Selasa, 09 September 2014

Just Story























Entah harus mulai dari mana .....
Ketika cahaya mentari itu mulai eredup jiwa sepi serta angin malam yang menemani semakin menambah rasa lengkap yang menyelimuti kegelapannya malam....

Disini dan saat ini juga aku mulai menerima apa itu rencana Tuhan yang sebenarnya, apakah itu menyenangkan ataupun menyedihkan, percaya Tuhan akan memberikan yang terbaik....
Meski jujur ini sangat sulit, dahulu mempunyai dua malaikat yang selalu menyemangati yang selalu ada menerima rengekan rengekan yang selalu aku keluarkan ketika rasa lelah dan rasa bimbang menyelimuti keseharian.
Sosok ibu daan sosok seorang pria bermata sipit yang dulu selalu memberikan pelukan terhangat serta kata sapa terindah masih terus selalu membekas, semua nasehat semua wejangan dapat diterima

Tapi mengapa dengan cepat Tuhan mengambil pria itu, mengapa dengan cepatnya Tuhan membiarkannya menutup mata menjauh dari ku, Mengapa dengan cepatnya Tuhan membiarkannya tertidur tenang. Hanyalah seorang ibu yang kini menjadi semangat hidup tiada tujuan lain kecuali dirinya untuk aku terus berdiri tegap.

Tak dapat dipungkiri rasa kehilangan yang ditimbulkan dari kepergian pria itu masih amat membekas, terlalu terbiasa mendapatkan hal terindah hal utama yang selalu pria itu berikan, selalu merindukkan sosoknya, selalu ingin bertemu bahkan melihatnya meskipun itu bahkan tidak mungkin....
Tuhan terlalu dini membiarkan aku sendiri , berdiri di atas kedua kakiku , umurku masih belasan tahun masih terlalu awam untuk bisa menerima semuanya, tapi aku yakin Tuhan pasti akan membantu dan akan memeberikan yang terbaik. Dan satu lagi pria itu, pria bermaat sipit yang begitu sangat menyukai hujan mampu melihatku mampu membantuku dari kejauhan

Mungkin hanya dirinya satu satunya yang akan selalu menjadi pelengkap selalu menjadi tempat bersandarku. Teman??
Persetan dengan kata kata teman, bahkan mungkin kini aku mulai tak mempercayai kata kata mereka, seseorang yang berkata dan menyebutkan dirinya sebagai teman untukku . Apakah nyata apakaha sebuah kebenaran.

Mereka selalu berceloteh selalu mengumbar janji yang kaytanya akan selalu disampingku mendengar semua keluh kesah dan aku harus bercerita mengenai apapun kepada mereka. Namun nyatanya apa mereka mendengar apa mereka mampu menempati janjinya akan berusaha yang terbaik...

Ciih bahkan mungkin semua kata kata itu hanyalah bualan semata, nyatanya mereka sibuk dengan urusan masing masih disaat aku ingin mengeluarkan keluh kesah ku, serta menceritakan segala rasa penat..
Aku tau mungkin disini aku yang terlalu bodoh mempercayai mereka, yaah mungkin ini faktor kesalahan diriku.....

Tidak .aku bahkan tidak  membenci mereka tidak akan pernah membenci teman, aku hanya terlalu muak, dan terlalu malas menanggapi semuanya, aku lelah...

Dan sampai kapanpun tidak akan pernah yang menggantikan sosok pria itu, pria yang selalu memberikan segalanya, memberikan rasa nyaman serta perlindungan...
Kelak di kehidupan selanjutnya aku tetap ingin bersamanya, dan satu lagi aku terus berusaha menjadi yang terbaik di dunia ini dan hanya satu pula alasan ku untuk tetap hidup. Ingin membuat ibu dan pria ku selalu tersenyum bahagia dan bangga ......
Hanya itu yaa hanya itu
Tak akan ku pedullikan lagi celotehan celotehan siapapun mengenai diriku...

Semoga Tuhan selalu memberikan segala jalan untukku....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar