Jumat, 19 September 2014

fanfiction "mianhae chagiya"



FF             “MIANHAE CHAGIYA ”
Genre   : Angst, Sad,romance??,maybe  :p
 Lenght  :one shoot
Cast      : Cho kyuhyun,
                Park Yeon Joo
                Yoon Sora
                 Lee Donghae

Lagi lagi gadis itu hanya merunduk menatap pergerakkan daun daun yang tengah berguguran di bawah sebuah pohon maple, warna kuning ke emasannya sangat khas menyelimuti sebagian tanah yang hanya di tutupi gugurnya daun daun, perlahan gadis berambut hitam pekat itu mendudukan dirinya pada sebuah bangku kayu cokelat, seperti biasanya gadis itu kembali memainkan lensa kameranya untuk membidik suatu gambar yang ia suka. Satu senyuman terlintas dari wajah gadis itu, namun tak mampu menutupi segala perasaan sakit hati yang terus bersarang di hatinya, lukanya terlalu besar untuk hanya tertutupi oleh kilasan kilasan senyum palsu yang selalu ia berikan.

Park yeon joo nama gadis itu, dengan kedua mata hitamnya, ia terus terfokus pada daun daun kering yang berserakan entah mengapa ia sangat menyukai musim gugur membuatnya tenang membuatnya merasa semua bebannya hilang terbawa oleh dinginnya angin yang berhembus, sesekali ia membenarkan letak mantel biru yang ia kenakan, cuaca seoul kali ini sangatlah dingin mengingat angin musim gugur tengah berhembus..

“ apa yang kau lakukan?” sepasang tangan menepuk pundak yeon joo , membuat gadis itu menoleh kebelakang, senyum nya terpancarkan saat melihat sosok yang ia temui .Yeon joo bangkit dari duduknya segera memasukkan kameranya kedalam tas kulit cokelat yang sedari tadi ia genggam..
“hanya memotret dedauan itu, tak lebih” yeon joo meraih tangan seorang namja yang tengah berada di hadapannya, membawa nya untuk kembali duduk di bangku cokelat itu, menunggu matahari yang sebentar lagi akan tertidur..

“kau tak berubah, baiklah aku akan menemani mu” suara berat itu  menyambut genggaman tangan yeon joo yang kian mempererat genggamannya, namja itu menaikan alisnya saat merasakan genggaman tangan yeon joo di tanganya semakin menguat..

Park YeonJoo POV ^^
           
Sosoknya kembali berdiri di hadapanku, membuat seluruh tubuhku kembali menegang, melihat senyumnya tak ada yang berubah tetap sama, senyum manisnya kehangatan tangannya saat aku genggam.Bisakah aku merasakan hal ini lebih lama lagi, atau memang semua ini telah berakhir, atau semua perjanjian ini tak akan berjalan lama lagi. Mengapa sikapmu begitu hangat jika semua ini toh akan berakhir, mengapa semua ini akan terasa sulit, entahlah apakah aku masih mampu menatap matamu nantinya setelah semua ini berakhir, kembali ku buka mataku saat cahaya kuning memasuki pengelihatanku, sang surya akan tertidur, ini lah yang ku suka, kejadian setahun yang lalu kembali terjadi aku kembali melihatnya disini bersamu mu, menikmati musim gugur ini. Mungkinkah ini yang terakhir nya aku menikmati musim gugur ini bersamamu, aku mohon jika memang ini terakhir, hentikanlah waktu saat ini, biarkan aku terus menggenggam tanganmu…

“kau menangis” namja itu mengusap rambut yeon joo, memperhatikan yeon joo yang tengah bersandar pada bahunya..
“aniya, aku tak menangis” yeon joo tersenyum simpul, ia kembali mengeluarkan kameranya, mengarahkan pada pemandangan langit sore untuk ia abadikan gambarnya..
“jangan mencoba membohongi ku” namja itu merebut paksa kamera yang ada di tangan yeon joo, mentap kedua mata hitam gadis yang saat ini tengah mati matian menyembunyikan air matanya..
“kyunie, “ yeon joo menundukkan kepalanya, ia menyandarkan kepalanya pada dada bidang kyuhyun..
“uljjima, uljjima” kyuhyun mendekap erat tubuh yeon joo, membawanya kembali kedalam pelukkannya, ia paham betul apa yang yeoja ini fikirkan..
“apakah waktunya akan segera habis, tak bisakah ini di perlama,tak bisakah ini semua kembali di putar , jawab aku kyu, jawab aku” yeon joo semakin terisak, ia tak mampu lagi menyembuyikan buliran bening yang keluar dari pelupuk matanya..
“ssst, mianahe mianahe, aku tau ini salahku, maafkan aku, “ kyuhyun mengusap punggung yeon joo, membiarkan yeon joo semaki mencengkran kerah kemeja yang ia gunakan..
“aku yang bodoh, seharusnya aku tak menumbuhkan rasa ini, seharusnya aku membuang jauh jauh perasaan ku, karena aku tau kita akan berakhir, seharusnya kau tak perlu mengungkapkan perasaan mu kyu, sehingga aku tak perlu terbawa arus matamu yang semakin membawa ku untuk sulit melepasmu..” yeon joo bergumam pelan, ia sedikit menjauhkan dirinya, saat ia benar benar merasa tenang, dan mengusap sedikit air mata yang tersisa di pelupuk matanya..

Ddrtt..drrtt


yeon joo mendongakan kepalanya, menatap kyuhyun yang sedang memainkan ponselnya, seperti nya ia mendapatkan pesan
“nuguya?” yeon joo mem buka suaranya yang masih sangat bergetar.
“yoon sora” kyuhyun menjawab dengan wajahnya yang datar dan penuh penekanan, ia mmenatap lurus wajah yeon joo yang tertunduk lemah..
“pergilah, dia lebih membutuhkan mu” yeon joo tersenyum kecut, menghirup oksigen yang ada di sekitarnya untuk mengisi paru parunya yang hamper saja kehabisan oksigen membuat sesak di paru parunya,,
“tapi, kau” kyuhyun memajukkan tubuhnya, dan kembali memasukan ponselnya ke dalam saku mantelnya..
“gwenchana pergilah, aku baik baik saja” yeon joo menyentuh kedua tangan kyuhyun menggenggam nya erat..
“baiklah aku akan menemui mu lagi ,nanti” secepat kilat kyuhyun mengecup puncak kepala yeon joo, dan ia segera melangkahkan kakinya menuju audi hitam miliknya yang ia parkirkan di depan taman , dengan langkah tergesa kyuhyun pergi…
Park YeonJoo pov end^^

*****

Author POV^^

Yeon joo hanya menatap secangkir cokelat hangat yang sedari tadi ia pegang, tak berniat meminumnya ataupun membuangnya, membiarkan asap asap putih kecil mengepul di atas cokelat panas itu, ia tersenyum kecut menatap langit malam dari balik balkon kamarnya, memori setahun yang lalu kembali terputar di limit otaknya, membuatnya kembali tersenyum penuh arti.

 Yeon joo meletakkan gelas itu di meja kayu yang ada di hadapannya, Ia berniat menghubungi namjanya, yeon joo meraih ponselnya menggerak gerakkan jarinya pada layar ponsel tersebut, mencari nama yang tertera nama namja yang selalu berlalu lalang di fikirannya, masih mampu dan pantaskan yeon joo menyebut kyuhyun sebagai namjanya, ya namjanya hanya dalam kontrak perjanjian, namun perjanjian itu telah terlampui batas, membuat perasaannya ikut terbawa yang mengakibatkan dirinya terjatuh terlalu dalam dalam perasaan itu, tak sanggup lagi mengais bangun dari perasaan itu.

Perasaan yang di sebut cinta datang mengalir seiring waktu kebersamaan mereka, menjalani sebuah kontrak yang pada akihrnya berakhir, seharusnya dari awal gadis itu mampu mengontrol perasaan agar tak jatuh terlalu dalam, namun usahanya sia sia ia tetap terjatuh kedalam pandangan hangat milik seorang namja bernama cho kyuhyun..

Yeon joo memejamkan matanya perlahan, membuat semua memori yang ia kubur rapat rapat kembali terbuka, memori terindah yang pernah ia miliki..

Flashback**

“Yaak, yaaak! Joo-ah yeonjoo tunggu aku, ku mohon bantulah aku jebal” seorang namja dengan berlari sambil menenteng beberapa berkas mata kuliahnya,  menghapiri yeon joo yang tengah asik membaca novel kesukaannya
“aiish jinjjayo, apa yang kau lakukan, berhenti merengek seperti itu..” yeon joo menggeram marah, ia tetap tak mengalihkan pandangannya dari novel yang sedang ia baca..
“dengarkan aku , hanya kau yang bisa menolong ku jebbal” namja berambut cokelat itu menjatuhkan beberapa berkas yang ada di tanganya, hanya demi untuk meraih kedua tangan yeoja yang ada di depannya saat ini..

“mengapa harus aku kyunie, aku tak bisa, kau cari saja yeoja lain di kampus ini yang sangat tergila gila padamu pasti mereka mau membantumu” yeon joo mencoba melepaskan tangannya dari genggaman tangan cho kyuhyun yang merupakan teman sekampusnya.
“justru hanya kau yang bisa membantuku, mereka semua memiliki perasaan padaku, semua yeoja itu tergila gila padaku, hanya kau yang tidak hanya kau yeoja bodoh tak jatuh dalam pesona cho kyuhyun, jebal bantulah aku, yeonie-ya” kyuhyun menunjukkan puppy eyesnya, dan kembali merengek..
“yak mengapa kau memanggil ku dengan sebutan itu, apa kau bilang yeonie-ya , hentikan itu paboo” yeonjoo mengalihkan pandangannya, jantungnya berdegup sangat kencang saat namja ini kembali memanggilnya dengan sebutan kecilnya , nama yang dulu kyuhyun berikan saat mereka masih kecil..
“ aku akan terus memanggil mu yeonie-ya , jebal bantulah aku ne ne ne, hanya kau yang bisa, apa kau tega membiarkan temanmu yang tampan ini di jodohkan dengan yeoja yang tak jelas, apa kau tega melihat aku menikah muda dengan gadis yang tak ku kenal..” 

“baiklah aku akan membantumu” yeon joo akhirnya menyerah, ia mendengus pasrah, saat ia menyetujui permintaan kyuhyun untuk menolongnya , menjadikannya ‘KEKASIH PALSU’ di depan kedua orang tua kyuhyun, agar kyuhyun tak di jodohkan, mungkin ini terdengar sangatlah gila, namun lagi lagi yeon joo tak dapat menolak segala keinginan kyuhyun, ia sangat salah besar jika ia tak mengatakan ia tak jatuh dalam pesona seorang cho kyuhyun, bahkan jauh sebelum semua yeoja yeoja di kampus ini tergila gila dengan kyuhyun, ia sudah terlebih dahulu jatauh kedalam pesona seorang cho kyuhyun..
“jinjja ahhh, gomawo yeonie-ya” dengan gerakkan cepat kyuhyun memeluk erat yeon joo tak memperdulikkan tatapan seluruh mahasiswa yang sedang berjalan di tengah lorong lorong kampus…
“aaissh hentikan bodoh, aku tak bisa bernafas” yeon joo memukul punggung kyuhyun, ia mengatur nafasnya, pelukkan hangat dari kyuhyun selalu ia rasakan..
“ahh mianahae chagiya”
“apa kau bilang chagiya hentikan itu bodoh, kau ingat aku hanya kekasih palsu mu, “ yeonjoo kembali membuka novelnya dn berniat untuk kembali membacanya..
“baiklah baiklah kau hanya kekasih palsu ku, kau puas, aku akan mencari kekasih nyata untukku kau dengar itu nona park, aku akan terbebas dari perjodohan itu dan akan segera mencari kekasih nyata untukku” kyuhyun tersenyum puas, ia kembali meraih berkas berkas mata kuliahnya yang tergeletak di lantai,..
“ aku harap akau tak akan terbawa suasana kyu, aku harap aku dapat mengontrol perasaan ku saat aku menjadi kekasih palsu mu nanti” yeonjoo terdiam ia bergumam pelan, hatinya terasa sakit seperti ada ribuan jarum yang mengahapirinya mendengar perkataan kyuhyun akan mencari kekasih nyata untuk dirinya, yeonjoo membalikkan tubuhnya dan segera berjalan tergesa gesa..
“ joo-ah kau mau kemana eoh”. Yeonie-ya jawab aku yeoni-ya” kyuhyun segera berlari menyusul kepergian yeon joo secara tiba tiba..

Flashback end**

Park YeonJoo pov^^

Kejadian itu masih terus ku ingat, kejadian yang membuat seluruh darahku terpompa dengan kerasnya, detak jantungku bergerak tak menentu, kau meminta ku menjadi kekasihmu, yaa lebih tepatnya kekasih palsu mu. Cho kyuhyun seharusnya aku tidak merasa senang tapi menjadi kekasih palsu untukmu itu sudah sangat cukup, aku tau bahkan sangat tau sejak awal kita pasti akan berakhir meski entah itu kapan, dan sekarang itu lah waktunya kau telah menemukan kekasih sesungguhnya untukmu seharusnya aku mampu melepasmu seharusnya aku mampu kembali tersenyum. 

Selama ini kau terus saja mencoba membongkar semua pertahanan ku agar aku terjatuh dalam kedua matamu, apa kau tak paham kyu, atau kau sengaja tak peduli semua sikapmu kehangatan mu yang kau berikan dapat membuat banteng yang telah aku susun hancur berantakan, banteng pertahanan yang seharusnya mampu membuat dan membantu ku agar tak terjatuh dalam perasaan mu, namun mengapa lagi lagi kau memperlakukan ku layaknya kekasih sesungguhanmu..

Cho kyuhyun apa ini semua kesalahan ku apa semua ini kebodohan ku, dengan mudahnya aku terjatuh dalam pesona mu, dalam kehangatan jiwamu, yang mungkin tak seharusnya kau memberikan itu semua, kembalikan lagi kekuatan ku agar aku mampu memberikan lagi senyuman ku di setiap hari hari yang akan ku lewati nanti tanpa dirimu kyunie-ya...

If we love each other, or just me who loves you..?
I know this is will end, but I was not ready..
Why do you always bring happiness, but it will end,, right?
I was very scared without you..
How I’m ready to let you go?
Whether I can still hold you go??
Whether I can say “ don’t go please” ….??

Park YeonJoo  POV END^^

*****

Author POV^^

Audi hitam milik kyuhyun berjalan dengan cepat membelah jalanan kota seoul, sejak pagi buta ia telah bersiap menuju rumah yeon joo, mungkin inilah yang bisa kyuhyun berikan pada yeon joo sebelum mereka benar akan terpisah, ia menghentikan mobilnya berfikir sejenak akankah ini jalan yang ia pilih, ia melepaskan yeon joo dan segera menikahi yoon sora, gadis yang baru beberapa bulan lalu ia pacari, ia sendiri pun tak tau perasaan seperti apa yang menyelimuti dirinya terhadap yeon joo tak dapat dipungkiri ia selalu merasa nyaman bahkan tak bisa jauh dari yeonjoo, namun ia pun tak dapat mengelak lagi pesona seorang yoon sora seorang model kelas atas ,namun ia masih tak dapat memastikan ia tak mendapatkan kenyaman atau bahkan kehangatan saat ia berada di dekat sora justru hanya obsesi lah yang membelenggunya..

Kyuhyun mendengus pelan, melirik sekilas rangkaian bunga champion putih kesukaan yeon joo yang ia bawa, kyuhyun tersenyum samar, ia kembali menginjak pedal gas audi hitamnya ..

“kyu, kau harus bisa melepas salah satunya kau tak bisa mempertahankan keduanya, kau tak merasa ada yang lain dari yeon joo kau tak melihat pancaran matanya ia membutuhkan mu bahkan tulus padamu, kau harus bisa memilih kyu” kata kata donghae yang merupakan teman sekantornya terus menerus terngiang di benaknya, ia tak habis fikir mengapa waktu berjalan dengan sangatlah cepat, apakah kontrak nya dengan yeon joo akan segera habis, mengapa ia terlalu bodoh dan begitu cepat menemukan kekasih sesungguhnya untuk dirinya, mengapa ia bisa bisa tak memperdulikkan itu, atau ia bahkan terlalu tuli untuk mendengar setiap jerit tangis yang selalu yeon joo lontarkan saat gadis itu kembali melihat kyuhyun harus besama sora, ini memang kesalahannya yang membawa dan menyeret yeon joo kedalam jurang permasalahnya, mengapa ia dulu begitu bodoh meminta yeon joo menjadi kekasih palsu untuknya, ia sungguh tak sadar perbuatannya selama ini membuat lubang besar di relung hati gadis itu. Kyuhyun hanya bisa mendengus pelan memikirkan itu semua, seadainya ia dulu ia tak meminta yeon joo untuk membantunya pasti yeon joo tak akan sesakit ini, pasti gadis nya tak akan terus menerus menangis, yeon joo tak akan mengeluarkan buliran bulira bening itu terus menerus dari elupuk matanya..
“arrrghhhhhg” kyuhyun meletakkan wajahnya di antara tanganya yang terletak di setir mobil…..
-----

“kyu, neo?” yeon joo terperangah keget, saat mendapati kyuhyun berada di depan pintu apartement nya dengan membawa sebuket bunga champion kesukaannya, ia terdiam menunggu reaksi kyuhyun selanjutnya, kejadian ini kembali terulang kembali menghampirinya, ,aktifitas yang selalu kyuhyun lakukan dulu setiap akhir pekan membawakan nya berbagai macam Bungan champion, namun aktifitas itu terhenti ketika datangnya seorang yoon sora .Kali ini yeon jo menatap kyuhyun penuh Tanya, mengapa kyuhyun kembali melakukan ini, ia mencengkram erat ujung piyama yang ia gunakan..

