekat. aku merindukannya, merindukkan pria sipitku, yang tak kunjung datang. Pria yang selalu berteriak kegirangan saat hujan turun.

“park yeon joo” seuntai kata mengalun keras di telingaku, sepertinya ada yang memanggil, aku mencoba mendongakak kepalaku, tersenyum simpul saat menukkan sosok pria tengah berdiri di hadapanku. pria yang mungkin mengenaliku
“ne?” sahutku pelan, pria itu lalu duduk di hadapanku, menatap semua menu makanan yang berada di atas meja yang belum sama sekali ku sentuh, masih dengan apiknya tertata rapih tanpa cacat sedikit pun.
“sampai kapan kau menunggunya huum” pria bernama lee sungmin itu menatap ku sayu, sepertinya pria ini tau apa yang berada dalam fikiranku. Tentu saja ia tau aku sedang menunggu ria ku yang merupakan teman baiknya
“menunggunya” aku hanya menjawabnya simpul, jawaban  yang membuat sungmin sedikit memejamkan matanya,  Lee sungmin menyenderkan bahunya di antara sofa sofa empuk itu, dan terus memandangiku yang tengah sibuk memainkan jari jari di layar smartphone
“sampai kapan, ia tak akan datang semua sudah berubah. kau sebaiknya pulang dan istirahat” lagi lagi kata itu terucap aku jengah mendengarnya, aku yakin pria ku pasti datang. ia pasti menepati janjinya. Kenapa semua selalu berkata ‘ia tak akan datang, semua sudah berubah’ haah kata kata macam apa itu, aku membencinya.
“ia pasti datang, kau sepertinya mengganggu ketenanganku sungmin-ssi” aku hanya menjawabnya ketus, terlalu muak mendengar perkataan itu aku sungguh jengah.
Pria itu , lagi lagi pria itu seperti heroin. Lelaki yang memiliki kesukaan tersendiri terhadap Rintikan air langit, ya ia menyukai hujan, menyukai kesejukan  bau tanah basah yang disirami dengan eloknya Rintikan tangisan bumi. Terkadang aku bertanya mengapa ia menyukai hujan, mengapa ia teramat merindukan kehadiran hujan.
 “jebbal pulanglah, kau lihat bahkan sebentar lagi akan turun hujan, pulanglah” entah lah apa yang membuatku menuruti perkataan lee sungmin, aku menurutinya saat sungmin  membawa ku keluar caffe ini. benar sepertinya bentar lagi akan turun hujan.

Bintang bintang yang beberapa jam lalu aku lihat menerangi kini sepertinya mereka menyembunyikan dirinya, tergantikan oleh beberapa kilatan cahaya langit yang Nampak menggelegar dengan kuat ya. Aku menolak ajakan lee sungmin yang ingin mengantarku tadi, aku ingin pulang sendiri. aku lelah yaah sangat lelah bahkan ketika lagi lagi pria itu meninggalkan janjinya

tees tees tees..

Air mata dari langit malam ini nampaknya sangat tak bersahabat dengaku, mereka turun dengan deras ya di saat aku bahkan belum sama sekali mendekati rumah. Hujan . aku membencinya yaah sangat membecinya, terlebih kilatan petirnya .
Cho kyuhyun, kau dimana, aku takut. cho kyuhyun jebbal . ku mohon datanglah. biasanya kau selalu berlari saat hujan seperti ini, aku merindukanmu bodoh, merindukan segalanya. Cho kyuhyun  aku takut.. Aku mencoba menggigit bibir ku mengurangi sedikit hawa dingin yang menyelimuti tubuhku, bahkan kini pakaian yang ku gunaka telah basah, mataku mulai memerah.

Kemana janjimu yang dulu selalu bilang akan selalu menemaniku saat hujan. Cho kyuhyun tepati janji mu ku mohon. Langkah ku terseok, hanya mampu terdengar gemuruh petir malam ini, bahkan kini air mataku pergi bersama tetesan tetesan hujan yang selalu menyirami wajahku saat ini. Bahkan seharusnya hujan tak usah turun, mengapa kau menyiksa ku cho mengapa. aku begitu merindukanmu…

When you’re gone
The piece of my heart are missing you
When youre gone
The face I came to know is missing too
Do you see how much I need you right now…..


flashback**

Gadis mungil itu kini tetap merengek dan memeluk hangat pria yang berada di hadapannya, mata sembabnya masih mendominasi di wajahnya. Gadis itu sesekali sesegukan dan mencengkram erat kerah baju yang pria itu gunakan setiap kali kilatan petir itu terdengar dengan bisingnya

“apa yang kau takutkan huum?” pria itu. Pria bernama cho kyuhyun mendekap kekasihnya park yeon joo yang tengah menangis sesegukan di dalam pelukkannya. kejadian ini selalu terulang kyuhyun bahkan sangat paham gadis nya sangat membenci kilatan cahaya langit saat turunnya hujan kali ini
“suara itu mengerikan kyu” yeon joo menatap mata cho kyuhyun, yang kini tengah membuka kaca matanya yang di penuhi air, menatap manik mata cokelat yang kyuhyun miliki, kehangatn serta kenyamanan itu menyusup deras di hatinya saat kembali merasakan tatapan hangat milik cho kyuhyun. Bahkan hatinya kembali damai ketika ia mampu meyakini tangan hangat milik kyuhyun masih bisa memeluknya ia masih bisa merasakan aroma khas citrus floral yang melakat pada tubuh kekasihnya

“tak ada yang perlu kau takutkan arraseo, aku akan terus menemanimu saat hujan kapanpun itu” kyuhyun semakin mendekap erat tubuh yeon joo mengecup sesaat puncak kepala gadisnya untuk sedikit menghilangkan rasa gelisah dan takut yang kini tengah di alami gadisnya
“arraseo, kau janji akan terus menemaniku” yeon joo mengahpus segala jejak air matanya, ia menunjkkan jari kelingkingnya untuk mengucap janji dengan kekasihnya, ini terlihat kekanak kanakan namun ia menyukainya.
“ne aku janji  , aku terus menemanimu tak akan pergi sebelum kau menyuruhku pergi” kyuhyun tertawa melihat tingkah lucu gadisnya, ia mengaitan  jari kelingking miliknya, kembali memeluk yeon joo saat ini.

Flashback End**

Sepertinya kekosongan serta dinginnya malam ini tak sebanding dengan dinginnya relung hati ku saat ini. saat menatap sebuah fame yang tergelat pas di sudut ranangku, terdapat tulisan cho kyuhyun park yeon joo, foto itu foto dua tahun lalu saat kita untuk pertama kali nya menjadi sepasang kekasih kau mengajakku bermain di lotte word. 

Apa kau tau cho kyuhyun hingga saat ini aku masih mengingat semua kejadian kejadian yang pernah kita lewati, saat kau mengajarkanku berbagai hal. saat kau merengek , saat kau dengan sakartisnya meminta ku untuk tak meninggalkanmu. Aku mampu mengingatnya mampu dan sangat mmampu, dan masih banyak hal lain lagi yang masih terus ku simpan

“yeon joo-ya” mataku menoleh, saat baru saja kakiku menginjak lantai berwarna cokelat yang berada di dalam kamarku, aku melihat sosok itu, sosok wanita paruh baya yang mungkin menjadi malaikat ku, eomma. wanita itu yang menjadi alasan ku untuk hidup setelah Cho kyuhyun . Hanya dua orang itulah yang mampu membuatku terus bertahan dan membuat ku bersemangat cho kyuhyun dan eomma.
Aku masih mampu melihat sepertinya eomma habis saja menangis , masih menggantung jelas terlihat air mata itu di sudut mata nya. aku pun hanya kembali terdiam saat eomma mencoba membasuh rambut ku dan tubuhku dengan handuk hangat , aku merasakan kehangatan itu, namun mata ku pun tak melupakan satu pemandangan dengan dua sosok wanita yang kini juga tengah memandangku . kedua sahabatku tentunya shin min ah wanita yang selalu memperhatikan penampilannya, wanita cantik yang mempunyai tirus wajah yang sangat apik. Dan tentunya satu lagi cheon song yi, seorang wanita yang terlihat sangat casual.
Aku hanya tersenyum samar saat melihat mereka memandangku dengan penuh Tanya.  Saat ini aku hanya mampu merasakan lembut tangan eomma yang mengusap wajah ku samar
“eodiga eoh’?” suara parau itu keluar langsung dari mulut min ah, sesekali sahabatku itu membuka percakapannya.
“mengapa kau pergi malam malam begini huum?”  song yi menimpali pembicaraan min ah, pembicaraan yang mungkin mereka sudah tau ujung dari pembicaraan ini
“eomma, naega bogoshipeo, aku merindukannya eomma merindukkannya.” Entah mengapa pertahan ku kembali runtuh saat menatap mata eomma, sungguh aku sangat tak bisa membohonginya. Membohongi wanita yang telah melahirkanku. aku merindukannya eomma. merindukkan cho kyuhyun-ku. Aku semakin terisak saat eomma kembali membawaku kedalam pelukkannya, tangan halusnya mengusap punggungku. Usapan yang sama yang selalu pria itu berikan. Cho Kyuhyun ku mohon datanglah, aku merindukanmu……
“hajjima, hajjima yeon joo-ya hentikan semua ini” min ah menarik ku untuk duduk di dekat ya, sejak kepergian eomma beberapa menit yang lalu dari kamarku, kedua sahabatku mendekat dan lebih memeilih terfokus pada diriku yang enggan mengganti pakaian, aku terus menunduk, entahlah aku sendiri enggan melakukan apapun saat ini
“aku merindukannya, min ah-ya” mataku memandang  kedua sahabatku, tidak tidak. aku tidak boleh kembali menangis. aku selalu teringat cho kyuhyun sangat membenci keadaan dimana aku  terlihat menangis, sebisa mungkin aku mencoba menahan air mata ku yang sebentar lagi akan siap menganak sungai.
“arraseo. jangan siksa dirimu begini. kami berjanji akan selalu menemanimu. jebbal berhentilah menunggunya semuanya tak sama lagi kini sudah berubah ia tak akan datang” min ah menarik ku kedalam pelukkannya, aaah sial. aku benci kata kata itu ,mengapa semua perkataan itu selalu terlontar dari mulut mereka. mereka sahabatku tak seharusnya perkataan itu keluar dari mulut mereka
“min ah benar, berhenti menunggu nya arraseo” aku hanya mampu terdiam, mendengar semua perkataan semua sahabatku.

- - - - -

Pria yang pernah memberikan mawar Putih serta dentingan piano yang amat mempesona, yang dapat menyejukkan serta membuat semburat senyuman dan rona merah di pipi terpancar saat sepenggal kata cinta serta tutur bahasa yang apik keluar langsung dari bibirnya. Bibirnya yang selalu memancarkan kecupan hangat setiap paginya. Seperti tetesan air di gurun pasir, pria itu perlahan datang dengan sapaan hangat setiap pagi siang ataupun malam hari, selalu menghiasi bahkan menemani segala keluh kesah.

Apakah sebuah kesalahan? terjatuh begitu dalam terhadap sosok pria itu, pria berkaca mata, yang menyembunyikan elok mata sipitnya di balik beberapa inci lensa bening yang memperlihatkan sekilas pancaran hangat dari kedua bola mata indahnya. 

Cho Kyuhyun-ku..

Kau  mampu memberikan yang bahkan orang lain tak dapat memberikannya padaku, sebuah kenyamanan yang teramat tulus serta kehangatanmu selalu membelenggu ku, selalu  menemani di sela Rintikan hujan yang  turun dengan derasnya di jarak pandang kita yang sangat berjauhan. Di berpuluh puluh kilometer kita berjarak kehangatanmu selalu terpancar, kau mengajari apa itu arti kedewasaan, apa itu  ketulusan serta keikhlasan. Semua itu kau ajarkan secara perlahan bahkan kenyamanan yang  tak pernah aku dapatkan dari pria pria lain. Dengan umur belasan tahun aku saat ini mungkin mencoba melewati masa peralihan dari remaja menuju kedewasaan . Dengan sabarnya kau menuntunku layaknya embun pagi layaknya pancaran sang surya cahayamu begitu hangat, kau berdampingan bersama sosok ibu ku membimbingku membantuku di setiap masa sulit. Melalui celah celah dentingan piano yang tercipta dari jari tanganmu tuts tust serta nada nada apik tersusun indah mengalun kau kirimkan untukku, mampu mengusir rasa lelah dari aktivitas yang selalu ku jalani. Support darimu selalu mengalun indah. 

Aku masih mampu mengingat ku setiap perkataan indah, setiap kejadian indah yang kita lewatkan.  setiap pertengkaran yang terkadang menjadikkan kita lebih dewasa. aku sungguh merindukanmu sungguh sangat merindukanmu.

Pagi ini aku terus melangkah, dan perlahan menghentikan langkahku, saat tujuan ku telah sampai. aku tertunduk memberikan setangkai mawar putih. tersenyum senang saat aku kembali menemui sosoknya. menemui cho kyuhyun. Tapi perbedaan nya kini hanyalah sebuah gundukan tanah yang sudah ada namamu.
Aku menatap ke seliling pemakaman ini. sunyi. hanya satu kata itu yang mampu ku ucap. Cho kau bahkan hanya tertidur kan, kau tidak pergi untuk selamanya . iyakan cho kyuhyun?. kau pasti akan menemui ku kan nantinya. sungguh aku sangat merindukanmu. Sudah 2 bulan kau tertidur panjang mengapa kau tak bangun. Kau tega membuat ku selalu menangis. kau bahkan memarahi ku setiap aku menangis namun mengapa kau sendiri yang membuat ku menangis.

ayolah cho. bangun buka lagi matamu. . . .
Aku mengusap permukaan gundukan tanah yang kini mulai di tumbuhi rerumputan, gundukan tanah tempat peristirahatan terakhirmu. Cho kyuhyun bangunlah dari tidurmu, segera temui aku ne arraseo. Aku bahkan masih terus terngiang pertemuan terakhir kita waktu itu, kau merengek meminta sepatu saat kau ulang tahun. bahkan ulang tahunmu belum datang. aku sangat ingat bagaimana wajah lucumu saat itu. Cho aku berjanji akan membelikanmu itu tapi kau bangun dulu, ku mohon….

He is a not dead
Ican not say, and I will not say he dead
He just closed his eyes

Flashback **

Hari itu , jalanan yang Nampak lenggang serta daun daun berjatuhan sepertinya menjadi saksi bisu bagaimana ia memperlakukan ku sangat indah sangat apik. Saat tangannya dengan jelas selalu mengelus dan mengacak helaian rambutku.  Bau khas citrus floral yang fresh menyeruak dari tubuhnya tak mengurangi sediktpun kesan hangat dari diri pria hujanku, parfumAcqua Digio yang merupakan salah satu parfurm keluaran dari Giorgio Armani, Itulah perfume kesuakaan pria ini. Dengan bau citrus floral yang fresh mampu memeberikan aku kenyamanan dan  membuata ku betah untuk berlama lama bersandar dalam pundak bidangnya yang tegap, bahkan senyumnya tak pernah pudar. Pria itu pria penyuka hujanku, tetaplah menjadi gerimis pagi untukku yang selalu membuat sejuk relung hati ini.

Dengan entengnya ia kembali tertawa memperlihatkan deretan gigi putihnya yang tersusun amat rapih. Ia masih mampu merekomendasikan makanan serta minuman apa yang harus kami makan banyak berjuta rencana yang tersusun bahkan terlontar dari bibirnya, bahkan waktu makan kami sepertinya tak terasa mengenyangkan karena pria itu selalu berkata konyol dan bertingkah layaknya seorang anak kecil berumur lima tahun, masih jelas ketika saat itu, dengan gampangnya dan tanpa sedikitpun rasa malu ia melempar 
bahkan merancau seperti seorang bocah yang kehilangan mainan saat aku kembali merebut kentang goreng serta jus mangga yang kami makan bersama. Rasanya hari itu teramat bahagia gelak tawa terus mendominasi ,tangannya terus menggenggam erat .Saat kedua mata kami kembali bertemu rasanya seperti jutaan kembang api tengah meledak ledak dalam dadaku aaah aku semakin tak terkontrol. 

  Saat tangannya dengan enteng menggiring keningku untuk selalu berada di sampingnya, kami bermain, yaah bermain sepuasnya hari itu semuanya penuh dengan keindahan penuh dengan tawa, Seperti mimpi aku bisa merasakan genggaman tangannya pelukkan hangatnya saat pria iitu dengan sigap menarik ku kedalam pelukkannya di tengah ramainya pengunjung pusat perbelanjaan yang tengah berdesak dessakn dalam salah satu lift. 

Serta hembusan nafas segarnya saat ia benar benar nyata berada di depanku. Aku sedikit menundukkan kepala saat perlahan mata kami bertemu , mata dengan penuh keteduhan itu menatap ku sayu dengan penuh warna, yah dari awal aku sudah terhanyut dalam kedua bola cokelat yang dapat dilihat dari balik beberapa inci lensa kaca yang tengah menggantung jelas di depan matanya. Bahkan kami hingga lupa untuk mengambil satu picture gambar sebagai moment terindah, kami terlalu sibuk tertawa, terlalu sibuk menikmati keindahan yang sangat luar biasa. Pria hujanku terimkasih….

“kau menyukai hari ini huum” tangannya mengusap perlahan pergelangan tanganku, tatapan mata itu aku sangat menyukainya. Tatapan hangat yang tercipta dari balik manik mata pria yang sangat menyukai gemercik hujan
“aku menyukai nya sangat menyukainya. aigoo pantas saja kau tadi merengek seperti bayi sepatumu” aku berjongkok melihat sepatu biru navy yang pria ini pakai, sedikit sudah berantakan. bukan. Pria ini cho kyuhyun bukan tak memiliih uang untuk memebelinya, ia hanya terlalu suka dengan sepatu ini, ini sepatu favoritnya.
“geure aah bukan seperti itu…….” kyuhyun sedikit mengelak, ia mengusap rambutnya perlhan, aku tau pria ini mungkin sedikit malu. Oh ayolah cho kau jujur saja
“aku akan membelikan yang sama persis dengan milikmu ini saat ulang tahun nanti okeey” aku mengecup pipinya, perlahan ia tersenyum. aaah aku menyukai harum tubuhnya  saat ia kembali memelukku

Bahkan dinginnya malam itu tak menghalangi hangatnya gelak tawa kami yang terus saja terukir dengan jelasnya, saat sedikit  pancaran terngnya bintang dari atas langit seperti menjadi saksi biksu moment terindah yang telah kami lewati. Saat aku kembali terhanyut tertidur di pundaknya saat di jalan pulang. Bahkan tak tersadar tempat tujuan kami telah sampai. Ia menoleh menepuk tanganku yang menggantung bebas di sampingnya, membangunkan ku dengan hangatnya, menyuruhku segera memasuki rumah. Semoga pertemuan ini tidak akan berakhir sampai disini
Ia terkekeh pelan, rasanya aku tak ingin melepaskan genggaman tangannya yang saat ini masih saja terus menggenggamku

. “jangan pernah menangis sendirian, jangan manja terhadap orang yang tak mengerti  dirimu. Sampai jumpa  rindu itu selalu datang setiap hujan hahah” itu pesanmu, sembari tertawa pelan kau memasangkan helm hitammu perlahan namun tetap menggenggam erat tanganku. Ahh aku kembali merindukkan sosok itu. Tolong hentikan waktu ini agar ia tak cepat kembalili pergi.

Ia pergi, dengan satu kecupan hangat yang mendarat di kening ku. aku masih terus dapat merasakan kehangatan kecupannya padahal sudah dua tahun aku bersamanya namun lagi lagi aku kembali selalu merasakan rasa membuncah dan ledakan ledakkan kecil yang tercipta setiap pria itu mendaratkan bibir tebalnya di wajahku.

Flashback end **

Dimalam itu bukankah itu pertemuan terakhir kita cho, sebelum kau tertidur panjang seperti ini, sampai kapan kau membuatku menunggu huum jawab aku cho 

Aku selalu ingin menikmati berbagai warna denganmu, melewati Rintikan hujan yang sangat kau sukai. Perlahan kau mengajarkan untuk tak boleh terlihat lemah di hadapan siapapun tak boleh terlalu baik bahkan terlalu menggantungkan diri dan percaya terhadap orang lain. Karena hati manusia itu mampu berubah ubah, mampu saling menyakiti. Itu yang kau katakan 

Mengapa sekarang  kau berhenti kau pergi, bahkan aku belum menyuruhmu pergi cho kyuhyun.
Aku bingung cho bahkan tak ada yang lebih baik dari mu, kau tau mereka sibuk dengan aktifitas mereka, seharusnya min ah dan song yi tidak usah berjanji akan selalu ada untukku. mereka bohong cho aku membenci itu semua

Ketika pagi tadi aku  meminta mereka menemani ku, mereka mendiamkanku bahkan sama sekali tak melihat pesan ku. aku butuh mereka cho aku butuh kau.  Kau tau cho kyuhyun, bahkan min ah dan song yi hanya berkata seadanya, dan dengan entengnya mengatakan semua telah berubah kau tak akan datang. apa mereka bosan mendengar celotehan ku tentang dirimu, aku hanya merindukanmu hanya itu cho tak lebih. Aku hanya membutuhkanmu

Yaah seharusnya mereka tak berjanji padaku, dan seharusnya aku tak mempercayai janji mereka, walapun mereka sahabatku. terkadang aku  ingung mereka selalu meminta ku untuk menceritakan semuanya pada mereka apa yang aku alami di saat aku sedih ataupun senang. Tapi di saat aku ingin cerita mereka malah mendiamkan ku, malah seenaknya saja menjawab. aku lelah kyu seperti itu.
Aku hanya membutuhkan mu membutuhkan sosokmu. aku terlalu terbiasa merengek dan memeluk manja terhadapmu setiap keadaan apapun. sekarang kau tertidur panjang , harus dengan siapa lagi aku mengadu cho kyuhyun.

Aaah sial lagi lagi buliran bening itu mengalir deras di sudut mataku, maafkan aku cho kyuhyun samapi saat ini aku belum bisa menepati janjiku aku masih menangis terus terussan.
Aku harap kau tetap menantiku  di surga. Aku ingin melihatmu sekali ini saja ku mohon cho. aku memohon padamu. 

Everything that I do reminds me of you
Do you see how much I need you right now
I miss you
All I ever wanted was for you to know
Everything I’d do , I’d give my heart and soul
I can hardly breathe I need to feel you here with me.

Aku berharap kau selalu menemaniku, selalu muncul dalam setiap mimpi mimpi dalam tidurku, jangan pernah takut karena kau pria hujanku, akan selalu ada dalam setiap tutur ucap doaku, akan selalu tersimpan di tempat terindah yang pernah kumiliki.

Takakan ada yang pernah menghapus sedikitpun keadaan ataupun kenangan yang telah kita lewati, bahkan terlalu sulit aku menerimanya. Pria yang telah banyak mengajariku arti sebuah kedewasaan, arti sebuah hujan, dan arti sebuah cinta kasih sayang. Jelas dan sangat jelas aku selalu merindukkan sosoknya, merindukan dekapan hangatnya. Tuhan jaga priaku, masukan ia kedalam syurga firdaus mu. Tuhan tunjukkan jalan apa yang terbaik untuk ku yang tengah terseok melangkah tanpanya. melangkah tanpa sosok penyemangat dalam hidupku. 

Terimakasih , terimakasih . I love you soo much….
Biarkan aku untuk kesekian kalinya, menjadi sosok wanita sukses , bantu aku   untuk mencapai kebahagian dan segal cita citaku, tanpa harus melupakan sedikitpun tentang kamu. Jika aku diminta mengulang waktu, aku tetap ingin mengenal sosokmu, sosok pria penuh dengan kekonyolan serta pria penuh semangat, aku ingin terus bercengkrama bertengkar mengejek bahkan menghabiskan banyak waktu denganmu, aku ingin mengulang itu semua. Semuanya terlalu indah dan tak mungkin dapat terlupakan.So lucky my love, so lucky to have you.

aku bahkan akan terus mencintaimu cho kyuhyun - - - Park Yeon Joo- - -


- - PROLOG- -

Park Yeon Joo membuka pintu itu dengan perlahan, matanya menatap Kyuhyun yang masih terbaring di sana dengan lurus. Bunyi alat elektrokardiograf masih memecah kesunyian di ruangan Intensive Care Unit itu, yeon joo mengelus mata Kyuhyun yang terutup menggunakan ibu jarinya dengan lembut.
Gadis itu mencoba menghentikan tangisnya , dan kembali tersenyum saat harus di hadapi dengan kenyataan melihat pria yang amat ia cintai berbaring lemah seperti ini

Ahhhk, aku kembali menangis, Ku redam suara tangisku yang kian memecah
Sudah hampir dua minggu kau terus tertidur, apa kau tak lelah huum? Pria ku , wajah pucat mendomisi wajahnya, mata indah itu masih  terus terpejam tangan kekar serta jari jari panjang yang dulu menggenggam erat tangku kini tergolek lemash dengan banyak tusukan jarum infus, mulutnya yang juga ada beberapa selang  pembantu pernafasan membalut tubuhnya, Tuhan aku lemah tolong selamatkan ia jangan ambil pria ini. Tuhan bantu aku dalam rencanamu, Tuhan tunjukkan jalan terbaikMu, berikan aku kesabaran untuk terus menjaganya dan menunggunya kembali untuk membuka matanya mendengar suaranya serat merasakan hangat peluknya.

Kecelakaan itu, dua minggu yang lalu saat ia kembali ingin menemui ku. Pria-ku cho kyuhyun itu terpental dari motornya, bahkan sampai ini ia belum membukanya.
Sepertinya pagi ini aku mulai bisa tersenyum karena melihat sosokmu yang begitu terlelap memejamkan mata walau berbagai jenis selang infus melilit tubuhmu, tabung tabung membantumu untuk pernafasan, wajah pucat itu terus terpancar. 

Aku kembali memasuki ruang ICU ini, dengan penampilan baru aku baru saja selesai membersihkan diri. Hari ini tepat 15 Agustus 2014, pukul 20.33 entah kilatan cahaya langit mana yang saat ini mampu membuat seluruh pusat tubuhku terhenti, Entah sebesar apa suara hujan yang kini mampu meluluhlantahkan setiap pusat tubuhku, mejadikan semuanya tak mampu berdaya. Hanya mampu terdiam .Membuat seluruh tubuhku melemas. Pria ku, pria hujanku menghembuskan nafasnya untuk terkhir kali. Tuhan ku harap inilah mimpi buruk ku yang akan segera berakhir. 

Dan bunyi lurus yang memekakan telinga itu akhirnya terdengar merobek habis semua pertahanan ku.  suara lengkikngan elektrokardiograf terdengar jelas saat baru saja aku memasuki ruangan ini. aku tak sanggup lagi mengatakan apapun. hanya mampu berdiam diri menatap sosok yang tengah terkulai lemas, bahkan tak ku hiraukan panggilan ibu dan teman temanku yang memanggilku, serta nyonya cho ibu cho kyuhyun yang sudah jatuh pingsan melihat anak semata wayangnya telah menghembuskan nafasnya yang terakhir
Kau hanya tertidur cho kyuhyun aku yakin itu, aku yakin suatu saat nanti kau kan bangun dan kembali menjadi pria hujan untukku.

Ketika keadaan harus mampu ku hadapi, ketikan hati tak beraturan harus mampu menerima kepergianmu, sosok tegapmu sosok penyemangatku, telah tertidur tenang. Tuhan ini tidak mudah, aku terlalu terbiasa dengan pria itu, aku selalu terbiasa menerima sapaan hangat serta pelukkan hangat darinya aku terbiasa berdiri berdua dengannya, dengan segala support dan perhatian darinya. Kini pria itu hanya mampu terpejam di balik selebar kain putih yang menutupi tubuhnya, Tubuhnya yang dulu selalu memancarkan aroma citrus floral, tubuhnya yang dulu selalu ia berikan sebagai penopang di saat aku benar benar lelah. Kini tubuh tegap itu terbujur lemah .

Seharusnya aku mampu mengikhlaskan dan mampu menerima pria ku telah tertidur. Namun semua itu tak sesederhana yang kubayangkan.  Semuanya terlalu sulit, segala tentangnya terus mengalun indah disetiap langkah ku tanpa dia saat ini. semuanya tak bisa begitu saja terhapuskan.

I love you pria hujanku, tetaplah hidup dalam sisi lain di hidupku. Sampai bertemu di kehidupan selanjutnya…………

He is a not dead
Ican not say, and I will not say he dead
He just closed his eyes
I keep praying
And he always in my prayers
I will someday we will meet in heaven
Every day we will meet up in my dream
I love you everyday
And now…. I Miss you
I will always love you………………..









Tidak ada komentar:

Posting Komentar