FF ONE SHOOT
BOGOSHIPTA (포코칲타 )
CAST : CHO
KYUHYUN…….
PARK
YEON JOO……
Lee
Donghae
AND
ALLL………..
GENRE : SAD, ANGST, ROMANCE , LONG SHOOT , KEKERASAN AND
MAYBE( :D )
( Lebih baik lagi denger lagu kyuhyun yang
the way to break up, tears are falling (ost I miss you) dan donghae yang don’t
go, pas baca ff ini, pasti ngena banget, haha :D )
^^^^^
Park Yeon Joo POV^^
Apa kau tau sudah 3 musim salju yang ku lewati tanpamu,, ya
tanpa dirimu, apa kau tau apa yang ku rasanya, salju kali ini terasa sangatlah
dingin sehingga mampu menusuk tulang rusukku, membuat semua seluruh oksigen
yang berada dalam tubuhku mudah terkuras habis, terasa sangat sesak, namun jika
kau datang bukankah itu semakin membuat ku sesak, semakin membuat ku susah tuk
bernafas, dulu kau yang mengajari ku, bagaimana caranya meraih salju salju itu,
tanpa melihatnya, dan merasakan langsung dengan telapak tangan, itu terasa
sangatlah hangat, salju itu terasa hangat, yaa itu semua karena mu ……
Namun kini aku tak berani menyentuh salju itu, salju itu
teramat dingin, membuat ku membeku, aku sangat merindukan mu yaa sangat
merindukanmu, jeongmal bogoshipeo……….
Namun entahlah mengapa saat ini aku masih terus berdiri disini
di tempat ini selalu menunggu mu, setiap paginya, tempat ini dulu kita selalu
bermain bersama, ku usap perlahan ayunan kayu di sebelah ku, aku meraba raba
perlahan, tempat ini,,,, yaa dulu kau yang duduk di sebelah ku, mendorongku
hingga aku hampir terjatuh, namun semua itu membuat ku senang, bermain,
berpegangan tangan bersamamu, selalu melihat senyum manismu, aku mencari
tongkat hitam yang selalu ku bawa kemana mana saat aku berjalan, setelah
kejadian 3 tahun yang lalu, apa kau tau aku tak bisa melihat bagaimana indahnya
dunia bagaimana indahnya langit biru, ataupun melihat wajahmu lagi, aku
berharap ingin mendengar suara mu,, namun kau tak muncul, rasa benci terus
menghampiriku, namun mengapa kau terus masuk kedalam relung hatiku,
menyisahkan
sedikit tempat untuk terus aku mencintaimu, Cho kyuhyun mengapa kau terus
membuat ku seperti ini, wae wae ?? Sarangira bureudeon gaseumeda
phumeotdeonniga nareul tteonaseo kyuhyun-ah ?? ……….
Yeon
joo mengehentak hentakan langkah tongkat hitamnya, agar ia tak salah berjalan
saat ia keluar rumah seperti ini, dengan mantel putih tebalnya ia terus
berjalan lurus, dengan tangan yang terkepal, ia tersenyum getir saat merasakan
salju kembali mengenai wajah putihnya, ia semakin menggigil, ia mempercepat
langkahnya,
Buuukkkk,
Yeon
joo menghentikan langkahnya, saat tongkatnya terlepas dari tanganya, ia pun
terjatuh, meraba raba, sekitar jalan trotoar untuk mencari tongkatnya
“aggashi, apakah ini milikmu?” suara seorang namja yang
sangat ia kenali, menyapanya, dan membantunya berdiri.
“hae-ya aishh, kau,?” yeon joo kembali mengambil tongkatnya,
yang baru saja di berikan oleh donghae
“kau ini, sudah kubilang , jika ingin keluar rumah hubungi
aku, mengapa kau tetap keras kepala, aissh yeoja ini” tanpa izin terlebih
dahulu, donghae mengapit salah satu lengan yaon joo, dan membantunya berjalan.
“kau fikir aku tak bisa , aku hanya ingin bermain ditaman
saja, tak lebih, untuk apa aku menghubungi mu “ yeon joo sedikit tertawa,
mengetehui donghae, yang merupakan teman dekatnya ini sangat marah, yeon joo
sangat suka melihat donghae yang marah seperti ini,
“kau malah tertawa, tak ada yang lucu, “dongahae tersenyum,
dan kembali memperhatikan wajah yeon joo yang tertawa lepas……………
Yeon Joo POV END ^^
Dengan
langakah pastinya, seorag namja, dengan kaca mata hitam, terdiam memandangi
kedua anak remaja yang tengah bermain di sebuah taman bermain di tengah tengah
kota seoul, ia tersenyum getir, rambut hitamnya yang sedikit berantakan saat
tertiup angin semakin menambah kadar ketampanan namja yang kini hanya berdiri
termenung , ia kembali merapatkan mantel hitam yang ia pakai, udara semakin
dingin ia mendongakan kepalanya ke arah langit menggapai gapai salju yang terus
turun dari langit, tangannya terjulur ke atas ia memejamkan matanya, merasakan
salju salju itu mengenai telapak tanganya, sebersit memori terlintas di
fikirannya, terputar jelas seperti kilasan film terputar di otaknya………..
Flashback**
“kyuhyun-ah hentikan hahaha, jebalyo, kepala ku pusing
pabbo” seorang yeoja, tertawa lepas, sambil memegang erat rantai ayunan yang
sedang ia naiki.
“ayolah, kau akan terbang nantinya” kyuhyun kembali
mendorong ayunan kayu itu dengan kuat, ia tertawa puas, dan segera menghentikan
ayunan itu, membuat wajah yeoja yang berada di ayunan tersebut tersenyum lega.
“paboya paboya, apa kau tau aku hampir terjatuh, nappeun
namja” yeoja itu, menyibakan sedikit rambut panjangnya, dan menatap kyuhyun
dengan gusar.
“aniya, aniya, kau akan terbang wush wush wush “ kyuhyun
merentangkan tangannya menirukan gaya seperti bocah berumur lima tahun.
“aishh kau ini, seperti bocah kecil hentikan itu paboya”
“arraseo, hei tunggu, salju pertama telah tiba, yeon joo,
salju telah datang” kyuhyun bersorak kegirangan, dengan masih menggunakan
seragam sekolahnya, ia bersorak gembira, menggapai tangan yeon joo dan
berlonjak kegirangan.
“apa yang akan kau lakukan eoh, ini salju pertama di tahun
ini kyu?” yeon joo semakin mempererat kaitan tangan kyuhyun, ia sangat tau
kyuhyun teramat menyukai salju.
“seperti tahun tahun sebelum, ayo merasakan indahnya salju
saat ini kajja joo-ah” kyuhyun memutar tubuhnya, ia memeluk yaon joo dari
belakang, dan merentakan kedua tangannya, sambil terus meletakkan tangan yeon
joo di atas telapak tangannya, mereka berdua memejamkan mata, dan merasakan
jatuhnya buliran buliran salju di tangan mereka.
“hangat bukan” kyuhyun kembali berbisik, dan menghirup aroma
tubuh yeon joo.
“ne, kau benar kyu” yeon joo tersenyum , tanpa kyuhyun
sadari, yeon joo membuka matanya, menatap lekat wajah kyuhyun yang hanya
berjarak beberapa sehti dari wajahnya, ia kembali tersenyum dan memejamkan
matanya.
“kau tau, walaupun tangan ini memerah, tapi rasanya
sangatlah hangat, salju ku yang membuatnya hangat” kyuhyun memperhatikan kedua telapak
tangannya yang nampak memerah.
“kau memiliki salju tuan cho?” yeon joo menaikan sebelah
alisnya, menatap kyuhyun yang tengah bingung mencari tempat untuk mendaratkan
bokongnya……
“kau salju ku,” kyuhyun duduk di sebuah ayunan kayu, ia
menatap ‘gadisnya’ dengan senyum indahnya, membuat semburat merah terlukis
jelas di pipi yeon joo…..
Flashback end^^
Kyuhyun,
segera melangkahkan, kakinya, ia memasuki mobilnya dan segera melajukan mobil sport
hitamnya dengan kecepatan tinggi, ia tak pernah lupa hiruk pikuk jalanan kota
seoul walaupun ia sudah pergi 3 tahun dari kota seoul ini,ia kembali teringat
sesuatu, ya ia harus kesana, ke taman bermain itu, tempat dimana ia bisa menemukan
yeoja nya, menemukan dan menebus segala kesalahan nya dulu….
Kyuhyun menghentikan mobilnya, menatap segala penjuru taman
bermain itu, tak ada yang berubah dari taman ini, hanya beberapa fasilitas
bermainnya saja, ia segera membuka kaca mata hitamnya, berjalan perlahan
mendekati ayunan kayu itu, ia menggerakkan ayunan kayu itu perlahan
“park yeon joo, eodigga?” kyuhyun tersenyum dan kembali
menggerakkan ayunan kayu itu, kyuhyun mengusap rantai ayunan tersebut, matanya
kembali terfokus pada sebuah jungkat jungkit bercat warna warni, ia segera
melangkahkan kakinya, kyuhyun kembali mengusap jungkat- jungkit itu, tak terasa
sebulir air mata membasahi pipi kyuhyun…
“mianhae yeon-joo ,park yeon joo mianhae jeongmal mianhae,
apakah kau akan memaafkan ku hmm?” kyuhyun meninggalkan taman bermainnya, ia
memacu mobilnya dengan sangat cepat…………..
-----------
Seperti
biasanya, pagi ini yeon joo kembali duduk di ayunan kayu itu, ia menggerakkan
kedua kakinya, meletakkan tongkatnya di tumpukkan salju yang berada di sebelah
kanannya, ia tersenyum merasakan
sejuknya angin pagi ini, yeon joo memejamkan matanya, dan kembali bermain pada
ayunan kayu tersebut………
“ yeon-joo” suara berat, memecahkan keheningan di tengah
tengah sepinya taman bermain saat ini, yeon joo membuka matanya,meski ia tak
mampu melihat, namun nafasnya tercekat, saat kembali mendengar suara itu
“ne, nuguseo?” yeon
joo mengalihkan pandangannya, pada sumber suara tersebut, tanganya mencengkram
erat rantai ayunan kayu itu, tangannya kembali bergetar, merasakan sentuhan
hangat, sebuah genggaman tangan di tangannya
“kau tak mengenali ku, kau tak tau siapa aku?” suara itu
semakin meninggi, dan semakin menggenggam erat tangan yeon joo yang masih terus
bertumpu pada rantai rantai ayunan…
“Aniya, nuguseo?” suara yeon joo bergetar, ia sangat hafal
suara itu, sentuhan ataupun genggaman tangan ini, itu adalah tangan cho kyuhyun,
namja yang selalu ia tunggu namja yang sangat ia benci
“tatap aku,kau pasti mengenali ku” kyuhyun, menatap kedua
manik mata yeon joo, ia tak menyadari suata hal, kyuhyun mengusap kedua pipi
yeon joo
“aniya” yeon joo bangkit dari duduknya, , dan berjalan
dengan tergesa gesa, ia tak memperhatikan kemana ia harus berjalan, tongkatnya
tertinggal di samping ayunan kayu itu
“joo-ah, na,,, na,,, cho kyuhyun” akhirnya kyuhyun
megeluarkan kata katanya, ia memperhatikan yeon joo yang berjalan dengan
tergesa-gesa, namun ia memikirkan sesuatu, mengapa yeon joo berjalan dengan tak
menentu, dan meraba raba, sekitar dinding taman bermain, itu
“hhhh aniya aniya” kyuhyun terjatuh, saat melihat sebuah
tongkat hitam tergeletak di atas tumpukan salju, air matanya membasahi kedua
pipinya, ia sudah tak bisa menahan air matanya, kyuhyun mengambil tongkat itu,
dan segera menyusul kepergian yeon joo..
“tunggu, park yeon joo” kyuhyun segera memeluk yeon-joo
dengan erat sangat erat
“aniya, lepaskan lepaskan” yeon joo memberontak dalam pelukkan
kyuhyun, ia meneteskan air matanya
“bogoshipeo, jeongmal bogoshipeo chagiya” kyuhyun mengecup
kening yeon, dan menyerahkan tongkat hitam milik yeon joo
“aniya , lepaskan aku kyuhyun-ssi aku membencimu, lepaskan
kyuhyun-ssi” yeon joo segera meraih tongkat miliknya, dan segera tergesa gesa
berjalan dengan tongkatnya, ia kembali menangis,
“aniya, aniya,aniya yeon joo, mianhae jeongmal mianhae”
kyuhyun kembali terjebam ke atas pasir,
saat melihat yeoja yang ia sayangi tak bisa melihat dan berjalan dengan bantuan
tongkat
“mianhae, jeongmal mianhae, mianhae ini salahku” kyuhyun
memukul mukul pasir yang ada di sampingnya, ia menangis tak memperdulikkan
salju yang terus menerus turun dengan sangat lebatnya…….
Flashback**
“kyuhyun-ah, eodigga eodigga?” dengan langkah gontai, yeon
joo mencari cari kyuhyun, terakhir kali ia melihat kyuhyun malam ini, berjalan
di sebuah gang kecil dengan sekelompok preman, yang ia tau, namja nya kini
dalam bahaya, ia tak akan membiarkan itu terjadi…….
“joo-ah,” kyuhyun mengerang kesakitan saat sebuah pukulan
kembali mendarat di perutnya, entah
sudah beberapa kalinya, kyuhyun menerima pukulan ini, entah datang dari mana
sekelompok preman preman mabuk, menyerang kyuhyun, karena kyuhyun tak ingin
memberikan uangnya, kyuhyun mencoba melawan preman preman itu, namun naas,
preman preman itu semakin banyak menghanajr, kyuhyun
“KYUHYUN-AH, palliwa ireona palli kyuhyun-ah bangunlah
kumohon” dengan sekuat tenaga, dan keberaniannya yeon joo menghampiri kyuhyun
yang di hadapan preman preman itu….
“jangan mendekat ku mohon menjauhlah, kau pergi, ku mohon”
kyuhyun menggenggam erat tangan yeon-joo saat salah satu preman itu mengelus
pipi putih yeon joo
“MENJAUH DARI YEOJA KU BAJINGAN!!!!” dengan sisa sisa tenaga
nya kyuhyun mendorong tubuh namja kekar yang tengah menggoda yeon- joo
“kyuhyun-ah aku takut, kyuhyun-ah,” yeon joo mulai menangis,
saat salah satu namja, memperhatikan tubuhnya, dari atas hingga kebawah secara
mendetail…
“PERSETAN KAU ANAK MUDA” sebuah pukulan kuat,mendarat di
perut kyuhyun membuat ia terjungkal mukanya telah lebam dan darah segar mengalir di sudut hidung dan
bibir kyuhyun, ia masih berusaha bangkit untuk menolong yeon joo.
“ayolah gadis manis menurut
dan ikuti kami” salah satu namja, merobek paksa pakaian yeon joo, dan
segera menciumi yeon joo secara paksa
“ANIYA ANIYA, LEPASKAN DIA” kyuhyun yang secara langsung
melihat kejadian itu, ia mencoba bangkit, fikirannya tak menentu
“Doumhae!!!!wonjhohae!!!” Kyuhyun kembali
berteriak, saat melihat yeoja yang ia cintai, telah terkotori oleh namja namja
pemabuk
“aniya aniya lepaskan aku bajingan, eomma
doumhae!!!!” yeon joo menangis, ia berteriak, saat tubuhnya terikat, dan di
kuasain beberapa namja preman, ia menangis sejadi jadinya, dan terus
memberontak
“yeoja sialan , diam kau!!” salah satu
preman itu menampar wajah yeon-joo dan menyiramkan sebuah cairan di wajah
yeon-joo yang ia ambil dari kantung celananya
“AHHHHH aniya, mengapa gelap, eomma,
kyuhyun-ah doumhae !!” yeon joo berteriak , saat merasakan cairan ,itu mengenai
matanya, matanya terasa memanas ia, pandangannya buram dan sangat buram, ia
sempat melihat botol bekas cairan itu, itu obat, keras, ketakutannnya semakin
menjadi, saat preman preman itu kembali menyerang tubuhnya
“anyiya aniya,joo-ah” dengan langkah
gontai, kyuhyun bangkit, ia meninggalkan
yeon,-joo yang sudah menolongnya, ia meningglakan gadisnya dalam bahaya,
fikiran kyuhyun sangat kalut untuk saat ini, ia terus berlari ke arah jalan
raya, ia kembali menangis, ia ingin mencari bantuan, dan ia kembali berlari
dengan air mata yang terus membasahi kedua pipi nya…….
“Kyuhyun-ah,” yeon joo semakin menangis
saat jelas jelas kyuhyun meninggalkannya pergi,pandanganya mulai buram, dan ia
pun tak sadarkan diri….
Flashback END^^
Kyuhyun,
kembali teringat kejadian itu, yaaa kejadian saat ia melihat yeon-joo untuk
terakhir kalinya sebelum ia pergi ke Amerika, dengan teganya kyuhyun
meninggalkan yeon joo yang sudah menyelamatkannya, dan kini yeon joo buta, itu
juga karena menyelamatkan dirinya kyuhyun semakin terisak, ia memeluk lututnya
yang bergetar, ia menyesali segala perbuatannya, dulu ia masih sangat remaja
fikirannnya kalut dan tak menentu ia ingin meminta bantuan , kyuhyun semakin
menangis, di tengah taman bermaiin itu
“yeon-joo ah mianhae jeongmal mianhae, ku
mohon jangan membenci ku ku ku mohon , yeon joo ah kajima kajima kajima“
kyuhyun kembali berteriak, dan terus menatap kepergian yeon joo…
Angin malam kota Seoul yang terus berhembus dengan
dinginnya, terus menemani ringkihnya tubuh yeon joo, ia tak memperdulikan
seberapa dingin suhu saat ini, ia hanya terus terdiam membisu menatap gelapnya
malam yang hanya di terangin kerlipan beberapa bintang, namun sayang gadis itu
tak dapat melihat seberapa banyaknya bintang yang menemani ia malam ini,
kembali ia sandarakan tubuhnya pada dinding balkon kamarnya, ia kembali
teringat pertemuan pagi tadi, saat sesosok tangan menyentuh nya menyentuh dan
kembali menggenggam erat tangannya, suara lembut itu kembali mengalun deras di
telinga yeon joo, suara yang amat ia rindukan, wajah yang amat ingin ia lihat,
namun rasa benci itu tak pernah hilang saat mendengar suara itu, rasa sakit dan
rindu buyar menjadi satu dalam dirinya, ia merengkuh tubuh mungilnya,
“kyuhyun-ah jeongmal bogoshipeo” yeon joo kembali
mengeluarkan air matanya….
“jeongmal bogoshipeo”
ia memukul dada nya yang saat ini terasa teramat sesak, ia kembali
menahan air matanya yang akan keluar, ia meraba dinding dinding kamarnya, dan
kembali memasuki kamarnya, terlalu sesak mengingat semua inni yaaa sangat
sesak….
Nae
uimi eomneun haruga tto jinagagetjyo
Nae duldoe omneun urisarang eopdeon irijyo
Neol bogosipda haedo dasin bolsu eopgetjyo apado chamayagetjyo
He-eojineun bangbeobijyo
Neo eomneun haruga iksukhajyo
Nae-ireun jogeumdeo pyeonhagetjyo
Jeomjeom ijeogagetjyo
Eojjeom saenggaknagetjyo
Joheun chueokdeulman namgetjyo
Hariku yang bermakna mungkin akan
berlalu
Cinta kita yang seperti ini tidak pernah terjadi
Bahkan jika aku bilang aku rindu padamu, aku tidak pernah bisa melihatmu
Bahkan jika itu menyakitkan, aku harus menahannya
Ini cara untuk berpisah
Aku sudah terbiasa dengan hari-hari tanpamu sekarang
Besok akan menjadi lebih sedikit nyaman
Aku akan melupakanmu sedikit demi sedikit
Terkadang, aku akan memikirkanmu
Hanya kenangan baik yang akan tersisa
Kyuhyun
Pov^^
Kembali
aku melangkahkan kaki ke arah rumah yeoja yang sangat ku cintai ke aku tak
memikirkan akankah ia kembali mengusirku atau sebaliknya, aku ingi membuang
semua kenangan buruk itu yaaa sangat ingin, kini langkahku terhenti saat
sepasang pintu kayu telah berada di hadapan ku, tak ada yang berubah dari rumah
ini, apa ia masih tetap tinggal sendiri, bagaimana hidupnya saat ini, bagaimana
ia menjalani hidup dengan keadaan seperti itu, aku mengetuk pintu kayu dengan beberapa
ukiran ukira tertera di setiap lekukan pintu tersebut,
“nuguseo”
suara itu, yaa suara yeoja ku, di balik pintu ini, akankah ia kembali menerima
ku,
Kyuhyun hanya terdiam matanya
memanas, melihat sosok yeoja dengan balutan dress berawarna putih gading dan tongkat
hitam yang yeon joo genggam, yeoja itu menoleh kekanan memastikan siapa yang
datang kerumahnya
“apakah ada orang, , anda siapa , ?” dengan mata yang terus
berkedip yeon joo mencoba mencari jejak suara yang akan membantu ia mengetehui siapa
yang datang menemui nya
“yeoja ku chagiya ini aku cho kyuhyun” gumam kyuhyun dalam
dirinya, ia terus terdiam memperhatikan sosok yeon joo yang semakin dekat
dengannya ia ingin kembali mendekap yeoja itu kedalam pelukkannnya, namun
keinginan nya terhalangi oleh ego nya sendiri, rasa takut yang terus menghimpit
kyuhyun, rasa bersalah it uterus menyelimuti diri seorang namja ini…
“joo-ah, hmmm mwo?” sesok suara namja mengahmpiri yeon- joo
dan menatap tajam ke arah kyuhyun,
“oppa, donghae oppa, apa kah itu kau?”” yeon joo tersenyum,
karena mengetahui yang datang donghae temannya, namun ia tak mengetahui kini
ada sesosok namja lain di depannya tengah menatapnya
“kajja, bukankah kau ada pemeriksaan hari ini, biar ku
antar” dongahae segera mengapit tangan yeon joo dan menutup pintu , memandang
kyuhyun sesaat dengan pandangan yang sangat menentu dan penasaran , namun
naiatnya untuk bertanya kembali ia urungkan karena saat ini ia harus mengantar
yeon joo ke rumah sakit….
-------
“uisanim, bagaimana apa sudah ada kornea mata untuk yeoja ku
?donghae bertanya dengan penuh semangat sesaat setelah dokter jung memeriksa
yeon- joo
“mianhae donghae-ssi mungkin untuk saat ini belum ada,
mungkin lain waktu , kita berdoa saja” dokter jung tersenyum sambil menuliskan
beberapa resep vitamin untuk yeon joo
“aisshhh, mengapa tak ada yang cocok, mengapa juga mata ku
ini tak cocok eoh?” donghae menggembungkan kedua pipinya, ia menekuk wajahnya
“sudahlah oppa, kau ini selalu seperti itu” yeon joo terkikik
geli, melihat tingkah temannya itu, sambil menyeret nyeret tangan donghae untuk
keluar ruangan,
“tapi kau, aishhhh” dongahe mengacak rambutnya kesal
“sudah diamlah, kajja temani aku memakan ice cream” yeon joo
menghentak hentakan tongkat hitamnya, ia berjalan sedikit meninggalkan dongahae
dengan cepat dongahae mengejar kepergian yeon-joo, dan mengapit jari jari yeon
joo yang terasa hangat.
Dari kejauhan sesoosok namja dengan
kaca hitamnya dan mantel biru tebalnya, terus menatap kepergian yeon-joo sedari
tadi kyuhyun selalu mengikuti kemana arah langkah kaki yeon joo, ia mendengar
semua nya, yeoja nya kini tengah mencari sebuah donor kornea mata, apa yang
harus ia lakukan, yang ia tau yeon joo kini sangat membenci nya, kyuhyun
menyenderkan tubuhnya pada tembok putih dinding rumah sakit, ia menyeka air
matanya perlahan sebelum ia kembali memasuki ruangan dokter itu, dengan langkah
pastinya kyuhyun memasuki ruangan itu……..
gajima gajima nal dugo gajima
honjaso ottokharago ?
ko kkeucheul jjireuneun maeun ibyore hyanggi
nunmuri ssodajil kkabwa juchegobsi nol jabeulkkabwa
noboda hanbal monjo apso goroga
nega monjo noreul ttonaga……………
duryowo nomu musowo niga obseul sigandeuri
honjayotdon nan senggagi anna
aniya (aniya) nan mot-he (jasini obso)
motdahan geu yaksokdeureul
na honjasoman ottoke an-gosallago
Jangan pergi, jangan pergi,
jangan pergi meninggalkanku
Bagaimana jika aku sendiri?
Kupikir air mata ini akan berderai ,dan tak ada artinya aku menggenggam
tanganmu
Aroma perpisahan yang pedas menusuk ujung hidungku
Aku berjalan selangkah di depanmu
Aku meninggalkanmu lebih dulu
Takut, aku sangat takut dengan
masa-masa tanpamu
Aku tak pernah memikirkan diriku sendiri
Tidak (tidak), aku tak bisa (tak bisa sendiri)
Janji-janji yang tak bisa diwujudkan
Bagaimana aku bisa hidup jika aku hanya sendirian?
----------
“uisanim, bisakah kau izinkan aku keluar sebentar, ada
tempat yang ingin aku kunjungi” yeon joo duduk di pinggir ranjang nya,
“baiklah, apa kau bisa sendiri “ dokter jung melepas selang
infus yang ada di pergelangan tangan yeon joo, sejak kemarin pagi setelah yeon
joo menerima kabar bahwa ada seorang yang ingin mendonorkan kornea matanya
untuk nya dan ternyata kornea mata itu sangat cocok, yeon joo segera menuju
rumah sakit, dan segera menjalani pemeriksaan, sampai saat ini ia masih teramat
ingin bertemu dengan malaikat yang rela mengorbankan mata nya untuk yeon-
joo,..
“aniya aku bisa sendiri, jebalyo izinkan aku ne, ?” yeon joo
memohon pada dokter jung, dokter yang telah ia anggap sebagai ayahnya setelah
kedua orang tua nya meninggal akibat kecelakaan mobil saat ia berumur 5 tahun
….
“baiklah baiklah, tapi aku akan menyuruh salah satu perawat
mengawasi mu dan kau tak boleh menolak itu arraseo”
“baiklah, gomawo uri appa” yeon joo tersenyum lebar, dan
menerima tongkat hitamnya yang di berikan oleh dokter jung
Kyuhyun POV^^
Ayunan
kayu ini, tak pernah rapuh entahlah sudah beberapa kali seseorang mengganti
warna ayunan kayu ini, pagi ini aku putuskan mengunjungi taman bermain ini aku
sangat merindukkan yeoja ku sangat merindukkannnya, perlahan aku gerakkan
ayunan ini, agar aku bisa bermain, ake merentangkan kedua tanganku, merasakan
dinginnnya salju yang menyentuh tanganku, seandainya kau memaafkan ku , kau ada
disini, namun aku begitu bodohnya membuat mu begitu membenci ku, mianhae
jeongmal mianhae yeon joo……….
“Shillye Hamnida, boleh saya
bermain di ayunan ini” suara lembut itu , sentuhan tangannya, membuat kyuhyun
membuka matanya, kyuhyun sedikit kaget, ia membuka matanya, memperhatikan sosok
dua yeoja dengan berpakaian seragam rumah sakit menghampirinya, namun yeoja
yang satunya, yang saat ini tengah menyentuh tanganya, membuat kyuhyun terdiam,
ia hanya bisa terdiam matanya memanas, tangannya teranagkat untuk memegang
wajah yeoja yang sangat ia rindukan, namun niatnya ia urungkan, karena yeoja
itu kembali bersuara
“Jhwesonghamnida bolehkah
saya meminjamnya” yeoja itu kembali bersuara, sambil mengetuk ngetukkan tongkat
hitamnya
“yeon joo-ssi bukankah
disebelah masih ada yang lain, kau pakai saja, disini ada seorang sedang
memakai ayunan ini” perawat yang berada di belakang gadis itu bersuara, dan
menatap kyuhyun sesaat
“aniya, kau duduklah, aku
yang akan pindah “ kyuhyun memutar tubuhnya, ia terus memperhatikan yeon joo,
yaa gadisnya yang sedari tadi berdiri di hadapannya
“khamsahamida” yeon joo
segera membungkuk , dan ia menggapai gapai rantai ayunan itu, dan segera
menaikinya, yeon joo duduk di ayunan tersebut…
“ajhuma, kau boleh pulang,
aku ingin sendiri, bolehkan” yeon joo kembali mengeratkan pegangannya pada
rantai ayunan itu, ia mengerak gerakkan sedikit kakinya
“baiklah, aku akan menunggumu
di restoran depan arraseo” perawat itu tersenyum, dan meninggalakn yeon joo
“agashi , “kyuhyun mulai
membuka suaranya ia berkata dengan suara
bergetar, ia memberanikan diri menatap yeon- joo yang tengah tersenyum bermain
ayunan, di sampingnya
“suara itu” gumam yeon joo
“nuguseo??” yeon joo membuka suaranya terbata bata , matanya mencari cari sumber
suara meski ia tak bisa melihat, namun
perasaan tak menentu saat mendengar suara itu, suara namjanya
“jeoneun Marcus cho imnida”
kyuhyun memegang rantai, ayunan yang ia duduki, tangannya bergetar, ia terpaksa
harus berbohong agar ia bisa terus bisa menatap dan berbicara pada yeon joo
melepas segala rasa rindunya
“,Bhanggapseumnida, jeoneun
park yeon joo imnida, anda baru saja ke taman ini “ yeon joo mulai menggerak
geraakkan ayunannya membuat ayunan itu bergerak, yeon joo mentap langit, ia
tersenyum….
“hmm aniya, aku hanya lagi
bermain, sering kesini, kau sendiri?” kyuhyun memperhatikan yeon joo dengan
seksama, tangannya ingin meraih tangan yeon joo yang bergerak bebas,
mengeratkan pegangannya pada rantai ayunan, namun niat nya kembali ia urungkan,
melihat yeon joo yang melihat ke arah wajahnya, walaupun ia tau yeon joo tak
melihatnya, namun tak bisa di bohongi jantung kyuhyun kembali berdetak keras….
“aku, sering sekali kesini
sejak dulu, sejak masih di bangku SMA aku dan salah satu temanku sering
kemari…….….” Yaon joo kembali mengingat saat ia bersama kyuhyun, ia
menghentikan kalimatnya, ia menunduk….
“kau kesini, bersama
temanmu,biar aku yang mendorongnya” kyuhyun bangkit duduknya, ia mendorong
ayunan yang di duduki yeon joo secara perlahan,
“aniya, aku sendiri bukankah
kau tadi lihat aku kesini hanya bersama seorang perwat, haha gomawo ne” yeon
joo tersenyum, ia merentangkan tangannya, menggapai beberapa salju yang
berjatuhan di telapak tangannya…
“mwo? Apa yang kau lakukan,
mengapa kau menyentuh salju salju itu” kyuhyun sangat terkejut saat melihat
tingkah yeon joo , ternyata ia tak melupakan yang biasanya dulu mereka lakukan
saat musim salju datang….
“menggapai salju, kau ingin
mencoba, rentangkan saja tanganmu, gapai salju itu, lalu apa kau merasakan
kehangatan” yeon joo memejamkan matanya, ia merengtangkan tangannya
“baiklah akan ku coba”
kyuhyun yang beradiri di belakang yeon joo ia menggapai telapak tangan yeon
joo, kembali merasakan rutinitas seperti dulu, ia membiarkan salju salju itu,
jatuh di telapak tangannya….
Kyuhyun
POV END ^^
Yeon
Joo POV^^
Genggaman tangan itu, mengapa aku
merasakan kehangatan itu, sebenarnya siapa seseorang ini, mengapa salju ini
kembali menghangat, darahku kembali berdesir saat seseorang bernama Marcus cho
memegang tanganku, sedikit demi sedikit ia menggerakkan ayunan kayu ini , ia
melakukannya persis seperti dulu apa yang kyuhyun dulu lakukan padaku, cho
kyuhyun eodigga jeongmal bogoshipeo, aku berharap saat operasi ku berjalan
lancar nanti aku dapat melihatmu dan aku berharap rasa benci ku telah
menghilang, angin hari ini sangatlah sejuk mengapa genggaman tangannya sangat
hangat,
“apa yang kau lamunkan” aku
mendengar suara Marcus tepat di telinga ku,nafasnya memburu di sekitar kulit
leher ku aroma ini aroma tubuh kyuhyun mungkinkah ia namja ku
“hmm aniya, gomawo telah ingin bermain pada
orang buta seperti ku” aku sedikit menyandarkan kepala pada rantai ayunan, aku
mendengar pergeseran kaki Marcus mungkinkah ia saat ini tengah duduk di
sampingku tempat dimana dulu kyuhyun namja evil ku selalu duduk di situ
“apa yang kau bicarakan aku
sangat senang, bisakah kita berteman” kyuhyun merapihkan sedikit anak poni yang
menutupi sebagian wajahnya,ia berkata dengan teramat berhati hati ia tak ingin
ketahuan bahwa ia adalah cho kyuhyun
“tentu saja, hmm saat operasi ku telah terlaksana bisakah kau berjanji
menjenguk ku, kita sudah berteman bukan, kita akan sering bertemu”
“ba …….ba……. baiklah” kyuhyun
sangat terkejut dengan penuturan kata yeon joo barusan,
“apa kau sedang menunggu
seseorang disini, tak biasanya seorang pria dewasa bermain di taman seperti
ini”
“aku menunggu yeoja ku,
menunggu ia memaafkan ku”
“apa kau menyakitinya”
“yaa aku menyakitinya, apa
kah kau tau, dia akan memaafkanku atau tidak” kyuhyun mengepalkan tanganya,
matanya kembali memanas saat melihat kedua manik mata yeon joo ia kembali
merasa bersalah….
“nona park, dokter jung baru
saja menelfon ku jadi sebaiknya kita kembali ke rumah sakit, kau harus
istirahat untuk operasi mu” secara tiba tiba, seorang wanita paruh baya yang
merupakan perawat rumah sakit mmenghampiri yeon joo
“baiklah ajhuma, kau duluan
aku ingin berpamitan sebentar”
“Marcus cho sepertinya
pertemuan kita kali ini sampai sini dulu, aku akan merindukkanmu, aku pergi ddo
mannayo “ yeon joo bangkit dari duduknya, ia menggapai tongkat
hitamnya
“tunggu,, boleh aku memelukmu
kali ini saja” kyuhyun mencegah kepergian yeon joo, ia meraih tangan yeon joo
“mwo?” yeon joo menghentikan
langkahnya, detak jantungnya berdetak sangat cepat, tanpa persetujuan lagi,
kyuhyun menarik yeon joo kedalam pelukkannya, ia mengusap punggung yeon joo,
kyuhyun tak bisa menahan air matanya, ia menangis, dan kembali mengeratkan
pelukkannya
“mianhae jeongmal mianhae
membuat mu seperti ini. Norul hangsang saranghal goya park yeon joo” gumam
kyuhyun dalam hatinya, ia kembali terisak dengan suara yang ia tahan
“Marcus” yeon joo membuka
suaranya, sesaat kyuhyun telah melepaskan pelukkannya, yeon joo kembali
berjalan
“gomawo,” kyuhyun berujar
pelan, dan terus memperhatikan langkah yeon joo yang kian melangkah
meninggalkannya,….
Siapa sebenarnya ia , mengapa
pelukkan itu detak jantung itu serta tutur katanya akankah itu namja ku??,
aniya sudahah sebaiknya aku melupakan namja itu Cho kyuhyun aku akan melupakan
mu, kau ingat itu aku membenci mu……….
Yeon
Joo POV END ^^
Nareul wihae seorago haneun neo jeongmal miwo
boinda
Tteoreojinda nunmuri ,,,, Sarajinda useumi jeom jeom jeom
Sarangira bureudeon gaseumeda phumeotdeon niga nareul tteonaseo
Haneuri nae mameul aneunji
Deo apheuji mallago neoreul geuman borago
Nuneul garyeo
Sarangi mwo gillae? ibyeori mwo gillae?
Wae nareul apheugeman hae
Ije du beon dasineun sarangdo mot hage…………………
Aku membenci
dirimu yang berkata akan melakukan semuanya untukku
Air mata yang jatuh ,Senyum yang menghilang, semakin banyak dan banyak
Karena kau yang mendekap hatiku, yang kusebut sebagai cinta meninggalkanku Apakah langit tahu
perasaanku??
Aku tak ingin lebih tersakiti dan berhenti melihatmu Dan akupun
menutupi mataku
Apakah cinta itu? Apakah perpisahan itu?
Mengapa itu membuatku merasa sakit
Saat ini aku
tak bisa mencintai untuk yang kedua kalinya…………….
---------
“Tak ada yang perlu kau takutkan, semua akan berjalan dengan
baik baik saja, arraseo? Percaya padaku” gumam donghae sembari menggenggam
tangan yeon joo, sejak malam tadi donghae selalu menemai yeon joo, karena sebentar lagi yeon
joo akan menjalani masa operasinya………
“baiklah oppa, oppa aku ingin sekali bertemu dengan pendonor
ku, aku ingin mengucapkan banyak terimakasih padanya, apa kau tau dia siapa,
oppa ayolah bantu aku” yeon joo kembali merengek pada donghae, sejak tadi malam
ia terus ingin meminta untuk di pertemukan pada pendonor matanya, namun dokter
jung selalu melarangnya, karena dokter jung bilang ia akan memberi tau yeon joo
setelah operasi itu selesai sesuai dengam permintaan sang pendonor, padahal
sang pendonor tak ingin di beri tau, namun dokter jung akan membocorkannya
karena ia tak tega melihat yeon joo yang terus merengek.
“aish sudahlah, kau dengar kata paman tadi malam, kau akan
di beri tau nanti, fighting kau pasti akan baik baik saja” donghae makin
mempererat genggaman tangannya, saat seorang perawat datang dan membawa yeon
joo untuk menuju ruang operasi, .
“arraseo, aku akan kembali,” yeon joo tersenyum dan
memejamkan matanya, saat ia kembali dibawa oleh seorang perawat menuju ruang
operasi,
“saranghae park yeon joo , “ donghae terus memperhatikan,
yeon joo ia mengikuti yeon joo dan menunggu di luar ruang operasi
“siapa pun kau , aku sangat berterimaksih padamu, karena
matamu aku bisa melihat lagi nantinya,” gumam yeon joo dalam hatinya sebelum ia
memasuki kamar operasi……..
------
“kyuhyun-ah , kau disini kyuhyun-ah, jeongmal bogoshipeo”
yeon joo menggenggam erat tangan kyuhyun yang saat ini berada di sampingnya
“mianhae, jeongmal mianhae, saranghae park yeon joo, ku
mohon maafkan aku” kyuhyun terus menangis, ia menggenggam erat tangan yeon joo
“ne, ne ……nado saranghae kyu”
“kajja, operasi harus segera dijalanani, kau harus
kembali ketempatmu, “ suara dokter jung menggema di sudut ruang yang bercat kan
putih, bau obat menyeruak hingga menusuk tajamnya penciuman…………
“kajima kajima, kyu’ , “ yeon joo semakin mempererat
genggaman tangan kyuhyun, ia merasakan tangannya basah akibat tetesan air mata
kyuhyun
“ sarangahe sarangahae” kyuhyun menegecup bibir yeon joo
singkat, mereka menyatukan bibir mereka, kyuhyun melepas tautan bibirnya, sesaat
yeon joo telah terpejam akibat obat bius yang diberikan……………………
-----
Yeon Joo POV^^
Apa ini, mengapa semuanya putih, mengapa semua ini kembali
gelap, apa operasi yang ku jalani kembali gagal, dimana kyuhyun, setau ku aku
tadi merasakan genggaman tangan itu, ya kyuhyun ku, ia datang apa benar ia
datang, atau itu hanya mimpi, mengapa aku terus memikirkankannya………..
“kau sudah sadar syujurlah” aku mendengar suara donghae
oppa, ia seperti berlari, dan berteriak memanggil dokter jung, aku meraba
sekitar wajahku, ternyata terdapat perban di bagian mataku.
“perban mu akan kami buka, apa kau siap” suara dokter jung,
terdengar memasuki ruangan ku..
“ne, aku siap”
Perlahan, demi perlahan perban yang menutupi mataku terbuka,
cahaya matahari yang sangat menyilaukan masuk menerangi mataku, melalui celah
jendela yang terletak di sudut ruangan ku, aku mengerjapkan perlahan, aku dapat
melihat donghae oppa yang tengah berjalan dengan gugupnya, dokter jung yang
tengah mentap ku, dan beberapa perawat, aku dapat melihat salju yang turun dari
balik jendela, aku bisa melihat lagi, yaa aku bisaa melihat, terimakasih Tuhan,
tak terasa air mataku membasahi pipi ku, terimakasih tuhan
“apa kau bisa melihat ku sekarang” dokter jung menggerak
gerakkan tangannya, di depan wajahku, dengan cepat yeon joo mengganggukan
kepalanya, semua nya tersenyum lega, donghae langsung berhambur memeluk yeon
joo………….
“gomawo ,,gomawo, “ donghae memeluk yeon joo sangat erat…
“oppa aku bisa melihat oppa” yeon joo terisak dalam pelukkan
donghae…………..
“uisanim bolehkah saat ini aku menemui seseorang itu, seseorang
yang telah mendonorkan matanya untukku” Tanya yeon joo seraya melepaskan
pelukkan donghae…
“mianhae, maafkan aku, namun setelah ia sadar tadi malam, ia
langsung ingin dipindahkan di rumah sakit Amerika, ia pindah kesana”……………
“mwo? Kau bohongkan, bahkan aku belum mengucapkan
terimakasih padanya, mengapa kau membiarkan ia pergi, ia pergi dalam keadaan
tidak bisa melihat kan? Oppa mengapa kau tak menahannya, aku ingin bertemu
dengannya” mata yeon joo semakin memanas, ia mengguncang guncang tangan donghae,
namun donghae hanya terdiam………………
“ini merupakan permintaannya sendiri, apa kau ingat saat
sebelum kau di operasi, ia menemui mu, dan sepertinya kalian saling mengenal”
Dokter jung tertunduk, ia mengusap punggung yeon joo yang semakin terisak………
“aku mengenalnya?, oppa siapa dia, apa kau mengenalnya, oppa
jebal katakan padaku siapa ia” yeon joo semakin terisak.
“aku tak mengenalnya, namun seminggu saat kau ingin chek up,
ia seseorang yang datang kerumah mu, saat aku pun datang, namun ia hanya
terdiam, ia hanya menitipkan ini pada ku, sebelum ia masuk ke ruang operasi
bersama mu” donghae memberikan sebuah surat, dan kotak berwarna biru, dengan
cepat yeon joo mengambil surat itu dan membacanya……..
“Annyeong
hasimnika park yeon joo, kuharap kau akan
baik baik saja ,,maaf selama ini membuat mu seperti itu, ku mohon maafkan aku,
…….. Dulu aku tak bermaksud meninggalkanmu kejadian kelam itu, tak bisa terus
ku lupakan aku tau aku amat bersalah aku cho kyuhyun yang bodoh aku teramat
bodoh, bogoshipeo jeongmal bogoshipeo, , aku ingin memelukmu, namun apa kau tau
saat aku kembali ke seoul kau lah orang yang ku harapkan bisa kembali menemani
ku…..
aku ingin menebus segala kesalahan ku,namun
saat kita bertemu kau begitu membenci ku, aku teramat sakit melihatmu begitu,
park yeon joo aku tau bahkan sangat tau, kau tak akan pernah memaafkan kesalahan
ku, aku harap aku selalu bisa menjadi mata untukmu, yaa kini aku memberikan ini
sekarang, masih pantaskah aku mencintai mu eoh??,
Nol saranghaedo doeni??
satu lagi, maaf kemarin aku kembali
membohongimu, apa kau tau seseorang yang menggenggam, bermain bersamamu di
taman itu, itu aku , mianhae aku harus berbohong, aku sangat tak bisa jika
bertemu denganmu aku tak memelukmu, aku harus memelukmu, aku tau aku sangat
bersalah namun ku mohon izinkan aku untuk tetap menjadi mata mu, menemani mu, norul
hangsang saranghal goya?” park yeon joo, ahh pertanyaan macam apa ini, aku
yakin kau telah bahagia, maaf aku hanya menitipkan ini padamu, aku akan
pergi,dan sebelum operasi ini berjalan aku akan menemui mu dulu, aku sangat
rindu padamu Nol kuriwohal goya, saranghanda park yeon joo, kau akan selalu
tetap menjadi salju ku, salju terhangat yang tak akan pernah mencair di relung
hatiku……….”
“Paboya paboya, mengapa kau memberikan
matamu, kau selalu bodoh kyu kau bodoh kyuhyun aku membenci mu” yeon joo
menekuk lututnya, ia menangis sejadi jadinya, ia semakin terisak……….
“jadi, itu bukanlah mimpi,
kau benar benar menemui ku eoh’ kyuhyun-ah mengapa kau sangat bodoh waae wae ?
jeongmal bogoshipeo” yeon joo membuka kotak biru yang ia genggam, ia melihat
sebuah kalung dengan permata sapphire blue , namun di pinggir kotak itu,
terhiasi oleh ornament orname salju yang teramat cantik , yeon joo meraih
kalung itu menggenggamnya erat, dan kembali menangis………
“uljima, uljima joo-ah”
donghae mencoba menenangkan yeon joo, ia memeluk yeon joo teramat erat….
Kyuhyun,
aku berjanji akan selalu menjaga mata mu, terimakasih telah menjadi jendela
bagi duniaku, terimakasih telah terus hidup di dalam ruang hatiku, sebesar
apapun aku membencimu namun usaha ku sia sia, di sudut hatiku selalu terselip
ruang yang membuat ku semakin menyayangimu, kau salah aku tak penah benar benar
membenci mu, kau tau suatu saat nanti saat kita telah kembali bertemu, ku mohon
tetaplah menjadi salju ku, tetaplah hangatkan hidupku, tetaplah menjadi mataku,
aku yakin kita akan bertemu lagi, meskipun entah kapan, aku akan selalu
mencintaimu, entah pada musim salju keberapa kita akan bertemu, aku pasti yakin
akan selalu bersamamu, terimakasih untuk semuanya, Nol saranghanda cho
kyuhyun……….
- Park yeon joo-
** END *