“ne, kau baru bangun eoh , sudah jam berapa ini lihat rambutmu begitu berantakan hmm, matamu kau……” kyuhyun mengusap rambut yeon joo perlahan, Ia paham betul pasti tadi malam yeon joo kembali menangis matanya terlihat sembab..
“wae?, aku baik baik saja, kau saja yang bodoh ini masih jam 6 kau sudah mengunjungi ku, kau menggangu tidur ku kyunie-ya” yeon joo menyusul kepergian kyuhyun untuk memasuki apartemant nya, dengan sigapnya kyuhyun meraih vas bunga keramik yang ada di meja kaca , meletakan Bungan champion itu kedalam vas, yeon joo hanya terdiam melihat tingkah kyuhyun..
“mengapa kau diam eoh, cepat buatkan aku sarapan aku ingin memakan bubur buatanmu arraseo” kyuhyun membuka mantelnya meletakkannya di sofa berwarna peach yang sedang ia duduki saat ini..
“kau sakit kyu, kau ingin bubur tak biasnya , gwenchanayo?” yeon joo berlari kecil mendekati kyuhyun meletakkan salah satu telapak tanganya di kening kyuhyun, memastikan suhu tubuh kyuhyun baik baik saja..
“gwencahana, palli aku sangat lapar chagiya” kyuhyun tersenyum dan mengecup sekilas bibir yeon joo..
“eoh’, baiklah tunggu sebentar” yeon joo mengerjapkan matanya berulang saat kyuhyun kembali memperlakukannya sebagai layakanya seorang kekasih, ia ingin menolak semua ini namun fikirannya kembali membeku saat menatap kedua bola mata coklelat milik kyuhyun ia hanya mampu melihat dan menikmati setiap perlakuan kyuhyun..

Park YeonJoo POV^^

Apa ini, mengapa secepat ini waktu berjalan lagi lagi kau datang dengan segala kehangatanmu seharusnya aku mampu menolak kedatangan mu seharusnya aku mampu membangun lagi pertahanan ku untuk menghadapi mu, namun mengapa semua ini terasa membeku mengapa aku hanya bisa terdiam. Naneun pabboya park yeon joo.Aku tau ini akan berakhir ya kita akan berakhir kehangatan mu akan segera mencair, mungkin hanya aku yang terlalu bodoh tak dapat membenci mu.
Lihatlah aku kembali membawa semangkuk bubur yang kau minta kyuhyun, aku ingin melupakan sejenak semua ini, izinkan aku sekali saja mementingkan ke egoisan ku, untuk kembali menikmati setiap waktunya denganmu..

“bagunlah, kau meminta sarapan , palli ireona kyu”  ku letakkan semangkuk bubur yang masih hangat di atas meja, namun lihatlah apa yang namja ini lakukan ia malah tertidur, ku telusuri setiap lekuk wajahnya akankah aku dapat kembali melihat matanya yang terpejam hidungnya, serta kehangatan matanya…
“tunggu, sebentar arra” apa yang namja ini lakukan mengapa ia malah menarik ku kedalam pelukkananya, matanya masih terpejam, ingin aku melepaskan pelukkan ini aku semakin takut untuk melepasnya, namun segala fikiran ku kembali terpusat padanya menuntun ku untuk menikmati segala prilakunya hari ini, hembusan nafasnya sangat terasa di kulit leherku, aku menatapnya sebentar, ia masih terus terpejam..
“ayolah bangun, masih banyak yang harus ku kerjakan hari ini, sebenarnya ada apa denganmu hm?” yeon joo sefikit berbisik ke arah telinga kyuhyun, ia sedikit melonggarkan pelukkannya..
“kau selalu saja seperti ini merusak moment romantisku, batalkan semua jadwalmu hari ini , terus bersamaku arraseo, aku tak menerima penolakkan apapun darimu” kyuhyun bangkit dari duduknya, ia mengambil mangkuk yang beriskan bubur ,asap putih masih mengepul di atas bubur itu, membuat tangan kyuhyun sedikit kepanasan untuk menyanggah maangkuk tersebut..
“aniya aku tak bisa, aku harus ke kampus hari ini kau tau kan aku harus segera menyusun skripsi ku aku tak bisa pergi” yeon joo mmencoba menolak ia memejamkan matanya, mencoba membohongi dirinya sendiri untuk tak menerima ajakkan kyuhyun..
Gheojhitmal! Aku bahkan malam tadi sudah mengekori dosen mu itu, kau tak ada jadwal kau tak ada jam hari ini, jebal ku mohon ikutlah temani aku”kyuhyun menatap yeon joo perlahan, ia ssangat tau yeja nya kini mencoba menghindarinya..
“aniya aku tak bisa, kau bisa mengajak pergi sora ia pasti bisa, pergilah denganya, dengan kekasihmu kyunie-ya” yeon joo memperlahan suaranya, memberi penekanan disetiap kalimat yang ia ucapkan…
“jebal, ikutlah denganku , aku minta untuk yang terakhir kalinya ku mohon biarkan aku bersamamu hari ini” kyuhyun membalikkan tubuh yeon joo untuk menghadapnya, dan kembali meletakkan mangkuk yang sedari tadi ia pegang..

“kau fikir dengan kita menghabiskan waktu berasama itu akan mengahpus semuanya, hentikan semua ini kyunie-ya jebal, kau fikir setelah kau membawaku bersenang senang dan lalu kau pergi ,aku akan baik baik saja eoh’? , aku bukan seorang anak kecil lagi kyu , jebal aku tak bisa” yeon jo menundukkan kepalanya, ia tak bisa lagi menahan isak tangisnya, pelupuk matanya kini telah dipenuhi air matanya..
“aku tau, ku mohon izinkan aku hanya itu yang bisa kuminta, jebal yeonie-ya jebalyo” kyuhyun mengangkat wajah yeon joo , menatapnya seksama mengusap perlahan air mmata yag semakin jatuh membasahi pipi yeon joo..

Park Yeon joo POV END^^
----------
Author POV^^

Untunglah pagi ini langit seoul dapat memancarkan cahaya surya nya, membuang dingin nya musim gugur ini tetap terasa hangat, yeon joo dengan seksama terus memperhatikan cahaya surya yang baru saja terbit dan terbangun dari tidurnya, ia merentangkan tanganya perlahan merasakan hembusan angin yang terus menghampiri tubuhnya, sejak sepuluh menit yang lalu ia telah berada di pantai ini, pantai yang sangat tenang, tempat dimana dulu ia selalu menghabiskan waktu kecilnya bersama kyuhyun. Akhirnya ia pun memutuskan untuk memilih pergi dengan kyuhyun hari ini, meski ia sangat tau mungkin inilah yang disebut kencan terakhir untuknya, kencan menjadi seorang kekasih palsu bagi cho kyuhyun, mengingat hal itu membuat yeon joo kembali merasakan sesak. Ia hanya menendang pasir putih yang terus menghantam telapak kakinya tersenyum samar saat merasakan sepasang tangan melinggkar di pingganganya, menarik tubuhnya untuk berada dalam pelukkan kehangatan di tengah musim gugur ini..

“apa yang kau lakukan hmm, aku mencari mu , mengapa kau meninggalkanku sejak turun dari mobil tadi ?” kyuhyun mengeratkan jari jarinya melingkar pas di pinggang yeon joo, memeluknya semakin erat seolah gadis itu akan rapuh jika tak ada dalam pelukkannya..
“mianhae, aku mengira kita tak akan terlambat melihat matahari terbit , aku terburu buru untuk melihatnya” yeon joo melonggarkan pelukkannya berjalan ke arah tepi pantai ,sesekali kaki jenjangnya di terjang oleh ombak ombak kecil, tak sedkit pun gadis itu merasa udara dingin menyelimutinya..
“baiklah besok kita akan melihat matahari terbit, apa kau mau” kyuhyun segera mengejar langkah kaki yeon joo, ia membalikkan tubuhnya berjalan mundur agar tetap memandang wajah yeoja yang ia sayangi..
“kau lupa, ini kencan terakhir kita ini pertemuan terakhir kita , setelah hari ini ku harap semuanya akan baik baik saja kyunie-ya”
“mianhae”kyuhyun tertunduk lemah, ia tak mampu mengungkapkan sepatah kata pun, ia tau begitu banyak luka yang ia torehkan kepada gadis yang ada di depannya saat ini
“berhentilah berucap maaf, bukankah kau sendiri yang bilang jangan bahas apapun mengenai sora ataupun mengenai perpisahkan kita nanti, kau lupa tuan cho” yeonjoo terduduk di atas pasir putih membiarkan bagian dress berwarna peach yang ia gunakan di basahi oleh genangan ombak pinggir pantai
“arraseo” kyuhyun mendaratkan bokongnya di antara ombak ombak kecil, ia meraih kepala yeon joo untuk de letakkan di pundaknya, menikmati ombak laut yang menerpa tubuh keduanya..
“ini untukmu yeonie-ya” kyuhyun mengambil air dengan telapak tanganya, ia cipratkan ke arah wajah yeon jo, membuat yeon joo terbelalak kaget,
“neo, awas kau kyu” yeon joo kembali membalas perbuatan, mereka kembali terlarut dalam permainan air yang mereka cipratkan sendiri tak kyuhyun pedulikan bajunya yang telah basah hawa dingin menerpa tubhnya sangat tak ia pedulikan, melihat tawa yeon joo sudah dapat membuat seluruh tubuhnya mendapatkan kehangatan.
“aissh kau lihat yeoni-ya baju kita menjadi basah, nappeun yeoja” kyuhyun mengelus kepala yeon joo perlahan yang kini berada dalam gendongannya di belakang.
“turunkan aku kyu, haruskah kau menggendongku aku ingin berjalan” yeonjoo memukul kecil pundak kyuhyun ia masih sedikit geram karena tadi secara tiba tiba kyuhyun menyuruhnya untuk naik kepundaknya
“aniya aniya, ini hukuman untukmu kau membuat pakaian ku basah” langkah kyuhyun semakin di percepat menuju sebuah rumah kayu tempat penginapan yang berada di pinggir pantai tersebut, untuk sekedar mengganti pakaiannya dan memakan beberapa makanan hangat yang ada disana.
“kau yang memulainya, aishh jinjjayo turunkan aku pabbo “ yeon joo menunduk pasrah ia sangat paham betul sifat kyuhyun yang sama sekali tak bisa di bantah …


-------------------
Cho Kyuhyun POV^^
Senyumnya kembali terlihat, sungguh aku merindukkan itu yeonie-ya terus lah seperti itu, mianhae hanya itu yang selalu bisa aku katakan. Kau berhak membenci ku saat nanti kita benar benar akan berakhir , tapi entahlah apa aku sanggup melihat mu membenci ku, kau dulu gadis kecil yang selalu berlari saat hujan datang gadis kecilku yang selalu dihiasi kuciran dua di rambutmu, yang selalu menyebut ku kyunie-ya, aku sangat merindukkanmu, aku benar benar berharap esok hari saat kita terpisah aku mampu melepas gadis kecilku, aku yang sangatlah bodoh naapeun namja yaa itu lah aku . 

Seharusnya dari awal aku mampu merasakan aku menyayangimu lebih dari sekedar pertemanan , namun mengapa aku baru menyadarinya saat sora telah handir, aku tak mungkin begitu saja meninggalkan sora, kau tau seminggu lagi pernikahan ku dengan sora akan di laksanakan, maafkan nappeun namja mu ini yeonie-ya. Mianhae jeongmal mianhae, saat ciuman pertamaku kau yang membuatnya, sungguh ciuman itu bukanlah bagian kontrak yang telah kita buat, itu aku melakkukannya dengan tulus ku harap dengan itu kau mengetahui, aku benar benar menyayangimu yeonie-ya Norul hangsang saranghal goya park yeon joo….

Flashback^^

“yeonie-ya eodigga?” kyuhyun berjalan dengan tergesa gesa sembari membawa dua cup teh hangat ditangannya, ia terus melangkahkan kakinya menyusuri taman kampus nya sore itu, dinginnya salju membuat tubuh kyuhyun di selimuti hawa dingin meski ia sangat menyukai salju, ia tak mau mati konyol hanya karena terserang hujan salju yang tengah turun di langit seoul kali ini..

“yak! Kau ini dari mana saja?’ kyuhyun segera berlari kecil saat kembali menemukan sosok yeonjoo tengah duduk bersandar di kelas musiknya, sesekali yeoja itu memencet tuts tuts piano yang ada di hadapannya…
“aku disini, kau saja yang pabbo tak menghubungi ku, aigoo mukamu pucat kau sakit eoh” yeonjoo segera mengusap kening kyuhyun, dan meletakkan tas nya di atas piano..
“aniya, gwenchana, kau sedang apa mengapa disini? Bukankah kelas mu telah habis, aku menunggu mu dari tadi di luar” kyuhyun memberikan salah satu cup berisikan teh hangat itu kepada yeonjoo, ia sedikit menggulung kemeja putih yang ia gunakan sampai batas siku, membiarkan jari jarinya bermain di atas tuts tuts piano
“aku tak menghubungimu untuk menjemputku, aishh tunggu bukankah ini masih jam kuliahm , kau bolos eoh”? yeonjoo memperhatikan kyuhyun yang sedang bermain piano dan sesekali menlantunkan nyanyian nyanyian kecil yang keluar dari sudut bibir tebal milik kyuhyun..
“aniya, aku sudah menyelesaikan tugas jadi aku langung keluar dan aku bisa menemui mu, ingin ku nyanyikan sebuah lagu” kyuhyun tersenyum lebar…
“aniya tak perlu suara mu sangat buruk kyunie-ya” yeon joo terkekeh kecil dan menyenderkan dirinya di atas bahu kyuhyun, yang tengah bermain main piano..
“kau ini” kyuhyun kembali melantunkan bait demi bait lagu, sesekali ia melirik ke arah yeoja yang kini bersandar di bahunya..

“Aninde naneun aninde jeongmal igeon mari andweneunde
Pabeul meogeodo jami deul ddaedo michyeotnneunji geudaeman boyeoyo……
eonjena nareul jongil namaneul motsalgehae miweotnneunde
eotteohke naega eotteohke geudael saranghage dwaenneunji isanghajyo
Nae maeumeun geudaereul deudjyo meoribut'eo balkkeutkkaji
Chingudeul nareul nollyeodo nae gaseumeun modu geudaeman deulleoyo
Hanadulset geudaega utjyo sumi meojeul geotman gatjyo
Geudae misoreul damaseo maeil sarangiran yorihajyo yeongweonhi…………..

 I love you Love you Love you
Love you Love you Love you yeah………
Wae geudaen nareul jamshido nareul gamanduji anhneun geonji
Giga makhigo eoi eopseodo nae gaseumeun geudaeman bulleoyo…………..
Geudael wihaeseo yoril haneun nan hwiparame shini najyo
Hwanhage wooseul geudae moseube soneul bedo nae mameun haengbokhajyo
Nae maeumeun geudaereul deudjyo meoribut'eo balkkeutkkaji
Chingudeul nareul nollyeodo nae gaseumeun modu geudaeman deulleoyo
Hanadulset geudaega utjyo sumi meojeul geotman gatjyo
Geudae misoreul damaseo maeil sarangiran yorihajyo ……………….
eonjenga bami jinagago ddo
 bami jinagago ddo bami jina na gieoki heemihaejyuhdo
eonjena nae mameun misojitneun nae nuneun ddeonaji anhgeddago geudael yeongweonhi……………………….
Nae maeumeun geudaereul deudjyo meoribut'eo balkkeutkkaji
Sesangi modu useodo nae gaseumeun modu geudaeman deulleoyo
Hanadulset geudaega utjyo sumi meojeul geotman gatjyo
Geudaeui gireul damaseo maeil saranghanda kiseuhajyo yeongweonhi
Love you Love you Love you
Love you Love you Love you Oh my baby my love”…………

( this song KYUHYUN: LISTEN TO YOU)

kau menyukainya” kyuhyun menghentikan permainan nya, membiarkan jari jari nya tetap berada di atas tuts tust piano..
“ne. gomawo” yeon joo mendongakan kepala nya, menatap samar kedua mata namjayang saat ini berada di hadapannya
“ingin menikmati salju bersama ku di taman belakang, ku lihat disana tadi sangatlah sepi, kajja” kyuhyun menarik salah satu lengan yeon joo yang berbalut mantel cokelat panjang yang gadis itu gunakan..
“baiklah, aku tak bisa menolak permintaanmu” yeon joo meraih tasnya dan segera mengikuti langkah kaki kyuhyun….
“ kau merasakannya, ini hangat yeonie-ya” kyuhyun kembali merengkuh tangan yeon joo, untuk di rentangkan, menyentuh salju salju yang turun dari langit secara langsung. Perlahan kyuhyun memejamkan matanya..
“ne, kau benar kyu” yeon joo ikut kembali merasakan salju yang terus berjatuhan di atas telapak tangannya, perlahan ia memperhatikan betul setian inchi wajah kyuhyun yang berada di pundaknya tengah memeluknya dari belakang
“kau memperhatikan wajah tampan ku nona  park” perlahan kyuhyun membuka matanya, membalikan tubuh yeon joo untuk menghadap ke arah nya
“aniya, wajahmu begitu buruk kyu hahaha” yeonjoo tersenyum simpul, ia mampu merasakan nafas kyuhyun yang menerpa wajahya, ia sekuat tenanga menahan degup jantungnya yang terus berdegup dengan sangat kencang..
“kau yakin,hmmm aku sangatlah tampan, kau ingat itu” kyuhyun memejamkan matanya, entah dorongan dari mana, ia memajukkan wajahnya, menautkan bibirnya ke arah bibir yeonjoo, merasakan hangatnya bibir yeonjoo yang masih sangat ranum, tak ia pedulikkan salju yang terus jatuh ke atas tubuhnya,,
“mhhh, kyu” yeon joo melepas tautan bibirnya, ia mengerjapkan matanya perlahan , tak percaya dengan apa yang telah ia lakukan saat ini, Ia hanya bisa mentap kyuhyun penuh Tanya untuk mendapatkan jawaban setelah apa yang mereka lakukan
“wae?, ini bukanlah bagian dari kontrak yang kita jalani” kyuhyun kembali memeluk yeon joo….

Flashback end^^

Kyuhyun terdiam, menatap dirinya di pantulan kaca kamar mandi, setelah ,membersihkan tubuhnya ia mengganti pakaian dengan sebuah kaus berwarna biru yang mungkin akan sama dengan kaus yang yeon joo kenakan nanti ,karena memang tadi ia membelinya di sebuah toko kecil, perlahan kyuhyun melilitkan syal putih di lehernya ia memikirkan langkah apa yang akan ia ambil setelah ini, udara siang langit seoul sangat cerah meski angin musim gugur tetap mendinginkan suhu tubuh, kyuhyun melanhkahkan kakinya perlahan ke ranjang tidurnya dilihatnya sosok gadis yang tengah memakai kaus yang sama denganya sedang menyisir rambutnya, yeon joo tersenyum samar saat melihat pantulan diri kyuhyun dari balik kaca..

“kau sudah siap, kajja kita bersenang senang” yeonjoo membalikkan tubuhnya ,dan segera berdiri meraih tasnya, dengan menggunakan kaus dan hotspants serta sepatu boots kulit berwarna peach yang menghiasi kaki putihnya ,yeon joo segar  mengapit salah satu lengan kyuhyun, dan mengajaknya pergi
“tunggu, kau lupa ini bukanlah musim panas, pakai ini semua” kyuhyun melilitkan syal biru yang baru saja ia ambil dari dalam tasnya, serta meletakkan mantel cokelat miliknya di tubuh yeon joo
“tapi kyu, ini sangat besar untukku, aku ingin menggunakan kaus yang sama denganmu saja, untuk apa kita tadi membelinya kalau aku menggunakan mantel kebesarn milikmu ini” timpal yeon joo, ia memandang lesu ke arah mantel yang saat ini berada di tubuhnya

“pabboya, kau ingin mati kedinginan ditengah musim gugur ini eoh’,aku tak akan mengizinkan itu yeonie-ya, gunakanlah mantelmu jika kau tak ingin memakai milikku”
“Arraseo, aku akan memakainya” yeonjoo mempotkan bibirnya, dengan gusar ia melepaskan mantek yang kyuhyun gunakan dan memakai mantel miliknya sendiri
“yeppo” kyuhyun berbisik kecil, saat sesekali ia memperhatikan yeonjoo yang Nampak kesal..
Yeon Joo menatap langit siang itu, yeoja itu tersenyum puas saat ini ia tengah berada di atas sebuah bukit tak jauh dari pinggir pantai ,ia memetik beberapa alang alang yang berada di sekitanya, yeon joo merentangkan tanganya sesekali menarik nafasnya panjang , ia hanya beristirahat sejenak sehabis bermain sepedah bersama kyuhyun tadi mengintari bibir pantai, hari ini ia telah menghabiskan waktunya bersama namja yang sangat ia cintai,, yeon joo menolehkan kepalanya saat mendengar pekikan pekikan kecil dari mulut kyuhyun yang memanggilnya
“yeonie-ya, “ kyuhyun melangkah sambil membawa dua kotak bulgogi yang telah matang, ia dudk d atas batang kayu pohon yang Nampak tumbang, di tatapnya hamparan laut dari atas bukit, sambil sesekali memperhatikan yeon joo yang tengah bermain main di antara rerumputan..
“ne, kau membawa apa?” yeonjoo segera berlari kecil dan mendaratkan bokongnya di samping kyuhyun meraih kotak yang kyuhyun julurkan kepada dirinya….
“bulgogi, kajja makan seelagi hangat” kyuhyun menyandarkan kepalanya di bahu yeon joo sambil sesekali mengunyah makanan yang berada di mulutnya.Mereka makan dalam diam, hanya terdengar pergerakan sumpit sumpit dan daun daun yang terbawa oleh angin....

Normal POV^^

Yeon Joo memandangi pantulan dirinya di meja meja rias kamar penginapannya, melihat kedalam manik matanya yang jelas jelas akan terus menahan air mata ini nya, hari semakin sore itu tandanya waktu ia berasama kyuhyun akana berakhir, untuk terakhir kalinya ia harus mampu tersenyum harus mampu kembali menyembunyikan air matanya yaa untuk terakhir kalinya.. Gadis itu menyisir rambutnya perlahan mengambil smartphone putih miliknya yang tergeletak di hadapannya melihat satu pesan dari seorang yeoja yang amat kenal, yeon joo memejamkan matanya perlahan dan kemudian menjalankan jari jarinya ke layar smarhphone nya membalas pesan tersebut..

“yeoni-ya eodigga, kajja matahari akan terbenam kau tak ingin melihatnya” kyuhyun dengan langkah tergesa gesa memasuki kamar yeon joo, membuat gadisnya terlonjak kaget..
“ne kajja” yeon joo segera menyembunyikan smartphone nya, ia mengapit lengan kyuhyun, keluar meuju pinggir pantai

KYUHYUN POV^^

            Apa yang ada difikiran yeoja ini, mengapa ia dapat tersenyum seceria ini, kumohon yeonie-ya lebih baik kau memukul ku atau menangis sekencang kencangnya, daripada kau terus tersenyum pedih, aku menyayangimu yeoni-ya ,aku paham dan aku tau semua ini sudah terlambat,..

            Dengan dress selutut berwarna peach dan syal berwarna senada yeon joo melangkah riang mengitari pantai, dengan sepatu flatnya ia duduk sesaat di pasir pantai hanya untuk sekedar melihat matahari yang sebentar lagi akan tertidur,

“bajumu akan basah jika kau duduk disini” kyuhyun memecahkan keheningan, ia menyentuh puncak kepala yeonjoo, dan mengusapnya perlahan
“biarlah, hanya sekali ini kulakukan, ne?” yeon joo tak menghiraukan ucapan kyuhyun ia hanya tersenyum samar, matanya tetap terfokus memandang hamparan ombak yang tengah menggulung gulung di tengah laut..
“gomawo” kyuhyun membaringkan bokongnya di tengah hamparan pasir putih, memandang teduh ke arah yeon joo yang sama sekali tak meliriknya,
“berterimakasih untuk apa, untuk kontrak yang telah kita jalani?” yeon joo menoleh sesaat memamerkan senyum indahnya, matanya serasa memanas setiap kali melihat kilatan tatapan seorang cho kyuhyun..
“untuk semuanya, terimakasih akan cintamu, kau telah membantuku, dan maaf yeoni-ya, saranghae” kyuhyun meletakan kepalanya ke pundak yeon joo, memejamkan matanya perlahan…
“berhenti berucap kau mencintai aku kyu, kau lupa seorang gadis cantik bernama yoon sorra telah menunggumu eoh’? 

Matahari senja akan segera terpenjam, namun yeon joo tak urung menghentikan langkah kakinya di bibir pantai ini,tangan nya terus menggenggam erat tangan namja yang seharian ini bersama dirinya, mati matian yeon joo menahan dirinya untuk berkata jangan pernah meninggalkannya, namun sepertinya Tuhan berkata berbeda waktu perpisahannya akan segera habis, yeon joo melepas kaitan tangannya,ia menatap sendu ke arah pasir putih,langit semakin menampakanan sinar keemasannya,dan langit akan segera berganti menjadi malam, tak ada satu pun lampu yang menerangi pinggiran pantai itu, yeon joo hanya mampu menangkap sosok bayangan kyuhyun yang tengah berdiri dihadapannya, ia sangat beruntung karena wajahnya yang memerah menahan air mata tertutupi oleh tidakadanya sinar dipinggir pantai ini..
“kyunie-ya, aku ingin pulang,bisakah waktu ini berakhir “ yeon joo memejamkan matanya, ia mengatakan dengan terbata,bata seluruh kakinya melemas, saat menatap pantulan bayangan tubuh kyuhyun semakin mendekat padanya, tubuhnya menegang saat sepasang tangan kekar memeluk tubuhnya,ia dapat merasakan  isak tangis kyuhyun ditelinganya tengah mmemeluknya..

“mianhae yeoni-ya bisakah ini tak berakhir, naega, naega pabboya, minahae yeoni-ya” kyuhyun semakin terisak, ia memeluk erat tubuh mungil yeon joo..
“cepatlah pergi” yeon joo menahan dirinya,ia tak membalas pelukkan kyuhyun,perlahan pertahanannya runtuh,ia kembali meneteskan sebulir air mata di pelupuk matanya..
“saranghae” kyuhyun melepas pelukkannya, menarik tengkuk yeon joo perlahana, mengecup lembut bibir merah yeonjoo, mereka merasakan kehangatan tanpa nafsu sedikitpun, yeon joo kembali menangis..
“pergilah kyu, kau ingat pesanku,jangan pernah telat untuk makan,jangan terlalu berkencan dengan psp mu,jaga kesehatanmu” yeon joo perlahan melepaskan kaitan bibirnya, menghapus jejak air mata yang ada di pelupuk wajah namja yang sangat ia cintai.
“aku mencintaimu, jaga dirimu yeoni-ya” kyuhyun mengecup kening yeon joo sesaat, melangkahakan kakinya, untuk kembali kerumahnya,sementara yeon joo terus terdiam menatap punggung kokoh yang perlahan meninggalkannya..
“yoon sora” kyuhyun terkaget saat melihat yeoja cantik dengan dibalut blouse biru serta celana jins dan mantel berwarna sebada tengah berdiri di depan mobilnya, kyuhyun kembali berfikir dari mana yeoja ini mengetahui keberadaannya.
“oppa, kau kemana saja mengapa kau beberapa hari tak bisa aku hubungi, bogoshipeo” sora segera mengapit lengan kyuhyun..
“naega….” Kyuhyun
“aissh kau ini, aku tadi menghubungi temanmu, yeonjoo ia bilang kau ada disini,sedang bersama teman lamamu, nuguya siapa temanmu”
“kau menghubungi yeon joo?” kyuhyun balik bertanya, ia segera memasuki mobilnya
“yak yak, oppa mengapa kau meninggalkanku” sora segera memasuki mobil kyuhyun, dan segea mengamati pergerakan wajah kyuhyun yang hanya terdiam..
“ne, kau kenapa, gwenchana” sora membuka mantelnya dan meletakkannya di kursi belakangan,ia lagi lagi mengamatai namjanya..
“gwenchana, kajja bukankah kita harus segera mempersiapkan pernikahan kita” kyuhyun tetap terfokus pada jalanan kota seoul, matanya kembali memanas saat kembali mengingat yeon joo yeoja yang saat ini ia cintai, namun inilah pilihannya tak mungkin ia begitu saja meninggalkan pernikahannya,inilah kebodohannya,…
“kajjaa” sora tersenyum senang..
“mianhae yeonie-yaa, sungguh aku mencintaimu” kyuhyun berucap dalam hatinya, ia menghirup oksigen sedalam dalamanya untuk menambah kadar udara yang telah hampir abis di rongga paru parunya…

Park Yeon Joo POV^^

            Cho kyuhyun, mungkin aku harus bisa mengubur semua tentang mu, mengubur namamu,dari fikiranku, namun biarlah tetap kusimpan namamu dalam hatiku,seiring dengan jalannya waktu mungkin aku akan melupakkanmu, gomawo jeongmal ,kau telah memberikanku kesempatan untuk merasakan mencintai dan dicintai olehmu, Norul hangsang saranghal goya kyunie-ya………

Park YeonJoo POV END^^


---END---


           
           


                                                                

Tidak ada komentar:

Posting Komentar