Jumat, 19 September 2014

fanfiction "no title"



FF             “No Tittle”

Genre   : Angst, Sad, Romance, one shoot

Cats      : Cho kyuhyun,
                Park Yeon Joo

=---------------=
 Yeon Joo POV ^^


Entah sudah berapa kali aku menyeka air mata ini, tak kuhiraukan dinginya butiran salju yang terus mengenai tubuh, yaa ku tau aku ingin menumpahkan segala kekosongan serta masalah yang terus menggebu di relung hati ini, biarlah di bawah buliran buliran salju ini masalah ku menghilang masalahku membeku karena dinginnya salju, namun mengapa sedari tadi aku merasa semakin sesak yaa sangat sesak, ku pandangi kertas putih dengan di hiasi pita biru di atasnya, yang tengah berada di genggaman ku saat ini…

Ku remas erat kertas yang berada di tanganku, bukankah aku seharusnya senang namja itu tengah berbahagia dengan yeoja pilihannya,, yaa seharusnya aku senang bukan, dulu aku yang memintanya namun mengapa saat ini sesakit ini , melihat namanya tertulis jelas bersanding dengan nama seorang yeoja , namun mengapa terasa sangat lah sesak, ku hirup udara yang berada di sekelilingku, untuk mengisi oksigen yang telah hampir habis di paru paru ku, sesak itu membuat  ku terus tak kuasa menahan buliran buliran bening dari mata ku,,bodoh bodoh bodoh,, kau bodoh Park Yeon joo

Yeon joo Pov END^^

Matahari senja mengantar seoarang Gadis yanga tengah berjalan lunglai, mengitari sekitaran jalan menuju rumahnya, pandangannya kabur, sesekali ia terjatuh, dengan air mata yang terus membasahi pipi putihnya, kali ini ia kembali terjatuh, di depan pintu rumahnya,tertunduk  lemah, menangis sejadi jadinya, ia memukul mukul dadanya, ia meraba dinding dinding yang ada di sekitarnya karena pandangannya mulai kabur, ia sudah hapal betul seluk beluk rumahanya yang membuatnya tak susah lagi mencari cari dimanakah kamarnya saat ini, ia langung bersandar pada ranjang tempat tidur,, mencoba menetralisirkan segala fikirannya

“joo-ah eodigga??” 
“eonni-ya?” yeon joo bersuara ia menghapus air matanya
“ne, kau dimana” suara derap kaki , memasuki kamar yeon joo, ia tau siapa yang datang , itu sunny sahabatnya yang sudah ia anggap sebagai eonni nya sendiri
“aku dikamar”
“mwo?? Kau kenapa?” sunny langsung berlari kearah yeonjoo yang tengah bersandar lemah, ia tampak khawatir
“aniyoo, aku baik baik saja?”
“kau bohong?” sunny memandangi wajah yeon joo, ia melihat yeon joo menggenggam kertas undangan pernikahan, segera ia rebut undangan itu, matanya terbelalak, ia segera memeluk yeon joo, membiarkan yeon joo kembali menangis dalam pelukkannya..
“eonni” yeon joo kembali memeluk sunny ia menangis hebat,sebersit kenangan indah, saat terakhir ia bersama namja nya terputar jelas di otaknya…

Flashback **

“yeon-ah apa kau tau, mengapa aku sangat menyukai mu?” ucap seorang namja yang tengah tertidur di pangkuan yeon joo , matanya yang terpejam, bibirnya yang terus mengucapkan tutur bahasa, yang dapat membuat seorang park yeon joo betekuk lutut di hadapanya
“eum ,,tentu saja karena aku cantik karena aku pintar iyaa kan?”
“aishh paboya, bukan itu” namja itu langsung terbangun, dan menjitak kepala yeoja nya
“appo-ya,”

