FANFICTION**
GOOD BYE SUMMER
FF
“GOOD BYE SUMMER”
Genre :
Angst, Sad,Romaace
Cast : Kang
Min Hyuk
Jung soo yoon
Lee Min hoo
Park Yeon Joo
Cho Kyuhyun
“apakah
musim panas itu selalu berakhir dengan ke indahan dan kebahagiaan?”
“apakah
kesegaran pancaran matahari pagi di musim panas mampu memberikan kehangatan
dalam setiap perpisahan di ujung musim panas?”
-
- - Jung Soo Yoon - - -
Asap putih terlihat jelas mengepul di atas permukaan
gelas yang berisikan chocolate hangat yang hampir setengah isinya telah
diminum, Asap itu dengan jelas masih mengepul mengakibatkan rasa hangat itu terus
mendominasi aroma khas cokelat panas yang menyegarkan rongga tenggorokan bagi
pencinta chocolate hangat. Tak lain seorang gadis yang sedari tadi hanya
terdiam menatap jalanan kota seoul , jalanan yang pagi ini mulai sedikit di
padatin para pejalan kaki dan beberapa kendaraan.
Dari balik jendela kaca besar yang berada di sudut
coffe shop tempat yang saat ini ia singgahi, gadis itu mengehmbuskan nafasnya
berat saat matanya kembali terfokus pada banyaknya bunga mawar yang bermekaran
di ujung jalan sebuah taman, mengingat musim semi sudah berjalan pada ujung
akhirnya. Tak jarang gadis itu menikmati indahnya beberapa bunga yang
bermekaran di tengah musim semi.
Aroma khas cokelat panas terus memeaasuki area
penciumannya, warna cokelatnya yang pekat entah panggilan alam dari mana mampu
membuka semua memori yang mungkin saat ini masih saja tersimpan dalam relung
fikirannya, memori yang seharusnya sejak setahun lalu sudah harus ia hapuskan.
Namun aroma cokelat panas hari ini sepertinya menggugah segala memori isi
fikirannya. Gadis itu mengurungkan niatnya untuk kembali meneguk cokelat panas
itu, ia lebih memilih untuk menghabiskan pancake keju yang berada di
hadapannya. Gadis berambut sebahu yang memiliki warna hitam pekat itu sedikit
menyibakan sedikit poninya yang mulai menutupi arah pandangannya. Sejak pagi
tadi gadis itu malah memilih untuk mengunjungi coffe shop ini, tempat yang
biasanya bisa mengalahkan rasa penatnya.
“Yoon-ah” suara lengkingan seorang gadis yang tengah
berdiri di ujung café sontak membuat gadis bernama jung soo yoon itu menolehkan
kepalanya, tersenyum dan kembali melambaikann tangannya.
“wae, tak bisakah kau tepat waktu saat menemaniku”
soo yoon sedikit menggeser duduknya,
saat gadis yang tadi memanggilnya sudah berada di hadapannya, mengambil alih
duduk dihadapan soo yoon
“heheh mianhae, aku tadi ….” gadis berambut cokelat
kayu yang kini menunjukkan eyes smile nya di hadapan soo yoon memutar bola
matanya untuk mencari alasan keterlambatannya, namun belum saja ia
menyelesaikan perkatanya soo yoon sudah kembali mengetahui apa penyebab
keterlambatannya tadi
“geure aku memahaminya, pasti kau pergi dengan cho
kyuhyun mu itukan” soo yoon tersenyum pahit, ia sangat paham sahabatnya yang
bernama park yeonjoo itu tak akan pernah sehari pun tanpa cho kyuhyun yang
merupakan kekasih sahabatnya
“hehehe mianhae, bisakah kau tak menekuk wajahmu
itu” yeon joo kembali tertawa, ia tau keterlambatannya sangat keterlaluan,
namun ia memiliki alasan tersendiri atas keterlambatannya itu
“cih, yayayaa aku memahaminya, hanya dua jam aku
menunggu disini” soo yoon menekankan setiap kata kata nya, ia sedikit sebal
terhadap sahabatnya, ia benci sungguh benci saat saat menunggu
“geure, aku tau aku salah, untuk permohonan maaf ku,
bagaimana jika siang ini kau ku traktir ice cream dalam porsi besar eothe?”
“yaaa aku mau” soon yoon segera tersenyum puas,
sepertinya siang ini ia tak perlu mengeluarkan banyak lembar won untuk mengisi
perut serta kembali mendinginkan tenggorokannya karena panasnya kota yang kini
tengah membelenggu kota seoul
Jung Soo Yoon Pov**
Bahkan satu mangkuk ice cream dalam porsi besar yang
hari ini aku makan, sama sekali tak mengurangi rasa panas yang sangat
menyengat, aku hanya mampu berjalan dengan amat terburu buru karena aku tak
mengingkan kulitku habis termakan oleh triknya sinar matahari hari ini. Pada
musim panas ini sepertinya pepohonan yang tumbuh di sekitar hutan hutan kecil
di tengah kota atau perbukitan terlihat sangat jelas mencapai pada puncak
kerindangannya. Meski begitu hawa panas tetap menyeruak menyengat permukaan
kulit.Terlihat jelas di ujung jalan stasiun ataupun beberapa gedung gedung
tinggi pusat perbelanjaan yang berada di sekitar jalan gangnam banyak terdapat
penyejuk udara yang senantiasa setiap saat hidup sepanjang hari untuk
mengurangi rasa gerah .
Aku menghentikan nafas ku se saat, dan merogoh tas
ransel hitam yang menggantung bebas di punggungku, merogoh botol air mineral ,
ya Tuhan air hari ini bahkan habis. Ku edarkan seluruh pandanganku, biasanya
pemerintah Korea menyediakan beberapa gallon air di setiap sisi kota. Heol!!
aku menemukannya, aku segera berlari untuk mengambil beberapa mili liter air
megisi botol air mineralku.
Sosok tegapnya, yang masih sama berdiri dengan satu
tangan di masukkan dalam kantung celana jins hitam yang kini tengah pria itu
gunakan. Tak lupa sebuah topi yang di pakai secara terbalik melengkapi perpaduan pakaian pria itu kali ini. Aku
mencoba kembali memperhatikan pria itu, masih sama, pria berkaca mata itu. Pria
yang setahun lalu membuat aku menangis sejadi jadinya , pria yang mengangkat ku
dan secara tiba tiba menjatuhkan ku begitu saja saat aku kembali terhanyut
dalam sosoknya.
Lee min hoo. Nama pria itu, pria genius yang selalu
menempati posisi pertama di sekolah kami, ia pintar sangat pintar bahkan. Pria
yang dulu selalu mengajakku berdebat dalam setiap pelajaran di kelas , pria
yang mampu mencuri pandanganku. Namun entahlah ku harap perasaan sakit itu
sudah sirna, saat liburan musim panas tahun lalu kami memutuskan hubungan. Aku
berharap aku tak lagi mempunyai perasaan apapun terhadap pria itu…
Flashback**
“yak jawabanmu salah bisa tidak kau menerimanya” min hoo bangkit dari duduk
duduknya, soo yoon baru saja menjawab sema pertanyaan yang kim seongsanim
berikan, bahkan pria itu menatap soo yoon dengan pandangan yang tak dapat di
artikan. soo yoon hanya terdiam, ia ingin menjawab namun sayang sepertinya bel
tanda pulang sudah bernunyi ia hanrus mengakhiri perdebatan ini.
Min hoo selalu saja seperti ini, soo yoon mendengus
kesal, ia tak habis fikir mengapa pria itu selalu saja menyangkal setiap
perkataannya, sebenarnya apa yang pria itu fikirkan. Mereka sudah mulai
berhubungan kurang dari tiga bulan yang lalu minho sendiri yang memintanya
menjadi kekasihnya. Namun entah mengapa pria genius itu selalu tak bisa
menghilanglan sifat keras kepalanya. Selalu merasa dirinya paling pintar di
sekolah ini
“aku perlu berbicara denganmu” soo yoon menghampiri
minhoo yang kini baru saja selesai membereskan segara buku bukunya, pria
bermaga lee itu hanya menatapnya bingung mengikuti langkah kaki soo yoon yang
membawanya ke taman belakang sekolah mereka
“ada apa?” minhoo menghentikan langkahnya, pria itu
menatap soo yoon
“apa kau ingin balas dendam padaku huum” soo yoon
mendaratkan bokongnya pada sebuah bangku kayu yang berada di bawah pohon di
sudut taman tersebut, memandang pria berkaca mata itu dengan penuh Tanya dan
amarah yang siap meledak ledak
“maksudmu?”
“maksudku, apa kau ingin kembali mempermalukan aku
setiap aku menjawab pertanyaan kim seongsanim kau selalu menyanggahnya kau
selalu berkata itu semua salah kau fikir hanya kau yang paling pintar” soo yoon
mulai menatap pria bermarga lee itu yang mulai duduk di sampingnya, bahkan soo
yoon sangat kaget melihat pria itu duduk di sampingnya, semenjak mereka
berpacaran minho tak pernah seperti ini, pria itu selalu menjaga jarak terhadap
dirinya jika disekolah. Soo yoon kembali berfikir mungkin minho begini karena
ini sudah berada diluar sekolah.
“jadi kau mengajakku kesini hanya karena ingin
membicarakan ini, terlalu kekanak kanakkan” minhoo tertawa memandang soo yoon
yang juga tengah memandangnya
“kau bilang kekanak kanakan, aku ini yeoja chingumu,
mengapa kau tak sedikitpun mengerti huum?”
“apa yang kau inginkan” minho bangkit dari duduknya,
ia seperti mengetahui situasi saat ini, gadisnya tengah tersulut emosi
“aku hanya kau ingin kau hargai tak lebih, aku ingin
kau mejemputku aku ingin kau tak membentak dan menganggapku ada” soo yoon
menunduk , gadis itu menangis. Ia berfikir apakah ini semua terlalu berlebihan,
apa itu terlalu kekanak kanakan meminta kekasihnya sendiri untuk
memperhatikannya, untuk menganggapnya ada. Hanya itu yang soo yoon inginkan.
“jika aku tak bisa memberikannya bagaimana” minho
menatap soo yoon yang sudah mulai menunduk, pria itu berfikir mengapa ini
menjadi sulit seperti ini. ia tak suka seperti ini
“aku tak bisa melanjutkan ini, apa gunanya kau
meminta ku menjadi kekasihmu, jika kau sama sekali tak menganggapku ada, aku
lelah minho-ya” soo yoon menarik nafasnya panjang, inikah yang harus ia ucapkan
gadis itu memintanya untuk berpisah.
“geure terserah kau”
Jung soo yoon bangkit ia segera menghapus buliran
buliran bening yang masih membekas di sudut matanya, ia menatap pria yang kini
di hadapanya dengan perasaan marah dan sebagainya.
Semoga inilah pilihan yang tepat, gadis itu terlalu
lelah tak di anggap seperti ini. Min hoo selalu bertindak seenaknya, bahkan
hubungan mereka baru menginjak beberapa bulan. Tak dapat dipungkiri lee minho
lah yang mampu membuatnya tersenyum mampu membuatnya semangat lagi untuk
belajar lebih giat, namun lagi lagi pria itu terlalu jauh untuk ia jangkau
meski mereka dekat meski mereka berstatus sebagai sepasang kekasih, soo yoon
tak pernah merasakan minho benar benar memperhatikannya, bahkan sekedar
mengajaknya untuk kencan. Pria itu sangat sibuk sendiri dengan urusannya
Flashback off**
Sepenggal memori itu melintas jelas di fikiranku
saat kembali melihat lee minhoo pria itu masih sama, masih dengan tampang
cueknya. Aku kembali memperhatikan sosoknya, sampai pria itu menhilang di ujung
persimpangan jalan.
Bahkan aku kembali mengingat saat liburan musim
panas tahun lalu, sat aku harusnya menghabiskan waktu liburan ku, aku lebih
memilih berdiam diri dalam kamar menagis seharian karena membayangkan bagaimana
bisa aku begitu bodoh terlalu jauh terjatuh dalam tatapan milik lee minhoo yang
ternyata sama sekali tak pernah mengangapku.
Aku berharap semua kenangan pahit itu tak akan
kembali terulang di musim panas kali ini, yaa kini aku mampu berdiri aku mampu
bangkit dan menjauh dari pria itu.
Jung Soo Yoon Pov**
-----
Soo yoon melangkahkan kakinya memasuki rumahnya,
membuka knop pintu kayu dengan ukiran ornament indah, pintu kayu yang di desain
amat elegant degan ukiran ukiran indah terlihat kntras dengan warna plitur yang
terpampang jelas terhadap beberapa jendela kaca yang berada dekat pintu rumah
tersebut.
Jung soo yoon memandang siisi rumahnya yang nampk
ramai, ia sedikit bingung apakah seluruh keluarganya tengah berkumpul pada hari
ini, entahlah gadi ini juga tak begitu paham, karena sejak pagi ibunya sama
sekali tak memberitaukannya
“danyeo wasemnidda” soo yoon menatap semua
keluarganya, membungkuk memberi salam, melihat kedatangan bibi paman nya saat
ini, kedatangan keluarga dari daerah Busaan. Keluarga yang sedikit tak soo yoon
pahami karena jarang sekali bertemu. Terakhir kali soo yoon menginjakan kaki ke
busaan adalah saat ia menginjak usia lima tahun, dan ia sama sekali tak
mengingat apapun saat ia dan keluarganya berlibur ke bussan
Setelah memberi salam, soo yoon memilih untuk memasuki kamarnya, dan membersihakn
dirinya, namun nafasnya tercekat saat melihat seseorang tengah meniduri
ranjangnya. Sepertinya seorang pria, soo yon hampir saja menjerit melihat
seseorang yang tengah tertidur dengan pulasnya
“nuguseo?” soo yoon melangkahkan kakinya, mendekati
ranjang tidur miliknya
“euung” pria itu mengerjapkan matanya, dan kembali
merapihkan rambutnya sembari tersenyum
simpul, pria itu masih belum cukup sadar ada seseorang kini dihadapannya
“yak, nuguya?” soo yoon menaikan dirinya,
menghidupkan lampu kamarnya , ia sangat tak mmengenali sosok yang kini dengan
seenaknya saja tidur di aats ranjangnya, pria yang kini hanya mengenakan celana
pendek dan kaous biru polosnya Nampak sangat berantakan, serta wajahnya yang
masih terlihat begitu lelah dapat terlihat secara jelas.
“neo, jung soo yoon” pria itu mengerjapkan matanya
dan kembali tersadar saat soo yoon mendekatinya, tanpa basa basi menarik soo
yoon dalam pelukannya
“yaaak lepaskan, atau aku akan teriak” soo yoon
merontak dalam pelukkannya, soo yoon sama sekali tak mengenali pria yang kini
dengan seenaknya memluknya
“aigoo bahkan suaramu masih jelek saja, kau lupa eoh,
naega, kang min hyuk ,min hyuk kau ingat” pria bernama kang min hyuk itu
melepaskan pelukkannya, menatap soo yoon dengan penuh tanya, ia sangat khawatir
apakah benar supupunya ini telah melupakannya, padahal dulu pertama kali mereka
bertemu saat masih kecil dan memang itu sangat singkat. min hyuk lebih tua dua
tahun di atas soo yoon. Pria itu bahkan mampu mengingat masa masa dahulu saat
mereka bertemu, namun ia kembali kecewa saat soo yoon melupakannya
“mwo, minhyuk oppa, yak kauu” soo yoon melonjak
kegirangan matanya membulat lebar, ia tak menyangka akan kembali bertemu dengan
sepupunya ini, sepupunya yang dulu menyelamatkannya waktu tenggelam di pantai yang
berada di bussan, pertemuan singkat mereka.
“ne naega. cih kau bahkan melupakanku. aigoo kau
tampak cantik sekarang” min hyuk mengacak rambut soo yoon, membawa gadis itu
kembali dalam pelukkannya, tersenyum senang karena ia kembali menemukan saudara
kecilnya dulu
“mianhae, kau kan ingat pertemuan kita dulu
sebentar, aku takjub dengan kau kali ini” soo yoon terkikik geli, dan
merapihkan rambutnya yang berantakan
“hahahaha, apa gadis cantikku ini sudah memiliki
namja chingu eoh’?”
“yaaak namja chingu.. mengapa kau bertanya itu
haaissh” soo yoon mengerucutkan bibirnya saat min hyuk bertanya perilah kisah
cintanya, entah mengapa fikirannya melayang terhadap satu nama tak lain ialah
lee minho, karena hanya nama pria itulah yang terakhir mengisi hari hari nya
sebelum perpisahan di musim panas lalu mengahncurkannya. Soo yoon hanya menatap
mihyuk dengan kesal. yang di sambut gelak tawa minhyuk .
Jung Soo Yoon Pov End**
Kang Min Hyuk, lelaki kecil berponi yang dulu
menyelamatkanku, kini ia kembali, sepupu jauhku kini ia berada di hadapanku,
entah mengapa aku perasaan ku berdegup cepat, sepertinya aliran darahku sedikt
meningkat saat ia kembali menariku kedalam pelukkannya. Kang min hyuk sekarang
ia Nampak berbeda bahkan wajahnya yang dulu cute perlahan mulai menipis
tergantikan oleh sosok kedewasaan dan rahangnya yang tegas tak mengurangi
sedikit kadar ketampannya, rambut hitamnya terlihat sangat berantakan bahkan
mata nya memancarkan aura yang sama, aura yang hampir saja aku lupakan
kehangatan itu kembali terpancar dari manik mata kang min hyuk.
Seharusnya aku mampu mengenalinya dari awal, karena
tadi saat di lantai bawah aku menemui bibi park dan paman kang yang berada,
mengapa aku tak berfikir jika min hyuk
oppa akan ada disni, aah iya fikiranku tadi terlalu terfokus dalam pria itu.
minhoo yaaah aku harus melenyapkan pria itu dari pemikiranku.
Yaa Tuhan, sudah lama aku tak merasakan ini, mengapa
perut serta hatiku merasakan seperti di gelitik,. yak sadarlah jung soo yoon ia
adalah sepupumu tak mungkin kau jatuh cinta dengan kang minhyuk. mungkin ia
telah memiliki kekasih. Namun aku tak dapat bersedih karena barusan min hyuk
berucap ia akan menghabiskan waktu liburan musim panasnya ini di gunung seorak.
Kini aku kembali terhanyut dalam cerita indah yang
minghyuk oppa tuturkan, aku hanya mampu menatapnya wajah tampannya serta kata
kata hangat yang selalu keluar dari bibirnya membuat kesan tersendiri untukku.
Tak pernah ada tolakkan sedikit pun saat ia kembali mengajakku untuk berlibur
bersamanya ke daerah pegunungan Seorak esok Hari untuk mendaki gunung dan menikmati beberapa
pemandangan indah disana esok hari.
Gunung seorak yang berada di sokcho provinsi
Gangwon, memang sangat terkenal dengan keindahan pemandangannya. Aku harap aku
dapat bersenang senang disana nanti,
kami juga akan menikmati nikmatnya serta segarnya pemandangan danau young ra dan pantai sokcho.. aaah
beberapa rencana sudah membenak di fikiranku saat liburan nanti. aku tersenyum
lepas menanggapi semua perkataan minhyuk yang sedang berceloteh dengan
kehidupannya.
- - - At- Seorak- - -
Jung Soo Yoon mengehela nafasnya panjang, sesekali
gadis itu menghentikan langkahnya, sesaat setelah mereka baru saja keluar dari
kereta gantung yang kini sudah mencapai puncak pegunungan seorak. Lelah sangat
lelah itulah yang soo yoon rasakan. Namun sepertinya rasa lelah itu segera
tergantikan dengan keindahan pegunungan seorak yang amat memposana. Begitu
banyak pepohonan tumbuh dengan rindangnya, hijau hijaunya dedauan serta
kesegeran udara sejuk masih dapat di rasakan Daun daun hijau banyak menggantung
bebas di antara ranting ranting pohon yang menjulang denga tingginya. Hingga
bau tanah basah masih dapat tercium bebas, membuat rongga pernafasan terasa
nyaman.Soo Yoon tersenyum senang saat untuk kesekian kalinya pergelangan
tangannya di Tarik min hyuk untuk kembali melanjutkan perjalanan melihat
pemandangan yang indah di atas sana nantinya
“yak oppa aku lelah berhentilah sebentar ne” soo
yoon merengek, menghentikan langkahnya, dan menarik tangan min hyuk yang kini melingkar
pas di pergelangan tangannya yang mungil. Gadis itu menunjukkan puppy eyesnya
agar pria yang kini di depannya bisa sedikit menghentikan langkah untuk
mengambil waktu istirahat sesaat
“yak kau ,padahal sebentar lagi” min hyuk menoleh
saat merasakan sebuah tarikan di tangannya. Pria itu membalikkan badan dan
terkikik geli saat melihat wajah soo yoon yang sangat memancarkan lelah. Pria
itu mengeluarkan sebuah air mineral dari dalam tas ransel yang ia gunakan
“gomawo” soo yoon tersenyum senang, entah mengapa ia
merasakan ledakan ledakaan kecil dalam relung hatinya saat melihat senyum indah
yang terukir jelas dari bibir min hyuk saat ini, dengan cepatnya ia meminum air
mineral itu, sebelum melanjutkan perjalananya
“tunggu” min hyuk menahan soo yoon yang hendak kembali
berjalan. ia menunduk dan segera berjongkok. Soo yoon hanya terperangah dengan
apa yang min hyuk buat kali ini, pria itu membenarkan tali sepatu soo yoon yang
lepas. sebuah sepatu nike berwarna biru yang kini soo yoon gunakan. tanpa
sungkan min hyuk membenarkannya dengan cepat.
“ia hanya khawatir denganku karena aku saudara,
jangan berharap lebih jung soo yoon” soo yoon berucap lirih terhadap dirinya
sendiri, gadis itu terperangah dengan segala sifat sepupunya itu.
Hatinya kembali berlonjak kegirangan, bahkan sampai
detik ini gadis itu masih terdiam di tempat kembali membayangkan kejadian
beberapa menit yang lalu. sebuah tepukkan halus mendarat di pipinya, dengan
senyum khasnya minhyuk kembali menuntun soo yoon untuk kembali berjalan.
Ketika aku melihatmu aku merasa nyaman
meskipun kau tak menyukai aku seperti ini
Aku bahagia
Aku bahagia
Ketika kau tersenyum indah dengan matamu
Sinar matahari di hari yang berat
Jika hanya kau yang ada disini itu tak
apa-apa. Itu saja
Seluruh kepalaku hanya memikirkanmu
Apakah ini patut untuk di sebut cinta?
Atau inikah hanya cinta sesaat ..
Cinta yang hanya datang sekejap seperti
musim panas saat ini??
“woooooaaaah daebak” soo yoon menjerit keras, saat langkah
terakhirnya mampu menyamai langkah min hyuk yang kini sudah berada di puncak
pegunungan seorak ,soo yoon merntangkan tangannya udara disini cukup dingin
tidak sepandan dengan panasnya di bawah sana.
Soo yoon memejamkan matanya, ia menghirup dalam dalam aroma
segar yang berada di pegunungan saat ini, gadis itu enggan membuka matanya,
sepertinya paru parunya kali ini akan sehat jika berada dalam udara yang segar
seperti ini terus
“oppa kajja” soo yoon menarik tangan min hyuk untuk berfoto
bersamanya, mengambil beberapa picture gambar .
“biar aku yang memegangnya” min hyuk mengambil alih smarth
phone milik soo yoon, dia diam pria itu memeluk pinggang soo yoon dari belakang
dan menagmbil foto secara cepat. Jung soo yoon segera membulatkan matanya saat
merasakan sebuah tangan melingkar pas di pinggangnya gadis itu sama sekali tak
bergaya saat di foto. Namun ia mencoba terbiasa, semburat merah itu terlukis
jelas di pipi soo yoon gadis itu tersimpul malu.
Ia merutuki dirinya
sendiri mengapa rasa bahagia itu kembali membucah dengan cepat seperti ini ia
berharap taka da satupun yang melihat bersimpul malu seperti ini. Soo yoon
segera melangkahkan kakinya menjauh beberapa langkah dari min hyuk. Gadis itu
lebih memilih menenangkan dirinya dengan melihat lihat pemandangan yang begitu
apik dari puncak pegunungan seorak saat ini
Kang Min Hyuk Pov**
jam tepat menunjukkan
pukul tiga sore sudah seharusnya aku kembali membawa yeoja itu turun,
namun sepertinya jung soo yoon masih asik dengan kegiatannya sendiri
menjelajahi beberapa tempat disini. Aku hanya mampu memandanginya saat ini,
gadis itu sepertinya sudah tumbuh dengan sangat pesat. dulu ia hanya seorang
gadi skecil berkucir kuda yang pertama kali ku temui tengah tenggelam , aku
terakhir melihatnya saat dalam keadaan gadis itu tak sadarkan diri.
Bahkan kini Jung Soo Yoon amat mempesona, aaah kang min hyuk
apa yang kau fikirkan saat ini, aku tak boleh dan tak akan mungkin bisa
bersamanya ia saudara ku.
Entah fikiran dari mana, apakah aku menyukainya entahlah. ia
hanya sepupuku. yaa tak lebih. dia adalah dongsaeng itu, yaah aku harus
menganggapnya sebagai dongsaeng tak lebih. Aku kembali terfokus dalam sosok
gadis berambut hitam sebahu yang kini sedang memfoto beberapa pemandangan,
namun langkahnya mulai terseok apa mungkin ia lelah.
“yak jung soo yoon” aku segera berlari, saat melihat soo
yoon terpeleset se saat, gadis itu meringis kesakitan di sebuah pohon besar.
Aku mencoba membantunya berdiri namun sepertinya gadis itni
sedikit terkilir, aku mencoba membuka salah satu sepatunya, kakinya sedikit
memerah, mungkin inilah saatnya kami harus kembali dan segera mencari
penginapan di bawah sana. Karena aku tak ingin melihat soo yoon lebih cedera
dari ini, kami hanya pergi berdua saat ini. Aku terlah berjanji pada jung
ajhussi akan menjaga soo yoon saat kami berlibur.
Soo yoon ,meringis kesakitan saat aku mencobanya membatunya
berdiri, aku putuskan untuk menaruh ransel ku di depan, aku harus menggendong
gadis ini.
“neo gwenchana, naiklah ke pundakku kita cari penginapan
saat ini arrseo” aku berjongkok di hadapannya, soo yoon hanya memandangku
dengan pandangan yang tak dapat di artikan, gadis itu Nampak berfikir sesuatu .
Segera ku Tarik tangannya aku dapat merasakan berat beban gadi ini sudah berada
di pundakku, syukurlah ia masih bisa baik baik saja. kami harus segera sampai
di penginapan sebelum hari menjadi gelap saat ini
Kang Min Hyuk Pov End**
Jung Soo Yoon mendekap erat tubuh min hyuk, gadis itu kini
tak lagi merasakan nyeri di pergelangan kakinya, soo yoon tersenyum simpul ia
amat bahagia hari ini. gadis itu memejamkan matanya tanpa banyak bertanya. Dari
balik tubuhnya soo yoon mampu merasakan aroma tubuh min hyuk memancar keluar.
Gadis itu kembali terhanyut dalam aroma perpaduan mint dan
Bunga ivy yang sangat menyegarkan. Bahkan harum tubuh pria yang kini
menggendongnya tak kalah dengan harum dedaunan yang menghijau menimbulkan kesan
fresh yang lembut. Soo yoon sedikit berfikir apakah ini harum sebuah parfum
bermerk amazingreen yang kemarin malam ia lihat di mejanya . yaah benar itu
milik kang min hyuk. Harum parfum yang ia sukai, membuatnya betah berlama lama
berada dalam pundak bidang milik kang minhyuk
“oppa, apa kau tak berat?” soo yoon membuka suaranya,
berbisik sedikit ke arah telingan min hyuk, ia sedikit merasa tak enak pada min
hyuk
“yaah kau memang berat, namun tak mungkn kan aku
membiarkanmu berjalan” min hyuk tertawa geli, ia menolehkan kepalanya se saat,
melihat wajah soo yoon yang tengah
memandangnya
“jung soo yoon, yoon-aah” sebuah suara memanggil soo yoon,
membuat soo yoon menolehkan kakinya dan menyuruh min hyuk untuk menghentikan
langkahnya se saat
“omoo, yeon joo-ya” soo yoon turun dari pundak min hyuk,
tangannya bertumpu di tangan min hyuk, soo yoon menahan rasa nyeri di kakinya, saat
melihat park yeon jo sahabatnya ternyata tengah berlibur di sini juga
“aigoo, ternyata kau mengambil liburanmu juga, kau kenapa
eoh eoh’?” yeon joo memeluk soo yoon, namun ia segera melepaskan pelukkannya
yeon joo membulatkan matanya saat melihat lingkar merah yang membekas di kaki
sahabatnya , gadis itu menjadi panic
“aah gwenchana hanya sedikit jatuh, mengapa kau tak bilang
jika akan kesini aiish apa kau takut aku mengacaukan acara kencanmu dengan
kyuhyun sunbaenim” soo yoon tertawa simpul, mendecak pelan melihat yeon joo
yang bertingkah panic saat melihatnya
terluka. Ia dapat melihat yeon joo memang pergi dengan cho kyuhyun kekasihnya.
Dapat dilihat mereka adalah pasangan serasi. Tangan kyuhyun dengan jelas menggenggam
erat tangan park yeon joo. Ia sangat paham sahabatanya itu sangat menyayangi
cho kyuhyun yang merupakan sunbaenimnya di sekolah dan sekaligus saingan berat
seorang lee min hoo dalam meraih kedudukan sebagai pria terpopuler di sekolah.
Ahh lagi lagi nama pria itu, lee min hoo mengalir difikirannya. Soo yoon segera
membuang jauh jauh nama itu
“geure, aku saja mendadak kyuhyun oppa yang mengajakku tiba
tiba”
“ne aku yang mengajaknya, bahkan aku tak tau soo yoon-ssi
jika kau kesini juga, kau bersama……….” cho kyuhyun mengeluarkan suaranya, pria
itu tetap menggenggam erat tangan kekasihnya, rasanya ia sangat tak ingin
melepaskannya, terlalu klasik bahkan cara meerka menjalin hubungan
“aah yee, kenalkan ini sepupuku” soo yoon melirik min hyuk
yang tengah berada di sampingnya
“kang min hyuk imnida” min hyuk tersenyum memperkenalkan
dirinya, namun pria itu tetap membantu soo yoon berdiri
“aaah ku kira dia namjachingumu” yeon joo berbisik tepat di
telinga soo yoon, membuat soo yoon seikit tersenyum kikuk dan membelalakan
matanya, dan di sambut gelak tawa dari yeon joo.
“geure aku akan menemui mu nanti hubungi aku ne” yeon joo
kembali melanjutkan langkahnya, ia dan cho kyuhyun kembali berjalan
Sementara beberapa menit kepergian yeon joo, soo yoon dan
min hyuk berdiam, sebelum min hyuk memintanya kembali naik ke atas pundaknya
membawanya kembali ke dalam penginapan.
- - - AT – Sokcho Beach - - -
Gadis berambut sebahu itu, terus berteriak riak gembira,
menyusuri tepi pantai sokco dengan kaki telanjangannya, ia membiarkan rabutnya
tertiup angin pantai pagi ini, pagi yang teramat pagi karena sang surya pun
belum mampu memancarkan sinarnya. Namun kaki jung soo yoon sudah menginjakan
kakinya di pantai ini sejak setengah jam yang lalu.
Jung soo yoon membiarkan kaki mulusnya terkena terkaan ombak
yang dengan bebasnya menghantam kakinya membuatnya harus terjatuh berkali kali,
dan baju yang ia gunakan Nampak basah, namun nampaknya gadis itu sama sekali
tak memusingkan penampilannya
“yak oppaa cepat kesini” soo yoon berteriak keras, saat
gadis itu sudah berada di ujung pantai sokchon, memperhatikan min hyuk yang
kini tengah sibuk memotret dan merekamnya dari jauh . brulang kali soo yoon
melakukan tingkah tingkah lucu seperti bocah kecil, membuat min hyuk terkikik
geli.
Bahkan beberapa kali min hyuk masih menguap karena rasa
kantuknya, namun sepertinya rasa kantuk itu mampu terkalahkan oleh senyum indah
yang terukir indah dari bibir jung soo yoon. Kang min hyuk begitu sangat
terpesona dengan senyuman gadis manja ini. Gadis yang kini tengah mendang
nendangkan kakinya secara bebas ke arah pasir pantai.
“wooaaah oppa abadikan moment ini kajja” soo yoon berteriak
keras, dan mengarahkan handycamp yang tengah min hyuk genggam ke arah matahari
yang baru saja naik, menampakan keindahannya di balik indahnya lautan pantai sokchon.
Wrna orange itu mampu membelah banyaknya ombak yang melintas dengan kerasnya
“kau menyukai sunrise ini huum” min hyuk memandang soo yoon
yang kini tengah di sibukkan dengan pandangan menakjubkan .
“sangaat aku sangat menyukainya” soo yoon tak melepaskan
pandangannya dari pemandangan indah yang kini berada jelas di depan matanya,
bahkan ia tak menyadari satu tangannya kini tengah berada di genggaman min
hyuk, ia terlalu fokius dalam pemandangan indah pagi hari ini
“sepertinya kau sangat menyukai liburan musim panas huum?”
“molla, bahkan mungkin sebenarnya aku tak menginginkan musim
panas datang” sontak soo yoon mengalihkan pandangananya mendengar perkataan
yang keluar dari mulut min hyuk beberapa detik yang lalu, musim panas??.
Entahlah semenjak kejadian itu entah mengapa soo yoon tak begitu menyukai
datangnya liburan musim panas, karena musim panas tahun lalu baginya sangat
surram, ia tak ingin kembali mengingat itu semua
“wae apa kau tak menyukai liburan bersamaku ini” min hyuk
memandang soo yoon dengan penuh Tanya
“aniya bukan begitu, aku menyukai ini sangat menyukainya”
Kang min hyuk hanya mampu menatap soo yoon, sepertinya ada
yang di sembunyikan gadis ini, namun entah apa ia sendiri pun tak
mengetahuinya. Jung soo yoon kembali terfokus kepada lautan indah yang kini
masih berada di hadapannya.
Entah siapa yang memulai percikan percikan air pantai pagi
itu mampu membuat tubuh soo yoon dan min hyuk basah kuyup, mereka bermain
dengan amat gembira. Celotehan konyol serta tawa menonisai liburan kali ini. Soo
yoon meloloskan dirinya dari tubuh min hyuk yang hendak melemparkan ke tengah
pantai, membuat minhyuk terus menegjarnya.
Apakah ini semua wajar di alami seorang sepupu,??
merasakan hal yang begitu nyaman hal yeng begitu berbeda
namun entahlah biarkan semua berjalan dengan begitu apiknya, dan hanya mampu
mengikuti scenario waktu yang menentukan…
“oppa” soo yoon mengerucutkan bibirnya, saat gadis itu baru
saja keluar dari kamar mandi, menemui min hyuk di kamarnya, gadis itu merengek
kesakitan sembari memegangi kakinya, soo yoon terjatuh saat di kamar mandi sore
ini. Gadis itu merengek luka memar di dengkulnya terlihat sangat jelas
“hahahaha wajahmu” min hyuk tertawa keras, melihat wajah soo
yoon yang di tekuk saat menceritakan gadis itu terpeles terjungkal di kamar
mandi, bahkan mun hyuk tak bisa menahan rasa geli di perutnya saat mendengarkan
penuturan kata soo yoon. Ingin rasanya ia mengabadikan moment saat wajah gadis
yang kini di hadapannya menekuk wajahya dan Nampak sangat lusuh seperti ini.
Min hyuk tertawa lagi dan lagi tertawa, membuat soo yoon
sedikit jengah, mengapa sepertinya min hyuk senang sekali , ia memukul lengan
min hyuk, membuat pria itu menghentikan tawanya, kembali memeriksa luka memar
yang berada di kaki soo yoon, raut wajah min hyuk langsung berubah.
Entah mengapa pria itu dengan cekatan mencari segala obat di
penjuru kamar penginapannya saat ini, untuk mengobati luka soo yoon. pria itu
dengan sabarya mengusapkan beberapa alkhohol untuk membersihkan luka memar.
Jung soo Yoon memandang min hyuk dengan seksama gadis itu tersenyum, pria ini
beguti telaten.
Sudah satu minggu mereka berada di Sokco, dan inilah hari
terakhir kang ming hyuk dan jung soo yoon berlibur. soo yoon menyeret koper
kecilnya ke arah audi putih milik min hyuk yang sudah terparkir tepat di depan
penginapannya. Min hyuk sedikit membuka kaca mobilnya, membuka kaca mata hitam
yang sedari tadi bertengger di depan matanya. membatu soo yoon memasukan semua
barang barang ke daalm bagasi mobilnya.
Setelah satu minggu ini mereka menghabiskan waktu bersama,
tak dapat di pungkiri rasa kasih sayang itu muncul dengan sendirinya, rasa
ingin memeliki lebih. Namun tidak mungkin. Mereka hanya hanya mampu
menyimpannya sendiri dan selamanya mampu merahasiakan , dan hanya merasakannya sendiri.
“ku harap kau tak menyesal mengikuti jejak liburan musim
panas bersamaku” min hyuk membuka percakapan itu, sejak mereka dalam perjalanan
soo yoon terus mengunci bibirnya ia tak tau harus berbicara apa pada min hyuk,
ini merupakan puncak akhir kebersamaannya bersama min hyuk. Setelah
mengantarkan soo yoon pulang kerumah, minhyuk akan langsung kembali ke bussan.
“aku sama sekali tak menyesal , oppa apa kau akan segera
pulang nantinya?” soo yoon menatap min hyuk yang kini tengah sibuk menyetir,
gadis itu menatap wajah min hyuk, wajah yang mungkin nantinya akan sangat ia
rindukan
“yaa, kau harus berjanji kau harus dengan baik mengikuti
ujian masuk universitasmu, janga dulu kau memikirkan masalah kekasih atau pria
lain. entahlah mungkin aku akan sedikit cemburu jika kau dekat dengan pria. kau
harus menggapai cita cita mu dulu arraseo” min hyuk memberanikkan dirinya
berkata seperti ini, tangannya terulur sedikt untuk meneglus puncak kepala soo
yoon, membuat gadis itu menatap min hyuk dengan mata yang berkaca kaca
“ne aku berjanji padamu oppa, kau juga harus janji akan
kembali lagi dan sering menemuiku” soo yoon memeluk min hyuk, gadis itu
menangis. sesungguhnya ia tak menginginkan perpisahan ini
“ne aku janji. saranghae” chuuup..
satu kecupan hangat mendarat di kening soo yoon, semakin
menambah rasa sedih itu menguasi fikiran jung soo yoon
Good bye summer
I remember when we were yelled
I don’t know why it was so fun
The’brother and sister’ label
is a label that I got to hate
the feelings I’ve hid still remain
as a painful secret memory
The photos that can’t define
our relationship is a heartbreaking story
I’m sorry…
I’m sorry summer
now,
I say goodbye
I love you……
Aku tau ini bahkan terlalu mustahil aku rasakan, di ujung
liburan ini aku hanya ingin menyampaikan biarkan aku menyimpan rasa cintaku
sendiri terhadapmu min hyuk, aku benci status saudara yang melekat pada kita
saat ini, namun aku sama sekali tak mampu berbuat apapun. Hanya mampu menatapmu
dan menyaksikan senyum serta mampu merasakan hangatnya pelukmu itu bahkan
cukup.
Terimakasih Kang min hyuk, telah memberikan warna terindah
di dalam musim panas ku kali ini.
Good bye summer
- - -
Jung Soo Yoon- - -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar