Terkenang saat nan indah
Waktu kita bersama
Berteduh di bawah satu bumbung.....
Kau buka jalan bahagia
Pada jiwa terbiar luka .....
Kau memberi kekuatan dalam kepayahan
Di saat ku mencari arah hidup
Tiap waktu dikau memayungiku
Terpesona di bawah redupnya..oh..! oh..!
Bayangmu.....
Dan aku bagai terlupaBahawa takdir yang
EsaSemua telah pun direncana
Kau pergi dalam sekelip mata
Untuk selamanya oh..! oh..!
Bersemadi
Disaatku masih amat memerlu
Keharuman cintamu yang satu
Apa daya ini takdirNya semua
Dan yang tinggal diriku bersama
Bayangan......
Namun pun begitu kau tetapkan wujud
Dalam jiwaku bersemi
Tak pernah lari
Kenangan laluKubawa bersamaku
Merindu oh..! oh...!
Bayanganmu
Dikala sepi mendatang
Tak dapatku menahankan
Airmata kerinduan......
Semangatmu terasa bersamaku
Walau kita terpisah di dunia :'(
Senyumanmu kini jdi tangisku
Tiap hari waktuku mencari oh..! oh..!
Bayanganmu
Ku hulur doa buatmu
Abadilah di sana oh!
Sejarahmu yang gemilang
Bersamaku
Bayangan,
bayanganmu
Bayangan...
Lagu itu, nyentuh dan pas banget deh, pria hujanku aaah kangen, lagi lagi selalu tentang pria hujanku. banyak hal yang ini diceritakan...
Biasanya kami saling merengek saling menyanggah di tengah kelelahan rutinitas, tapi sekarang aku percaya pasti dari SANA pria itu melihat,..
Aku lagi cape cape banget ditengah rutinitas dan tugaas tugas kampus yang udah numpuk banget deadline oh god !!
Help me!!
Tapi gkboleh nyerah ini baru permulaan, dan semua yang pria hujan itu katakan benar, seharusnya aku lebih bisa mahamin lagi, pria itu pernah berucap 'kalo udah kuliah gkada lagi namanya sahabat, teman baik udah saling egois' and now, thats true!!
Semua teman semua sahabat menghilang gitu aja its okey,
dengan kesibukan masing masing, aaah harus bisa sendiri harus lebih mandiri.
Dan aku benci situasi ketika melihat teman teman yang 'sok peduli'
Aku benci dengan ocehan gkjelas...
Setiap malem sehabis shalat cuma bisa berdoa, dan dilanjutkan sesi curhat dan cerita sama pria hujanku, dngan menatap figuran foto dirinya, terkadang sungguh air mata gk dapat ditahan lagi..
Tidak ada yang seperti pria itu, tidak ada yang semengerti dan sepaham pria itu..
Tidak ada lagi yang memeluk serta memberikan wejangan terindah disaat rasa lelah, tidak ada lagi tempat sandaran terindah. entah itu sahabat sekalipun.
Jujur sekarang aku tak mempercayai mereka lagi, entah mengapa seperti itu..
Hanya sosok pria hujankulah pelangkap.
Ia yang dulu selalu memberikan kenyamanan selalu menjadi jalan petunjuk di saat kepayahan datang..
Ini udah jalan Tuhan dan mau gkmau harus dijalani, Allah tau yang terbaik, dan sekarang semoga sanggup untuk tetap jalani itu...
Semangat pria itu yang selalu menjadi aku kuat, yang selalu membuatku lebih bertahan lagi..
Karena aku yakin suatu saat nanti pria hujan itu akan datang untuk menjemputku..
Mau cepet cepet dijemput jika memang waktu udah tepat semua dosa dan kesalhanku udah aku tebus, semua tugas di dunia udah selesai...
Always praying .....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar