Kamis, 02 Oktober 2014

fanfiction "bogoshipta"



FF ONE SHOOT
BOGOSHIPTA (포코칲타 )
CAST    : CHO KYUHYUN…….
                PARK YEON JOO……
               Lee Donghae
                AND ALLL………..

GENRE : SAD, ANGST, ROMANCE , LONG SHOOT , KEKERASAN AND MAYBE( :D )

                (   Lebih baik lagi denger lagu kyuhyun yang the way to break up, tears are falling (ost I miss you) dan donghae yang don’t go, pas baca ff ini, pasti ngena banget, haha :D  )
^^^^^

Park Yeon Joo POV^^

Apa kau tau sudah 3 musim salju yang ku lewati tanpamu,, ya tanpa dirimu, apa kau tau apa yang ku rasanya, salju kali ini terasa sangatlah dingin sehingga mampu menusuk tulang rusukku, membuat semua seluruh oksigen yang berada dalam tubuhku mudah terkuras habis, terasa sangat sesak, namun jika kau datang bukankah itu semakin membuat ku sesak, semakin membuat ku susah tuk bernafas, dulu kau yang mengajari ku, bagaimana caranya meraih salju salju itu, tanpa melihatnya, dan merasakan langsung dengan telapak tangan, itu terasa sangatlah hangat, salju itu terasa hangat, yaa itu semua karena mu ……

Namun kini aku tak berani menyentuh salju itu, salju itu teramat dingin, membuat ku membeku, aku sangat merindukan mu yaa sangat merindukanmu, jeongmal bogoshipeo……….

Namun entahlah mengapa saat ini aku masih terus berdiri disini di tempat ini selalu menunggu mu, setiap paginya, tempat ini dulu kita selalu bermain bersama, ku usap perlahan ayunan kayu di sebelah ku, aku meraba raba perlahan, tempat ini,,,, yaa dulu kau yang duduk di sebelah ku, mendorongku hingga aku hampir terjatuh, namun semua itu membuat ku senang, bermain, berpegangan tangan bersamamu, selalu melihat senyum manismu, aku mencari tongkat hitam yang selalu ku bawa kemana mana saat aku berjalan, setelah kejadian 3 tahun yang lalu, apa kau tau aku tak bisa melihat bagaimana indahnya dunia bagaimana indahnya langit biru, ataupun melihat wajahmu lagi, aku berharap ingin mendengar suara mu,, namun kau tak muncul, rasa benci terus menghampiriku, namun mengapa kau terus masuk kedalam relung hatiku, 

menyisahkan sedikit tempat untuk terus aku mencintaimu, Cho kyuhyun mengapa kau terus membuat ku seperti ini, wae wae ?? Sarangira bureudeon gaseumeda phumeotdeonniga nareul tteonaseo kyuhyun-ah ??  ……….

                Yeon joo mengehentak hentakan langkah tongkat hitamnya, agar ia tak salah berjalan saat ia keluar rumah seperti ini, dengan mantel putih tebalnya ia terus berjalan lurus, dengan tangan yang terkepal, ia tersenyum getir saat merasakan salju kembali mengenai wajah putihnya, ia semakin menggigil, ia mempercepat langkahnya, 

Buuukkkk, 

                Yeon joo menghentikan langkahnya, saat tongkatnya terlepas dari tanganya, ia pun terjatuh, meraba raba, sekitar jalan trotoar untuk mencari tongkatnya

“aggashi, apakah ini milikmu?” suara seorang namja yang sangat ia kenali, menyapanya, dan membantunya berdiri.
“hae-ya aishh, kau,?” yeon joo kembali mengambil tongkatnya, yang baru saja di berikan oleh donghae
“kau ini, sudah kubilang , jika ingin keluar rumah hubungi aku, mengapa kau tetap keras kepala, aissh yeoja ini” tanpa izin terlebih dahulu, donghae mengapit salah satu lengan yaon joo, dan membantunya berjalan.
“kau fikir aku tak bisa , aku hanya ingin bermain ditaman saja, tak lebih, untuk apa aku menghubungi mu “ yeon joo sedikit tertawa, mengetehui donghae, yang merupakan teman dekatnya ini sangat marah, yeon joo sangat suka melihat donghae yang marah seperti ini,
“kau malah tertawa, tak ada yang lucu, “dongahae tersenyum, dan kembali memperhatikan wajah yeon joo yang tertawa lepas……………

Yeon Joo POV END ^^

                Dengan langakah pastinya, seorag namja, dengan kaca mata hitam, terdiam memandangi kedua anak remaja yang tengah bermain di sebuah taman bermain di tengah tengah kota seoul, ia tersenyum getir, rambut hitamnya yang sedikit berantakan saat tertiup angin semakin menambah kadar ketampanan namja yang kini hanya berdiri termenung , ia kembali merapatkan mantel hitam yang ia pakai, udara semakin dingin ia mendongakan kepalanya ke arah langit menggapai gapai salju yang terus turun dari langit, tangannya terjulur ke atas ia memejamkan matanya, merasakan salju salju itu mengenai telapak tanganya, sebersit memori terlintas di fikirannya, terputar jelas seperti kilasan film terputar di otaknya………..

Flashback**

“kyuhyun-ah hentikan hahaha, jebalyo, kepala ku pusing pabbo” seorang yeoja, tertawa lepas, sambil memegang erat rantai ayunan yang sedang ia naiki.
“ayolah, kau akan terbang nantinya” kyuhyun kembali mendorong ayunan kayu itu dengan kuat, ia tertawa puas, dan segera menghentikan ayunan itu, membuat wajah yeoja yang berada di ayunan tersebut tersenyum lega.
“paboya paboya, apa kau tau aku hampir terjatuh, nappeun namja” yeoja itu, menyibakan sedikit rambut panjangnya, dan menatap kyuhyun dengan gusar.
“aniya, aniya, kau akan terbang wush wush wush “ kyuhyun merentangkan tangannya menirukan gaya seperti bocah berumur lima tahun.

“aishh kau ini, seperti bocah kecil hentikan itu paboya”
“arraseo, hei tunggu, salju pertama telah tiba, yeon joo, salju telah datang” kyuhyun bersorak kegirangan, dengan masih menggunakan seragam sekolahnya, ia bersorak gembira, menggapai tangan yeon joo dan berlonjak kegirangan.
“apa yang akan kau lakukan eoh, ini salju pertama di tahun ini kyu?” yeon joo semakin mempererat kaitan tangan kyuhyun, ia sangat tau kyuhyun teramat menyukai salju.
“seperti tahun tahun sebelum, ayo merasakan indahnya salju saat ini kajja joo-ah” kyuhyun memutar tubuhnya, ia memeluk yaon joo dari belakang, dan merentakan kedua tangannya, sambil terus meletakkan tangan yeon joo di atas telapak tangannya, mereka berdua memejamkan mata, dan merasakan jatuhnya buliran buliran salju di tangan mereka.

“hangat bukan” kyuhyun kembali berbisik, dan menghirup aroma tubuh yeon joo.
“ne, kau benar kyu” yeon joo tersenyum , tanpa kyuhyun sadari, yeon joo membuka matanya, menatap lekat wajah kyuhyun yang hanya berjarak beberapa sehti dari wajahnya, ia kembali tersenyum dan memejamkan matanya.
“kau tau, walaupun tangan ini memerah, tapi rasanya sangatlah hangat, salju ku yang membuatnya hangat” kyuhyun memperhatikan kedua telapak tangannya yang nampak memerah.
“kau memiliki salju tuan cho?” yeon joo menaikan sebelah alisnya, menatap kyuhyun yang tengah bingung mencari tempat untuk mendaratkan bokongnya……
“kau salju ku,” kyuhyun duduk di sebuah ayunan kayu, ia menatap ‘gadisnya’ dengan senyum indahnya, membuat semburat merah terlukis jelas di pipi yeon joo…..

Flashback end^^

                Kyuhyun, segera melangkahkan, kakinya, ia memasuki mobilnya dan segera melajukan mobil sport hitamnya dengan kecepatan tinggi, ia tak pernah lupa hiruk pikuk jalanan kota seoul walaupun ia sudah pergi 3 tahun dari kota seoul ini,ia kembali teringat sesuatu, ya ia harus kesana, ke taman bermain itu, tempat dimana ia bisa menemukan yeoja nya, menemukan dan menebus segala kesalahan nya dulu….
Kyuhyun menghentikan mobilnya, menatap segala penjuru taman bermain itu, tak ada yang berubah dari taman ini, hanya beberapa fasilitas bermainnya saja, ia segera membuka kaca mata hitamnya, berjalan perlahan mendekati ayunan kayu itu, ia menggerakkan ayunan kayu itu perlahan

“park yeon joo, eodigga?” kyuhyun tersenyum dan kembali menggerakkan ayunan kayu itu, kyuhyun mengusap rantai ayunan tersebut, matanya kembali terfokus pada sebuah jungkat jungkit bercat warna warni, ia segera melangkahkan kakinya, kyuhyun kembali mengusap jungkat- jungkit itu, tak terasa sebulir air mata membasahi pipi kyuhyun…
“mianhae yeon-joo ,park yeon joo mianhae jeongmal mianhae, apakah kau akan memaafkan ku hmm?” kyuhyun meninggalkan taman bermainnya, ia memacu mobilnya dengan sangat cepat…………..
-----------

                Seperti biasanya, pagi ini yeon joo kembali duduk di ayunan kayu itu, ia menggerakkan kedua kakinya, meletakkan tongkatnya di tumpukkan salju yang berada di sebelah kanannya, ia tersenyum  merasakan sejuknya angin pagi ini, yeon joo memejamkan matanya, dan kembali bermain pada ayunan kayu tersebut………

“ yeon-joo” suara berat, memecahkan keheningan di tengah tengah sepinya taman bermain saat ini, yeon joo membuka matanya,meski ia tak mampu melihat, namun nafasnya tercekat, saat kembali mendengar suara itu
“ne,  nuguseo?” yeon joo mengalihkan pandangannya, pada sumber suara tersebut, tanganya mencengkram erat rantai ayunan kayu itu, tangannya kembali bergetar, merasakan sentuhan hangat, sebuah genggaman tangan di tangannya
“kau tak mengenali ku, kau tak tau siapa aku?” suara itu semakin meninggi, dan semakin menggenggam erat tangan yeon joo yang masih terus bertumpu pada rantai rantai ayunan…
“Aniya, nuguseo?” suara yeon joo bergetar, ia sangat hafal suara itu, sentuhan ataupun genggaman tangan ini, itu adalah tangan cho kyuhyun, namja yang selalu ia tunggu namja yang sangat ia benci
“tatap aku,kau pasti mengenali ku” kyuhyun, menatap kedua manik mata yeon joo, ia tak menyadari suata hal, kyuhyun mengusap kedua pipi yeon joo

“aniya” yeon joo bangkit dari duduknya, , dan berjalan dengan tergesa gesa, ia tak memperhatikan kemana ia harus berjalan, tongkatnya tertinggal di samping ayunan kayu itu
“joo-ah, na,,, na,,, cho kyuhyun” akhirnya kyuhyun megeluarkan kata katanya, ia memperhatikan yeon joo yang berjalan dengan tergesa-gesa, namun ia memikirkan sesuatu, mengapa yeon joo berjalan dengan tak menentu, dan meraba raba, sekitar dinding taman bermain, itu
“hhhh aniya aniya” kyuhyun terjatuh, saat melihat sebuah tongkat hitam tergeletak di atas tumpukan salju, air matanya membasahi kedua pipinya, ia sudah tak bisa menahan air matanya, kyuhyun mengambil tongkat itu, dan segera menyusul kepergian yeon joo..
“tunggu, park yeon joo” kyuhyun segera memeluk yeon-joo dengan erat sangat erat
“aniya, lepaskan lepaskan” yeon joo memberontak dalam pelukkan kyuhyun, ia meneteskan air matanya
“bogoshipeo, jeongmal bogoshipeo chagiya” kyuhyun mengecup kening yeon, dan menyerahkan tongkat hitam milik yeon joo
“aniya , lepaskan aku kyuhyun-ssi aku membencimu, lepaskan kyuhyun-ssi” yeon joo segera meraih tongkat miliknya, dan segera tergesa gesa berjalan dengan tongkatnya, ia kembali menangis,
“aniya, aniya,aniya yeon joo, mianhae jeongmal mianhae” kyuhyun kembali terjebam  ke atas pasir, saat melihat yeoja yang ia sayangi tak bisa melihat dan berjalan dengan bantuan tongkat
“mianhae, jeongmal mianhae, mianhae ini salahku” kyuhyun memukul mukul pasir yang ada di sampingnya, ia menangis tak memperdulikkan salju yang terus menerus turun dengan sangat lebatnya…….

Flashback**

“kyuhyun-ah, eodigga eodigga?” dengan langkah gontai, yeon joo mencari cari kyuhyun, terakhir kali ia melihat kyuhyun malam ini, berjalan di sebuah gang kecil dengan sekelompok preman, yang ia tau, namja nya kini dalam bahaya, ia tak akan membiarkan itu terjadi…….

“joo-ah,” kyuhyun mengerang kesakitan saat sebuah pukulan kembali mendarat  di perutnya, entah sudah beberapa kalinya, kyuhyun menerima pukulan ini, entah datang dari mana sekelompok preman preman mabuk, menyerang kyuhyun, karena kyuhyun tak ingin memberikan uangnya, kyuhyun mencoba melawan preman preman itu, namun naas, preman preman itu semakin banyak menghanajr, kyuhyun
“KYUHYUN-AH, palliwa ireona palli kyuhyun-ah bangunlah kumohon” dengan sekuat tenaga, dan keberaniannya yeon joo menghampiri kyuhyun yang di hadapan preman preman itu….
“jangan mendekat ku mohon menjauhlah, kau pergi, ku mohon” kyuhyun menggenggam erat tangan yeon-joo saat salah satu preman itu mengelus pipi putih yeon joo
“MENJAUH DARI YEOJA KU BAJINGAN!!!!” dengan sisa sisa tenaga nya kyuhyun mendorong tubuh namja kekar yang tengah menggoda yeon- joo
“kyuhyun-ah aku takut, kyuhyun-ah,” yeon joo mulai menangis, saat salah satu namja, memperhatikan tubuhnya, dari atas hingga kebawah secara mendetail…
“PERSETAN KAU ANAK MUDA” sebuah pukulan kuat,mendarat di perut kyuhyun membuat ia terjungkal mukanya telah lebam  dan darah segar mengalir di sudut hidung dan bibir kyuhyun, ia masih berusaha bangkit untuk menolong yeon joo.
“ayolah gadis manis menurut  dan ikuti kami” salah satu namja, merobek paksa pakaian yeon joo, dan segera menciumi yeon joo secara paksa
“ANIYA ANIYA, LEPASKAN DIA” kyuhyun yang secara langsung melihat kejadian itu, ia mencoba bangkit, fikirannya tak menentu
“Doumhae!!!!wonjhohae!!!” Kyuhyun kembali berteriak, saat melihat yeoja yang ia cintai, telah terkotori oleh namja namja pemabuk 

“aniya aniya lepaskan aku bajingan, eomma doumhae!!!!” yeon joo menangis, ia berteriak, saat tubuhnya terikat, dan di kuasain beberapa namja preman, ia menangis sejadi jadinya, dan terus memberontak
“yeoja sialan , diam kau!!” salah satu preman itu menampar wajah yeon-joo dan menyiramkan sebuah cairan di wajah yeon-joo yang ia ambil dari kantung celananya
“AHHHHH aniya, mengapa gelap, eomma, kyuhyun-ah doumhae !!” yeon joo berteriak , saat merasakan cairan ,itu mengenai matanya, matanya terasa memanas ia, pandangannya buram dan sangat buram, ia sempat melihat botol bekas cairan itu, itu obat, keras, ketakutannnya semakin menjadi, saat preman preman itu kembali menyerang tubuhnya
“anyiya aniya,joo-ah” dengan langkah gontai,  kyuhyun bangkit, ia meninggalkan yeon,-joo yang sudah menolongnya, ia meningglakan gadisnya dalam bahaya, fikiran kyuhyun sangat kalut untuk saat ini, ia terus berlari ke arah jalan raya, ia kembali menangis, ia ingin mencari bantuan, dan ia kembali berlari dengan air mata yang terus membasahi kedua pipi nya…….
“Kyuhyun-ah,” yeon joo semakin menangis saat jelas jelas kyuhyun meninggalkannya pergi,pandanganya mulai buram, dan ia pun tak sadarkan diri….

Flashback END^^

            Kyuhyun, kembali teringat kejadian itu, yaaa kejadian saat ia melihat yeon-joo untuk terakhir kalinya sebelum ia pergi ke Amerika, dengan teganya kyuhyun meninggalkan yeon joo yang sudah menyelamatkannya, dan kini yeon joo buta, itu juga karena menyelamatkan dirinya kyuhyun semakin terisak, ia memeluk lututnya yang bergetar, ia menyesali segala perbuatannya, dulu ia masih sangat remaja fikirannnya kalut dan tak menentu ia ingin meminta bantuan , kyuhyun semakin menangis, di tengah taman bermaiin itu

“yeon-joo ah mianhae jeongmal mianhae, ku mohon jangan membenci ku ku ku mohon , yeon joo ah kajima kajima kajima“ kyuhyun kembali berteriak, dan terus menatap kepergian yeon joo…
Angin malam kota Seoul yang terus berhembus dengan dinginnya, terus menemani ringkihnya tubuh yeon joo, ia tak memperdulikan seberapa dingin suhu saat ini, ia hanya terus terdiam membisu menatap gelapnya malam yang hanya di terangin kerlipan beberapa bintang, namun sayang gadis itu tak dapat melihat seberapa banyaknya bintang yang menemani ia malam ini, kembali ia sandarakan tubuhnya pada dinding balkon kamarnya, ia kembali teringat pertemuan pagi tadi, saat sesosok tangan menyentuh nya menyentuh dan kembali menggenggam erat tangannya, suara lembut itu kembali mengalun deras di telinga yeon joo, suara yang amat ia rindukan, wajah yang amat ingin ia lihat, namun rasa benci itu tak pernah hilang saat mendengar suara itu, rasa sakit dan rindu buyar menjadi satu dalam dirinya, ia merengkuh tubuh mungilnya, 

“kyuhyun-ah jeongmal bogoshipeo” yeon joo kembali mengeluarkan air matanya….
“jeongmal bogoshipeo”  ia memukul dada nya yang saat ini terasa teramat sesak, ia kembali menahan air matanya yang akan keluar, ia meraba dinding dinding kamarnya, dan kembali memasuki kamarnya, terlalu sesak mengingat semua inni yaaa sangat sesak….


Nae uimi eomneun haruga tto jinagagetjyo
Nae duldoe omneun urisarang eopdeon irijyo
Neol bogosipda haedo dasin bolsu eopgetjyo apado chamayagetjyo
He-eojineun bangbeobijyo
Neo eomneun haruga iksukhajyo
Nae-ireun jogeumdeo pyeonhagetjyo
Jeomjeom ijeogagetjyo
Eojjeom saenggaknagetjyo
Joheun chueokdeulman namgetjyo

Hariku yang bermakna mungkin akan berlalu
Cinta kita yang seperti ini tidak pernah terjadi
Bahkan jika aku bilang aku rindu padamu, aku tidak pernah bisa melihatmu
Bahkan jika itu menyakitkan, aku harus menahannya
Ini cara untuk berpisah
Aku sudah terbiasa dengan hari-hari tanpamu sekarang
Besok akan menjadi lebih sedikit nyaman
Aku akan melupakanmu sedikit demi sedikit
Terkadang, aku akan memikirkanmu
Hanya kenangan baik yang akan tersisa

Kyuhyun Pov^^
           
Kembali aku melangkahkan kaki ke arah rumah yeoja yang sangat ku cintai ke aku tak memikirkan akankah ia kembali mengusirku atau sebaliknya, aku ingi membuang semua kenangan buruk itu yaaa sangat ingin, kini langkahku terhenti saat sepasang pintu kayu telah berada di hadapan ku, tak ada yang berubah dari rumah ini, apa ia masih tetap tinggal sendiri, bagaimana hidupnya saat ini, bagaimana ia menjalani hidup dengan keadaan seperti itu, aku mengetuk pintu kayu dengan beberapa ukiran ukira tertera di setiap lekukan pintu tersebut, 

“nuguseo” suara itu, yaa suara yeoja ku, di balik pintu ini, akankah ia kembali menerima ku, 

            Kyuhyun hanya terdiam matanya memanas, melihat sosok yeoja dengan balutan dress berawarna putih gading dan tongkat hitam yang yeon joo genggam, yeoja itu menoleh kekanan memastikan siapa yang datang kerumahnya

“apakah ada orang, , anda siapa , ?” dengan mata yang terus berkedip yeon joo mencoba mencari jejak suara yang akan membantu ia mengetehui siapa yang datang menemui nya
“yeoja ku chagiya ini aku cho kyuhyun” gumam kyuhyun dalam dirinya, ia terus terdiam memperhatikan sosok yeon joo yang semakin dekat dengannya ia ingin kembali mendekap yeoja itu kedalam pelukkannnya, namun keinginan nya terhalangi oleh ego nya sendiri, rasa takut yang terus menghimpit kyuhyun, rasa bersalah it uterus menyelimuti diri seorang namja ini…
“joo-ah, hmmm mwo?” sesok suara namja mengahmpiri yeon- joo dan menatap tajam ke arah kyuhyun,
“oppa, donghae oppa, apa kah itu kau?”” yeon joo tersenyum, karena mengetahui yang datang donghae temannya, namun ia tak mengetahui kini ada sesosok namja lain di depannya tengah menatapnya
“kajja, bukankah kau ada pemeriksaan hari ini, biar ku antar” dongahae segera mengapit tangan yeon joo dan menutup pintu , memandang kyuhyun sesaat dengan pandangan yang sangat menentu dan penasaran , namun naiatnya untuk bertanya kembali ia urungkan karena saat ini ia harus mengantar yeon joo ke rumah sakit….

-------

“uisanim, bagaimana apa sudah ada kornea mata untuk yeoja ku ?donghae bertanya dengan penuh semangat sesaat setelah dokter jung memeriksa yeon- joo
“mianhae donghae-ssi mungkin untuk saat ini belum ada, mungkin lain waktu , kita berdoa saja” dokter jung tersenyum sambil menuliskan beberapa resep vitamin untuk yeon joo
“aisshhh, mengapa tak ada yang cocok, mengapa juga mata ku ini tak cocok eoh?” donghae menggembungkan kedua pipinya, ia menekuk wajahnya
“sudahlah oppa, kau ini selalu seperti itu” yeon joo terkikik geli, melihat tingkah temannya itu, sambil menyeret nyeret tangan donghae untuk keluar ruangan,
“tapi kau, aishhhh” dongahe mengacak rambutnya kesal
“sudah diamlah, kajja temani aku memakan ice cream” yeon joo menghentak hentakan tongkat hitamnya, ia berjalan sedikit meninggalkan dongahae dengan cepat dongahae mengejar kepergian yeon-joo, dan mengapit jari jari yeon joo yang terasa hangat.

            Dari kejauhan sesoosok namja dengan kaca hitamnya dan mantel biru tebalnya, terus menatap kepergian yeon-joo sedari tadi kyuhyun selalu mengikuti kemana arah langkah kaki yeon joo, ia mendengar semua nya, yeoja nya kini tengah mencari sebuah donor kornea mata, apa yang harus ia lakukan, yang ia tau yeon joo kini sangat membenci nya, kyuhyun menyenderkan tubuhnya pada tembok putih dinding rumah sakit, ia menyeka air matanya perlahan sebelum ia kembali memasuki ruangan dokter itu, dengan langkah pastinya kyuhyun memasuki ruangan itu……..

gajima gajima nal dugo gajima
honjaso ottokharago ?
ko kkeucheul jjireuneun maeun ibyore hyanggi
nunmuri ssodajil kkabwa juchegobsi nol jabeulkkabwa
noboda hanbal monjo apso goroga
nega monjo noreul ttonaga……………
duryowo nomu musowo niga obseul sigandeuri
honjayotdon nan senggagi anna
aniya (aniya) nan mot-he (jasini obso)
motdahan geu yaksokdeureul
na honjasoman ottoke an-gosallago
Jangan pergi, jangan pergi, jangan pergi meninggalkanku
Bagaimana jika aku sendiri?
Kupikir air mata ini akan berderai ,dan tak ada artinya aku menggenggam tanganmu
Aroma perpisahan yang pedas menusuk ujung hidungku
Aku berjalan selangkah di depanmu
Aku meninggalkanmu lebih dulu
Takut, aku sangat takut dengan masa-masa tanpamu
Aku tak pernah memikirkan diriku sendiri
Tidak (tidak), aku tak bisa (tak bisa sendiri)
Janji-janji yang tak bisa diwujudkan
Bagaimana aku bisa hidup jika aku hanya sendirian?


----------

“uisanim, bisakah kau izinkan aku keluar sebentar, ada tempat yang ingin aku kunjungi” yeon joo duduk di pinggir ranjang nya,
“baiklah, apa kau bisa sendiri “ dokter jung melepas selang infus yang ada di pergelangan tangan yeon joo, sejak kemarin pagi setelah yeon joo menerima kabar bahwa ada seorang yang ingin mendonorkan kornea matanya untuk nya dan ternyata kornea mata itu sangat cocok, yeon joo segera menuju rumah sakit, dan segera menjalani pemeriksaan, sampai saat ini ia masih teramat ingin bertemu dengan malaikat yang rela mengorbankan mata nya untuk yeon- joo,..
“aniya aku bisa sendiri, jebalyo izinkan aku ne, ?” yeon joo memohon pada dokter jung, dokter yang telah ia anggap sebagai ayahnya setelah kedua orang tua nya meninggal akibat kecelakaan mobil saat ia berumur 5 tahun ….
“baiklah baiklah, tapi aku akan menyuruh salah satu perawat mengawasi mu dan kau tak boleh menolak itu arraseo”
“baiklah, gomawo uri appa” yeon joo tersenyum lebar, dan menerima tongkat hitamnya yang di berikan oleh dokter jung
Kyuhyun POV^^
                Ayunan kayu ini, tak pernah rapuh entahlah sudah beberapa kali seseorang mengganti warna ayunan kayu ini, pagi ini aku putuskan mengunjungi taman bermain ini aku sangat merindukkan yeoja ku sangat merindukkannnya, perlahan aku gerakkan ayunan ini, agar aku bisa bermain, ake merentangkan kedua tanganku, merasakan dinginnnya salju yang menyentuh tanganku, seandainya kau memaafkan ku , kau ada disini, namun aku begitu bodohnya membuat mu begitu membenci ku, mianhae jeongmal mianhae yeon joo……….

Shillye Hamnida, boleh saya bermain di ayunan ini” suara lembut itu , sentuhan tangannya, membuat kyuhyun membuka matanya, kyuhyun sedikit kaget, ia membuka matanya, memperhatikan sosok dua yeoja dengan berpakaian seragam rumah sakit menghampirinya, namun yeoja yang satunya, yang saat ini tengah menyentuh tanganya, membuat kyuhyun terdiam, ia hanya bisa terdiam matanya memanas, tangannya teranagkat untuk memegang wajah yeoja yang sangat ia rindukan, namun niatnya ia urungkan, karena yeoja itu kembali bersuara
“Jhwesonghamnida bolehkah saya meminjamnya” yeoja itu kembali bersuara, sambil mengetuk ngetukkan tongkat hitamnya
“yeon joo-ssi bukankah disebelah masih ada yang lain, kau pakai saja, disini ada seorang sedang memakai ayunan ini” perawat yang berada di belakang gadis itu bersuara, dan menatap kyuhyun sesaat
“aniya, kau duduklah, aku yang akan pindah “ kyuhyun memutar tubuhnya, ia terus memperhatikan yeon joo, yaa gadisnya yang sedari tadi berdiri di hadapannya
“khamsahamida” yeon joo segera membungkuk , dan ia menggapai gapai rantai ayunan itu, dan segera menaikinya, yeon joo duduk di ayunan tersebut…
“ajhuma, kau boleh pulang, aku ingin sendiri, bolehkan” yeon joo kembali mengeratkan pegangannya pada rantai ayunan itu, ia mengerak gerakkan sedikit kakinya
“baiklah, aku akan menunggumu di restoran depan arraseo” perawat itu tersenyum, dan meninggalakn yeon joo
“agashi , “kyuhyun mulai membuka suaranya  ia berkata dengan suara bergetar, ia memberanikan diri menatap yeon- joo yang tengah tersenyum bermain ayunan, di sampingnya
“suara itu” gumam yeon joo “nuguseo??” yeon joo membuka suaranya terbata bata , matanya mencari cari sumber suara  meski ia tak bisa melihat, namun perasaan tak menentu saat mendengar suara itu, suara namjanya
“jeoneun Marcus cho imnida” kyuhyun memegang rantai, ayunan yang ia duduki, tangannya bergetar, ia terpaksa harus berbohong agar ia bisa terus bisa menatap dan berbicara pada yeon joo melepas segala rasa rindunya
“,Bhanggapseumnida, jeoneun park yeon joo imnida, anda baru saja ke taman ini “ yeon joo mulai menggerak geraakkan ayunannya membuat ayunan itu bergerak, yeon joo mentap langit, ia tersenyum….
“hmm aniya, aku hanya lagi bermain, sering kesini, kau sendiri?” kyuhyun memperhatikan yeon joo dengan seksama, tangannya ingin meraih tangan yeon joo yang bergerak bebas, mengeratkan pegangannya pada rantai ayunan, namun niat nya kembali ia urungkan, melihat yeon joo yang melihat ke arah wajahnya, walaupun ia tau yeon joo tak melihatnya, namun tak bisa di bohongi jantung kyuhyun kembali berdetak keras….
“aku, sering sekali kesini sejak dulu, sejak masih di bangku SMA aku dan salah satu temanku sering kemari…….….” Yaon joo kembali mengingat saat ia bersama kyuhyun, ia menghentikan kalimatnya, ia menunduk….
“kau kesini, bersama temanmu,biar aku yang mendorongnya” kyuhyun bangkit duduknya, ia mendorong ayunan yang di duduki yeon joo secara perlahan,
“aniya, aku sendiri bukankah kau tadi lihat aku kesini hanya bersama seorang perwat, haha gomawo ne” yeon joo tersenyum, ia merentangkan tangannya, menggapai beberapa salju yang berjatuhan di telapak tangannya…
“mwo? Apa yang kau lakukan, mengapa kau menyentuh salju salju itu” kyuhyun sangat terkejut saat melihat tingkah yeon joo , ternyata ia tak melupakan yang biasanya dulu mereka lakukan saat musim salju datang….
“menggapai salju, kau ingin mencoba, rentangkan saja tanganmu, gapai salju itu, lalu apa kau merasakan kehangatan” yeon joo memejamkan matanya, ia merengtangkan tangannya
“baiklah akan ku coba” kyuhyun yang beradiri di belakang yeon joo ia menggapai telapak tangan yeon joo, kembali merasakan rutinitas seperti dulu, ia membiarkan salju salju itu, jatuh di telapak tangannya….

Kyuhyun POV END ^^

Yeon Joo POV^^

            Genggaman tangan itu, mengapa aku merasakan kehangatan itu, sebenarnya siapa seseorang ini, mengapa salju ini kembali menghangat, darahku kembali berdesir saat seseorang bernama Marcus cho memegang tanganku, sedikit demi sedikit ia menggerakkan ayunan kayu ini , ia melakukannya persis seperti dulu apa yang kyuhyun dulu lakukan padaku, cho kyuhyun eodigga jeongmal bogoshipeo, aku berharap saat operasi ku berjalan lancar nanti aku dapat melihatmu dan aku berharap rasa benci ku telah menghilang, angin hari ini sangatlah sejuk mengapa genggaman tangannya sangat hangat, 

“apa yang kau lamunkan” aku mendengar suara Marcus tepat di telinga ku,nafasnya memburu di sekitar kulit leher ku aroma ini aroma tubuh kyuhyun mungkinkah ia namja ku
 “hmm aniya, gomawo telah ingin bermain pada orang buta seperti ku” aku sedikit menyandarkan kepala pada rantai ayunan, aku mendengar pergeseran kaki Marcus mungkinkah ia saat ini tengah duduk di sampingku tempat dimana dulu kyuhyun namja evil ku selalu duduk di situ
“apa yang kau bicarakan aku sangat senang, bisakah kita berteman” kyuhyun merapihkan sedikit anak poni yang menutupi sebagian wajahnya,ia berkata dengan teramat berhati hati ia tak ingin ketahuan bahwa ia adalah cho kyuhyun

“tentu saja, hmm saat operasi ku telah terlaksana bisakah kau berjanji menjenguk ku, kita sudah berteman bukan, kita akan sering bertemu”
“ba …….ba……. baiklah” kyuhyun sangat terkejut dengan penuturan kata yeon joo barusan,
“apa kau sedang menunggu seseorang disini, tak biasanya seorang pria dewasa bermain di taman seperti ini”
“aku menunggu yeoja ku, menunggu ia memaafkan ku”
“apa kau menyakitinya”
“yaa aku menyakitinya, apa kah kau tau, dia akan memaafkanku atau tidak” kyuhyun mengepalkan tanganya, matanya kembali memanas saat melihat kedua manik mata yeon joo ia kembali merasa bersalah….
“nona park, dokter jung baru saja menelfon ku jadi sebaiknya kita kembali ke rumah sakit, kau harus istirahat untuk operasi mu” secara tiba tiba, seorang wanita paruh baya yang merupakan perawat rumah sakit mmenghampiri yeon joo
“baiklah ajhuma, kau duluan aku ingin berpamitan sebentar”
“Marcus cho sepertinya pertemuan kita kali ini sampai sini dulu, aku akan merindukkanmu, aku pergi  ddo mannayo “ yeon joo bangkit dari duduknya, ia menggapai tongkat hitamnya
“tunggu,, boleh aku memelukmu kali ini saja” kyuhyun mencegah kepergian yeon joo, ia meraih tangan yeon joo
“mwo?” yeon joo menghentikan langkahnya, detak jantungnya berdetak sangat cepat, tanpa persetujuan lagi, kyuhyun menarik yeon joo kedalam pelukkannya, ia mengusap punggung yeon joo, kyuhyun tak bisa menahan air matanya, ia menangis, dan kembali mengeratkan pelukkannya
“mianhae jeongmal mianhae membuat mu seperti ini. Norul hangsang saranghal goya park yeon joo” gumam kyuhyun dalam hatinya, ia kembali terisak dengan suara yang ia tahan
“Marcus” yeon joo membuka suaranya, sesaat kyuhyun telah melepaskan pelukkannya, yeon joo kembali berjalan
“gomawo,” kyuhyun berujar pelan, dan terus memperhatikan langkah yeon joo yang kian melangkah meninggalkannya,….
            Siapa sebenarnya ia , mengapa pelukkan itu detak jantung itu serta tutur katanya akankah itu namja ku??, aniya sudahah sebaiknya aku melupakan namja itu Cho kyuhyun aku akan melupakan mu, kau ingat itu aku membenci mu……….

Yeon Joo POV END ^^

Nareul wihae seorago haneun neo jeongmal miwo boinda                                                                Tteoreojinda nunmuri ,,,, Sarajinda useumi jeom jeom jeom
Sarangira bureudeon gaseumeda phumeotdeon niga nareul tteonaseo
Haneuri nae mameul aneunji
Deo apheuji mallago neoreul geuman borago
Nuneul garyeo
Sarangi mwo gillae? ibyeori mwo gillae?
Wae nareul apheugeman hae
Ije du beon dasineun sarangdo mot hage…………………
Aku membenci dirimu yang berkata akan melakukan semuanya untukku
Air mata yang jatuh ,Senyum yang menghilang, semakin banyak dan banyak
Karena kau yang mendekap hatiku, yang kusebut sebagai cinta meninggalkanku                      Apakah langit tahu perasaanku??
Aku tak ingin lebih tersakiti dan berhenti melihatmu                                                                                            Dan akupun menutupi mataku
Apakah cinta itu? Apakah perpisahan itu?
Mengapa itu membuatku merasa sakit                                                                                                                      Saat ini aku tak bisa mencintai untuk yang kedua kalinya…………….                                                   

---------

“Tak ada yang perlu kau takutkan, semua akan berjalan dengan baik baik saja, arraseo? Percaya padaku” gumam donghae sembari menggenggam tangan yeon joo, sejak malam tadi donghae selalu  menemai yeon joo, karena sebentar lagi yeon joo akan menjalani masa operasinya………
“baiklah oppa, oppa aku ingin sekali bertemu dengan pendonor ku, aku ingin mengucapkan banyak terimakasih padanya, apa kau tau dia siapa, oppa ayolah bantu aku” yeon joo kembali merengek pada donghae, sejak tadi malam ia terus ingin meminta untuk di pertemukan pada pendonor matanya, namun dokter jung selalu melarangnya, karena dokter jung bilang ia akan memberi tau yeon joo setelah operasi itu selesai sesuai dengam permintaan sang pendonor, padahal sang pendonor tak ingin di beri tau, namun dokter jung akan membocorkannya karena ia tak tega melihat yeon joo yang terus merengek.
“aish sudahlah, kau dengar kata paman tadi malam, kau akan di beri tau nanti, fighting kau pasti akan baik baik saja” donghae makin mempererat genggaman tangannya, saat seorang perawat datang dan membawa yeon joo untuk menuju ruang operasi, .
“arraseo, aku akan kembali,” yeon joo tersenyum dan memejamkan matanya, saat ia kembali dibawa oleh seorang perawat menuju ruang operasi,
“saranghae park yeon joo , “ donghae terus memperhatikan, yeon joo ia mengikuti yeon joo dan menunggu di luar ruang operasi
“siapa pun kau , aku sangat berterimaksih padamu, karena matamu aku bisa melihat lagi nantinya,” gumam yeon joo dalam hatinya sebelum ia memasuki kamar operasi……..
------

“kyuhyun-ah , kau disini kyuhyun-ah, jeongmal bogoshipeo” yeon joo menggenggam erat tangan kyuhyun yang saat ini berada di sampingnya
“mianhae, jeongmal mianhae, saranghae park yeon joo, ku mohon maafkan aku” kyuhyun terus menangis, ia menggenggam erat tangan yeon joo
“ne, ne ……nado saranghae kyu”
“kajja, operasi harus segera dijalanani, kau harus kembali ketempatmu, “ suara dokter jung menggema di sudut ruang yang bercat kan putih, bau obat menyeruak hingga menusuk tajamnya penciuman…………
“kajima kajima, kyu’ , “ yeon joo semakin mempererat genggaman tangan kyuhyun, ia merasakan tangannya basah akibat tetesan air mata kyuhyun
“ sarangahe sarangahae” kyuhyun menegecup bibir yeon joo singkat, mereka menyatukan bibir mereka, kyuhyun melepas tautan bibirnya, sesaat yeon joo telah terpejam akibat obat bius yang diberikan……………………
-----
Yeon Joo POV^^
Apa ini, mengapa semuanya putih, mengapa semua ini kembali gelap, apa operasi yang ku jalani kembali gagal, dimana kyuhyun, setau ku aku tadi merasakan genggaman tangan itu, ya kyuhyun ku, ia datang apa benar ia datang, atau itu hanya mimpi, mengapa aku terus memikirkankannya………..

“kau sudah sadar syujurlah” aku mendengar suara donghae oppa, ia seperti berlari, dan berteriak memanggil dokter jung, aku meraba sekitar wajahku, ternyata terdapat perban di bagian mataku.
“perban mu akan kami buka, apa kau siap” suara dokter jung, terdengar memasuki ruangan ku..
“ne, aku siap”                   
Perlahan, demi perlahan perban yang menutupi mataku terbuka, cahaya matahari yang sangat menyilaukan masuk menerangi mataku, melalui celah jendela yang terletak di sudut ruangan ku, aku mengerjapkan perlahan, aku dapat melihat donghae oppa yang tengah berjalan dengan gugupnya, dokter jung yang tengah mentap ku, dan beberapa perawat, aku dapat melihat salju yang turun dari balik jendela, aku bisa melihat lagi, yaa aku bisaa melihat, terimakasih Tuhan, tak terasa air mataku membasahi pipi ku, terimakasih tuhan
“apa kau bisa melihat ku sekarang” dokter jung menggerak gerakkan tangannya, di depan wajahku, dengan cepat yeon joo mengganggukan kepalanya, semua nya tersenyum lega, donghae langsung berhambur memeluk yeon joo………….
“gomawo ,,gomawo, “ donghae memeluk yeon joo sangat erat…
“oppa aku bisa melihat oppa” yeon joo terisak dalam pelukkan donghae…………..
“uisanim bolehkah saat ini aku menemui seseorang itu, seseorang yang telah mendonorkan matanya untukku” Tanya yeon joo seraya melepaskan pelukkan donghae…
“mianhae, maafkan aku, namun setelah ia sadar tadi malam, ia langsung ingin dipindahkan di rumah sakit Amerika, ia pindah kesana”……………
“mwo? Kau bohongkan, bahkan aku belum mengucapkan terimakasih padanya, mengapa kau membiarkan ia pergi, ia pergi dalam keadaan tidak bisa melihat kan? Oppa mengapa kau tak menahannya, aku ingin bertemu dengannya” mata yeon joo semakin memanas, ia mengguncang guncang tangan donghae, namun donghae hanya terdiam………………
“ini merupakan permintaannya sendiri, apa kau ingat saat sebelum kau di operasi, ia menemui mu, dan sepertinya kalian saling mengenal” Dokter jung tertunduk, ia mengusap punggung yeon joo yang semakin terisak………
“aku mengenalnya?, oppa siapa dia, apa kau mengenalnya, oppa jebal katakan padaku siapa ia” yeon joo semakin terisak.
“aku tak mengenalnya, namun seminggu saat kau ingin chek up, ia seseorang yang datang kerumah mu, saat aku pun datang, namun ia hanya terdiam, ia hanya menitipkan ini pada ku, sebelum ia masuk ke ruang operasi bersama mu” donghae memberikan sebuah surat, dan kotak berwarna biru, dengan cepat yeon joo mengambil surat itu dan membacanya……..

                Annyeong hasimnika park yeon joo, kuharap kau akan baik baik saja ,,maaf selama ini membuat mu seperti itu, ku mohon maafkan aku, …….. Dulu aku tak bermaksud meninggalkanmu kejadian kelam itu, tak bisa terus ku lupakan aku tau aku amat bersalah aku cho kyuhyun yang bodoh aku teramat bodoh, bogoshipeo jeongmal bogoshipeo, , aku ingin memelukmu, namun apa kau tau saat aku kembali ke seoul kau lah orang yang ku harapkan bisa kembali menemani ku…..
 aku ingin menebus segala kesalahan ku,namun saat kita bertemu kau begitu membenci ku, aku teramat sakit melihatmu begitu, park yeon joo aku tau bahkan sangat tau, kau tak akan pernah memaafkan kesalahan ku, aku harap aku selalu bisa menjadi mata untukmu, yaa kini aku memberikan ini sekarang, masih pantaskah aku mencintai mu eoh??,
Nol saranghaedo doeni??
 satu lagi, maaf kemarin aku kembali membohongimu, apa kau tau seseorang yang menggenggam, bermain bersamamu di taman itu, itu aku , mianhae aku harus berbohong, aku sangat tak bisa jika bertemu denganmu aku tak memelukmu, aku harus memelukmu, aku tau aku sangat bersalah namun ku mohon izinkan aku untuk tetap menjadi mata mu, menemani mu,  norul hangsang saranghal goya?” park yeon joo, ahh pertanyaan macam apa ini, aku yakin kau telah bahagia, maaf aku hanya menitipkan ini padamu, aku akan pergi,dan sebelum operasi ini berjalan aku akan menemui mu dulu, aku sangat rindu padamu Nol kuriwohal goya, saranghanda park yeon joo, kau akan selalu tetap menjadi salju ku, salju terhangat yang tak akan pernah mencair di relung hatiku……….”

“Paboya paboya, mengapa kau memberikan matamu, kau selalu bodoh kyu kau bodoh kyuhyun aku membenci mu” yeon joo menekuk lututnya, ia menangis sejadi jadinya, ia semakin terisak……….
“jadi, itu bukanlah mimpi, kau benar benar menemui ku eoh’ kyuhyun-ah mengapa kau sangat bodoh waae wae ? jeongmal bogoshipeo” yeon joo membuka kotak biru yang ia genggam, ia melihat sebuah kalung dengan permata sapphire blue , namun di pinggir kotak itu, terhiasi oleh ornament orname salju yang teramat cantik , yeon joo meraih kalung itu menggenggamnya erat, dan kembali menangis………
“uljima, uljima joo-ah” donghae mencoba menenangkan yeon joo, ia memeluk yeon joo teramat erat….

            Kyuhyun, aku berjanji akan selalu menjaga mata mu, terimakasih telah menjadi jendela bagi duniaku, terimakasih telah terus hidup di dalam ruang hatiku, sebesar apapun aku membencimu namun usaha ku sia sia, di sudut hatiku selalu terselip ruang yang membuat ku semakin menyayangimu, kau salah aku tak penah benar benar membenci mu, kau tau suatu saat nanti saat kita telah kembali bertemu, ku mohon tetaplah menjadi salju ku, tetaplah hangatkan hidupku, tetaplah menjadi mataku, aku yakin kita akan bertemu lagi, meskipun entah kapan, aku akan selalu mencintaimu, entah pada musim salju keberapa kita akan bertemu, aku pasti yakin akan selalu bersamamu, terimakasih untuk semuanya, Nol saranghanda cho kyuhyun……….
- Park yeon joo-
** END *

Tidak ada komentar:

Posting Komentar