FF^^ “ LIBANGJEONG IN
SARANG 리팡적 인 사랑 (CINTA SEPIHAK) “
CAST : -
KIM MYUNG SOO
-
KIM SOO RA
-Lee
Donghae
-
PARK YEON JOO
-
Cho Kyuhyun
GENRE : ROMANCE,
HURTS, SAD,
LENGTH : LONG SHOOT….
“Haruskah aku
menjadi riak angin untukmu yang selalu memberikan kesejukan namun kau sama
sekali tak melihatku, atau aku hanya harus tetap diam sebagai batu karang yang
melihat sosok mu sebagai lautan indah……..”
-KIM SOO RA –
kim soo ra POV **
Langit
berwarna orange masih dengan setia menemani langit seoul sore ini, tak kelak
membuat aku pun dengan setia nya selalau memandang sosok tegap itu berjalan di
tengah dingin nya angin musim gugur hari ini, seluruh penghuni sekolah mungkin
sudah beranjak .namun sosok namja itu masih saja terus terdiam dengan asyiknya
menenteng camera hitam ditangan kirinya matanya selalu memincing setiap ia
mendapatkan objek yang ia kira akan indah.
itu yang selalu kau kerjakan kim myungso, tak
sadarkah kau aku disini memperhatikan mu, kim myungsoo sesosok namja berkulit
putih yang berani berani nya masuk menelusup di setiap jengkal helaian nafas ku
, di setiap ukiran detak jantung ku.
Namun apa
yang bisa ku perbuat saat sosok itu kembali di gilai para yeoja , yang tentunya
sangat tergila gila dengan sosok mata sipitnya namun dengan pandangan seperti
dewa zeus tetap tenang dan menatap penuh tanda Tanya…
Lagi lagi
aku harus menyibakan syal yang melilit leherku entahlah ku rasa cuaca hari ini
bukanlah dingin melainkan sangat sesak saat melihat tatapan mata itu tertuju
pada tubuh kecil ku yang tengah mematung di depan kaca jendela kelas , segera
ku alihkan pandangan ku memandang sebuah pohon mapple yang semakin lama daun
nya berguguran
“sora-ssi
kau masih belum pulang ? “ suara itu, ya
Tuhan apa yang harus ku lakukan darahku berdesir hebat ini pertama kalinya
namja ini ,namja yang telah membuat seluruh syaraf otakku berhenti berputar,
tengah berdiri mematung di depan ku, padahalah baru beberapa menit yang lalu ia
berdiri di tengah taman sekolah itu ,sejak kapan ia berdiri tegap disini, aaah
kau bodoh kim sorra mengapa lidah mu menjadi kelu begini….
“aaa. ii aa
aah a itu aa “ suara ku kembali tercekat namja ini selalu membuat ku kelu
“aigoo, neo
gwenchana? aaiihs selangkah lagi namja itu mendekat , Tuhan hentikan waktu ini,
wajah pucat pasih nya mengapa semakin mendekat ke arah ku, ohh ayolah soo ra
sadar sadar apakah ini mimpi..
“ ani,
gwenchana “
“eum, ingin
melihat sunset , kajja “ aigoo apa yang di lakukan namja ini mengapa secara
tiba tiba ia mmenarik ku…
Masih dengan
lengkap seragam sekolah mereka, myungsoo dan soo ra dengan dekatnya duduk di
bangku taman sekolah mereka, dengan cekatan gadis berambut hitam itu menatap
lekat lekat wajah namja yang kini ada di sampingnya, yang sedari tadi hanya
terdiam tengah menunggu tidur nya sang surya di ufuk barat, Tanpa di beri tau
apapun soo ra sudah sangat paham seorang kim myung soo sangat menyukai sunset ,
segala tentang namja ini sangat ia ketahui.
“ apa kau
menyukai sunset “ myungsoo melipat tas kecilnya, ia menoleh sesaat menatap
‘teman’ yang baru beberapa hari ini ia ketahui namanya
“aah, aniya
aku hanya …… “ perkataan soo ra terputus ketika mata milik myung soo menatapnya
teduh, membuat suara degup jantung yeoja itu semakin terdengar keras
“ ku fikir
kau suka, sejak pertama aku memasuki sekolah ini, aku selalu melihat kau selalu
pulang lebih akhir untuk tetap berdiri di depan kaca besar itu sambil memandang
ke arah langit setiap sore “ myung soo mengalihkan pandangannya, mencoba meraih
smartphone putihnya yang tersembunyi di kantung celananya
“ bukan
sunset yang ku lihat, namun kau myungsoo-ssi” bisik soo ra dalam hatinya, ia
tersenyum kikuk “ aah aniya aku hanya , hanyaaa hanyaaa………… “ soo raa menggaruk
tengkuk nya perlahan, dan terdiam sesaat , myung soo hanya mmengerenyitkan alis
nya saat mmelihat gelagat aneh pada sisi ‘teman’ nya itu
“hanya ingin
menikmati musim gugur, yaaah iya musim gugur “ soo ra mencoba mencari alasan
yang tepat, otaknya berputar keras mencari jawaban yang benar benar tepat
“musim gugur
? , hahaha kau ini, apa yang kau lihat dari musim gugur? “ myung soo terkikik
pelan , namun namja itu tetap sibuk pada
smartphone nya, tanpa memperdulikan sedikit pun tatapan soo ra yang tengah
gugup menahan degup jantung nya sendiri
“ ya kulihat
daun yang berguguran,” soo ra mencoba mmenyusun dan mencari alasan yang menurut
ia tepat .
“ oh yaa,
daun itu hanya gugur berjatuhan apa yang kau anggap indah, kau ini “ lagi lagi
myung soo hanya tersenyum simpul.
“ ani, aku
hanya menyukai nya bukankah melihat daun yang berguguran itu menyenangkan, seperti
melihat ranting pohon yang menanti tumbuhnya daun daun indah itu oleh sebab itu
aku menyukai musim gugur”
“aaah Yeoboseyo , aa ne chagiya , hahah ne arraseo” myungsoo dengan
sigap segera mengangkat telpon yang sejak tadi berdering memenuhi layar smartphone
nya, ia sama sekali tak melirik ataupun melihat gadis di sebelahnya yang tengah
bertutur kata menjelaskan hal hal yang ia sukai, tanpa fikir panjang myungsoo
meraih tas ransel nya dan berjalan cepat seraya berlari kecil menuju gerbang
sekolah, tak ia padulikan ,ataupun namja itu memang tak sadar ada sepasang mata
yang menatapnya dengan padangan berkaca kaca, seolah tak ia pedulikan..
Soo ra mengehentikan penjelasannya,
bibirnya langsung terkatup rapat saat mendengar ungkapan ‘chagiya’ yang terlontar
dri bibir tipis namja yang kini duduk di sebelahnya, tak salah lagi pasti namja
itu baru saja menerima telfon dari yeoja chingunya, matanya serasa memanas
namun sebisa mungkin ia menahan tangisnya yang akan segera menganak sungai di
pelupuk matanya..
Sejak beranjaknya myungsoo dari bangku kayu
itu, soo ra gadis itu tak beranjak dari duduknya ia masih duduk terdiam menatap
punggung namja yang semakin lama semakin menghilang di balik gerbang sekolah
meraka, setetes air mata membasahi kedua pipinya tak luput ia segera
menghapusnya dengan salah satu jari lentik gadis mungil itu..
Hatinya merasa tersakiti ia sadar ia sama
sekali tak di anggap ia hanyalah kilasan
cahaya yang sesaat terlihat namun sama sekali tak di pedulikan, hanya
perasaannya saja yang berlebihan menganggap semua percakapan barusan seperti
percakapan yang amat berarti.
Padahal soo ra amat tau, namja itu namja
bernama kim myung soo tak akan pernah menganggapnya lebih melainkan
menganggapnya hanya sebagai teman sekelasnya saja..
Mungkinkah perasaannya yang salah, memendam
perasaan melebihi kata ‘suka’ terhadap temannya sendiri, mungkinkah ia yang
bodoh menyebabkan dirinya terjebak dalam riuk angin yang disebut ‘cinta’ .
Ataukah namja itu memang terlalu ‘buta’ tak melihatnya, tak melihat seorang
yang hanya bisa melihat myungso dari jarak yang cukup jauh.
Apado amureochi aneun cheok
Nunmuri heulleodo gamchuneun beop
Maeuman jjok geugose namgyeonogo amuil eopdaneun deusi utneun beop
Nunmuri heulleodo gamchuneun beop
Maeuman jjok geugose namgyeonogo amuil eopdaneun deusi utneun beop
Bahkan jika itu menyakitkan, berpura-pura seperti itu tidak
apa-apa
Bahkan jika air mata jatuh, tahu bagaimana untuk menyembunyikannya
Menempatkannya di salah satu sisi hati
Dan mengetahui cara untuk tersenyum, seolah tidak ada yang salah
Bahkan jika air mata jatuh, tahu bagaimana untuk menyembunyikannya
Menempatkannya di salah satu sisi hati
Dan mengetahui cara untuk tersenyum, seolah tidak ada yang salah
*****
“ yaaak,
ra-ya aku mencarimu dari tadi aiish ada apa dengan mu eoh’ ? “ Gadis dengan
kucir kuda yang bertengger di kepalanya itu, menghampiri soo ra yang tengah
terdiam di sudut kelasnya di saat jam istirahat seperti ini.
“aniya ,gwenchana
yeonie-ya “ soo ra terlepas dari lamunannya, dan segera menatap sahabat
karibnya itu, gadis bernama park yeon joo yang tengah mengemut lollipop
strawberry kesukaannya.
“Gheojhitmal, wajahmu sedari tadi kau tekuk, ooh ayolah
ceritakan ada apa, apa semua ini ada hubunngannya dengan namja itu ? “ yeon joo
segera menarik salah satu kursi dan segara menatap soo ra lekat lekat
“mollayo, aaah mungkin hanya aku yang
berlebihan kau lihat ia sangat baik terhadap semua yeoja, aku saja yang
menganggap nya terlalu berlebih” soo ra melirik sebentar ke arah myung soo yang
tengah di kerubuti yeoja yeoja kelasnya, ini merupakan pemandangan tak asing
lagi untuk nya, semenjak kedatangan murid baru bernama kim myung soo di
kelasnya, hampir semua yeoja selalu berkumpul di dalam kelasnya hanya untuk
bercengkrama dan memeberikan makan kepada namja itu. Tak jarang myung soo
menyambut yeoja yeoja itu dengan baik..
Mungkin semua yeoja itu tak ada yang tau
jika seorang kim myung soo yang sangat mereka gilai sudah memiliki yeoja
chingu, haah jika mereka mengetahui , yeoja yeoja itu akan bernasib sama dengan
soo ra hanya mampu menatap miris dengan senyum pasrah
“aigoo, sudahlah masih banyak namja lain
yang menyukai dan lebih baik dari namja itu” yeon joo menepuk bahu soo ra
perlahan dengan terus mengunyah salah satu snack kentang kesukaannya
“yah mungkin hanya aku yang di butakan oleh
hembusan nafas namja itu “ soo ra menarik nafasnya panjang dan memberikan
penekanan di setiap tutur katanya
“ooh ayolah jangan seperti itu, aah kau
ingin mengikuti saran ku “ yeon joo sedikit memanjukkan badannya berbisik ke
arah telingan soo ra
“mwoya ?” soo ra membalikkan tubuhnya,
siapa tau ide dari temannya ini bisa sedikit membantunya, yaah walaupun ia
sangat tau semua ide yang keluar dari limit otak seorang park yeon joo hanyalah
ide gila, walaupun yaah memang selalu berhasil dengan semua ide itu
“ bersikaplah lebih “menekankan” sikapmu
terhadap myungsoo, eothe ?”
“mwo. busungmaria ?” soo ra menaikan kedua
alisnya, ia tampak berfikir sesaat dengan kata menekankan, , jangan katakana
bahwa ini merupakan ide yang yeon joo pakai untuk mendapatkan hati seorang cho kyuhyun
Namja popular di sekolah ini aigoo aigoo soo ra tidak mungkin segila itu.
“yaa kau mengikuti cara ku, menjalankan
misi 21 hari ku seperti dulu saat aku sangat mencintai kyuhyun oppa kau setiap
hari akan……………… “ yeon joo tersenyum kecil ia membayangkan bagaimana hari hari
soo ran anti mengejar seorang kim myung soo namja baru di sekolahnya yang mendadak
terkenal karena kepiawaian nya bermusik serta wajah tampan nya, sampai sampai
menyamai “kedudukan” namja chingunya cho kyuhyun yang sangat di gilai yeoja di
sekolahnya, namun seketika lamunan itu buyar, mendengar suara so ra yang
memekakan telinganya
“MWO, ANDWE !” soo ra langsung memekik
menggelengkan kepalanya, membuat seisi kelas menatapnya, termasuk myungsoo , ia
lalu membungkuk meminta maaf dan menunduk malu, wajahya mendadak memerah saat
kedua bola mata cokelat milik namja yang sangat ia cintai menatapnya penuh
tanda Tanya sontak membuat seluruh darahnya berdesir hebat dan menimbukan
segurat warna merah di kedua pipinya
“aigoo, aiishh pelankan suara mu pabbo “
yeon joo tertawa geli melihat tingkah soo ra saat ini, mukanya memerah seperti
kepiting rebus
“aaaissh ini semua karena ide gila mu
yeonie-ya “ soo ra mendengus kesal, ia mati matian menahan malu karena teriakan
nya tadi, masih bisa terlihat dari ekor matanya myungsoo memperhatikannya,
walau namja itu masih banyak sekali di kelilingi yeoja yeoja di sekitarnya
“ dengarkan aku dulu, kau hanya perlu
memberikan nya senyum menyapanya atau akan lebih baiknya lagi kau mengobrol,
membawakan bekal untuknya selama dua puluh satu hari, aku jamin myung soo akan
jatuh ke hatimu oooh, yak ayolah ikuti saran ku “ yeon joo menjelaskan dengan
mmata yang berbinar
“aniya aniya, aku masih mempunyai malu,
tidak seperti mu arraseo ? “ soo ra menaruh kepalanya di meja, ia sangat
frustasi mendengar ide konyol dari temannya satu ini
“aiih kau ini, kau ingat saat aku
menjalankan misi ku dahulu setiap saat hari dan kapanpun aku bertemu setan ku
itu selalu ku beri senyum terbaiku bahkan kami sering makan bersama ia meminta
ku, dan sebelum waktu dua puluh satu hari itu , seorang bernama cho kyuhyun itu
mencari ku, menyatakan cintanya, aigoo aigoo aahh saranghae sarangahe uri namja
kyunie-ya “ yeon joo mulai kembali membayangkan bagaimana dulu cho kyuhyun
menyatakan perasaannya di atap gedung sekolahnya di selingi beberapa salju yang
turun membelenggu.
“yaah itu karena kyuhyun sunbaenim menyukai
mu, tapi namja itu ia tak mungkin menyukai ku “ soo ra menepuk tangannya
perlahan ia mendengus frustasi
“kau coba, kau harus mencoba cara itu aku
tak mau tau, oh ayolah kim soo ra jangan menyerah sebelum kau mencoba, arraseo
“
“molla-yo “ soo ra hanya mendelikkan
bahunya , tersenyum miris menatap kepergian yeon joo yang tengah menghampiri
kedatangan cho kyuhyun secara tiba tiba di ambang pintu kelasnya.
*******
“aah mainhae “ soo ra menepuk nepuk seragam
sekolahnya, ia bangkit dan segera meminta maaf kepada orang baru saja ia tabrak
, dengan tergesa gesa soo ra membereskan beberapa kotak makan yang terjatuh
saat ia berjalan dengan tergesa gesanya
“aigoo , gwenchana ?” namja bertumbuh
tinggi itu ikut membantu soo ra membereskan kotak makannya, namja itu tersenyum
saat mmenyadari siapakah orang kini berada di depannya
“neo ? , aigoo donghae oppa aiish kau kau
aigoo kau sudah kembali “ mata soo ra kian membulat ketika mendapati lekuk
senyuman yang terlintas di wajah namja yang baru saja ia tabrak
“aigoo ra-ya , ne bogoshipeo chagiya “
donghae segera memeluk soo ra teramat erat, ia sangat mmerindukan gadis
kecilnya ini
“kapan kau kembali, mengapa tak
menguhubungi ku eoh’ , kau oppa yang jahat “ soo ra membalas pelukkan donghae,
dan menepuk pundak namja itu sesaat
“aigoo, ternyata kau masih saja menganggap
ku sabagi oppa mu “ donghae terkikik pelan, ia mengapit tangan soo ra dan
membawa gadis itu ke sebuah sudut pepohonan yang berada di sebuah taman tak
jauh dari tempat mereka berdiri saat ini
“ aiihs kau, kapan kau kembali dari study
mu itu?, bagaimana kuliahmu disana kau baik baik saja apa sudah memilik yeoja
chingu “ soo ra memberondong banyak pertanyaan kepada donghae yang sedari tadi
memperhatikan lekuk wajahnya. Ia sangat merindukkan teman kecil nya ini, dahulu
mereka selalu bersama meski terpaut umur donghae 3 tahun di atas soo ra , gadis
itu telah mengangggap donghae layaknya kakak nya sendiri
“baru kemarin aku kembali , aah di Paris
aku tak mendapatkan bulgogi, disana aku juga tak mendapatkan yeoja bawel sepeti
mu, kuliahku baik baik saja, kau sendiri ?” donghae menepuk kedua telapak
tangannya secara bergantian, menikmti hembusan angina musim gugur yang tengah
berhembus dengan dinginnya merasuki setiap tulang rusuknya, mengakibatkan
donghae harus lebih mempereratkan lagi mantel yang ia gunakan, dmi mengurangi
sedikit rasa dingin yang semakin menghimpit tubuhnya
“aku semua berjalan baik baik saja” soo ra
tersenyum kecil, senyum yang teramat di sukai seorang bernama donghae
“bukankah tahun ini adalah tahun kelulusan
mu, kau berniat melanjutkan kemana ?”
“Inha, ya Inha university “ soo ra
mendengus kecil, ia kembali teringat bahwa inilah keinginan nya memasuki
universitas itu lagi lagi dan lagi hanya karena seorang yang bernama kim
myungsoo, myungsoo mendengar nama itu soo ra terlonjak kaget, ia teringat bukankah
ia ada janji saat ini namun mengapa ia tetap berdiri di tempat ini bersama
donghae.
“oppa, aku harus pergi aah aku lupa jika
saat ini aku mempunyai janji, hubungi aku kita akan bertemu lagi arraseo” soo
ra membungkuk sesaat dengan cepat ia berlari ia meninggalkan donghae yang
menatapnya bingung
“tunggu,” donghae meraih tangan soo ra dan
membuat gadis itu berbalik menatap kedua mata donghae
“kebiasaanmu tak berubah, kau ingat ini
musim dingin ,kau kemanakan syal mu?, gunakan milikku ini “ dengan cepat donghae melepaskan syal berwarna
merah yang melilit leher putihnya lalu kembali melilitkan syal di leher jenjang
milik soo ra, di tatapnya soo ra yang menatap donghae lekat
“gomawo” soo ra segera berlari setelah syal
itu melilit pas di lehernya, donghae hanya bisa menatap punggung soo ra yang
terus berlari, namja itu menahan nafasnya, saat merasakan detak jantungnya
kembali bergetar. Perasaa nya terhadap soo ra ternyata tak hilang semenjak
keperginnya ke Paris, meski ia sangat tau sejak dulu soo ra hanya menganggapnya
sebagi sahabat, donghae mampu menerima semua kenyataan itu.
Soo ra merapihkan sedikit rambutnya yang
terjuntai kebelakang, ia duduk di antara kerumunan banyak orang yang berada di
sebuah bus, senyum tak pernah lepas dari raut wajahnya .Ia terus menengok ke
arah jendela bus yang memperlihatkan bagaimana aktifitas kota seoul hari ini,
kembali ia mengarahkan kepalanya mendongak ke arah langit, ia sangat tau bahawa
di perkirakan hari ini adalah salju pertama akan datang, Hatinya menjadi tak menentu
saat kembali mengingat hari ini ia akan bertemu kim nyung soo, namja itu
mengajak soo ra bertemu di sebuah café .
Entahlah dorongan dari mana akhirnya soo ra
menjalankan misi dua puluh satu hari berasama myung soo, ia selalu memberikan
sapaan serta senyum lembutnya setiap kali ia bertemu namja itu dimana pun, dan
hari ini adalah tepat dua puluh satu hari misi yang ia telah jalankan. Tak
jarang akhir akhir ini mereka sering menghabiskan waktu bersama, mengerjakan
tugas ataupun hanya keluar untuk makan bersama. Soo ra tersenyum saat kembali
mengingat kejadian dua hari yang lalu, yang sempat membuat seluruh darahnya
berdeesir hebat dan jantungnya berdetak sangat cepat, tepat saat hari ke tujuh
belas myungsoo yang tanpa di duga menyapa nya terlebih dahulu dan mengajaknya ke
sebuah pantai untuk melepas penat mereka berdua.
Flashback^^
“Yak myungsoo-ssi sebenarnya kita mau
kemana eoh’?” soo ra menyandarkan bahunya pada jok empuk mobil milik myungsoo,
sudah sekkitar 30 menit yang lalu ia berada dalam perjalanan yang entah kemana
juga ia pun tak tau, secara sepihak setelah bel pulang sekolah berbunyi namja
itu menyapa soo rad an mengajaknya pergi dengan masih di balut seragam sekolah
seperti ini
“ eum, pantai” myung soo menoleh sesaat dan
sedikit menyunggingkan senyumnya, soo ra menatap bingung mengapa myung soo secara tib atiba mengajak nya seperti ini
“ tapi, mengapa aku ?” soo ra menatap myung
soo yang hanya terfokus menuetir,
“karena hanya kau yang tersenyum setiap
melihatku, aah tunggu bahkan kau tak berniat membagi setiap bekal makanan mu
terhadapku, kulihat semua yeoja membagi bekal makanannya dengan ku, tapi kau….
tidak sama sekali “ myungsoo tertawa pelan ia hanya inginmemastikan apakah ia
tidak salah membawa gadis ini pergi bersama nya untuk hanya sekedar melepas
penat yang menyelimuti dirinya, karena hanya soo ra lah yang di anggapnya yeoja
yang tak pernah datang di bangku nya seperti yeoja yeoja lainnya, hanya mampu
menunjukkan senyum terbaiknya, senyum nya menurut myung soo sangat klasik namun
mempunyai makna .
“ mworago ?” soo ra terlonjak kaget,
jantungnya berdetak sangat cepat mendengar penuturan kata yang terucap dari
bibir namja yang amat ia sayangi, ini pertama kalinya ia pergi bersama myungsoo
dalam jarak sedekat ini, apakah inni pertanda misi nya berhasil ? entahlah soo
ra mencoba menipis segala pemikirannya
“ kajja turun “ myung soo menginjak pedal
rem mobilnya, dan membuka pintu mobil , segera berlari ke arah bibir pantai,
tak ia pedulikkan dinginnya angin musim gugur hari ini
“yak tunggu” soo ra segera berlari kecil, mengejar
beberapa langkah myung soo yang kini tengah berdiri ke arah bibir pantai, tak
lupa juga dengan kebiasaannya yang selalu menggandeng kamera hitam di tangannya
“sebenernya kau ini mau apa, mengajakku
lalu mendiamkan ku begiitu kau sampai pada tempat tujuanmu, ck menyebalkan “
soo ra mencibir myungsoo yang tengah sibuk membidikan kamera nya ke arah
pemandangan indah yang ada di depan mereka, deburan ombak serta beberapa batu
karang yang tengah berdiri kokoh walau di hantam beribu jutaan ombak
“ahaha minahae, ayo kita berfoto” tanpa aba
aba terlebih dahulu, myungsoo mengapit bahu soo ra, membuat yeoja itu terlonjak
kaget .Namja itu tak memperdulikan reaksi soo raa yang teramat kaget saat
tangan hangat itu menyentuh pundaknya merangkulnya teramat erat, dan membidikan
kamera ke arah wajah mereka.
“yak, tersenyum lah sedikit saat berfoto,
kaku sekali kau itu ayo cepat “ myungsoo mendecak saat melihat hasil fotonya
bersama soo raa, ia tak habis fikir mengapa yeoja ini hanya bersikap datar
kepadanya, padahal ia sudah mengganggap soo ra sebagai ‘teman dekatnya’
“aaah mianhae, kau membuat ku kaget, dasar
bodoh “ soo ra mencoba membuang semua fikirannya, ia melirik kearah mata myung soo sesaat sebelum mereka mengabil
beberapa foto .
Flashback END ^^
Soo ra berjalan tergesa gesa memasuki
sebuah café, yeoja itu sangat takut terlambat untuk terlamabat bertemu
myungsoo, sudah lima belas menit ia telat, yeoja itu menjulurkan lehernya
melihat ke seisi café tersebut adakah myungsoo di dalam sana, senyumnya
mengembang saat melihat sosok itu sosok namja yang tengah duduk sendiri di
dekat jendela besar café tersebut dengan di temani dua cangkir coffe late di
meja di hadapannya, soo ra merapihkan sedikit syal yang dongahe berikan tadi
yang meilit leher putihnya, berjalan dengan penuh senyum terukir di sudut
bibirnya.
“annyeong” soo ra tersenyum, saat melihat
namja yang kini berada di hadapannya menatapnya menunjukkan senyuman yang
membuat hati gadis itu berlonjak lonjak.
“kau ini membuatku menunggu menyebalkan,
duduklah ish “ myungsoo mendecak sembari meraih coffe’ late di hadapannya
menyeruputnya perlahan.
“aaah mianhae, tadi ada sedikit kecelakaan
kecil” soo ra terkikik kecil saat melihat ‘teman’ nya berdecak kesal
“kecelakaan? , neo gwenchana?” myung soo
meletakkan kembali coffe late nya, meraih tangan soo ra memastikan ‘temannya’
dalam keadaan baik baik saja setelah ia mendengar soo ra mengatakan kecelakaan
kecil tadi
“aaa.. aaa iish lepaskan, aku tidak apa apa
tadi hanya menabrak seorang yang ternyata teman lama ku, seharusnya aku membawa
beberapa makanan kecil tadi tapi makanan itu terjatuh maafkan aku myungsoo-ya “
“ya yaa, yang terpenting kau tidak apa apa
bukan? “
“ne, kau tenang saja , kau meminta bertemu
ada apa eoh’ kau senang sekali sepertinya” soo ra menatap jalanan kota seoul
yang saat ini sudah mulai dituruni salju, ia teramat menyukai salju.Hatinya
terus menebak apakah myung soo akan memintanya menjadi kekasihnya hari ini
juga, ataukah hanya perasaannya saja yang berlebihan, ia segera membuang jauh
jauh fikirannya tentang itu. Bagi gadis itu melihat dan bisa bersama myung soo
sudah dapat membuat hatinya berteriak senang, tak ayal ia pun menginginkan
lebih. tapi apa itu semua mungkin terjadi ??.
“aah ne ada sesuatu yang ingin ku beri tau
padamu, aaah aku senang sekali apa kau tau itu” myung soo memajukan sedikit
wajahnya ,memperlihatkan cengirannya.
“ne, apa eoh’ ? “ soo ra mencoba mengatur
detak jantungnya saat myung soo mendekatkan wajahnya, ia memilih menatap
jalanan kota seoul untuk menyembunyikan mukanya yang memerah karena detak
jantungnya yang dari tadi terus berdetak tak beraturan.
“naega, euum naega, kau tau tadi malam aku
resmi menjadi namja chingu seorang lee geumhee , kau tau lee geumhee bukan,
model muda yang masih bersekolah sama dengan kita, ia menerima ku ra-ya ,
betapa senangnya aku, oleh sebab itu aku mengajakmu kesini aku ingin
meneraktirmu sebagai teman terbaik ku” myung soo tersenyum saat menuturkan
semua kaliamt itu, wajahnya terlalu senang.
“eoh’ ? “ soo ra tercengang mendengar
penuturan myung soo tersebut, dengan reflex gadis itu menatap kedua mata myung
soo yang penuh dengan binar kebahagiannya, benar selama ini namja itu tak
menganggapnya lebih, hanya ia yang terlalu bodoh menyimpan perasaan cinta
kepada kim myung soo
“aaissh, kau tak berniat mengucapkan
selamat padaku, kau jahat sekali “ myung soo menatap soo ra ia sangat tak paham
dengan teman nya satu ini, ia hanya berniat membagi kebahagiannya, tanpa ia tau
justru kebahagiannya adalah batu besar bagi soo ra
“ch,ch, chukkae” soo ra menunduk mencoba
menyembunyikan air matanya, wajahnya serasa memanas, hatinya kembali
bergejolak, ia ingin menangis saat ini, ia ingin merutuki dirinya sendiri yang
sudah terlalu dalam jatuh dalam jurang pancaran mata tenduh kim myungsoo. Gadis
itu hanya menatap lurus ke arah kepulan asap putih kecil, yang berada di aatas
cangkir berisikan coffe late miliknya, ia sangat tak berani lagi menatap kedua
mata namja yang kini berada di depannya, takut ia kembali merasakan dan kembali
terbawa arus pesona seorang kim myung soo.
“aah gomawo,” myung soo berpindah tempat
duduk, memilih duduk di sampig soo ra tanpa aba aba, myung soo memeluk soo ra,
yang kini tengah mati matian menahan isak tangisnya.
“aku janji hari ini aku akan mentraktir
apapun yang kau mau, kau ingin kemana mari ku
temani” myung soo melepas pelukkannya, terus menatap soo ra yang sedari
tadi hanya menunduk
“aniya, apa kau sudah seleai berbicara, aku
ada urusan lagi aku pamit pulang ,” soo ra meraih tasnya, dan berdiri, tanpa
sekali pun menatap myung soo
“ yak tunggu, kau tak ingin pergi bersama
ku” myungsoo, memanggil soo ra kembali, membuat gadi itu kembali menghentikan
langkahnya tanpa menoleh sedikit pun.
“aniya, lain kali saja” soo ra segera
berjalan dengan tergesa gesa keluar dari café tersebut, sementara myung soo
hanya meamndang gadis itu dengan pandangan yang susah di artikan, seperti ada
bisikan kecil di hatinya yang meminta myung soo untuk mengejar soo ra, namun
bisikan itu terkalahkan oleh ego dirinya sendiri yang lebih memilih diam
memperhatikan soo ra sampai menghilang di balik pintu café tersebut.
******
Aku Kim soo ra ,akankah aku memang terlalu
bodoh, terlalu berlebih menganggap namja itu menatap ku hanya sekali saja.
sepertinya itu kemungkinan yang sangat konyol, terlalu mengharapkan sebuah
pelangi yang muncul ditengah kelamnya malam. Dia , dia namja yang mungkin tak
sekalipun menatap ku, ataupun menanyakan bagaimana perasaan ku terhadapnya,
begitu sakit melihatnya bersama yeoja lain, bodoh ia memang bodoh terlalu
mengharapkan mata sendu seorang kim myung soo mampu menatapnya lebih dalam
lagi.
Perlahan soo ra menahan isak tangisnya,
relung paru paru seperti kehabisan oksigen, segera ia Tarik paksa syal yang
tengah melilit di lehernya melemparnya ke sembarang tempat, tanganya bergerak
cepat mengunci pintu kamar pribadinya, matanya kembali meneteskan buliran
buliran bening itu setiap perkataan myung soo tadi terus terngiang di
pendengarannya, hatinya terlalu hancur mengingat bahkan ,mendengar sendiri
namja yang selama ini ia sayangi telah memilih gadis lain. Ia terlalu lemah
akan badai ‘pesona’ yang kim myung soo berikan kepada soo ra tanpa namja itu
sadari. Pertahanan gadis itu kembali runtuh, ia sudah terlalu jatuh terlalu
dalam kehidupan kim myung soo.
Aku sadar aku hanya mampu melihatmu dari
jarak jauh, aku paham myungsoo-ya , aku paham kau tak menatap ku lebih, aku
yang selalu memperhatikan setiap kedipan matamu, setiap lekuk kaki mu
melangkah, aku sangat paham ke mana jalan fikiranmu, tak mungkin kau menatap ku
walau hanya sejenak, walau hanya sebatas kilatan cahaya dilangit yang teramat
sebentar. Mungkin kebaikan mu kemarin hanyalah sebatas perhatian seorang chingu
tak lebih.
aku terlalu takut mengungkapkan semua ini,
aku terlalu takut bila kau mengetahui bahwa aku begitu menyukai mu, aku takut
kau menjauhi ku aku takut kau hilang dari pandanganku, aku tak berharap kau
membalas semua perasaan ku, namun mengapa begitu sakit melihat mu menceritakan
yeoja yang amat kau cintai telah menjadi milikmu. Terlalu ego kah aku merasakan
rasa cemburu ini,, berhak kah aku memilik rasa kecewa ini??
Salju pertama sudah turun ,,,
Bukankah ini terasa amat dingin ?
Namun matahari kala ini tetap memancarkan sinar nya,
Tetap menunjukkan kehangatannya,
Meskipun sebagian insan kini tak mengganggap sinar cahaya yang matahari
itu pancarkan
Insan insan itu lebih memilih menikmati salju yang tengah turun dengan
riuhnya
Namun tak pelak membuat matahari itu menyerah untuk bersinar
Tetap memancarkan sinar kehangatannya, tanpa memperdulikan insan yang
tak mengganggapnya..
Bagi Matahari itu, menampakan sinarnya merupak kewajibannya untuk menghangatkan
setiap insan di muka bumi ini.
tak ia perdulikan saat insan insan terlalu sibuk menikmati salju yang
turun tanpa melihat sedikitpun, sinar mcahaya matahari….
Haruskah aku tetap bersinar seperti matahari itu .
Terus menghangatkanmu, terus menatapmu dari kejauhan
Haruskah aku terus menjadi matahari yang tak kau pedulikkan
Yang tak pernah kau sapa meskipun kau melihatnya…
Atau mungkin kau terlalu buta, untuk menatapku yang semu ??
Baiklah… aku akan tetap menjadi matahari bagimu,
Yang akan terus menatapmu di ke jauhan, walaupun kau sendiri sibuk
dengan ‘Salju mu’
Aku akan terus membiarkan kehangatan yang
dapat kau rasakan, namun tak dapat kau lihat….
Hanya sebatas melihat dan menatapmu…….
Soo ra menahan isak
tangisnya, ia terlalu lelah untuk terus menangis, ia menatap layar ponsel nya
menatap fotonya tengah di peluk erat namja yang kini telah membuat semua air
matanya tumpah dengan mudahnya, perlahan gadis itu bangkit dan menghapus semua
sisa sia buliran bening di pelupuk matanya, dan beranjak membersihkan dirinya,
menjernihkan segala fikirannya, menutup segala kisah pedih yang teramat manis,
yang baru saja gadis itu rasakan
“kim myung soo,
percayalah aku tak mengaharpakan kau membalas ku, atau menatapku, izinkan aku
hanya untuk senantiasa menjadi bayanganmu, menjadi angin di belakangmu, yang
hanya mampu menatap mu mengawasi serta memperhatikan setiap gerakmu, hanya itu
yang ku ingin saat ini, hanya itu yang bisa ku lakukan, biarlah hanya limit
waktu yang menemani, biarlah hanya bisikan angin kecil yang membawa mu pergi
ataupun tetap bersama ku nantinya…., Akan kunikmati sendiri rasa ini
terhadapmu, naega jeongmal saranghanda” --Kim Soo-ra –
----END----
Tidak ada komentar:
Posting Komentar