“ hmm karena kau adalah nafas ku, jika aku tak menyukai mu bagaimana bisa aku hidup tanpa nafas ku?”” cho kyuhyun menatap lurus mata hazel yeoja yang sangat ia cintai,
“aishh yaa, kata kata mu tak cocok tuan cho, arraseo” yeon joo tersenyum simpul
“kau ini, selelu saja merusak suasana romantic seperti ini menyebalkan, uemm tunggu ada apa kau tak biasanya mengajakku, berjalan jalan seharian ini, wae wae wae??” kyuhyun terus bertanya dengan gerakan gerakkan lucu yang ia tirukan
“aniyaa, aku hanya ingin bersama mu saja, kajja kita liat sebentar lagi matahari terbenam akan muncul bukan?” yeon joo bangkit dari duduknya, dan segera berlari kearah pantai, tak kupedulikan kaki yang telanjang di terpa ombak laut, aku merentangkan kedua tangan ku, merasakan sejuk nya angin yang merasuki, tubuhku,
“saranghae” sepasang tangan melingkar di pinggang yeon joo, kyuhyun memeluk yeon joo dari belakang meletakkan wajahnya, di pundak yeon joo, menghirup aroma tubuh yeon joo
“kyu kau lihat itu, matahari akan terbenam” yeon joo membuka matanya, walaupun pandangannya mulai terasa tak jelas, ia masih bisa melihat sinar sinar terang matahari
“yaa aku melihatnya “ kyuhyun tersenyum, dan langsung membalikkan tubuh yeon joo, mengecup bibir yeon joo singkat
“kyu apa boleh aku meminta satu permintaan padamu”? yeon joo melepas tautan bibirnya, dan memegang kedua pipi kyuhyun dengan sepasanga tangannya
“apa itu, pasti akan ku berikan?”
“kau berjanji, kau akan memberikannya?”
“yaaa , aku akan memberikan apapun untukmu?”
“baiklah, aku aku memintamu untuk menjauhlah dariku mulai saat ini, kita akhiri semuanya, maaf selama ini membuat mu susah membuatmu, ahhhh, “ yaon joo menarik nafasnya menahan air matanya ,sebelum ia melanjutkan kalimatnya
“carilah yeoja lain”
“mwo mwo kau bercanda hahaha itu tak lucu” kyuhyun tertawa
“aku tak bercanda?” yeon joo melepaskan kyuhyun, dan mundur beberapa langkah
“ahhhh” kyuhyun tertunduk lemah
“baik baiklah, “ yeon joo berbalik, tanpa memperdulikkan kyuhyun yang tengah menatapnya tak percaya, langkah yeon joo mulai lunglai , ia menyipitkan matanya untuk melihat secerca cahaya, untuk membantunya jalan
“KAU YEOJA GILA PARK YEON JOO” kyuhyun berteriak, dan tertunduk, ia mengerang marah….


Flashback end**

Secerca kenangan itu masih terus terbersit di fikiran yeon joo hingga saat ini, mungkin ia bodoh yaa sangat bodoh melepaskan kyuhyun namun inilah keputusannya ia harus menerima resiko apapun itu kejadian satu tahun yang lalu masih terus menghantuinya, ia tak bisa melupakan namja itu, namja evilnya…..

Kini yeon joo menatap pantulan dirinya di depan cermin besar yang ada di sudut kamarnya, dengan dress merah muda selututnya, ia merapihkan rambutnya yang sedikit ia sibakan, dengan jepit hitam menghiasi rambut panjangnya, ia memejamkan matanya untuk menyakinkan dirinya bahwa ia sanggup untuk menyaksikan janji sepasang manusia di hadapan Tuhan, ia menarik nafasnya panjang , dan segera menyambar tas hitamnya dan beringsut keluar kamar, berjalan dengan penuh kesakitan di relung hatinya, ia tersenyum teramat manis, menggenggam erat kertas undangan pernikahan.

Yeon Joo POV ^^

Kini aku berdiri di antara banyak orang, di tempat suci ini aku akan menyaksikan orang yang teramat ku sayangi mengikat janji dengan yeoja lain, dengan sekuat tenaga aku menahan air mata yang segera meluncur keluar, entahlah aku tak tau apa namja ku kini tengah melihat ku, ia berdiri dengan gagah nya dengan setelan jas hitam, menambah kadar ketampanan dirinya, rambut cokelatnya , pipi chubby nya, serta senyum bahagia selalu terpancar di wajahnya, mungkin saat ini semua mata tertuju padanya , yeoja itu tampak anggun dan cantik, yaa ia memang pantas mendampingi cho kyuhyun namja evil ku, dengan balutan gaun putih panjang, ia menghampiri sang mempelai laki laki, untuk mengikat janji suci dihadapan Tuhan, ku genggam erat ujung gaun ku, sunggguh rasanya tak sanggup menyaksikan ini semua menyaksikan cho kyuhyun menikah dengan yang lain, Tuhan kumohon kuatkan aku, bukankah ini yang aku inginkan selama ini, 

Mataku mulai memanas, saat yeoja yang tak ku kenal itu menggenggam erat tangan kyuhyun dan segera bersiap untuk mengucapkan janji sucinya, secara tiba tiba pandangan ku memudar, pengelihatan ku kembali berkurang, namun mengapa kepala ku seesakit ini, segera ku langkahkan kaki untuk keluar dari Gereja ini, dengan meraba raba dinding sekitar, aku duduk di bangku taman, air mata ku terus mengalir, aku yakin mungkin kini namja evil ku telah berhasil menjadi milik yeoja lain, yaa kini aku harus mampu merelakkan nya pergi, mengapa saat ini pandangan ku terasa amat kabur, kepala ku berdenyut hebat,cho kyuhyun bisakah kau menolong ku sekali ini saja, kyu jebal, aku mencintaimu cho kyuhyun aku mencoba bangkit dari duduk ku namun semua nya mendadak menghintam……………..

Yen Joo Pov End ^^

Cho Kyuhyun Pov^^

Betapa senang nya aku hari ini, yaa hari ini adalah hari pernikahan ku, aku telah menerima perjodohan yang di ajukan kedua orang tua ku meskipun aku belum mengenal jelas siapa yeoja yang kelak akan menjadi istri ku nanti, yang jelas aku hanya mengenal nya dua bulan terakhir ini  tak ada salahnya aku menuruti kemauan eomma, berharap dengan adanya pernikahan ini, aku dapat melupakan yeoja ku, yaa yeoja ku Park Yeon joo, dan dapat membangun Rumah tangga yang bahagia, dengan perasaan yang campur aduk aku berdiri di depan altar , menunggu mempelai wanita ku, namun mataku terparangah, saat melihat sosok mungil, berbalut gaun merah muda berdiri tengah menatap diriku dengan matanya yang sembab, mungkinkah ia menangisi pernikahan ku, mungkinkah ia masih mencintai ku, jika ia menghentikan pernikahan ini, dengan senang hati aku menuruti perkataannya , namun saat pandangan mata kami bertemu ia mengalihkan pandangannya ia kembali menunduk, tak mungkin ia tak mungkin menagisi ku 

sudah sangat jelas dulu ia memutuskan hubungan ini secara sepihak, kuakui kini rasa sayang ku tak pernah hilang pada yeoja itu, tunngu,,, mengapa yeoja itu sekerang terlihat lebih kurus, pipi nya pun semakin tirus,, hmm entahlah, lamunan ku buyar , saat mempelai wanita ku telah tiba di depan altar, segera ke sambut tangan nya ia tersenyum teramat manis, kami telah bersiap untuk mengucapkan janji suci dihadapan Tuhan…
“Kyuhyun-ah saat nya kau mengucapkan janji mu” suara pendeta membangunkan lamunan ku
“hmm ne baiklah”  kyuhyun kembali menoleh, mencari sosok yeon joo, keseliling gereja, namun hasilnya nihil, ia tak menemukan yeojanya, entahlah perasaan dari mana, kyuhyun menjadi sangat khawatir,
“oppa ghwenchana?” seohyun , calon istri ku, menatap ku bingung karena saat ini aku tak mengucapkan apapun

“hmm ne, Ghwenchanayo” aku kembali tersenyum, mungkin ia telah pergi, namun mengapa perasaan ku kembali tak tenang, kyuhyun kembali menatap seohyun,
“ne,sebaiknya kau pergi oppa” seohyun sepertinya mengerti arti tatapan kyuhyun, ia sangat tau kyuhyun tak mencintainya, ia membiarkan kyuhyun untuk membatalkan pernikahan ini,
“tapi kau,,,” orang orang di dalam gereja semakin mentap kyuhyun,
“sudahlah, aku mengerti” seohyun tersenyum, dan menatap kedua orang tuanya
“baiklah, aku minta maaf seohyun-ah” kyuhyun membungkuk, dihadapan hadirin dan seohyun, ia mentap kedua orang tuanya, dan segera berlari keluar gereja, nafasnya terburu-buru, ia berlari sekitar gereja,
“eodigga, eodigga joo-ah, bogoshipeo?” kyuhyun berhenti sejenak, untuk mengimbangi nafasnya, ia melonggarkan dasi yang ia pakai, namun nafasnya kembali tercekat, saat melihat kerumunan orang banyak, ia segera menghampiri kerumunan itu ternyat gadisnya tengah terkulai lemas, dengan mata terpejam, segera mungkin kyuhyun membawa yeon joo kerumah sakit, ia tak lagi memikirkan dimana mobilnya, ia membawa yeon-joo di pundaknya, ia berlari menyusuri jalan gangnam untuk menuju Seoul Hospital,
“yeon joo kumohon bertahanlah” kyuhyun semakin mempercepat langkahnya, ia berlari dan tak meperdulikan keringat yang membasahi wajahnya serta tatapan orang orang yang melihatnya…….

Kyuhyun POV END^^
***

Entah sudah berapa jam kyuhyun menunggu di luar ruangan ini, ia terus menunggu , dokter yang terus memeriksa yeon-joo, wajahnya sangatlah kusut, rambutnya berantakan..
“kyuhyun-ssi” suara wanita itu, suara yang kyuhyun kenali,kyuhyun segera membalikan tubuhnya mentap sunny yang tengah berdiri di ambang pintu kamar yeon joo

“noona?” kyuhyun segera menghampiri sunny
“mengapa kau ada disini , bukankah hari ini kau….?” Sunny terlihat bengong dengan kehadiran kyuhyun, ia baru saja tiba, saat mengetahui yeon joo kembali memasuki rumah sakit, ia di telfon seseorang, yang ternyata itu adalah kyuhyun
“aku, aku yang membawa yeon joo kesini,, “ kyuhyun duduk dan menatap sunny
“bukan kah kau akan menikah, mengapa sekarang kau disini, dan bertemu denganya?” sunny menatap kyuhyun dengan bingung
“yaa seharusnya memang begitu namun itu semua aku batalkan, aku mencari yeon joo, aku tau pasti ia telah tak mencintai ku namun tak salahkan bila aku masih mencintainya?” kyuhyun menatap sunny dengan mata yang berkaca kaca….
“Shillye Hamnida aggashi “ secar tiba tiba, seorang wanita paru baya menyentuh bahu kyuhyun, kyuhyun pun membalikkan badannya
“ne ajjhuma,”

“ini bukankah, milik istrimu tadi, maaf aku baru mengembalikkan nya sekarang, aku mengejarmu dari gereja saat kau dengan tergesa gesa membawa istrimu yang tengah pingsan,” swanita itu, memberikan tas hitam milik yeon joo kepada kyuhyun
“Khamsahamnida  ajjhuma” kyuhyun membungkuk mengucapkan terimakasih, dan segera mengambi, tas milik yeon joo.
“sebenarnya apa yang terjadi pada yeon-joo noona?” kyuhyun kembali mentap sunny dengan penuh tanda Tanya,
“eumm, aniya hmm” belum selesai sunny menjawab, dokter telah keluar, dari ruangan, kyuhyun segera menghampiri dokter tersbut
“uisanim bagaimana keadaannya, yeon joo baik baik sajakan, yeoja ku baik baik saja kan?” kyuhyun segera mencerca berbagai pertanyan kepada dokter
“mianhae tuan, kanker kornea mata, yang menyerang matanya, telah menyebar luas, nyawanya tak dapat kami selamatkan”
“mwooo , hahaaha kau bercanda uisanim, kau bercanda!!” kyuhyun berteriak, dan merosotkan tubuhnya kebawah, ia menangis, seperti terkana serangan petir, tubuhnya melemas, sembari memeluk tas milik yeon joo
“apa maksud semua ini, ige mwoya, ige mwoya,, joo-ah mengapa kau tak bilang, chagiya“ kyuhyun bagkit dengan langkah gontai, ia menghampiri tubuh yeon joo yang terkulai lemas, dengan mata terpejam , ia telah idur tenang
“yeobo bangunlah, kau bilang kau mencintaiku, mengapa kau membohongi ku, yeobo bangunlah palli ireona, palli  Park yeon joo kusuruh kau bangun!!” kyuhyun mengguncang tubuh yeon joo, ia mendekap yeon joo 
erat, dengan air mata yang terus menetes, sementara itu, sunny menatap nanar ke arah kyuhyun, ia tak bisa berbuat apapun dengan keadaan ini, ia mungkin tau segalanya, mengapa dulu yeon joo meninggalkan kyuhyun, yaa karena itu semua yeon joo terkena penyakit kanker kornea mata, yang bias menyebabkan kebutaan atau bahkan kematian, namun yaon joo meminta dirinya untuk merahasiakan ini semua ia ingin kyuhyun mendapatkan yeoja yang lebih baik daripadanya…….

Pemakan Yeon Joo, baru saja terselesaikan, kyuhyun membuang sembarangan jas hitam yang ia kenakan, untuk pemakan yeon joo tadi, matanya kembali, terpengarah mentap lagit malam kota seoul dari jendela kamarnya, kyuhyun meraih tas yeon joo dan menemukan sebuah buku diary milik yeon joo, kyuhyun berniat untuk membuka dan membukanya, ia berjalan menuju ranjangnya, dan segera mendaratkan bokongnya pada ranjang empuk miliknya.

 Ia membuka satu persatu halam tersebut, halaman pertama, ia melihat foto dirinya tengah tersenyum teramat ceria, halaman kedua, ia kembali menemukan beberapa foto kecil, dirinya dan yeon joo saat mereka berlibur pada musim panas tahun lalu, tanpa kyuhyun sadari, ia kembali menteskan air matanya, ia mulai membaca tulisan tulisan tangan yeon joo, sebagian itu berisikan tentang dirinya, kyuhyun tersenyum getir saat membaca beberapa tulisan itu, ia kembali membaca tulisan yeon joo, yang ia lihat teramat panjang, dengan tulisan yang sedikit berantakan, tak bisanya yeon joo menulis dengan berantakan…

            “Kyuhyun-ah bagaimana kabarmu saat ini?emmh pasti kau sangat bahagia, apa kau tau saat kemarin aku menerima undangan pernikahan mu , aku terasa sangat hancur, namun aku tau aku yang memintamu pergi dariku, karena aku memang tak pentas bersama mu, kau terlalu sempurna untukku….
Kau tau kyu, selama ini aku selalu merindukkanmu, merindukkan pelukkanmu, tingakah konyolmu , tingkah manjamu saat kau memintaku untuk aku masakan jajangmyeon, yaa  aku sangat merindukanmu, jeongmal bogoshipeo kyuhyun-ah…….
Jika boleh aku bertanya padamu , masih bolehkan aku mencintai mu hmm ,, Nol saranghaedo doeni kyu?? , bolehkan aku kembali merasakan saat aku bersamamu, penyakit bodoh ini yang membuat ku harus menjauhi mu,kau tau kyu aku tak pantas untukmu,kau tak boleh memiliki pendamping hidup yang akan buta nantinya, aku akan kehilangan pengelihatan ku,, ataupun bahkan kehilangan nyawaku, maafkan aku kyu, mianhae jeongmal mianhae, .
Norul hangsang saranghal goya cho kyuhyun,  pandangan ku mulai buram aku takut kyu sangat takut bagaimana jika nanti aku tak bisa melihat, aku takut kyu aku takut akan gelapnya dunia ku nanti, aku takkan bisa melihat apapun, eothoke cho kyuhyun, aku harus bagaimana hmm??, mianhae selalu membawa namamu disetiap tulisan ku, kau juga takkan tau ini bukan?, cho kyuhyun aku sangat mencintaimu, berbahagialah cho kyuhyun, aku berjanji esok aku akan datang ke pernikahan mu, aku ingin melihat bagaimana wajahmu, aku sangat merindukanmu, merindukkan senyum indahmu, meskipun mungkin kau telah membenci ku,, aku sangat mencintai mu cho kyuhyun…….Saranghae cho kyuhyun………..”


            Kyuhyun menutup lembar demi lembar buku harian yeon joo, ia kembali meneteskan air matanya,
“ Kau bodoh Park yeon joo, kau fikir aku tak mencintamu, kau gadis yang sempurna, meskipun nanti kau kehilangan pengelihatanmu, aku akan menjadi mata untukmu, mengapa kau malah menjauh, maaf membuat mu selama ini menyimpan semua ini sendiri, aku akan selalu mencintaimu yeon joo  

,Park Yeon joo, aku akan selalu menyimpanmu dalam kenangan ku ,,,nol saranghanda Park Yeon joo” kyuhyun memejamkan matanya perlahan, mencoba merelakan yeon joo yang telah tenang ia akan terus menyimpan cintanya, dan kembali melanjutkan hidupnya…………


-END-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar