Jumat, 19 September 2014

fanfiction "good bye summer"



FANFICTION**

GOOD BYE SUMMER

FF             “GOOD BYE SUMMER”

Genre   : Angst, Sad,Romaace
Cast      : Kang Min Hyuk
                Jung soo yoon
                Lee Min hoo
                 Park Yeon Joo
                 Cho Kyuhyun

“apakah musim panas itu selalu berakhir dengan ke indahan dan kebahagiaan?”
“apakah kesegaran pancaran matahari pagi di musim panas mampu memberikan kehangatan dalam setiap perpisahan di ujung musim panas?”

- - - Jung Soo Yoon - - -

Asap putih terlihat jelas mengepul di atas permukaan gelas yang berisikan chocolate hangat yang hampir setengah isinya telah diminum, Asap itu dengan jelas masih mengepul mengakibatkan rasa hangat itu terus mendominasi aroma khas cokelat panas yang menyegarkan rongga tenggorokan bagi pencinta chocolate hangat. Tak lain seorang gadis yang sedari tadi hanya terdiam menatap jalanan kota seoul , jalanan yang pagi ini mulai sedikit di padatin para pejalan kaki dan beberapa kendaraan.

Dari balik jendela kaca besar yang berada di sudut coffe shop tempat yang saat ini ia singgahi, gadis itu mengehmbuskan nafasnya berat saat matanya kembali terfokus pada banyaknya bunga mawar yang bermekaran di ujung jalan sebuah taman, mengingat musim semi sudah berjalan pada ujung akhirnya. Tak jarang gadis itu menikmati indahnya beberapa bunga yang bermekaran di tengah musim semi. 

Aroma khas cokelat panas terus memeaasuki area penciumannya, warna cokelatnya yang pekat entah panggilan alam dari mana mampu membuka semua memori yang mungkin saat ini masih saja tersimpan dalam relung fikirannya, memori yang seharusnya sejak setahun lalu sudah harus ia hapuskan. Namun aroma cokelat panas hari ini sepertinya menggugah segala memori isi fikirannya. Gadis itu mengurungkan niatnya untuk kembali meneguk cokelat panas itu, ia lebih memilih untuk menghabiskan pancake keju yang berada di hadapannya. Gadis berambut sebahu yang memiliki warna hitam pekat itu sedikit menyibakan sedikit poninya yang mulai menutupi arah pandangannya. Sejak pagi tadi gadis itu malah memilih untuk mengunjungi coffe shop ini, tempat yang biasanya bisa mengalahkan rasa penatnya.

“Yoon-ah” suara lengkingan seorang gadis yang tengah berdiri di ujung café sontak membuat gadis bernama jung soo yoon itu menolehkan kepalanya, tersenyum dan kembali melambaikann tangannya.
“wae, tak bisakah kau tepat waktu saat menemaniku” soo yoon  sedikit menggeser duduknya, saat gadis yang tadi memanggilnya sudah berada di hadapannya, mengambil alih duduk dihadapan soo yoon
“heheh mianhae, aku tadi ….” gadis berambut cokelat kayu yang kini menunjukkan eyes smile nya di hadapan soo yoon memutar bola matanya untuk mencari alasan keterlambatannya, namun belum saja ia menyelesaikan perkatanya soo yoon sudah kembali mengetahui apa penyebab keterlambatannya tadi
“geure aku memahaminya, pasti kau pergi dengan cho kyuhyun mu itukan” soo yoon tersenyum pahit, ia sangat paham sahabatnya yang bernama park yeonjoo itu tak akan pernah sehari pun tanpa cho kyuhyun yang merupakan kekasih sahabatnya
“hehehe mianhae, bisakah kau tak menekuk wajahmu itu” yeon joo kembali tertawa, ia tau keterlambatannya sangat keterlaluan, namun ia memiliki alasan tersendiri atas keterlambatannya itu
“cih, yayayaa aku memahaminya, hanya dua jam aku menunggu disini” soo yoon menekankan setiap kata kata nya, ia sedikit sebal terhadap sahabatnya, ia benci sungguh benci saat saat menunggu
“geure, aku tau aku salah, untuk permohonan maaf ku, bagaimana jika siang ini kau ku traktir ice cream dalam porsi besar eothe?”
“yaaa aku mau” soon yoon segera tersenyum puas, sepertinya siang ini ia tak perlu mengeluarkan banyak lembar won untuk mengisi perut serta kembali mendinginkan tenggorokannya karena panasnya kota yang kini tengah membelenggu kota seoul

Jung Soo Yoon Pov**

Bahkan satu mangkuk ice cream dalam porsi besar yang hari ini aku makan, sama sekali tak mengurangi rasa panas yang sangat menyengat, aku hanya mampu berjalan dengan amat terburu buru karena aku tak mengingkan kulitku habis termakan oleh triknya sinar matahari hari ini. Pada musim panas ini sepertinya pepohonan yang tumbuh di sekitar hutan hutan kecil di tengah kota atau perbukitan terlihat sangat jelas mencapai pada puncak kerindangannya. Meski begitu hawa panas tetap menyeruak menyengat permukaan kulit.Terlihat jelas di ujung jalan stasiun ataupun beberapa gedung gedung tinggi pusat perbelanjaan yang berada di sekitar jalan gangnam banyak terdapat penyejuk udara yang senantiasa setiap saat hidup sepanjang hari untuk mengurangi rasa gerah . 

Aku menghentikan nafas ku se saat, dan merogoh tas ransel hitam yang menggantung bebas di punggungku, merogoh botol air mineral , ya Tuhan air hari ini bahkan habis. Ku edarkan seluruh pandanganku, biasanya pemerintah Korea menyediakan beberapa gallon air di setiap sisi kota. Heol!! aku menemukannya, aku segera berlari untuk mengambil beberapa mili liter air megisi botol air mineralku.

Sosok tegapnya, yang masih sama berdiri dengan satu tangan di masukkan dalam kantung celana jins hitam yang kini tengah pria itu gunakan. Tak lupa sebuah topi yang di pakai secara terbalik melengkapi  perpaduan pakaian pria itu kali ini. Aku mencoba kembali memperhatikan pria itu, masih sama, pria berkaca mata itu. Pria yang setahun lalu membuat aku menangis sejadi jadinya , pria yang mengangkat ku dan secara tiba tiba menjatuhkan ku begitu saja saat aku kembali terhanyut dalam sosoknya.

Lee min hoo. Nama pria itu, pria genius yang selalu menempati posisi pertama di sekolah kami, ia pintar sangat pintar bahkan. Pria yang dulu selalu mengajakku berdebat dalam setiap pelajaran di kelas , pria yang mampu mencuri pandanganku. Namun entahlah ku harap perasaan sakit itu sudah sirna, saat liburan musim panas tahun lalu kami memutuskan hubungan. Aku berharap aku tak lagi mempunyai perasaan apapun terhadap pria itu…

Flashback**

“yak jawabanmu salah bisa tidak  kau menerimanya” min hoo bangkit dari duduk duduknya, soo yoon baru saja menjawab sema pertanyaan yang kim seongsanim berikan, bahkan pria itu menatap soo yoon dengan pandangan yang tak dapat di artikan. soo yoon hanya terdiam, ia ingin menjawab namun sayang sepertinya bel tanda pulang sudah bernunyi ia hanrus mengakhiri perdebatan ini.

Min hoo selalu saja seperti ini, soo yoon mendengus kesal, ia tak habis fikir mengapa pria itu selalu saja menyangkal setiap perkataannya, sebenarnya apa yang pria itu fikirkan. Mereka sudah mulai berhubungan kurang dari tiga bulan yang lalu minho sendiri yang memintanya menjadi kekasihnya. Namun entah mengapa pria genius itu selalu tak bisa menghilanglan sifat keras kepalanya. Selalu merasa dirinya paling pintar di sekolah ini

“aku perlu berbicara denganmu” soo yoon menghampiri minhoo yang kini baru saja selesai membereskan segara buku bukunya, pria bermaga lee itu hanya menatapnya bingung mengikuti langkah kaki soo yoon yang membawanya ke taman belakang sekolah mereka
“ada apa?” minhoo menghentikan langkahnya, pria itu menatap soo yoon
“apa kau ingin balas dendam padaku huum” soo yoon mendaratkan bokongnya pada sebuah bangku kayu yang berada di bawah pohon di sudut taman tersebut, memandang pria berkaca mata itu dengan penuh Tanya dan amarah yang siap meledak ledak
“maksudmu?”
“maksudku, apa kau ingin kembali mempermalukan aku setiap aku menjawab pertanyaan kim seongsanim kau selalu menyanggahnya kau selalu berkata itu semua salah kau fikir hanya kau yang paling pintar” soo yoon mulai menatap pria bermarga lee itu yang mulai duduk di sampingnya, bahkan soo yoon sangat kaget melihat pria itu duduk di sampingnya, semenjak mereka berpacaran minho tak pernah seperti ini, pria itu selalu menjaga jarak terhadap dirinya jika disekolah. Soo yoon kembali berfikir mungkin minho begini karena ini sudah berada diluar sekolah.
“jadi kau mengajakku kesini hanya karena ingin membicarakan ini, terlalu kekanak kanakkan” minhoo tertawa memandang soo yoon yang juga tengah memandangnya
“kau bilang kekanak kanakan, aku ini yeoja chingumu, mengapa kau tak sedikitpun mengerti huum?”
“apa yang kau inginkan” minho bangkit dari duduknya, ia seperti mengetahui situasi saat ini, gadisnya tengah tersulut emosi
“aku hanya kau ingin kau hargai tak lebih, aku ingin kau mejemputku aku ingin kau tak membentak dan menganggapku ada” soo yoon menunduk , gadis itu menangis. Ia berfikir apakah ini semua terlalu berlebihan, apa itu terlalu kekanak kanakan meminta kekasihnya sendiri untuk memperhatikannya, untuk menganggapnya ada. Hanya itu yang soo yoon inginkan.
“jika aku tak bisa memberikannya bagaimana” minho menatap soo yoon yang sudah mulai menunduk, pria itu berfikir mengapa ini menjadi sulit seperti ini. ia tak suka seperti ini
“aku tak bisa melanjutkan ini, apa gunanya kau meminta ku menjadi kekasihmu, jika kau sama sekali tak menganggapku ada, aku lelah minho-ya” soo yoon menarik nafasnya panjang, inikah yang harus ia ucapkan gadis itu memintanya untuk berpisah.
“geure terserah kau”
Jung soo yoon bangkit ia segera menghapus buliran buliran bening yang masih membekas di sudut matanya, ia menatap pria yang kini di hadapanya dengan perasaan marah dan sebagainya.
Semoga inilah pilihan yang tepat, gadis itu terlalu lelah tak di anggap seperti ini. Min hoo selalu bertindak seenaknya, bahkan hubungan mereka baru menginjak beberapa bulan. Tak dapat dipungkiri lee minho lah yang mampu membuatnya tersenyum mampu membuatnya semangat lagi untuk belajar lebih giat, namun lagi lagi pria itu terlalu jauh untuk ia jangkau meski mereka dekat meski mereka berstatus sebagai sepasang kekasih, soo yoon tak pernah merasakan minho benar benar memperhatikannya, bahkan sekedar mengajaknya untuk kencan. Pria itu sangat sibuk sendiri dengan urusannya 

Flashback off**

Sepenggal memori itu melintas jelas di fikiranku saat kembali melihat lee minhoo pria itu masih sama, masih dengan tampang cueknya. Aku kembali memperhatikan sosoknya, sampai pria itu menhilang di ujung persimpangan jalan.

Bahkan aku kembali mengingat saat liburan musim panas tahun lalu, sat aku harusnya menghabiskan waktu liburan ku, aku lebih memilih berdiam diri dalam kamar menagis seharian karena membayangkan bagaimana bisa aku begitu bodoh terlalu jauh terjatuh dalam tatapan milik lee minhoo yang ternyata sama sekali tak pernah mengangapku.

Aku berharap semua kenangan pahit itu tak akan kembali terulang di musim panas kali ini, yaa kini aku mampu berdiri aku mampu bangkit dan menjauh dari pria itu.

Jung Soo Yoon Pov**
-----

Soo yoon melangkahkan kakinya memasuki rumahnya, membuka knop pintu kayu dengan ukiran ornament indah, pintu kayu yang di desain amat elegant degan ukiran ukiran indah terlihat kntras dengan warna plitur yang terpampang jelas terhadap beberapa jendela kaca yang berada dekat pintu rumah tersebut. 

Jung soo yoon memandang siisi rumahnya yang nampk ramai, ia sedikit bingung apakah seluruh keluarganya tengah berkumpul pada hari ini, entahlah gadi ini juga tak begitu paham, karena sejak pagi ibunya sama sekali tak memberitaukannya

“danyeo wasemnidda” soo yoon menatap semua keluarganya, membungkuk memberi salam, melihat kedatangan bibi paman nya saat ini, kedatangan keluarga dari daerah Busaan. Keluarga yang sedikit tak soo yoon pahami karena jarang sekali bertemu. Terakhir kali soo yoon menginjakan kaki ke busaan adalah saat ia menginjak usia lima tahun, dan ia sama sekali tak mengingat apapun saat ia dan keluarganya berlibur  ke bussan
Setelah memberi salam, soo yoon memilih  untuk memasuki kamarnya, dan membersihakn dirinya, namun nafasnya tercekat saat melihat seseorang tengah meniduri ranjangnya. Sepertinya seorang pria, soo yon hampir saja menjerit melihat seseorang yang tengah tertidur dengan pulasnya
“nuguseo?” soo yoon melangkahkan kakinya, mendekati ranjang tidur miliknya
“euung” pria itu mengerjapkan matanya, dan kembali merapihkan rambutnya  sembari tersenyum simpul, pria itu masih belum cukup sadar ada seseorang kini dihadapannya
“yak, nuguya?” soo yoon menaikan dirinya, menghidupkan lampu kamarnya , ia sangat tak mmengenali sosok yang kini dengan seenaknya saja tidur di aats ranjangnya, pria yang kini hanya mengenakan celana pendek dan kaous biru polosnya Nampak sangat berantakan, serta wajahnya yang masih terlihat begitu lelah dapat terlihat secara jelas.
“neo, jung soo yoon” pria itu mengerjapkan matanya dan kembali tersadar saat soo yoon mendekatinya, tanpa basa basi menarik soo yoon dalam pelukannya
“yaaak lepaskan, atau aku akan teriak” soo yoon merontak dalam pelukkannya, soo yoon sama sekali tak mengenali pria yang kini dengan seenaknya memluknya
“aigoo bahkan suaramu masih jelek saja, kau lupa eoh, naega, kang min hyuk ,min hyuk kau ingat” pria bernama kang min hyuk itu melepaskan pelukkannya, menatap soo yoon dengan penuh tanya, ia sangat khawatir apakah benar supupunya ini telah melupakannya, padahal dulu pertama kali mereka bertemu saat masih kecil dan memang itu sangat singkat. min hyuk lebih tua dua tahun di atas soo yoon. Pria itu bahkan mampu mengingat masa masa dahulu saat mereka bertemu, namun ia kembali kecewa saat soo yoon melupakannya
“mwo, minhyuk oppa, yak kauu” soo yoon melonjak kegirangan matanya membulat lebar, ia tak menyangka akan kembali bertemu dengan sepupunya ini, sepupunya yang dulu menyelamatkannya waktu tenggelam di pantai yang berada di bussan, pertemuan singkat mereka.
“ne naega. cih kau bahkan melupakanku. aigoo kau tampak cantik sekarang” min hyuk mengacak rambut soo yoon, membawa gadis itu kembali dalam pelukkannya, tersenyum senang karena ia kembali menemukan saudara kecilnya dulu
“mianhae, kau kan ingat pertemuan kita dulu sebentar, aku takjub dengan kau kali ini” soo yoon terkikik geli, dan merapihkan rambutnya yang berantakan
“hahahaha, apa gadis cantikku ini sudah memiliki namja chingu eoh’?”
“yaaak namja chingu.. mengapa kau bertanya itu haaissh” soo yoon mengerucutkan bibirnya saat min hyuk bertanya perilah kisah cintanya, entah mengapa fikirannya melayang terhadap satu nama tak lain ialah lee minho, karena hanya nama pria itulah yang terakhir mengisi hari hari nya sebelum perpisahan di musim panas lalu mengahncurkannya. Soo yoon hanya menatap mihyuk dengan kesal. yang di sambut gelak tawa minhyuk .

Jung Soo Yoon Pov End**

Kang Min Hyuk, lelaki kecil berponi yang dulu menyelamatkanku, kini ia kembali, sepupu jauhku kini ia berada di hadapanku, entah mengapa aku perasaan ku berdegup cepat, sepertinya aliran darahku sedikt meningkat saat ia kembali menariku kedalam pelukkannya. Kang min hyuk sekarang ia Nampak berbeda bahkan wajahnya yang dulu cute perlahan mulai menipis tergantikan oleh sosok kedewasaan dan rahangnya yang tegas tak mengurangi sedikit kadar ketampannya, rambut hitamnya terlihat sangat berantakan bahkan mata nya memancarkan aura yang sama, aura yang hampir saja aku lupakan kehangatan itu kembali terpancar dari manik mata kang min hyuk.

Seharusnya aku mampu mengenalinya dari awal, karena tadi saat di lantai bawah aku menemui bibi park dan paman kang yang berada, mengapa aku tak berfikir  jika min hyuk oppa akan ada disni, aah iya fikiranku tadi terlalu terfokus dalam pria itu. minhoo yaaah aku harus melenyapkan pria itu dari pemikiranku.
Yaa Tuhan, sudah lama aku tak merasakan ini, mengapa perut serta hatiku merasakan seperti di gelitik,. yak sadarlah jung soo yoon ia adalah sepupumu tak mungkin kau jatuh cinta dengan kang minhyuk. mungkin ia telah memiliki kekasih. Namun aku tak dapat bersedih karena barusan min hyuk berucap ia akan menghabiskan waktu liburan musim panasnya ini di gunung seorak.

Kini aku kembali terhanyut dalam cerita indah yang minghyuk oppa tuturkan, aku hanya mampu menatapnya wajah tampannya serta kata kata hangat yang selalu keluar dari bibirnya membuat kesan tersendiri untukku. Tak pernah ada tolakkan sedikit pun saat ia kembali mengajakku untuk berlibur bersamanya ke daerah pegunungan Seorak esok Hari  untuk mendaki gunung dan menikmati beberapa pemandangan indah disana esok hari.

Gunung seorak yang berada di sokcho provinsi Gangwon, memang sangat terkenal dengan keindahan pemandangannya. Aku harap aku dapat bersenang senang disana nanti,  kami juga akan menikmati nikmatnya serta segarnya pemandangan  danau young ra dan pantai sokcho.. aaah beberapa rencana sudah membenak di fikiranku saat liburan nanti. aku tersenyum lepas menanggapi semua perkataan minhyuk yang sedang berceloteh dengan kehidupannya.

- - - At- Seorak- - -

Jung Soo Yoon mengehela nafasnya panjang, sesekali gadis itu menghentikan langkahnya, sesaat setelah mereka baru saja keluar dari kereta gantung yang kini sudah mencapai puncak pegunungan seorak. Lelah sangat lelah itulah yang soo yoon rasakan. Namun sepertinya rasa lelah itu segera tergantikan dengan keindahan pegunungan seorak yang amat memposana. Begitu banyak pepohonan tumbuh dengan rindangnya, hijau hijaunya dedauan serta kesegeran udara sejuk masih dapat di rasakan Daun daun hijau banyak menggantung bebas di antara ranting ranting pohon yang menjulang denga tingginya. Hingga bau tanah basah masih dapat tercium bebas, membuat rongga pernafasan terasa nyaman.Soo Yoon tersenyum senang saat untuk kesekian kalinya pergelangan tangannya di Tarik min hyuk untuk kembali melanjutkan perjalanan melihat pemandangan yang indah di atas sana nantinya

“yak oppa aku lelah berhentilah sebentar ne” soo yoon merengek, menghentikan langkahnya, dan menarik tangan min hyuk yang kini melingkar pas di pergelangan tangannya yang mungil. Gadis itu menunjukkan puppy eyesnya agar pria yang kini di depannya bisa sedikit menghentikan langkah untuk mengambil waktu istirahat sesaat
“yak kau ,padahal sebentar lagi” min hyuk menoleh saat merasakan sebuah tarikan di tangannya. Pria itu membalikkan badan dan terkikik geli saat melihat wajah soo yoon yang sangat memancarkan lelah. Pria itu mengeluarkan sebuah air mineral dari dalam tas ransel yang ia gunakan
“gomawo” soo yoon tersenyum senang, entah mengapa ia merasakan ledakan ledakaan kecil dalam relung hatinya saat melihat senyum indah yang terukir jelas dari bibir min hyuk saat ini, dengan cepatnya ia meminum air mineral itu, sebelum melanjutkan perjalananya
“tunggu” min hyuk menahan soo yoon yang hendak kembali berjalan. ia menunduk dan segera berjongkok. Soo yoon hanya terperangah dengan apa yang min hyuk buat kali ini, pria itu membenarkan tali sepatu soo yoon yang lepas. sebuah sepatu nike berwarna biru yang kini soo yoon gunakan. tanpa sungkan min hyuk membenarkannya dengan cepat.
“ia hanya khawatir denganku karena aku saudara, jangan berharap lebih jung soo yoon” soo yoon berucap lirih terhadap dirinya sendiri, gadis itu terperangah dengan segala sifat sepupunya itu.
Hatinya kembali berlonjak kegirangan, bahkan sampai detik ini gadis itu masih terdiam di tempat kembali membayangkan kejadian beberapa menit yang lalu. sebuah tepukkan halus mendarat di pipinya, dengan senyum khasnya minhyuk kembali menuntun soo yoon untuk kembali berjalan.

Ketika aku melihatmu aku merasa nyaman
 meskipun kau tak menyukai aku seperti ini
Aku bahagia
Ketika kau tersenyum indah dengan matamu
Sinar matahari di hari yang berat
Jika hanya kau yang ada disini itu tak apa-apa. Itu saja
Seluruh kepalaku hanya memikirkanmu
Apakah ini patut untuk di sebut cinta?
Atau inikah hanya cinta sesaat ..
Cinta yang hanya datang sekejap seperti musim panas saat ini??


“woooooaaaah daebak” soo yoon menjerit keras, saat langkah terakhirnya mampu menyamai langkah min hyuk yang kini sudah berada di puncak pegunungan seorak ,soo yoon merntangkan tangannya udara disini cukup dingin tidak sepandan dengan panasnya di bawah sana.
Soo yoon memejamkan matanya, ia menghirup dalam dalam aroma segar yang berada di pegunungan saat ini, gadis itu enggan membuka matanya, sepertinya paru parunya kali ini akan sehat jika berada dalam udara yang segar seperti ini terus
“oppa kajja” soo yoon menarik tangan min hyuk untuk berfoto bersamanya, mengambil beberapa picture gambar .
“biar aku yang memegangnya” min hyuk mengambil alih smarth phone milik soo yoon, dia diam pria itu memeluk pinggang soo yoon dari belakang dan menagmbil foto secara cepat. Jung soo yoon segera membulatkan matanya saat merasakan sebuah tangan melingkar pas di pinggangnya gadis itu sama sekali tak bergaya saat di foto. Namun ia mencoba terbiasa, semburat merah itu terlukis jelas di pipi soo yoon gadis itu tersimpul malu.
 Ia merutuki dirinya sendiri mengapa rasa bahagia itu kembali membucah dengan cepat seperti ini ia berharap taka da satupun yang melihat bersimpul malu seperti ini. Soo yoon segera melangkahkan kakinya menjauh beberapa langkah dari min hyuk. Gadis itu lebih memilih menenangkan dirinya dengan melihat lihat pemandangan yang begitu apik dari puncak pegunungan seorak saat ini
Kang Min Hyuk Pov**
jam tepat menunjukkan  pukul tiga sore sudah seharusnya aku kembali membawa yeoja itu turun, namun sepertinya jung soo yoon masih asik dengan kegiatannya sendiri menjelajahi beberapa tempat disini. Aku hanya mampu memandanginya saat ini, gadis itu sepertinya sudah tumbuh dengan sangat pesat. dulu ia hanya seorang gadi skecil berkucir kuda yang pertama kali ku temui tengah tenggelam , aku terakhir melihatnya saat dalam keadaan gadis itu tak sadarkan diri.

Bahkan kini Jung Soo Yoon amat mempesona, aaah kang min hyuk apa yang kau fikirkan saat ini, aku tak boleh dan tak akan mungkin bisa bersamanya ia saudara ku.
Entah fikiran dari mana, apakah aku menyukainya entahlah. ia hanya sepupuku. yaa tak lebih. dia adalah dongsaeng itu, yaah aku harus menganggapnya sebagai dongsaeng tak lebih. Aku kembali terfokus dalam sosok gadis berambut hitam sebahu yang kini sedang memfoto beberapa pemandangan, namun langkahnya mulai terseok apa mungkin ia lelah.

“yak jung soo yoon” aku segera berlari, saat melihat soo yoon terpeleset se saat, gadis itu meringis kesakitan di sebuah pohon besar.

Aku mencoba membantunya berdiri namun sepertinya gadis itni sedikit terkilir, aku mencoba membuka salah satu sepatunya, kakinya sedikit memerah, mungkin inilah saatnya kami harus kembali dan segera mencari penginapan di bawah sana. Karena aku tak ingin melihat soo yoon lebih cedera dari ini, kami hanya pergi berdua saat ini. Aku terlah berjanji pada  jung  ajhussi akan menjaga soo yoon saat kami berlibur.
Soo yoon ,meringis kesakitan saat aku mencobanya membatunya berdiri, aku putuskan untuk menaruh ransel ku di depan, aku harus menggendong gadis ini.

“neo gwenchana, naiklah ke pundakku kita cari penginapan saat ini arrseo” aku berjongkok di hadapannya, soo yoon hanya memandangku dengan pandangan yang tak dapat di artikan, gadis itu Nampak berfikir sesuatu . Segera ku Tarik tangannya aku dapat merasakan berat beban gadi ini sudah berada di pundakku, syukurlah ia masih bisa baik baik saja. kami harus segera sampai di penginapan sebelum hari menjadi gelap saat ini

Kang Min Hyuk Pov  End**

Jung Soo Yoon mendekap erat tubuh min hyuk, gadis itu kini tak lagi merasakan nyeri di pergelangan kakinya, soo yoon tersenyum simpul ia amat bahagia hari ini. gadis itu memejamkan matanya tanpa banyak bertanya. Dari balik tubuhnya soo yoon mampu merasakan aroma tubuh min hyuk memancar keluar.

Gadis itu kembali terhanyut dalam aroma perpaduan mint dan Bunga ivy yang sangat menyegarkan. Bahkan harum tubuh pria yang kini menggendongnya tak kalah dengan harum dedaunan yang menghijau menimbulkan kesan fresh yang lembut. Soo yoon sedikit berfikir apakah ini harum sebuah parfum bermerk amazingreen yang kemarin malam ia lihat di mejanya . yaah benar itu milik kang min hyuk. Harum parfum yang ia sukai, membuatnya betah berlama lama berada dalam pundak bidang milik kang minhyuk

“oppa, apa kau tak berat?” soo yoon membuka suaranya, berbisik sedikit ke arah telingan min hyuk, ia sedikit merasa tak enak pada min hyuk 
“yaah kau memang berat, namun tak mungkn kan aku membiarkanmu berjalan” min hyuk tertawa geli, ia menolehkan kepalanya se saat, melihat wajah soo yoon yang  tengah memandangnya
“jung soo yoon, yoon-aah” sebuah suara memanggil soo yoon, membuat soo yoon menolehkan kakinya dan menyuruh min hyuk untuk menghentikan langkahnya se saat
“omoo, yeon joo-ya” soo yoon turun dari pundak min hyuk, tangannya bertumpu di tangan min hyuk, soo yoon menahan rasa nyeri di kakinya, saat melihat park yeon jo sahabatnya ternyata tengah berlibur di sini juga
“aigoo, ternyata kau mengambil liburanmu juga, kau kenapa eoh eoh’?” yeon joo memeluk soo yoon, namun ia segera melepaskan pelukkannya yeon joo membulatkan matanya saat melihat lingkar merah yang membekas di kaki sahabatnya , gadis itu menjadi panic
“aah gwenchana hanya sedikit jatuh, mengapa kau tak bilang jika akan kesini aiish apa kau takut aku mengacaukan acara kencanmu dengan kyuhyun sunbaenim” soo yoon tertawa simpul, mendecak pelan melihat yeon joo yang bertingkah  panic saat melihatnya terluka. Ia dapat melihat yeon joo memang pergi dengan cho kyuhyun kekasihnya. Dapat dilihat mereka adalah pasangan serasi. Tangan kyuhyun dengan jelas menggenggam erat tangan park yeon joo. Ia sangat paham sahabatanya itu sangat menyayangi cho kyuhyun yang merupakan sunbaenimnya di sekolah dan sekaligus saingan berat seorang lee min hoo dalam meraih kedudukan sebagai pria terpopuler di sekolah. Ahh lagi lagi nama pria itu, lee min hoo mengalir difikirannya. Soo yoon segera membuang jauh jauh nama itu
“geure, aku saja mendadak kyuhyun oppa yang mengajakku tiba tiba”
“ne aku yang mengajaknya, bahkan aku tak tau soo yoon-ssi jika kau kesini juga, kau bersama……….” cho kyuhyun mengeluarkan suaranya, pria itu tetap menggenggam erat tangan kekasihnya, rasanya ia sangat tak ingin melepaskannya, terlalu klasik bahkan cara meerka menjalin hubungan
“aah yee, kenalkan ini sepupuku” soo yoon melirik min hyuk yang tengah berada di sampingnya
“kang min hyuk imnida” min hyuk tersenyum memperkenalkan dirinya, namun pria itu tetap membantu soo yoon berdiri
“aaah ku kira dia namjachingumu” yeon joo berbisik tepat di telinga soo yoon, membuat soo yoon seikit tersenyum kikuk dan membelalakan matanya, dan di sambut gelak tawa dari yeon joo.
“geure aku akan menemui mu nanti hubungi aku ne” yeon joo kembali melanjutkan langkahnya, ia dan cho kyuhyun kembali berjalan
Sementara beberapa menit kepergian yeon joo, soo yoon dan min hyuk berdiam, sebelum min hyuk memintanya kembali naik ke atas pundaknya membawanya kembali ke dalam penginapan.

- - - AT – Sokcho Beach - - - 

Gadis berambut sebahu itu, terus berteriak riak gembira, menyusuri tepi pantai sokco dengan kaki telanjangannya, ia membiarkan rabutnya tertiup angin pantai pagi ini, pagi yang teramat pagi karena sang surya pun belum mampu memancarkan sinarnya. Namun kaki jung soo yoon sudah menginjakan kakinya di pantai ini sejak setengah jam yang lalu. 

Jung soo yoon membiarkan kaki mulusnya terkena terkaan ombak yang dengan bebasnya menghantam kakinya membuatnya harus terjatuh berkali kali, dan baju yang ia gunakan Nampak basah, namun nampaknya gadis itu sama sekali tak memusingkan penampilannya

“yak oppaa cepat kesini” soo yoon berteriak keras, saat gadis itu sudah berada di ujung pantai sokchon, memperhatikan min hyuk yang kini tengah sibuk memotret dan merekamnya dari jauh . brulang kali soo yoon melakukan tingkah tingkah lucu seperti bocah kecil, membuat min hyuk terkikik geli.

Bahkan beberapa kali min hyuk masih menguap karena rasa kantuknya, namun sepertinya rasa kantuk itu mampu terkalahkan oleh senyum indah yang terukir indah dari bibir jung soo yoon. Kang min hyuk begitu sangat terpesona dengan senyuman gadis manja ini. Gadis yang kini tengah mendang nendangkan kakinya secara bebas ke arah pasir pantai. 

“wooaaah oppa abadikan moment ini kajja” soo yoon berteriak keras, dan mengarahkan handycamp yang tengah min hyuk genggam ke arah matahari yang baru saja naik, menampakan keindahannya di balik indahnya lautan pantai sokchon. Wrna orange itu mampu membelah banyaknya ombak yang melintas dengan kerasnya
“kau menyukai sunrise ini huum” min hyuk memandang soo yoon yang kini tengah di sibukkan dengan pandangan menakjubkan .
“sangaat aku sangat menyukainya” soo yoon tak melepaskan pandangannya dari pemandangan indah yang kini berada jelas di depan matanya, bahkan ia tak menyadari satu tangannya kini tengah berada di genggaman min hyuk, ia terlalu fokius dalam pemandangan indah pagi hari ini

“sepertinya kau sangat menyukai liburan musim panas huum?”
“molla, bahkan mungkin sebenarnya aku tak menginginkan musim panas datang” sontak soo yoon mengalihkan pandangananya mendengar perkataan yang keluar dari mulut min hyuk beberapa detik yang lalu, musim panas??. Entahlah semenjak kejadian itu entah mengapa soo yoon tak begitu menyukai datangnya liburan musim panas, karena musim panas tahun lalu baginya sangat surram, ia tak ingin kembali mengingat itu semua
“wae apa kau tak menyukai liburan bersamaku ini” min hyuk memandang  soo yoon dengan  penuh Tanya
“aniya bukan begitu, aku menyukai ini sangat menyukainya”
Kang min hyuk hanya mampu menatap soo yoon, sepertinya ada yang di sembunyikan gadis ini, namun entah apa ia sendiri pun tak mengetahuinya. Jung soo yoon kembali terfokus kepada lautan indah yang kini masih berada di hadapannya.
Entah siapa yang memulai percikan percikan air pantai pagi itu mampu membuat tubuh soo yoon dan min hyuk basah kuyup, mereka bermain dengan amat gembira. Celotehan konyol serta tawa menonisai liburan kali ini. Soo yoon meloloskan dirinya dari tubuh min hyuk yang hendak melemparkan ke tengah pantai, membuat minhyuk terus menegjarnya.
Apakah ini semua wajar di alami seorang sepupu,??
merasakan hal yang begitu nyaman hal yeng begitu berbeda namun entahlah biarkan semua berjalan dengan begitu apiknya, dan hanya mampu mengikuti scenario waktu yang menentukan…
“oppa” soo yoon mengerucutkan bibirnya, saat gadis itu baru saja keluar dari kamar mandi, menemui min hyuk di kamarnya, gadis itu merengek kesakitan sembari memegangi kakinya, soo yoon terjatuh saat di kamar mandi sore ini. Gadis itu merengek luka memar di dengkulnya terlihat sangat jelas
“hahahaha wajahmu” min hyuk tertawa keras, melihat wajah soo yoon yang di tekuk saat menceritakan gadis itu terpeles terjungkal di kamar mandi, bahkan mun hyuk tak bisa menahan rasa geli di perutnya saat mendengarkan penuturan kata soo yoon. Ingin rasanya ia mengabadikan moment saat wajah gadis yang kini di hadapannya menekuk wajahya dan Nampak sangat lusuh seperti ini.
Min hyuk tertawa lagi dan lagi tertawa, membuat soo yoon sedikit jengah, mengapa sepertinya min hyuk senang sekali , ia memukul lengan min hyuk, membuat pria itu menghentikan tawanya, kembali memeriksa luka memar yang berada di kaki soo yoon, raut wajah min hyuk langsung berubah. 

Entah mengapa pria itu dengan cekatan mencari segala obat di penjuru kamar penginapannya saat ini, untuk mengobati luka soo yoon. pria itu dengan sabarya mengusapkan beberapa alkhohol untuk membersihkan luka memar. Jung soo Yoon memandang min hyuk dengan seksama gadis itu tersenyum, pria ini beguti telaten.

Sudah satu minggu mereka berada di Sokco, dan inilah hari terakhir kang ming hyuk dan jung soo yoon berlibur. soo yoon menyeret koper kecilnya ke arah audi putih milik min hyuk yang sudah terparkir tepat di depan penginapannya. Min hyuk sedikit membuka kaca mobilnya, membuka kaca mata hitam yang sedari tadi bertengger di depan matanya. membatu soo yoon memasukan semua barang barang ke daalm bagasi mobilnya.

Setelah satu minggu ini mereka menghabiskan waktu bersama, tak dapat di pungkiri rasa kasih sayang itu muncul dengan sendirinya, rasa ingin memeliki lebih. Namun tidak mungkin. Mereka hanya hanya mampu menyimpannya sendiri dan selamanya mampu merahasiakan , dan hanya merasakannya sendiri.

“ku harap kau tak menyesal mengikuti jejak liburan musim panas bersamaku” min hyuk membuka percakapan itu, sejak mereka dalam perjalanan soo yoon terus mengunci bibirnya ia tak tau harus berbicara apa pada min hyuk, ini merupakan puncak akhir kebersamaannya bersama min hyuk. Setelah mengantarkan soo yoon pulang kerumah, minhyuk akan langsung kembali ke bussan.
“aku sama sekali tak menyesal , oppa apa kau akan segera pulang nantinya?” soo yoon menatap min hyuk yang kini tengah sibuk menyetir, gadis itu menatap wajah min hyuk, wajah yang mungkin nantinya akan sangat ia rindukan
“yaa, kau harus berjanji kau harus dengan baik mengikuti ujian masuk universitasmu, janga dulu kau memikirkan masalah kekasih atau pria lain. entahlah mungkin aku akan sedikit cemburu jika kau dekat dengan pria. kau harus menggapai cita cita mu dulu arraseo” min hyuk memberanikkan dirinya berkata seperti ini, tangannya terulur sedikt untuk meneglus puncak kepala soo yoon, membuat gadis itu menatap min hyuk dengan mata yang  berkaca kaca
“ne aku berjanji padamu oppa, kau juga harus janji akan kembali lagi dan sering menemuiku” soo yoon memeluk min hyuk, gadis itu menangis. sesungguhnya ia tak menginginkan perpisahan ini
“ne aku janji. saranghae” chuuup..
satu kecupan hangat mendarat di kening soo yoon, semakin menambah rasa sedih itu menguasi fikiran jung soo yoon

Good bye summer
I remember when we were yelled
I don’t know why it was so fun
The’brother and sister’ label
is a label that I got to hate
the feelings I’ve hid still remain
as a painful secret memory
The photos that can’t define
our relationship is a heartbreaking story
I’m sorry…
I’m sorry summer
now,
I say goodbye
I love you……

Aku tau ini bahkan terlalu mustahil aku rasakan, di ujung liburan ini aku hanya ingin menyampaikan biarkan aku menyimpan rasa cintaku sendiri terhadapmu min hyuk, aku benci status saudara yang melekat pada kita saat ini, namun aku sama sekali tak mampu berbuat apapun. Hanya mampu menatapmu dan menyaksikan senyum serta mampu merasakan hangatnya pelukmu itu bahkan cukup.

Terimakasih Kang min hyuk, telah memberikan warna terindah di dalam musim panas ku kali ini. 

Good bye summer
- - -  Jung Soo Yoon- - -


Tidak ada komentar:

Posting Komentar