When Your gone
FF “When Your Gone”
Genre : Angst, Sad,
Lenght
: Drabbel
Cast : Cho kyuhyun,
Park Yeon Joo
Lee sungmin
Shin Min Ah
Cheon Song Yi
note “mungkin ff yang saya buat ini sedikit curhatan juga ya. pria
hujanku aku merindukan sosokmu”
-----
Sunset sore itu masih sama, masih dengan warna jingga nya
menghiasi langit seoul sore ini, masih sangat napak indah di pandangi dari
balik jendela kaca besar sebuah coffe shop yang bterletak di tengah kota seoul.
mungkin nampaknya sang surya sore ini telah lelah memancarkan sinarnya, hingga
saat ini surya itu pun kembali tenggelam dan hilang hanya meninggalkan warna
jingga yang lalma lama menghitam tergantikan oleh awan malam, yang Nampak indah
diterangin gemerlap pancaran bintang malam ini.
Tepat pukul tujuh malam, aku masih sama duduk disini, di
sebuah sofa berawarna cokelat yang
berada di ujung sudut caffe, masih terus memandang kosong ke arah makanan serta
minuman yang tersedia di depat mata.
Bedanya kali ini aku kembali memasangkan earphone di telinga kanan ku,
menghidupkan sebuah rekaman suara dentingan piano yang amat merdu, suara yang
tercipta dari jari jari manis seseorang yang kini aku tunggu.
Perkenalkan namaku Park yeon joo, gadis yang baru saja
menginjakan kakinya memasuki Kyunghee University. gadis berumur belasan tahun
yang sebentar lagi mungkin akan beranjak dan memasuki masa kedewasaan. apa kah
dewasa itu?? . apakah kedewasan begitu sulit di lewati? . Enthalah aku sendiri
masih tak paham masih terus mengartikan dan mencari apa arti dari kedewasaan.
Sesekali aku masih memandang
ke arah cangkir berisikan chocolate hangat dan beberapa kentang goreng
serta dua gelas jus mangga yang tertera jelas di hadapannya. Menu makanan yang
sudah sejak dua jam yang lalu aku pesan. Bahkan aku sama sekali tak
menyentuhnya Karena aku memesan itu untuk dimakan berdua, untuk ku dan pria
itu.
Seorang pria bermata sipit yang menyembunyikan elok mata
indahnya dalam balutan beberapa inci lensa bening yang menggantung bebas di
depan matanya. Namun sudah dua jam lebih aku menunggunya mengapa ia tak kunjung
datang. Inikan menginjak tanggal 5 di
bulan ini seharusnya pria itu sudah datang. karena ia sendiri yang berjanji
setiap tanggal lima akan datang dan memberiku satu tangkai mawar putih tepat
pukul lima sore.
Ia sendiri yang berjanji, namun mengapa pria itu tak kunjung
datang, bahkan sudah 2 tangkai mawar ia lewatkan, bulan lalu pun sama pria itu
kembali tak menemui ku. entahlah aku sendiri tak paham mengapa ia dengan
teganya membatalkan serta melupakannya jjanjinya sendiri
Aku membuka earphone yang sejak tadi menyumbat telinga ku,
mematikan playlist lagu yang tersedia dari layar smartphone yang kini ku
genggam, dengan otomatis dentingan dentingan tuts tuts piano itu terhenti,
membuat nafasku kembali tercekat. aku merindukannya, merindukkan pria sipitku,
yang tak kunjung datang. Pria yang selalu berteriak kegirangan saat hujan
turun.
“park yeon joo” seuntai kata mengalun keras di telingaku,
sepertinya ada yang memanggil, aku mencoba mendongakak kepalaku, tersenyum
simpul saat menukkan sosok pria tengah berdiri di hadapanku. pria yang mungkin
mengenaliku
“ne?” sahutku pelan, pria itu lalu duduk di hadapanku,
menatap semua menu makanan yang berada di atas meja yang belum sama sekali ku
sentuh, masih dengan apiknya tertata rapih tanpa cacat sedikit pun.
“sampai kapan kau menunggunya huum” pria bernama lee sungmin
itu menatap ku sayu, sepertinya pria ini tau apa yang berada dalam fikiranku.
Tentu saja ia tau aku sedang menunggu ria ku yang merupakan teman baiknya
“menunggunya” aku hanya menjawabnya simpul, jawaban yang membuat sungmin sedikit memejamkan
matanya, Lee sungmin menyenderkan
bahunya di antara sofa sofa empuk itu, dan terus memandangiku yang tengah sibuk
memainkan jari jari di layar smartphone
“sampai kapan, ia tak akan datang semua sudah berubah. kau
sebaiknya pulang dan istirahat” lagi lagi kata itu terucap aku jengah
mendengarnya, aku yakin pria ku pasti datang. ia pasti menepati janjinya.
Kenapa semua selalu berkata ‘ia tak akan datang, semua sudah berubah’ haah kata
kata macam apa itu, aku membencinya.
“ia pasti datang, kau sepertinya mengganggu ketenanganku
sungmin-ssi” aku hanya menjawabnya ketus, terlalu muak mendengar perkataan itu
aku sungguh jengah.
Pria itu , lagi lagi pria itu seperti heroin. Lelaki yang
memiliki kesukaan tersendiri terhadap Rintikan air langit, ya ia menyukai
hujan, menyukai kesejukan bau tanah
basah yang disirami dengan eloknya Rintikan tangisan bumi. Terkadang aku
bertanya mengapa ia menyukai hujan, mengapa ia teramat merindukan kehadiran
hujan.
“jebbal pulanglah,
kau lihat bahkan sebentar lagi akan turun hujan, pulanglah” entah lah apa yang
membuatku menuruti perkataan lee sungmin, aku menurutinya saat sungmin membawa ku keluar caffe ini. benar sepertinya
bentar lagi akan turun hujan.
Bintang bintang yang beberapa jam lalu aku lihat menerangi
kini sepertinya mereka menyembunyikan dirinya, tergantikan oleh beberapa
kilatan cahaya langit yang Nampak menggelegar dengan kuat ya. Aku menolak
ajakan lee sungmin yang ingin mengantarku tadi, aku ingin pulang sendiri. aku
lelah yaah sangat lelah bahkan ketika lagi lagi pria itu meninggalkan janjinya
tees tees tees..
Air mata dari langit malam ini nampaknya sangat tak
bersahabat dengaku, mereka turun dengan deras ya di saat aku bahkan belum sama
sekali mendekati rumah. Hujan . aku membencinya yaah sangat membecinya,
terlebih kilatan petirnya .
Cho kyuhyun, kau dimana, aku takut. cho kyuhyun jebbal . ku
mohon datanglah. biasanya kau selalu berlari saat hujan seperti ini, aku
merindukanmu bodoh, merindukan segalanya. Cho kyuhyun aku takut.. Aku mencoba menggigit bibir ku
mengurangi sedikit hawa dingin yang menyelimuti tubuhku, bahkan kini pakaian
yang ku gunaka telah basah, mataku mulai memerah.
Kemana janjimu yang dulu selalu bilang akan selalu
menemaniku saat hujan. Cho kyuhyun tepati janji mu ku mohon. Langkah ku
terseok, hanya mampu terdengar gemuruh petir malam ini, bahkan kini air mataku
pergi bersama tetesan tetesan hujan yang selalu menyirami wajahku saat ini.
Bahkan seharusnya hujan tak usah turun, mengapa kau menyiksa ku cho mengapa.
aku begitu merindukanmu…
When you’re gone
The piece of my heart are missing you
When youre gone
The face I came to know is missing too
Do you see how much I need you right now…..
flashback**
Gadis mungil itu kini tetap merengek dan memeluk hangat pria
yang berada di hadapannya, mata sembabnya masih mendominasi di wajahnya. Gadis
itu sesekali sesegukan dan mencengkram erat kerah baju yang pria itu gunakan
setiap kali kilatan petir itu terdengar dengan bisingnya
“apa yang kau takutkan huum?” pria itu. Pria bernama cho
kyuhyun mendekap kekasihnya park yeon joo yang tengah menangis sesegukan di
dalam pelukkannya. kejadian ini selalu terulang kyuhyun bahkan sangat paham
gadis nya sangat membenci kilatan cahaya langit saat turunnya hujan kali ini
“suara itu mengerikan kyu” yeon joo menatap mata cho
kyuhyun, yang kini tengah membuka kaca matanya yang di penuhi air, menatap
manik mata cokelat yang kyuhyun miliki, kehangatn serta kenyamanan itu menyusup
deras di hatinya saat kembali merasakan tatapan hangat milik cho kyuhyun.
Bahkan hatinya kembali damai ketika ia mampu meyakini tangan hangat milik
kyuhyun masih bisa memeluknya ia masih bisa merasakan aroma khas citrus floral
yang melakat pada tubuh kekasihnya
“tak ada yang perlu kau takutkan arraseo, aku akan terus
menemanimu saat hujan kapanpun itu” kyuhyun semakin mendekap erat tubuh yeon
joo mengecup sesaat puncak kepala gadisnya untuk sedikit menghilangkan rasa
gelisah dan takut yang kini tengah di alami gadisnya
“arraseo, kau janji akan terus menemaniku” yeon joo
mengahpus segala jejak air matanya, ia menunjkkan jari kelingkingnya untuk
mengucap janji dengan kekasihnya, ini terlihat kekanak kanakan namun ia
menyukainya.
“ne aku janji , aku
terus menemanimu tak akan pergi sebelum kau menyuruhku pergi” kyuhyun tertawa
melihat tingkah lucu gadisnya, ia mengaitan jari kelingking miliknya, kembali memeluk yeon
joo saat ini.
Flashback End**
Sepertinya kekosongan serta dinginnya malam ini tak sebanding
dengan dinginnya relung hati ku saat ini. saat menatap sebuah fame yang
tergelat pas di sudut ranangku, terdapat tulisan cho kyuhyun park yeon joo,
foto itu foto dua tahun lalu saat kita untuk pertama kali nya menjadi sepasang
kekasih kau mengajakku bermain di lotte word.
Apa kau tau cho kyuhyun hingga saat ini aku masih mengingat
semua kejadian kejadian yang pernah kita lewati, saat kau mengajarkanku
berbagai hal. saat kau merengek , saat kau dengan sakartisnya meminta ku untuk
tak meninggalkanmu. Aku mampu mengingatnya mampu dan sangat mmampu, dan masih
banyak hal lain lagi yang masih terus ku simpan
“yeon joo-ya” mataku menoleh, saat baru saja kakiku
menginjak lantai berwarna cokelat yang berada di dalam kamarku, aku melihat
sosok itu, sosok wanita paruh baya yang mungkin menjadi malaikat ku, eomma.
wanita itu yang menjadi alasan ku untuk hidup setelah Cho kyuhyun . Hanya dua
orang itulah yang mampu membuatku terus bertahan dan membuat ku bersemangat cho
kyuhyun dan eomma.
Aku masih mampu melihat sepertinya eomma habis saja menangis
, masih menggantung jelas terlihat air mata itu di sudut mata nya. aku pun
hanya kembali terdiam saat eomma mencoba membasuh rambut ku dan tubuhku dengan
handuk hangat , aku merasakan kehangatan itu, namun mata ku pun tak melupakan
satu pemandangan dengan dua sosok wanita yang kini juga tengah memandangku .
kedua sahabatku tentunya shin min ah wanita yang selalu memperhatikan
penampilannya, wanita cantik yang mempunyai tirus wajah yang sangat apik. Dan
tentunya satu lagi cheon song yi, seorang wanita yang terlihat sangat casual.
Aku hanya tersenyum samar saat melihat mereka memandangku
dengan penuh Tanya. Saat ini aku hanya
mampu merasakan lembut tangan eomma yang mengusap wajah ku samar
“eodiga eoh’?” suara parau itu keluar langsung dari mulut
min ah, sesekali sahabatku itu membuka percakapannya.
“mengapa kau pergi malam malam begini huum?” song yi menimpali pembicaraan min ah,
pembicaraan yang mungkin mereka sudah tau ujung dari pembicaraan ini
“eomma, naega bogoshipeo, aku merindukannya eomma
merindukkannya.” Entah mengapa pertahan ku kembali runtuh saat menatap mata
eomma, sungguh aku sangat tak bisa membohonginya. Membohongi wanita yang telah
melahirkanku. aku merindukannya eomma. merindukkan cho kyuhyun-ku. Aku semakin
terisak saat eomma kembali membawaku kedalam pelukkannya, tangan halusnya
mengusap punggungku. Usapan yang sama yang selalu pria itu berikan. Cho Kyuhyun
ku mohon datanglah, aku merindukanmu……
“hajjima, hajjima yeon joo-ya hentikan semua ini” min ah
menarik ku untuk duduk di dekat ya, sejak kepergian eomma beberapa menit yang
lalu dari kamarku, kedua sahabatku mendekat dan lebih memeilih terfokus pada
diriku yang enggan mengganti pakaian, aku terus menunduk, entahlah aku sendiri
enggan melakukan apapun saat ini
“aku merindukannya, min ah-ya” mataku memandang kedua sahabatku, tidak tidak. aku tidak boleh
kembali menangis. aku selalu teringat cho kyuhyun sangat membenci keadaan
dimana aku terlihat menangis, sebisa mungkin
aku mencoba menahan air mata ku yang sebentar lagi akan siap menganak sungai.
“arraseo. jangan siksa dirimu begini. kami berjanji akan
selalu menemanimu. jebbal berhentilah menunggunya semuanya tak sama lagi kini sudah
berubah ia tak akan datang” min ah menarik ku kedalam pelukkannya, aaah sial.
aku benci kata kata itu ,mengapa semua perkataan itu selalu terlontar dari
mulut mereka. mereka sahabatku tak seharusnya perkataan itu keluar dari mulut
mereka
“min ah benar, berhenti menunggu nya arraseo” aku hanya
mampu terdiam, mendengar semua perkataan semua sahabatku.
- - - - -
Pria yang pernah memberikan mawar Putih serta dentingan
piano yang amat mempesona, yang dapat menyejukkan serta membuat semburat
senyuman dan rona merah di pipi terpancar saat sepenggal kata cinta serta tutur
bahasa yang apik keluar langsung dari bibirnya. Bibirnya yang selalu
memancarkan kecupan hangat setiap paginya. Seperti tetesan air di gurun pasir,
pria itu perlahan datang dengan sapaan hangat setiap pagi siang ataupun malam
hari, selalu menghiasi bahkan menemani segala keluh kesah.
Apakah sebuah kesalahan? terjatuh begitu dalam terhadap
sosok pria itu, pria berkaca mata, yang menyembunyikan elok mata sipitnya di
balik beberapa inci lensa bening yang memperlihatkan sekilas pancaran hangat
dari kedua bola mata indahnya.
Cho Kyuhyun-ku..
Kau mampu memberikan
yang bahkan orang lain tak dapat memberikannya padaku, sebuah kenyamanan yang
teramat tulus serta kehangatanmu selalu membelenggu ku, selalu menemani di sela Rintikan hujan yang turun dengan derasnya di jarak pandang kita
yang sangat berjauhan. Di berpuluh puluh kilometer kita berjarak kehangatanmu
selalu terpancar, kau mengajari apa itu arti kedewasaan, apa itu ketulusan serta keikhlasan. Semua itu kau
ajarkan secara perlahan bahkan kenyamanan yang
tak pernah aku dapatkan dari pria pria lain. Dengan umur belasan tahun
aku saat ini mungkin mencoba melewati masa peralihan dari remaja menuju
kedewasaan . Dengan sabarnya kau menuntunku layaknya embun pagi layaknya
pancaran sang surya cahayamu begitu hangat, kau berdampingan bersama sosok ibu
ku membimbingku membantuku di setiap masa sulit. Melalui celah celah dentingan
piano yang tercipta dari jari tanganmu tuts tust serta nada nada apik tersusun
indah mengalun kau kirimkan untukku, mampu mengusir rasa lelah dari aktivitas
yang selalu ku jalani. Support darimu selalu mengalun indah.
Aku masih mampu mengingat ku setiap perkataan indah, setiap
kejadian indah yang kita lewatkan.
setiap pertengkaran yang terkadang menjadikkan kita lebih dewasa. aku
sungguh merindukanmu sungguh sangat merindukanmu.
Pagi ini aku terus melangkah, dan perlahan menghentikan
langkahku, saat tujuan ku telah sampai. aku tertunduk memberikan setangkai
mawar putih. tersenyum senang saat aku kembali menemui sosoknya. menemui cho
kyuhyun. Tapi perbedaan nya kini hanyalah sebuah gundukan tanah yang sudah ada
namamu.
Aku menatap ke seliling pemakaman ini. sunyi. hanya satu
kata itu yang mampu ku ucap. Cho kau bahkan hanya tertidur kan, kau tidak pergi
untuk selamanya . iyakan cho kyuhyun?. kau pasti akan menemui ku kan nantinya.
sungguh aku sangat merindukanmu. Sudah 2 bulan kau tertidur panjang mengapa kau
tak bangun. Kau tega membuat ku selalu menangis. kau bahkan memarahi ku setiap
aku menangis namun mengapa kau sendiri yang membuat ku menangis.
ayolah cho. bangun buka lagi matamu. . . .
Aku mengusap permukaan gundukan tanah yang kini mulai di
tumbuhi rerumputan, gundukan tanah tempat peristirahatan terakhirmu. Cho
kyuhyun bangunlah dari tidurmu, segera temui aku ne arraseo. Aku bahkan masih
terus terngiang pertemuan terakhir kita waktu itu, kau merengek meminta sepatu
saat kau ulang tahun. bahkan ulang tahunmu belum datang. aku sangat ingat
bagaimana wajah lucumu saat itu. Cho aku berjanji akan membelikanmu itu tapi
kau bangun dulu, ku mohon….
He is a not dead
Ican not say, and I will not say he dead
He just closed his eyes
Flashback **
Hari itu , jalanan yang Nampak lenggang serta daun daun
berjatuhan sepertinya menjadi saksi bisu bagaimana ia memperlakukan ku sangat
indah sangat apik. Saat tangannya dengan jelas selalu mengelus dan mengacak
helaian rambutku. Bau khas citrus floral
yang fresh menyeruak dari tubuhnya tak mengurangi sediktpun kesan hangat dari
diri pria hujanku, parfumAcqua Digio yang merupakan salah satu parfurm keluaran
dari Giorgio Armani, Itulah perfume kesuakaan pria ini. Dengan bau citrus
floral yang fresh mampu memeberikan aku kenyamanan dan membuata ku betah untuk berlama lama
bersandar dalam pundak bidangnya yang tegap, bahkan senyumnya tak pernah pudar.
Pria itu pria penyuka hujanku, tetaplah menjadi gerimis pagi untukku yang
selalu membuat sejuk relung hati ini.
Dengan entengnya ia kembali tertawa memperlihatkan deretan
gigi putihnya yang tersusun amat rapih. Ia masih mampu merekomendasikan makanan
serta minuman apa yang harus kami makan banyak berjuta rencana yang tersusun
bahkan terlontar dari bibirnya, bahkan waktu makan kami sepertinya tak terasa
mengenyangkan karena pria itu selalu berkata konyol dan bertingkah layaknya
seorang anak kecil berumur lima tahun, masih jelas ketika saat itu, dengan
gampangnya dan tanpa sedikitpun rasa malu ia melempar
bahkan merancau seperti
seorang bocah yang kehilangan mainan saat aku kembali merebut kentang goreng
serta jus mangga yang kami makan bersama. Rasanya hari itu teramat bahagia
gelak tawa terus mendominasi ,tangannya terus menggenggam erat .Saat kedua mata
kami kembali bertemu rasanya seperti jutaan kembang api tengah meledak ledak
dalam dadaku aaah aku semakin tak terkontrol.
Saat tangannya dengan enteng menggiring keningku untuk selalu berada di
sampingnya, kami bermain, yaah bermain sepuasnya hari itu semuanya penuh dengan
keindahan penuh dengan tawa, Seperti mimpi aku bisa merasakan genggaman
tangannya pelukkan hangatnya saat pria iitu dengan sigap menarik ku kedalam
pelukkannya di tengah ramainya pengunjung pusat perbelanjaan yang tengah
berdesak dessakn dalam salah satu lift.
Serta hembusan nafas segarnya saat ia benar benar nyata
berada di depanku. Aku sedikit menundukkan kepala saat perlahan mata kami
bertemu , mata dengan penuh keteduhan itu menatap ku sayu dengan penuh warna,
yah dari awal aku sudah terhanyut dalam kedua bola cokelat yang dapat dilihat
dari balik beberapa inci lensa kaca yang tengah menggantung jelas di depan
matanya. Bahkan kami hingga lupa untuk mengambil satu picture gambar sebagai
moment terindah, kami terlalu sibuk tertawa, terlalu sibuk menikmati keindahan
yang sangat luar biasa. Pria hujanku terimkasih….
“kau menyukai hari ini huum” tangannya mengusap perlahan
pergelangan tanganku, tatapan mata itu aku sangat menyukainya. Tatapan hangat
yang tercipta dari balik manik mata pria yang sangat menyukai gemercik hujan
“aku menyukai nya sangat menyukainya. aigoo pantas saja kau
tadi merengek seperti bayi sepatumu” aku berjongkok melihat sepatu biru navy
yang pria ini pakai, sedikit sudah berantakan. bukan. Pria ini cho kyuhyun
bukan tak memiliih uang untuk memebelinya, ia hanya terlalu suka dengan sepatu
ini, ini sepatu favoritnya.
“geure aah bukan seperti itu…….” kyuhyun sedikit mengelak,
ia mengusap rambutnya perlhan, aku tau pria ini mungkin sedikit malu. Oh ayolah
cho kau jujur saja
“aku akan membelikan yang sama persis dengan milikmu ini
saat ulang tahun nanti okeey” aku mengecup pipinya, perlahan ia tersenyum. aaah
aku menyukai harum tubuhnya saat ia
kembali memelukku
Bahkan dinginnya malam itu tak menghalangi hangatnya gelak
tawa kami yang terus saja terukir dengan jelasnya, saat sedikit pancaran terngnya bintang dari atas langit
seperti menjadi saksi biksu moment terindah yang telah kami lewati. Saat aku kembali
terhanyut tertidur di pundaknya saat di jalan pulang. Bahkan tak tersadar
tempat tujuan kami telah sampai. Ia menoleh menepuk tanganku yang menggantung
bebas di sampingnya, membangunkan ku dengan hangatnya, menyuruhku segera
memasuki rumah. Semoga pertemuan ini tidak akan berakhir sampai disini
Ia terkekeh pelan, rasanya aku tak ingin melepaskan
genggaman tangannya yang saat ini masih saja terus menggenggamku
. “jangan pernah menangis sendirian, jangan
manja terhadap orang yang tak mengerti
dirimu. Sampai jumpa rindu itu
selalu datang setiap hujan hahah” itu pesanmu, sembari tertawa pelan kau
memasangkan helm hitammu perlahan namun tetap menggenggam erat tanganku. Ahh
aku kembali merindukkan sosok itu. Tolong hentikan waktu ini agar ia tak cepat
kembalili pergi.
Ia pergi, dengan satu kecupan hangat yang mendarat di kening
ku. aku masih terus dapat merasakan kehangatan kecupannya padahal sudah dua
tahun aku bersamanya namun lagi lagi aku kembali selalu merasakan rasa
membuncah dan ledakan ledakkan kecil yang tercipta setiap pria itu mendaratkan
bibir tebalnya di wajahku.
Flashback end **
Dimalam itu bukankah itu pertemuan terakhir kita cho,
sebelum kau tertidur panjang seperti ini, sampai kapan kau membuatku menunggu
huum jawab aku cho
Aku selalu ingin menikmati berbagai warna denganmu, melewati
Rintikan hujan yang sangat kau sukai.
Perlahan kau mengajarkan untuk tak boleh terlihat lemah di hadapan siapapun tak
boleh terlalu baik bahkan terlalu menggantungkan diri dan percaya terhadap
orang lain. Karena hati manusia itu mampu berubah ubah, mampu saling menyakiti.
Itu yang kau katakan
Mengapa sekarang kau
berhenti kau pergi, bahkan aku belum menyuruhmu pergi cho kyuhyun.
Aku bingung cho bahkan tak ada yang lebih baik dari mu, kau
tau mereka sibuk dengan aktifitas mereka, seharusnya min ah dan song yi tidak
usah berjanji akan selalu ada untukku. mereka bohong cho aku membenci itu semua
Ketika pagi tadi aku
meminta mereka menemani ku, mereka mendiamkanku bahkan sama sekali tak
melihat pesan ku. aku butuh mereka cho aku butuh kau. Kau tau cho kyuhyun, bahkan min ah dan song
yi hanya berkata seadanya, dan dengan entengnya mengatakan semua telah berubah
kau tak akan datang. apa mereka bosan mendengar celotehan ku tentang dirimu,
aku hanya merindukanmu hanya itu cho tak lebih. Aku hanya membutuhkanmu
Yaah seharusnya mereka tak berjanji padaku, dan seharusnya
aku tak mempercayai janji mereka, walapun mereka sahabatku. terkadang aku ingung mereka selalu meminta ku untuk
menceritakan semuanya pada mereka apa yang aku alami di saat aku sedih ataupun
senang. Tapi di saat aku ingin cerita mereka malah mendiamkan ku, malah
seenaknya saja menjawab. aku lelah kyu seperti itu.
Aku hanya membutuhkan mu membutuhkan sosokmu. aku terlalu
terbiasa merengek dan memeluk manja terhadapmu setiap keadaan apapun. sekarang
kau tertidur panjang , harus dengan siapa lagi aku mengadu cho kyuhyun.
Aaah sial lagi lagi buliran bening itu mengalir deras di
sudut mataku, maafkan aku cho kyuhyun samapi saat ini aku belum bisa menepati
janjiku aku masih menangis terus terussan.
Aku harap kau tetap menantiku di surga. Aku ingin melihatmu sekali ini saja
ku mohon cho. aku memohon padamu.
Everything that I do reminds me of you
Do you see how much I need you right now
I miss you
All I ever wanted was for you to know
Everything I’d do , I’d give my heart and
soul
I can hardly breathe I need to feel you here
with me.
Aku berharap kau selalu menemaniku, selalu muncul dalam
setiap mimpi mimpi dalam tidurku, jangan pernah takut karena kau pria hujanku,
akan selalu ada dalam setiap tutur ucap doaku, akan selalu tersimpan di tempat
terindah yang pernah kumiliki.
Takakan ada yang pernah menghapus sedikitpun keadaan ataupun
kenangan yang telah kita lewati, bahkan terlalu sulit aku menerimanya. Pria
yang telah banyak mengajariku arti sebuah kedewasaan, arti sebuah hujan, dan
arti sebuah cinta kasih sayang. Jelas dan sangat jelas aku selalu merindukkan
sosoknya, merindukan dekapan hangatnya. Tuhan jaga priaku, masukan ia kedalam
syurga firdaus mu. Tuhan tunjukkan jalan apa yang terbaik untuk ku yang tengah
terseok melangkah tanpanya. melangkah tanpa sosok penyemangat dalam hidupku.
Terimakasih , terimakasih . I love you soo much….
Biarkan aku untuk kesekian kalinya, menjadi sosok wanita
sukses , bantu aku untuk mencapai
kebahagian dan segal cita citaku, tanpa harus melupakan sedikitpun tentang
kamu. Jika aku diminta mengulang waktu, aku tetap ingin mengenal sosokmu, sosok
pria penuh dengan kekonyolan serta pria penuh semangat, aku ingin terus
bercengkrama bertengkar mengejek bahkan menghabiskan banyak waktu denganmu, aku
ingin mengulang itu semua. Semuanya terlalu indah dan tak mungkin dapat
terlupakan.So lucky my love, so lucky to have you.
aku bahkan akan terus mencintaimu cho kyuhyun - - - Park Yeon Joo- - -
- - PROLOG- -
Park Yeon
Joo membuka pintu itu dengan perlahan, matanya menatap Kyuhyun yang masih
terbaring di sana dengan lurus. Bunyi alat elektrokardiograf masih
memecah kesunyian di ruangan Intensive Care Unit itu, yeon joo mengelus
mata Kyuhyun yang terutup menggunakan ibu jarinya dengan lembut.
Gadis itu
mencoba menghentikan tangisnya , dan kembali tersenyum saat harus di hadapi
dengan kenyataan melihat pria yang amat ia cintai berbaring lemah seperti ini
Ahhhk, aku kembali menangis, Ku redam suara tangisku yang kian
memecah
Sudah hampir dua minggu kau terus tertidur, apa kau tak
lelah huum? Pria ku , wajah pucat mendomisi wajahnya, mata indah itu masih terus terpejam tangan kekar serta jari jari
panjang yang dulu menggenggam erat tangku kini tergolek lemash dengan banyak
tusukan jarum infus, mulutnya yang juga ada beberapa selang pembantu pernafasan membalut tubuhnya, Tuhan
aku lemah tolong selamatkan ia jangan ambil pria ini. Tuhan bantu aku dalam
rencanamu, Tuhan tunjukkan jalan terbaikMu, berikan aku kesabaran untuk terus
menjaganya dan menunggunya kembali untuk membuka matanya mendengar suaranya
serat merasakan hangat peluknya.
Kecelakaan
itu, dua minggu yang lalu saat ia kembali ingin menemui ku. Pria-ku cho kyuhyun
itu terpental dari motornya, bahkan sampai ini ia belum membukanya.
Sepertinya pagi ini aku mulai bisa tersenyum karena melihat
sosokmu yang begitu terlelap memejamkan mata walau berbagai jenis selang infus
melilit tubuhmu, tabung tabung membantumu untuk pernafasan, wajah pucat itu
terus terpancar.
Aku kembali memasuki ruang ICU ini, dengan penampilan baru
aku baru saja selesai membersihkan diri. Hari ini tepat 15 Agustus 2014, pukul
20.33 entah kilatan cahaya langit mana yang saat ini mampu membuat seluruh
pusat tubuhku terhenti, Entah sebesar apa suara hujan yang kini mampu
meluluhlantahkan setiap pusat tubuhku, mejadikan semuanya tak mampu berdaya.
Hanya mampu terdiam .Membuat seluruh tubuhku melemas. Pria ku, pria hujanku
menghembuskan nafasnya untuk terkhir kali. Tuhan ku harap inilah mimpi buruk ku
yang akan segera berakhir.
Dan bunyi
lurus yang memekakan telinga itu akhirnya terdengar merobek habis semua
pertahanan ku. suara lengkikngan elektrokardiograf
terdengar jelas saat baru saja aku memasuki ruangan ini. aku tak sanggup lagi
mengatakan apapun. hanya mampu berdiam diri menatap sosok yang tengah terkulai
lemas, bahkan tak ku hiraukan panggilan ibu dan teman temanku yang memanggilku,
serta nyonya cho ibu cho kyuhyun yang sudah jatuh pingsan melihat anak semata
wayangnya telah menghembuskan nafasnya yang terakhir
Kau hanya
tertidur cho kyuhyun aku yakin itu, aku yakin suatu saat nanti kau kan bangun
dan kembali menjadi pria hujan untukku.
Ketika keadaan harus mampu ku hadapi, ketikan hati tak
beraturan harus mampu menerima kepergianmu, sosok tegapmu sosok penyemangatku,
telah tertidur tenang. Tuhan ini tidak mudah, aku terlalu terbiasa dengan pria
itu, aku selalu terbiasa menerima sapaan hangat serta pelukkan hangat darinya
aku terbiasa berdiri berdua dengannya, dengan segala support dan perhatian
darinya. Kini pria itu hanya mampu terpejam di balik selebar kain putih yang
menutupi tubuhnya, Tubuhnya yang dulu selalu memancarkan aroma citrus floral,
tubuhnya yang dulu selalu ia berikan sebagai penopang di saat aku benar benar
lelah. Kini tubuh tegap itu terbujur lemah .
Seharusnya aku mampu mengikhlaskan dan mampu menerima pria
ku telah tertidur. Namun semua itu tak sesederhana yang kubayangkan. Semuanya terlalu sulit, segala tentangnya
terus mengalun indah disetiap langkah ku tanpa dia saat ini. semuanya tak bisa
begitu saja terhapuskan.
I love you pria hujanku, tetaplah hidup dalam sisi lain di
hidupku. Sampai bertemu di kehidupan selanjutnya…………
He is a not dead
Ican not say, and I will not say he dead
He just closed his eyes
I keep praying
And he always in my prayers
I will someday we will meet in heaven
Every day we will meet up in my dream
I love you everyday
And now…. I Miss you
I will always love you………………..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar