FF ONE SHOOT
JUST A DREAM
CAST : CHO
KYUHYUN…….
LEE
SUNGMIN……..
PARK
YEON JOO……
AND
ALLL………..
GENRE : SAD, ANGST, ROMANCE
one shoot
( Lebih baik lagi denger lagu in my dream
nya suju, dan JYJ yang in heaven pas baca ff ini, pasti ngena banget, haha :D )
Seoul 13Maret 2013….
Matahari pagi kembali menyinari
langit seoul dengan di iringi embun pagi yang menemani semakin menambah
dinginnya pagi di akhir musim gugur ini, sesekali seorang namja yang masih
meringkuk pulas di balik selimut tebalnya, ia menggeliat menampakan sedikit
wajahnya mengedarkan mata cokelatnya menuju penjuru kamarnya, namun nafasnya
tercekat saat ia menyadari tak ada lagi yang membuka gordeng putih yang menghiasi kamarnya , tak ada lagi
yang menjerit untuk membangunkannya, kyuhyun menyibak selimutnya perlahan
berjalan dengan gontainya menuju lantai bawah, melangkahkan kakinya menuju pantry dapur dan
meneguk segelas air putih ia kembali melihat setangkai Bungan camphion ungu
yang tergolek layu di atas vas kramik putih , ia meraih Bungan tersebut dan
tersenyum samar…………
Siapa lagi yang akan merengek
meminta ku untuk membelikan bunga camphion setiap akhir minggunya, sudah lebih
satu bulan kyuhyun tak mengganti Bunga champion yang berada di atas meja ruang
makan di rumahnya. Ia masih merasakan tawa yeoja yang amat ia cintai di rumah
ini, serta teriakan teriakan yang kyuhyun dengar setiap paginya, ia merindukan
itu sangat merindukannya. Kyuhyun memperhatikan dirinya dari balik cermin,
dirinya yang tengah berdiri merapihkan sedikit bajunya sebelum ia memulai
bekerja, ia sedikit kesulitan memasang dasinya, ia kembali teringat yeoja nya
selalu membantunya memasangkan dasi untuknya, ia hanya ,mampu tersenyum samar,
kyuhyun menyambar kunci mobilnya dan segera menuju ke kantornya…
Aku terhentak seketika saat meresapi kesejukan helaian angin
yang menembus pori pori kulit
menyesapi setiap titik memori ingatan
Membuka semua memory tentang hidup
Pada semua hal yang telah di lalui
Namun kini semua itu hayalah memori yang tersimpan
Tersimpan dalam kenangan abadi
dan akan terukir di setiap hembusan waktu yang berlalu
Aku ingin tersenyum melepaskan segalanya
melupakan semuanya
Dan menganggapnya tak ada
Tapi ,itu tidak mungkin karena aku merindukanmu merindukanmu,
yaa sangat merindukanmu………..
-----
“Kyuhyun-ah kau ini kenapa eoh’ sejak
rapat di mulai tadi kau terus termenung” sungmin yang merupakan sekertaris
pribadinya terus memperhatikan kyuhyun, ia tau betul semenjak kecelakan itu
terjadi kyuhyun terus saja terdiam seperti mayat hidup
“andai saja saat itu aku mendengarkannya
dan tak memaksanya pasti semua ini tak akan terjadi kan hyung?” entah sudah beberapa
kali kyuhyun selalu berucap seperti itu , ia hanya menatap lurus ke arah
jendela luar
“kau bersabarlah , aku yakin ia akan
kembali ,percayalah kyu” sungmin menepuk bahu kyuhyun perlahan…..
Seoul 14Maret 2013……
Kyuhun Pov^^
Mengapa
hujan sangat deras, bagaimana aku berjalan ke arah parkiran, aku benci jika
harus basah ,,,well aku memang membenci hujan namun lagi lagi hujan yang
membawa ku menganal yeoja ku, yeoja yang sudah tiga tahun lamanya mengisi
seluruh relung hatiku, selalu meneriaki ku, memaki maki jika diriku yang bodoh
ini melakukan hal aneh namun itulah yang ku sukai dari dirinya, si penyuka
hujan, dulu ia selalu berlari dengan menggenggam bunga campion di bawah guyuran
hujan tangisan bumi yang selalu membasahi wajahnya, masih sangat ia ingat betul
bagaimana gadisnya bersorak sorak riang jika hujan turun dengan cepatnya
kyuhyun selalu membawakan payung kuning di saat hujan itu turun ,namun lagi
lagi yeoja nya selalu menolak untuk berpayungan dan lebih memilih terguyur
derasnya hujan, semua kenangan itu kembali berputar di otak kyuhyun, ia hanya
sesekali tersenyum samar sebelum mata cokelatnya mampu meloloskan buliran
buliran bening dari pelupuk mataya…
“kau tau kyu hujan teramat indah , hujan membawa ku
kebahagiannya, menyampaikan segala rasa rinduku pada eomma yang telah berada di
surga, dan juga hujanlah yang membawaku bersama mu, apa kau ingat , dulu kau
selalu ada bersama payung kuningmu ini setiap hujannya, dan kau selalu memberikan
payung kuning ini kepada aku, kepada Park Yeon Joo, meskipun aku tau kau
membenci hujan,kau bodoh cho kyuhyun” Itulah yang selalu kau katakan jika hujan
telah datang, hari ini aku sangat merindukanmu, aku ingin menemui saat ini juga
joo-ah …………
“Mianhae ajjhusi” seorang yeoja kecil
dengan payung kuning menabrak kaki kyuhyun, ia terjatuh tepat di hadapan
kyuhyun setelah yeoja itu sebelumnya menabrak kyuhun
“gwenchana, bangunlah” kyuhyun membantu
yeoja kecil itu berdiri,
“gomawo ajjhusi, kau sedang menunggu
hujan ini reda yaa” gadis kecil itu, merapikan rambut panjangnya, dan menatap
mata kyuhyun
“ne kau benar, kau sendiri mengapa
berlari lari di tengah hujan seperti ini” kyuhyun memutuskan untuk duduk di
sebelah yeoja kecil yang tengah membersihkan rambutnya, kyuhyun memberikan sapu
tanganya yang baru saja ia ambil dari saku jasnya
“aku menyukai hujan ajjhusi. hujan
teramat indah , hujan membawa ku kebahagiannya, menyampaikan segala rasa
rinduku pada eomma yang telah berada di surga, kau juga menyukai hujan kan ?”
yeoja kecil itu menerima sapu tangan yang kyuhyun berikan ia membersihkan
rambutnya yang sedikit basah, namun kyuhyun hanya terdiam
“mengapa perkataan mu seperti itu, “
kyuhyun hanya bergumam dalam hatinya, ia tercengang mendengar penuturan kata
gadis kecil yang duduk di sampingnya
“ajjhusi mengapa kau diam, apa kau
sedang membuat permintaa?, aahh ternyata benar yaa kata eomma ku, jika hujan tiba dan
kita membuat permintaan pasti hujan akan menyampaikannya pada Tuhan , dan
permintaan kita akan dikabulkan, permintaan apa yang kau buat ajjushi?” gadis kecil
itu kembali menatap kyuhyun, ia berkata dengan polosnya dan meletakkan
payungnya di depan kaki kyuhyun
“mwo?” kyuhyun kehabisan kata katanya
“ajjhusi, menapa kau hanya diam ayo
katakan sesuatu apa yang kau inginkan saat ini” gadis kecil itu mengggoyang goyangkan
lengan kyuhyun, meminta jawaba dari kyuhyun
“aku hanya ini membahagiakan orang yang
ku sayangi, ingin membahagaikan yeoja ku ingin bertemu dengan yeoja ku dan
kembali melihat senyumnya” kyuhyun tersenyum samar
“walau itu hanya lewat mimpimu, apa kau
tetap ingin”
“ne”
“ahh baikalah, ajjhusi mianhae aku harus
pergi dulu”yeoa kecil itu segera mengambil payung kuningnya, dan kembali
berlari di tegah derasnya guyuran hujan, kyuhyun hanya memperhatikan yeoja
kecil itu dari kejauhan sebelum yeoja kecil itu menghilang di balik gang tak
jauh dari kantornya…
*****
Kyuhyun megerjapkan matanya berulang kali,saat siluet
matahari memasuki kamarnya akankah ia lupa menutup gordeng tadi malam, ia memperhatikan seluruh kamarnya
tak seperti biasanya hari ini kamarnya tersusun teramat rapih, ia kembali
menyibakan selimutnya, seperti biasanya ia kembali merasakan hawa sepi di
rumahnya ia tersenyum getir, tak ada lagi susu hangat yang menyambut paginya
serta kecupan kecupan kecil yang kyuhyun rasakan ia kembali menatap bingkai
foto yang teradapat gambar dirinya tengah memeluk yeoja mereka tersenyum
teramat bahagia mata kyuhyun mulai memanas ,kyuhyun berjalan menuju dapur,
namun langkahnya terhenti saat melihat sesosok yeoja dengan dress putihnya sedang
menyirami bunga bunga yang ada di depan rumahnya, kyuhyun segera berlari menuju
taman rumahnya ia menatap lurus ke arah yeoja yang tengah membalikan tubuhnya
tersenyum ke arah kyuhyun, nafas kyuhyun tercekat ia berjalan perlahan
“kau, “ kyuhyun mengulurkan tangannya ia
menyentuh pipi yeoja yang kini berada di hadapannya, nafasnya masih
memburu kyuhyun tersenyum lebar,
“wae? apa aku terlihat aneh menggunakan
baju ini”yeoja yang berada di hadapan kyuhyun memanyunkan bibirnya, melihat
reaksi kyuhyun yang terus saja terdiam
“kau ,kau” kyuhyun makin tercengang
merasakan sentuhan hangat tangan yeoja yang ada di depannya, saat ini yeoja ini
tengah menarik narik lengan kyuhyun
“mengapa kau diam saja, kau seperti
melihat hantu ,aisshh menyebalkan”
“aniya aniya, yeppo , yeppoda” kyuhyun
segera membawa yeon joo kedalam pelukkannya, kyuhyun terisak kecil, ia mencengkram
erat bahu yeon joo
“mwo??? Kau ini kenapa, aku tak bisa
bernafas kyu kau memelukku teramat erat” yeon joo bekata denga terengah engah,
ia menjatuhkan selang air yang ia genggam untuk menyirami bunga
“mianhae, benar ini kau, park yeon joo
ku” kyuhyun menangkupkan kedua tanganya di wajah kyuhyun
“ne, ini aku kau ini kenapa eoh?” yeon
joo menatap heran kyuhyun yang terus menerus memeluknya membuat yeonn joo
sedikit susah untuk menghirup oksigen ia melonggarkan pelukkan kyuhyun, dan
berjalan menuju pantry dapur
“bogoshipeo, jeongmal bogoshipeo”
kyuhyun berlari kecil memasuki rumahnya mengejar langkah yeon joo, ia kembali
memeluk yeon joo dari belakang meletakkan dagunya di bahu yeoja yang amat ia
sayangi
“kau ini bodoh atau apa kyu, mengapa kau
membiarkan bunga champion ini layu kau juga tak membereskan rumahmu, pabboya”
yeon joo mengambil Bunga champion ungu dari vas Bunga ia melepaskan pelukkan
kyuhyun dengan gusar
“mianhae, baiklah bagaimana jika hari
ini kita mencari Bungan camphion itu” kyuhyun kembali memeluk yeon joo dan
menghirup aroma tubuh yeon joo, mengecup singkat bahu yeon joo dari balik dress
putihnya…
“mwo? Jinjja” kau serius, “ yeon joo membalikkan tubuhya ia tersenyum senang
“ne, aku serius kau mau” kyuhyun
mengecup singkat kening yeon joo
“baiklah , kau mandi dulu aku akan
mempersiapkan sarapan untukmu arraseo”
“kau janji tidak akan pergi saat aku
sedang mandi “ kyuhyun menarik tangan yeon joo
“aku tak akan pergi, memang aku mau
kemana, cha mandilah palli ne, “ yeonjoo mendorong tubuh kyuhyun menuju kamar
mandi , ia tersenyum kecil….
Tak masalah jika aku kesepian setiap kali aku memikirkanmu
Senyum tersirat diwajahku, saat melihatmu
tersenyum tertawa dan bahagia
Tak masalah jika aku lelah ,setiap kali kau
merasakan kebahagiaan
Karena hatiku dipenuhi oleh cinta
Cinta yang entah sejak kapan merasuki diriku
Hari ini aku kembali menghirup udara segar
Hari ini aku kembali hidup di dunia yang
keras
Bahkan jika aku lelah, hingga aku menutup
mata
Hanya gambar dirimu yang ku lihat ,hanya
seulas senyum itu yang tergambar hanya hembusan nafasmu serta lengkingan suara
indahmu yang menggema di seluruh ruang hidupku….
Jika kita memang saling mencintai
Ku harap itulah kekuatan hidupku
dapat terus melihatmu……
Deburan ombak membasahi kaki telanjang kyuhyun ia tersenyum teramat
lebar memperhatikan yeojanya yang tengah bermain main dengan ombak ombak kecil
di pinggir pantai, sejak siang tadi yeoja nya merengek memintanya membawa ke
pantai tak memperdulikkan dinginnya akhir musim gugur yang menusuk hingga
memasuki pori pori kulitnya, kyuhyun melepaskan syal merah yang melilit leher
putihnya, ia menghampiri yeojanya dan segera melilitkan syal merah itu ke leher
jenjang yeon joo
“Pakailah ini disini sangat dingin kau
hanya berbalut mantel biru ini saja” kyuhyun membalik tubuh yeon joo, yang
sedang tertunduk menatap pasir putih yang dengan bebasnya menutupi sebagaian
telapak kakinya..
“gomawo “ yeon joo mengangkat Bungan
camphion ungu yang sedari tadi ia genggam, sebelum mereka ke pantai mereka
pergi mencari bunga campion ungu , bunga yang sangat yeon joo sukai
“tak ingin pulang hmm?” kyuhyun mengecup
singkat kening yeon joo dan mengaitkan jari jarinya dengan tangan yeon joo
“sebentar lagi, bisakah kau menunggu ku?
“ yeon joo menatap kedua manik mata kyuhyun..
“aku akan selalu menunggu mu” kyuhyun
memeperlihatkan senyum terbaiknya
“jinjja, kalau begitu sekarang tunggulah
aku, atau kau ingin mengejarku”yeon joo memukul kecil perut kyuhyun, lalu ia
berlari sebelum kyuhyun berhasil
menangkapnya
“kau ini, aku akan menangkapmu joo-ah”
kyuhyun tertawa pelan, ia segera berlari kecil mengejar kepergian yeon joo yang
sudah berlari dengan cepat mengitari sekitar pantai, ia tersenyum melihat
tingkah gadisnya itu…
Tatapan mata itu tak dapat lagi ku kendalikan, Suara
merdu itu selalu membuatku tersentak Tangan lembutnya yang selalu memelukku
membuatku merasa nyaman, Tetaplah seperti ini tetaplah berada dalam pelukanku,
aku berjanji akan terus memberikan Bungan camphion ungu ini untukmu, akan terus
menuruti semua kata katamu, dan tetaplah berteriak untukku, tetaplah berjalan
ke arahku, tersenyum penuh indah seperti itu, yeon joo kuharap inilah waktu
yang tepat untuk mengajak mu berjanji di hadapan Tuhan…
“joo-ah ireona ,chagi ya ireona” kyuhyun
menyingkirkan rambut rambut kecil yang menutupi wajah yeon joo, sudah satu jam
yag lalu mereka meniggalkan pantai, kini kyuhyun menatap yeon joo yang tengah
tertidur di dalam moobilnya, dengan memeluk Bungan camphion ungunya, ia
mengambil smartphonenya dan mengambil beberapa gambar ketika yeojanya sedang
tertidur, kyuhyun tersenyum kecil
“kyu apa yang kau lakukan eoh”? yeon joo
mengerjapkan matanya, ia merenggangkan otot badannya…
“aniya tak ada yang ku lakukan” kyuhyun
terkik kecil
“aiisshh Gheojhitmal” yeon joo menatap kyuhyun, mencoba mencari
kebohongan yang kyuhyun ucapkan…
“aniya, kalau tak
percaya periksa saja , tak ada yang ku sembunyikan” kyuhyun mengangkat kedua
tangannya, ia kembali tertawa lepas
“kau ini , awas saja jika
aku menemukan kau berbuat aneh aneh aku tak segan segan akan membunuhmu tuan
cho lihat saja nanti”yeon joo memajukan tubuhnya, memeriksa beberapa kantung
yang ada di mantel serta kemeja biru yang kyuhyun gunakan..
“ige mwoya” yeon joo menghentikan
tanganya, di saku kantung kanan mantel kyuhyun, tanganya meraih kotak biru itu
dan menatap kyuhyun
“buka saja” kyuhyun memutar tubuhnya
mengahadap yeon joo
“Ne?”
dengan perlahan Yeon joo membuka kotak biru itu, ia tercengan melihat
sepasang cincin dengan permata sapphire blue menghiasi di tegah tengah cincin
itu, ia menatap kyuhyun mencoba meminta keterangan atas benda yang ia dapatkan
ini..
“Wae?, mengapa kau menatap ku seperti
itu eoh’?” kyuhyun menyentil kening yeon joo pelan
“aishh appo-ya, kau berniat untuk
melamar aku tuan cho” yeon joo mengusap keningnya
“aniya” kyuhyun menjawabnya dengan datar
“haah ku fikir kau sedang melamarku, kau
memang tak bisa sedikit romantic, huh pabboya” yeon joo meletakkan sepasang
cincin itu di dashboard mobil
“aku memang sedang tak melamar mu, namun
aku ingin memintamu sebadagai istriku,
nawa gyuhrehonhaejullae, Park Yeon Joo?” kyuhyun meraih kedua tangan
yeon joo, ia menunjukkan senyum terbaiknya
“ne, I do cho kyuhyun” yeon joo
meneteskan air matanya, ia meraih tubuh kyuhyun dan memeluknya erat”
“orae juhnbutuh nuhreul wihae junbihan ,
nae sone bitnaeun banjireul bada jwuh” kyuhyun mengambil cincin itu, dan memberikannya
pada yeon joo, mengecup singkat bibir yeon joo
“gomawo” yeon joo tersenyum, dan
bebricara dengan suara seratknya, ia menangis lagi, membenamkan wajahnya pada
dada bidang kyuhyun
“kajja kita turun”
“tapi dimana ini, kita belum sampai kyu”
yeon joo melonggarkan pelukkannya
“apa tak lihat saat ini kita berada di
rumah Tuhan” kyuhyun menunjuk geraja yang berada di depan mobilnya
“cho kyuhyun kau? Yeon joo menatap
kyuhyun dengan tak percaya, ia membuka pintu mobil, dan segera menyusul langkah
kyuhyun, yang tengah berjalan ke arah gereja
“cho kyuhyun tunggu aku” yeon joo
kembali berteriak, saat langkahnya jauh tertinggal di belakang kyuhyun, namun
kyuhyun hanya tersenyum dan sudah memasuki gereja
“cepatlah kemari kau tak ingin
mengadakan pemberkataan dan mengucapkan janji dengan ku di hadapan Tuhan saat
ini” kyuhyun tengah berdiri, memperhatikan yeon joo yang saat ini hanya
mengenakan dress putihnya dan mantel berwarna biru berdiri di depan pintu altar
“eoh?” kyuhyun melangkahkan kakinya
pelan nafasnya tak beraturan ia merasakan detak jantungnya berpacu teramat
cepat, dengan menggenggam sebuket campion ungu, yeon joo melangkahkan kakinya
untuk berdiri di samping kyuhyun
“kajja, kau siap” kyuhyun meraih tangan
yeon joo yang sudah berdiri di sampingnya,
“aku cho kyuhyun berjanji akan selalu
mencintai, menyayangi dan selalu akan menjaga Park yeon joo sebagai istri ku
dalam senang maupun duka, akan selalu menghargai dan berada di sisi nya seumur
hidupku melalui berbagai kesulitan dan sepanjang hari bersamanya,untuk seumur
hidupku aku bersumpah akan selalu berada di sisi seorang park yeon joo dan
selalu melengkapi hidupnya” kyuhyun menggenggam erat tangan yeon joo, menatap
erat mata yeon joo
“aku park yeon joo berjanji akan selalu
mencintai, menyayangi cho kyuhyun dalam senang maupun duka, akan selalu
menghargai dan berada di sisi nya seumur hidupku melalui berbagai kesulitan dan
sepanjang hari bersamanya,untuk seumur hidupku aku bersumpah akan selalu berada
di sisi seorang Cho kyuhyun” yeon joo berkata dengan terbata bata, buliran
bulira bening itu kembali membasahi kedua pipinya
“gomawo, gomawo, Norul hangsang saranghal goya ” kyuhyun membuka kotak biru itu dan memasangkan salah satu cincin
di jari manis yeon joo
“ne, nado saranghae kyu” yeon joo pun
memasangkan cincin itu di jari manis kyuhyun,
“Saranghada” kyuhyun meraih tengkuk yeon joo, mengecup kecil
bibir yeon joo, bibir mereka pun bertautan, yeon joo meneteskan air matanya, ia
mencengkram erat kerah kemeja yang kyuhyun gunakan, menempelkan bibirnya
semakin dalam…….
------
Seoul
15maret 2013
“mianhae, waktumu hanya sampai disini
kyu,gomawo aku sangat mencintaimu, jeongmal saranghae”
“kajjima kajjima jebal kajjima”
“aniya, saranghae cho kyuhyun”
Suara
itu, kyuhyun menegrjapkan matanya ia bangkit, dan di tatapnya ruangan yang kini
bernuansa putih, kyuhyun tertunduk lemas, ia kembali menjatuhkan air matnya,
tak sanggup menatap seseorang yang kini sedang terbaring lemah di sampingnya,
kyuhyun menatap lurus ke arah jendela yang menampakan langit pagi di kota seoul
, sepertinya salju pertama pagi ini
telah tiba, kyuhyun merapihkan sedikit bajunya,
“ajjhusi ini mimpi yang kau inginkan, waktu
mimpimu tak akan terulang lagi” bayangan yeoja kecil
yang kemarin kyuhyun temui kembali terlihat, ia menatap kyuhyun dengan senyum
cerianya, namun perlahan yeoja kecil itu menghilang saat kyuhyun mulai membuka
kedua kelopak matanya.
“aniya, ige mwoya? , apa itu hanya mimpi eoh’?” kyuhyun meraih tangan
halus seorang yeoja yang tengah terpejam di ranjang rumah sakit, ia teringat
sejak kemari sore sepulang kerja kyuhyun segera mengunjungi yeon joo kekasihnya
yang tengah koma ……
“eoh, cincin ini, apa semua ini kenyataan, namun mengapa kau kembali
tertidur?? , ayolah bangun chagiya,mengapa aku harus terbangun dari mimpi itu “
kyuhyun menatap cincin biru yang melingkar di jari manis yeon joo, ia menatap
heran yeonjoo yang tengah terpejam
Kyuhyun kembali mengingat
kejadian saat ia kembali bertemu dengan yeojanya, kembali memeluk yeojanya,
entahlah mungkin itu sebuah hadiah dari tuhan melalui mimpinya yang nyata, ia kembali menemui
yeojanya, kyuhyun kembali memeluk tubuh yeonjoo yang tergolek lemas, ia kembali
mengingat kejadian kecelakaan itu, yang merebut yeojanya..
Flashback^^
3Febuari
2012….
“tak bisakah kau mendengarkan ku kali
ini saja eoh, berhenti dari pekerjaan itu menjadi pelayan sebuah cafe ,tinggal
lah bersama ku, aku mampu membiayai mu araaseo!!” kyuhyun berteriak keras saat
ia sedang mengemudi, yeonjoo yang saat itu tengah menangis di sampingnya tak ia
pedulikan, saat ini kesabaran kyuhyun telah habis, karena ia masih melihat
yeojanya bekerja sebagai pelayan cafe, kyuhyun ingin membiayai yeonjo namun
yeonjoo menolak itu semua itu…
“kau fikir aku wanita seperti apa cho
kyuhyun, aku tau harta mu tak akan habis hanya untuk membiayai hidupku, tapi ku
mohon biarkan aku tetap menghidupi diriku sendiri” yeonjoo kembali mencengkram
erat ujung dress hijau yang ia kenakan , ia tak berani menatap amarah kyuhyun
yag tengah meluap luap…
“ku mohon berhenti dari pekerjaan itu,kau
tau aku hanya tak ingin kau lelah !!!” kyuhyun membanting setir, dan menghentikan
mobilnya, ia memutar tubuhnya menghadap yeon joo..
“aniya aniya, aku tidak mau, kau egois
kyu” yeon joo melepaskan cengkraman kyuhyun, dan membuka pintu mobil, namun naas saat ia baru saja ingin berjalan,
sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabrak tubuhnya, membuat tubuh yeon joo
terhempas di ujung jalan…
“YEON JOO!!!” kyuhyun berteriak, dan
segera berlari ke arah yeonjo, yang tengah berlumuran darah, kyuhyun mendekap
tubuh yeonjoo dalam pelukkannya tak memperdulikkan seberapa banyak darah yang
mengotori bajunya
“palliwa ireona chagiya, bangunlah
kumohon” kyuhyun menggoncang goncangkan tubuh yeonjoo….
Flashback end^^
Takut,
aku sangat takut dengan masa-masa tanpamu
Tidak aku tak bisa ,tak bisa sendiri
Bagaimana aku bisa hidup jika aku hanya sendirian
Tidak aku tak bisa ,tak bisa sendiri
Bagaimana aku bisa hidup jika aku hanya sendirian
Wajahmu
yang familiar,pada foto lama
Kenangan berharga yang telah terkubur
Kenangan berharga yang telah terkubur
Jangan
pergi, jangan pergi, jangan pergi meninggalkanku
jika memag waktu ku telah habis aku akan terus
tersenyum menatap mu
Jika memang kehidupan yang kita lalui sesingkat ini
Aku akan terus mengepakan sayap ku yang ada pada
dirimu
Aku akan terus tersenyum untuk melanjutkan hidupku
akan terus tersenyum saat mengingat dan bersamamu
meski itu nanti nya akan menjadi sebuah kenangan
Kau tau mimpi itu teramat indah
untukku, terimakasih park yeonjoo, gomawo gomawo, aku akan selalu menunggu mu,
menunggu mu kembali padaku, menunggu senyum manismu menunggu setiap lengkingan
lengkingan suaramu yang meneriaki namaku, jeongmal bogoshipeo, cepatlah bangun
dari tidur panjangmu arraseo, jangan khawatir aku akan selalu menunggumu untuk
membuka matamu…..
Norul hangsang saranghal goya park yeon joo, aku akan selalu
menunggu mu membuka mata indah mu…… -Cho Kyuhyun-
-END-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar