Jumat, 19 September 2014

fanfiction "libangjeong in sarang "



FF^^      “ LIBANGJEONG  IN  SARANG 리팡적 사랑 (CINTA SEPIHAK) “

CAST         :            - KIM MYUNG SOO
                                - KIM SOO RA
                                -Lee Donghae
                                - PARK YEON JOO
                                - Cho Kyuhyun
                               
GENRE       : ROMANCE, HURTS, SAD,
LENGTH     : LONG SHOOT….

“Haruskah aku menjadi riak angin untukmu yang selalu memberikan kesejukan namun kau sama sekali tak melihatku, atau aku hanya harus tetap diam sebagai batu karang yang melihat sosok mu sebagai lautan indah……..”
-KIM SOO RA –

kim soo ra POV **

Langit berwarna orange masih dengan setia menemani langit seoul sore ini, tak kelak membuat aku pun dengan setia nya selalau memandang sosok tegap itu berjalan di tengah dingin nya angin musim gugur hari ini, seluruh penghuni sekolah mungkin sudah beranjak .namun sosok namja itu masih saja terus terdiam dengan asyiknya menenteng camera hitam ditangan kirinya matanya selalu memincing setiap ia mendapatkan objek yang ia kira akan indah.

 itu yang selalu kau kerjakan kim myungso, tak sadarkah kau aku disini memperhatikan mu, kim myungsoo sesosok namja berkulit putih yang berani berani nya masuk menelusup di setiap jengkal helaian nafas ku , di setiap ukiran detak jantung ku.

Namun apa yang bisa ku perbuat saat sosok itu kembali di gilai para yeoja , yang tentunya sangat tergila gila dengan sosok mata sipitnya namun dengan pandangan seperti dewa zeus tetap tenang dan menatap penuh tanda Tanya…

Lagi lagi aku harus menyibakan syal yang melilit leherku entahlah ku rasa cuaca hari ini bukanlah dingin melainkan sangat sesak saat melihat tatapan mata itu tertuju pada tubuh kecil ku yang tengah mematung di depan kaca jendela kelas , segera ku alihkan pandangan ku memandang sebuah pohon mapple yang semakin lama daun nya berguguran

“sora-ssi kau masih belum pulang ?  “ suara itu, ya Tuhan apa yang harus ku lakukan darahku berdesir hebat ini pertama kalinya namja ini ,namja yang telah membuat seluruh syaraf otakku berhenti berputar, tengah berdiri mematung di depan ku, padahalah baru beberapa menit yang lalu ia berdiri di tengah taman sekolah itu ,sejak kapan ia berdiri tegap disini, aaah kau bodoh kim sorra mengapa lidah mu menjadi kelu begini….
“aaa. ii aa aah a itu aa “ suara ku kembali tercekat namja ini selalu membuat ku kelu
“aigoo, neo gwenchana? aaiihs selangkah lagi namja itu mendekat , Tuhan hentikan waktu ini, wajah pucat pasih nya mengapa semakin mendekat ke arah ku, ohh ayolah soo ra sadar sadar apakah ini mimpi..
“ ani, gwenchana “
“eum, ingin melihat sunset , kajja “ aigoo apa yang di lakukan namja ini mengapa secara tiba tiba ia mmenarik ku…
Masih dengan lengkap seragam sekolah mereka, myungsoo dan soo ra dengan dekatnya duduk di bangku taman sekolah mereka, dengan cekatan gadis berambut hitam itu menatap lekat lekat wajah namja yang kini ada di sampingnya, yang sedari tadi hanya terdiam tengah menunggu tidur nya sang surya di ufuk barat, Tanpa di beri tau apapun soo ra sudah sangat paham seorang kim myung soo sangat menyukai sunset , segala tentang namja ini sangat ia ketahui.
“ apa kau menyukai sunset “ myungsoo melipat tas kecilnya, ia menoleh sesaat menatap ‘teman’ yang baru beberapa hari ini ia ketahui namanya
“aah, aniya aku hanya …… “ perkataan soo ra terputus ketika mata milik myung soo menatapnya teduh, membuat suara degup jantung yeoja itu semakin terdengar keras
“ ku fikir kau suka, sejak pertama aku memasuki sekolah ini, aku selalu melihat kau selalu pulang lebih akhir untuk tetap berdiri di depan kaca besar itu sambil memandang ke arah langit setiap sore “ myung soo mengalihkan pandangannya, mencoba meraih smartphone putihnya yang tersembunyi di kantung celananya
“ bukan sunset yang ku lihat, namun kau myungsoo-ssi” bisik soo ra dalam hatinya, ia tersenyum kikuk “ aah aniya aku hanya , hanyaaa hanyaaa………… “ soo raa menggaruk tengkuk nya perlahan, dan terdiam sesaat , myung soo hanya mmengerenyitkan alis nya saat mmelihat gelagat aneh pada sisi ‘teman’ nya itu
“hanya ingin menikmati musim gugur, yaaah iya musim gugur “ soo ra mencoba mencari alasan yang tepat, otaknya berputar keras mencari jawaban yang benar benar tepat
“musim gugur ? , hahaha kau ini, apa yang kau lihat dari musim gugur? “ myung soo terkikik pelan  , namun namja itu tetap sibuk pada smartphone nya, tanpa memperdulikan sedikit pun tatapan soo ra yang tengah gugup menahan degup jantung nya sendiri
“ ya kulihat daun yang berguguran,” soo ra mencoba mmenyusun dan mencari alasan yang menurut ia tepat .
“ oh yaa, daun itu hanya gugur berjatuhan apa yang kau anggap indah, kau ini “ lagi lagi myung soo hanya tersenyum simpul.
“ ani, aku hanya menyukai nya bukankah melihat daun yang berguguran itu menyenangkan, seperti melihat ranting pohon yang menanti tumbuhnya daun daun indah itu oleh sebab itu aku menyukai musim gugur”
“aaah Yeoboseyo , aa ne chagiya , hahah ne arraseo” myungsoo dengan sigap segera mengangkat telpon yang sejak tadi berdering memenuhi layar smartphone nya, ia sama sekali tak melirik ataupun melihat gadis di sebelahnya yang tengah bertutur kata menjelaskan hal hal yang ia sukai, tanpa fikir panjang myungsoo meraih tas ransel nya dan berjalan cepat seraya berlari kecil menuju gerbang sekolah, tak ia padulikan ,ataupun namja itu memang tak sadar ada sepasang mata yang menatapnya dengan padangan berkaca kaca, seolah tak ia pedulikan..

Soo ra mengehentikan penjelasannya, bibirnya langsung terkatup rapat saat mendengar ungkapan ‘chagiya’ yang terlontar dri bibir tipis namja yang kini duduk di sebelahnya, tak salah lagi pasti namja itu baru saja menerima telfon dari yeoja chingunya, matanya serasa memanas namun sebisa mungkin ia menahan tangisnya yang akan segera menganak sungai di pelupuk matanya..

Sejak beranjaknya myungsoo dari bangku kayu itu, soo ra gadis itu tak beranjak dari duduknya ia masih duduk terdiam menatap punggung namja yang semakin lama semakin menghilang di balik gerbang sekolah meraka, setetes air mata membasahi kedua pipinya tak luput ia segera menghapusnya dengan salah satu jari lentik gadis mungil itu..

Hatinya merasa tersakiti ia sadar ia sama sekali tak di anggap ia  hanyalah kilasan cahaya yang sesaat terlihat namun sama sekali tak di pedulikan, hanya perasaannya saja yang berlebihan menganggap semua percakapan barusan seperti percakapan yang amat berarti.

Padahal soo ra amat tau, namja itu namja bernama kim myung soo tak akan pernah menganggapnya lebih melainkan menganggapnya hanya sebagai teman sekelasnya saja..
Mungkinkah perasaannya yang salah, memendam perasaan melebihi kata ‘suka’ terhadap temannya sendiri, mungkinkah ia yang bodoh menyebabkan dirinya terjebak dalam riuk angin yang disebut ‘cinta’ . Ataukah namja itu memang terlalu ‘buta’ tak melihatnya, tak melihat seorang yang hanya bisa melihat myungso dari jarak yang cukup jauh. 

Apado amureochi aneun cheok
Nunmuri heulleodo gamchuneun beop
Maeuman jjok geugose namgyeonogo amuil eopdaneun deusi utneun beop

Bahkan jika itu menyakitkan, berpura-pura seperti itu tidak apa-apa
Bahkan jika air mata jatuh, tahu bagaimana untuk menyembunyikannya
Menempatkannya di salah satu sisi hati
Dan mengetahui cara untuk tersenyum, seolah tidak ada yang salah




*****
“ yaaak, ra-ya aku mencarimu dari tadi aiish ada apa dengan mu eoh’ ? “ Gadis dengan kucir kuda yang bertengger di kepalanya itu, menghampiri soo ra yang tengah terdiam di sudut kelasnya di saat jam istirahat seperti ini.
“aniya ,gwenchana yeonie-ya “ soo ra terlepas dari lamunannya, dan segera menatap sahabat karibnya itu, gadis bernama park yeon joo yang tengah mengemut lollipop strawberry kesukaannya.
Gheojhitmal, wajahmu sedari tadi kau tekuk, ooh ayolah ceritakan ada apa, apa semua ini ada hubunngannya dengan namja itu ? “ yeon joo segera menarik salah satu kursi dan segara menatap soo ra lekat lekat
“mollayo, aaah mungkin hanya aku yang berlebihan kau lihat ia sangat baik terhadap semua yeoja, aku saja yang menganggap nya terlalu berlebih” soo ra melirik sebentar ke arah myung soo yang tengah di kerubuti yeoja yeoja kelasnya, ini merupakan pemandangan tak asing lagi untuk nya, semenjak kedatangan murid baru bernama kim myung soo di kelasnya, hampir semua yeoja selalu berkumpul di dalam kelasnya hanya untuk bercengkrama dan memeberikan makan kepada namja itu. Tak jarang myung soo menyambut yeoja yeoja itu dengan baik..
Mungkin semua yeoja itu tak ada yang tau jika seorang kim myung soo yang sangat mereka gilai sudah memiliki yeoja chingu, haah jika mereka mengetahui , yeoja yeoja itu akan bernasib sama dengan soo ra hanya mampu menatap miris dengan senyum pasrah
“aigoo, sudahlah masih banyak namja lain yang menyukai dan lebih baik dari namja itu” yeon joo menepuk bahu soo ra perlahan dengan terus mengunyah salah satu snack kentang kesukaannya
“yah mungkin hanya aku yang di butakan oleh hembusan nafas namja itu “ soo ra menarik nafasnya panjang dan memberikan penekanan di setiap tutur katanya
“ooh ayolah jangan seperti itu, aah kau ingin mengikuti saran ku “ yeon joo sedikit memanjukkan badannya berbisik ke arah telingan soo ra
“mwoya ?” soo ra membalikkan tubuhnya, siapa tau ide dari temannya ini bisa sedikit membantunya, yaah walaupun ia sangat tau semua ide yang keluar dari limit otak seorang park yeon joo hanyalah ide gila, walaupun yaah memang selalu berhasil dengan semua ide itu
“ bersikaplah lebih “menekankan” sikapmu terhadap myungsoo, eothe ?”
“mwo. busungmaria ?” soo ra menaikan kedua alisnya, ia tampak berfikir sesaat dengan kata menekankan, , jangan katakana bahwa ini merupakan ide yang yeon joo pakai untuk mendapatkan hati seorang cho kyuhyun Namja popular di sekolah ini aigoo aigoo soo ra tidak mungkin segila itu.
“yaa kau mengikuti cara ku, menjalankan misi 21 hari ku seperti dulu saat aku sangat mencintai kyuhyun oppa kau setiap hari akan……………… “ yeon joo tersenyum kecil ia membayangkan bagaimana hari hari soo ran anti mengejar seorang kim myung soo namja baru di sekolahnya yang mendadak terkenal karena kepiawaian nya bermusik serta wajah tampan nya, sampai sampai menyamai “kedudukan” namja chingunya cho kyuhyun yang sangat di gilai yeoja di sekolahnya, namun seketika lamunan itu buyar, mendengar suara so ra yang memekakan telinganya
“MWO, ANDWE !” soo ra langsung memekik menggelengkan kepalanya, membuat seisi kelas menatapnya, termasuk myungsoo , ia lalu membungkuk meminta maaf dan menunduk malu, wajahya mendadak memerah saat kedua bola mata cokelat milik namja yang sangat ia cintai menatapnya penuh tanda Tanya sontak membuat seluruh darahnya berdesir hebat dan menimbukan segurat warna merah di kedua pipinya
“aigoo, aiishh pelankan suara mu pabbo “ yeon joo tertawa geli melihat tingkah soo ra saat ini, mukanya memerah seperti kepiting rebus
“aaaissh ini semua karena ide gila mu yeonie-ya “ soo ra mendengus kesal, ia mati matian menahan malu karena teriakan nya tadi, masih bisa terlihat dari ekor matanya myungsoo memperhatikannya, walau namja itu masih banyak sekali di kelilingi yeoja yeoja di sekitarnya
“ dengarkan aku dulu, kau hanya perlu memberikan nya senyum menyapanya atau akan lebih baiknya lagi kau mengobrol, membawakan bekal untuknya selama dua puluh satu hari, aku jamin myung soo akan jatuh ke hatimu oooh, yak ayolah ikuti saran ku “ yeon joo menjelaskan dengan mmata yang berbinar
“aniya aniya, aku masih mempunyai malu, tidak seperti mu arraseo ? “ soo ra menaruh kepalanya di meja, ia sangat frustasi mendengar ide konyol dari temannya satu ini
“aiih kau ini, kau ingat saat aku menjalankan misi ku dahulu setiap saat hari dan kapanpun aku bertemu setan ku itu selalu ku beri senyum terbaiku bahkan kami sering makan bersama ia meminta ku, dan sebelum waktu dua puluh satu hari itu , seorang bernama cho kyuhyun itu mencari ku, menyatakan cintanya, aigoo aigoo aahh saranghae sarangahe uri namja kyunie-ya “ yeon joo mulai kembali membayangkan bagaimana dulu cho kyuhyun menyatakan perasaannya di atap gedung sekolahnya di selingi beberapa salju yang turun membelenggu.
“yaah itu karena kyuhyun sunbaenim menyukai mu, tapi namja itu ia tak mungkin menyukai ku “ soo ra menepuk tangannya perlahan ia mendengus frustasi
“kau coba, kau harus mencoba cara itu aku tak mau tau, oh ayolah kim soo ra jangan menyerah sebelum kau mencoba, arraseo “
“molla-yo “ soo ra hanya mendelikkan bahunya , tersenyum miris menatap kepergian yeon joo yang tengah menghampiri kedatangan cho kyuhyun secara tiba tiba di ambang pintu kelasnya.





*******
“aah mainhae “ soo ra menepuk nepuk seragam sekolahnya, ia bangkit dan segera meminta maaf kepada orang baru saja ia tabrak , dengan tergesa gesa soo ra membereskan beberapa kotak makan yang terjatuh saat ia berjalan dengan tergesa gesanya
“aigoo , gwenchana ?” namja bertumbuh tinggi itu ikut membantu soo ra membereskan kotak makannya, namja itu tersenyum saat mmenyadari siapakah orang kini berada di depannya
“neo ? , aigoo donghae oppa aiish kau kau aigoo kau sudah kembali “ mata soo ra kian membulat ketika mendapati lekuk senyuman yang terlintas di wajah namja yang baru saja ia tabrak
“aigoo ra-ya , ne bogoshipeo chagiya “ donghae segera memeluk soo ra teramat erat, ia sangat mmerindukan gadis kecilnya ini
“kapan kau kembali, mengapa tak menguhubungi ku eoh’ , kau oppa yang jahat “ soo ra membalas pelukkan donghae, dan menepuk pundak namja itu sesaat
“aigoo, ternyata kau masih saja menganggap ku sabagi oppa mu “ donghae terkikik pelan, ia mengapit tangan soo ra dan membawa gadis itu ke sebuah sudut pepohonan yang berada di sebuah taman tak jauh dari tempat mereka berdiri saat ini
“ aiihs kau, kapan kau kembali dari study mu itu?, bagaimana kuliahmu disana kau baik baik saja apa sudah memilik yeoja chingu “ soo ra memberondong banyak pertanyaan kepada donghae yang sedari tadi memperhatikan lekuk wajahnya. Ia sangat merindukkan teman kecil nya ini, dahulu mereka selalu bersama meski terpaut umur donghae 3 tahun di atas soo ra , gadis itu telah mengangggap donghae layaknya kakak nya sendiri
“baru kemarin aku kembali , aah di Paris aku tak mendapatkan bulgogi, disana aku juga tak mendapatkan yeoja bawel sepeti mu, kuliahku baik baik saja, kau sendiri ?” donghae menepuk kedua telapak tangannya secara bergantian, menikmti hembusan angina musim gugur yang tengah berhembus dengan dinginnya merasuki setiap tulang rusuknya, mengakibatkan donghae harus lebih mempereratkan lagi mantel yang ia gunakan, dmi mengurangi sedikit rasa dingin yang semakin menghimpit tubuhnya
“aku semua berjalan baik baik saja” soo ra tersenyum kecil, senyum yang teramat di sukai seorang bernama donghae
“bukankah tahun ini adalah tahun kelulusan mu, kau berniat melanjutkan kemana ?”
“Inha, ya Inha university “ soo ra mendengus kecil, ia kembali teringat bahwa inilah keinginan nya memasuki universitas itu lagi lagi dan lagi hanya karena seorang yang bernama kim myungsoo, myungsoo mendengar nama itu soo ra terlonjak kaget, ia teringat bukankah ia ada janji saat ini namun mengapa ia tetap berdiri di tempat ini bersama donghae.
“oppa, aku harus pergi aah aku lupa jika saat ini aku mempunyai janji, hubungi aku kita akan bertemu lagi arraseo” soo ra membungkuk sesaat dengan cepat ia berlari ia meninggalkan donghae yang menatapnya bingung
“tunggu,” donghae meraih tangan soo ra dan membuat gadis itu berbalik menatap kedua mata donghae
“kebiasaanmu tak berubah, kau ingat ini musim dingin ,kau kemanakan syal mu?,  gunakan milikku ini  “ dengan cepat donghae melepaskan syal berwarna merah yang melilit leher putihnya lalu kembali melilitkan syal di leher jenjang milik soo ra, di tatapnya soo ra yang menatap donghae lekat
“gomawo” soo ra segera berlari setelah syal itu melilit pas di lehernya, donghae hanya bisa menatap punggung soo ra yang terus berlari, namja itu menahan nafasnya, saat merasakan detak jantungnya kembali bergetar. Perasaa nya terhadap soo ra ternyata tak hilang semenjak keperginnya ke Paris, meski ia sangat tau sejak dulu soo ra hanya menganggapnya sebagi sahabat, donghae mampu menerima semua kenyataan itu.

Soo ra merapihkan sedikit rambutnya yang terjuntai kebelakang, ia duduk di antara kerumunan banyak orang yang berada di sebuah bus, senyum tak pernah lepas dari raut wajahnya .Ia terus menengok ke arah jendela bus yang memperlihatkan bagaimana aktifitas kota seoul hari ini, kembali ia mengarahkan kepalanya mendongak ke arah langit, ia sangat tau bahawa di perkirakan hari ini adalah salju pertama akan datang, Hatinya menjadi tak menentu saat kembali mengingat hari ini ia akan bertemu kim nyung soo, namja itu mengajak soo ra bertemu di sebuah café .

Entahlah dorongan dari mana akhirnya soo ra menjalankan misi dua puluh satu hari berasama myung soo, ia selalu memberikan sapaan serta senyum lembutnya setiap kali ia bertemu namja itu dimana pun, dan hari ini adalah tepat dua puluh satu hari misi yang ia telah jalankan. Tak jarang akhir akhir ini mereka sering menghabiskan waktu bersama, mengerjakan tugas ataupun hanya keluar untuk makan bersama. Soo ra tersenyum saat kembali mengingat kejadian dua hari yang lalu, yang sempat membuat seluruh darahnya berdeesir hebat dan jantungnya berdetak sangat cepat, tepat saat hari ke tujuh belas myungsoo yang tanpa di duga menyapa nya terlebih dahulu dan mengajaknya ke sebuah pantai untuk melepas penat mereka berdua.

Flashback^^

“Yak myungsoo-ssi sebenarnya kita mau kemana eoh’?” soo ra menyandarkan bahunya pada jok empuk mobil milik myungsoo, sudah sekkitar 30 menit yang lalu ia berada dalam perjalanan yang entah kemana juga ia pun tak tau, secara sepihak setelah bel pulang sekolah berbunyi namja itu menyapa soo rad an mengajaknya pergi dengan masih di balut seragam sekolah seperti ini
“ eum, pantai” myung soo menoleh sesaat dan sedikit menyunggingkan senyumnya, soo ra menatap bingung mengapa myung soo  secara tib atiba mengajak nya seperti ini
“ tapi, mengapa aku ?” soo ra menatap myung soo yang hanya terfokus menuetir,
“karena hanya kau yang tersenyum setiap melihatku, aah tunggu bahkan kau tak berniat membagi setiap bekal makanan mu terhadapku, kulihat semua yeoja membagi bekal makanannya dengan ku, tapi kau…. tidak sama sekali “ myungsoo tertawa pelan ia hanya inginmemastikan apakah ia tidak salah membawa gadis ini pergi bersama nya untuk hanya sekedar melepas penat yang menyelimuti dirinya, karena hanya soo ra lah yang di anggapnya yeoja yang tak pernah datang di bangku nya seperti yeoja yeoja lainnya, hanya mampu menunjukkan senyum terbaiknya, senyum nya menurut myung soo sangat klasik namun mempunyai makna .
“ mworago ?” soo ra terlonjak kaget, jantungnya berdetak sangat cepat mendengar penuturan kata yang terucap dari bibir namja yang amat ia sayangi, ini pertama kalinya ia pergi bersama myungsoo dalam jarak sedekat ini, apakah inni pertanda misi nya berhasil ? entahlah soo ra mencoba menipis segala pemikirannya
“ kajja turun “ myung soo menginjak pedal rem mobilnya, dan membuka pintu mobil , segera berlari ke arah bibir pantai, tak ia pedulikkan dinginnya angin musim gugur hari ini
“yak tunggu” soo ra segera berlari kecil, mengejar beberapa langkah myung soo yang kini tengah berdiri ke arah bibir pantai, tak lupa juga dengan kebiasaannya yang selalu menggandeng kamera hitam di tangannya
“sebenernya kau ini mau apa, mengajakku lalu mendiamkan ku begiitu kau sampai pada tempat tujuanmu, ck menyebalkan “ soo ra mencibir myungsoo yang tengah sibuk membidikan kamera nya ke arah pemandangan indah yang ada di depan mereka, deburan ombak serta beberapa batu karang yang tengah berdiri kokoh walau di hantam beribu jutaan ombak
“ahaha minahae, ayo kita berfoto” tanpa aba aba terlebih dahulu, myungsoo mengapit bahu soo ra, membuat yeoja itu terlonjak kaget .Namja itu tak memperdulikan reaksi soo raa yang teramat kaget saat tangan hangat itu menyentuh pundaknya merangkulnya teramat erat, dan membidikan kamera ke arah wajah mereka.
“yak, tersenyum lah sedikit saat berfoto, kaku sekali kau itu ayo cepat “ myungsoo mendecak saat melihat hasil fotonya bersama soo raa, ia tak habis fikir mengapa yeoja ini hanya bersikap datar kepadanya, padahal ia sudah mengganggap soo ra sebagai ‘teman dekatnya’
“aaah mianhae, kau membuat ku kaget, dasar bodoh “ soo ra mencoba membuang semua fikirannya, ia melirik kearah  mata myung soo sesaat sebelum mereka mengabil beberapa foto .

Flashback END ^^

Soo ra berjalan tergesa gesa memasuki sebuah café, yeoja itu sangat takut terlambat untuk terlamabat bertemu myungsoo, sudah lima belas menit ia telat, yeoja itu menjulurkan lehernya melihat ke seisi café tersebut adakah myungsoo di dalam sana, senyumnya mengembang saat melihat sosok itu sosok namja yang tengah duduk sendiri di dekat jendela besar café tersebut dengan di temani dua cangkir coffe late di meja di hadapannya, soo ra merapihkan sedikit syal yang dongahe berikan tadi yang meilit leher putihnya, berjalan dengan penuh senyum terukir di sudut bibirnya.

“annyeong” soo ra tersenyum, saat melihat namja yang kini berada di hadapannya menatapnya menunjukkan senyuman yang membuat hati gadis itu berlonjak lonjak.
“kau ini membuatku menunggu menyebalkan, duduklah ish “ myungsoo mendecak sembari meraih coffe’ late di hadapannya menyeruputnya perlahan.
“aaah mianhae, tadi ada sedikit kecelakaan kecil” soo ra terkikik kecil saat melihat ‘teman’ nya berdecak kesal
“kecelakaan? , neo gwenchana?” myung soo meletakkan kembali coffe late nya, meraih tangan soo ra memastikan ‘temannya’ dalam keadaan baik baik saja setelah ia mendengar soo ra mengatakan kecelakaan kecil tadi
“aaa.. aaa iish lepaskan, aku tidak apa apa tadi hanya menabrak seorang yang ternyata teman lama ku, seharusnya aku membawa beberapa makanan kecil tadi tapi makanan itu terjatuh maafkan aku myungsoo-ya “
“ya yaa, yang terpenting kau tidak apa apa bukan? “
“ne, kau tenang saja , kau meminta bertemu ada apa eoh’ kau senang sekali sepertinya” soo ra menatap jalanan kota seoul yang saat ini sudah mulai dituruni salju, ia teramat menyukai salju.Hatinya terus menebak apakah myung soo akan memintanya menjadi kekasihnya hari ini juga, ataukah hanya perasaannya saja yang berlebihan, ia segera membuang jauh jauh fikirannya tentang itu. Bagi gadis itu melihat dan bisa bersama myung soo sudah dapat membuat hatinya berteriak senang, tak ayal ia pun menginginkan lebih. tapi apa itu semua mungkin terjadi ??.
“aah ne ada sesuatu yang ingin ku beri tau padamu, aaah aku senang sekali apa kau tau itu” myung soo memajukan sedikit wajahnya ,memperlihatkan cengirannya.
“ne, apa eoh’ ? “ soo ra mencoba mengatur detak jantungnya saat myung soo mendekatkan wajahnya, ia memilih menatap jalanan kota seoul untuk menyembunyikan mukanya yang memerah karena detak jantungnya yang dari tadi terus berdetak tak beraturan.
“naega, euum naega, kau tau tadi malam aku resmi menjadi namja chingu seorang lee geumhee , kau tau lee geumhee bukan, model muda yang masih bersekolah sama dengan kita, ia menerima ku ra-ya , betapa senangnya aku, oleh sebab itu aku mengajakmu kesini aku ingin meneraktirmu sebagai teman terbaik ku” myung soo tersenyum saat menuturkan semua kaliamt itu, wajahnya terlalu senang.
“eoh’ ? “ soo ra tercengang mendengar penuturan myung soo tersebut, dengan reflex gadis itu menatap kedua mata myung soo yang penuh dengan binar kebahagiannya, benar selama ini namja itu tak menganggapnya lebih, hanya ia yang terlalu bodoh menyimpan perasaan cinta kepada kim myung soo
“aaissh, kau tak berniat mengucapkan selamat padaku, kau jahat sekali “ myung soo menatap soo ra ia sangat tak paham dengan teman nya satu ini, ia hanya berniat membagi kebahagiannya, tanpa ia tau justru kebahagiannya adalah batu besar bagi soo ra
“ch,ch, chukkae” soo ra menunduk mencoba menyembunyikan air matanya, wajahnya serasa memanas, hatinya kembali bergejolak, ia ingin menangis saat ini, ia ingin merutuki dirinya sendiri yang sudah terlalu dalam jatuh dalam jurang pancaran mata tenduh kim myungsoo. Gadis itu hanya menatap lurus ke arah kepulan asap putih kecil, yang berada di aatas cangkir berisikan coffe late miliknya, ia sangat tak berani lagi menatap kedua mata namja yang kini berada di depannya, takut ia kembali merasakan dan kembali terbawa arus pesona seorang kim myung soo.
“aah gomawo,” myung soo berpindah tempat duduk, memilih duduk di sampig soo ra tanpa aba aba, myung soo memeluk soo ra, yang kini tengah mati matian menahan isak tangisnya.
“aku janji hari ini aku akan mentraktir apapun yang kau mau, kau ingin kemana mari ku  temani” myung soo melepas pelukkannya, terus menatap soo ra yang sedari tadi hanya menunduk
“aniya, apa kau sudah seleai berbicara, aku ada urusan lagi aku pamit pulang ,” soo ra meraih tasnya, dan berdiri, tanpa sekali pun menatap myung soo
“ yak tunggu, kau tak ingin pergi bersama ku” myungsoo, memanggil soo ra kembali, membuat gadi itu kembali menghentikan langkahnya tanpa menoleh sedikit pun.
“aniya, lain kali saja” soo ra segera berjalan dengan tergesa gesa keluar dari café tersebut, sementara myung soo hanya meamndang gadis itu dengan pandangan yang susah di artikan, seperti ada bisikan kecil di hatinya yang meminta myung soo untuk mengejar soo ra, namun bisikan itu terkalahkan oleh ego dirinya sendiri yang lebih memilih diam memperhatikan soo ra sampai menghilang di balik pintu café tersebut.

******

Aku Kim soo ra ,akankah aku memang terlalu bodoh, terlalu berlebih menganggap namja itu menatap ku hanya sekali saja. sepertinya itu kemungkinan yang sangat konyol, terlalu mengharapkan sebuah pelangi yang muncul ditengah kelamnya malam. Dia , dia namja yang mungkin tak sekalipun menatap ku, ataupun menanyakan bagaimana perasaan ku terhadapnya, begitu sakit melihatnya bersama yeoja lain, bodoh ia memang bodoh terlalu mengharapkan mata sendu seorang kim myung soo mampu menatapnya lebih dalam lagi.

Perlahan soo ra menahan isak tangisnya, relung paru paru seperti kehabisan oksigen, segera ia Tarik paksa syal yang tengah melilit di lehernya melemparnya ke sembarang tempat, tanganya bergerak cepat mengunci pintu kamar pribadinya, matanya kembali meneteskan buliran buliran bening itu setiap perkataan myung soo tadi terus terngiang di pendengarannya, hatinya terlalu hancur mengingat bahkan ,mendengar sendiri namja yang selama ini ia sayangi telah memilih gadis lain. Ia terlalu lemah akan badai ‘pesona’ yang kim myung soo berikan kepada soo ra tanpa namja itu sadari. Pertahanan gadis itu kembali runtuh, ia sudah terlalu jatuh terlalu dalam kehidupan kim myung soo.

Aku sadar aku hanya mampu melihatmu dari jarak jauh, aku paham myungsoo-ya , aku paham kau tak menatap ku lebih, aku yang selalu memperhatikan setiap kedipan matamu, setiap lekuk kaki mu melangkah, aku sangat paham ke mana jalan fikiranmu, tak mungkin kau menatap ku walau hanya sejenak, walau hanya sebatas kilatan cahaya dilangit yang teramat sebentar. Mungkin kebaikan mu kemarin hanyalah sebatas perhatian seorang chingu tak lebih.

aku terlalu takut mengungkapkan semua ini, aku terlalu takut bila kau mengetahui bahwa aku begitu menyukai mu, aku takut kau menjauhi ku aku takut kau hilang dari pandanganku, aku tak berharap kau membalas semua perasaan ku, namun mengapa begitu sakit melihat mu menceritakan yeoja yang amat kau cintai telah menjadi milikmu. Terlalu ego kah aku merasakan rasa cemburu ini,, berhak kah aku memilik rasa kecewa ini??

Salju pertama sudah turun ,,,
Bukankah ini terasa amat dingin ?
Namun matahari kala ini tetap memancarkan sinar nya,
Tetap menunjukkan kehangatannya,
Meskipun sebagian insan kini tak mengganggap sinar cahaya yang matahari itu pancarkan
Insan insan itu lebih memilih menikmati salju yang tengah turun dengan riuhnya
Namun tak pelak membuat matahari itu menyerah untuk bersinar
Tetap memancarkan sinar kehangatannya, tanpa memperdulikan insan yang tak mengganggapnya..
Bagi Matahari itu, menampakan sinarnya merupak kewajibannya untuk menghangatkan setiap insan di muka bumi ini.
tak ia perdulikan saat insan insan terlalu sibuk menikmati salju yang turun tanpa melihat sedikitpun, sinar mcahaya matahari….
Haruskah aku tetap bersinar seperti matahari itu .
Terus menghangatkanmu, terus menatapmu dari kejauhan
Haruskah aku terus menjadi matahari yang tak kau pedulikkan
Yang tak pernah kau sapa meskipun kau melihatnya…
Atau mungkin kau terlalu buta, untuk menatapku yang semu ??
Baiklah… aku akan tetap menjadi matahari bagimu,
Yang akan terus menatapmu di ke jauhan, walaupun kau sendiri sibuk dengan ‘Salju mu’
Aku akan terus membiarkan kehangatan yang dapat kau rasakan, namun tak dapat kau lihat….
Hanya sebatas melihat dan menatapmu…….

Soo ra menahan isak tangisnya, ia terlalu lelah untuk terus menangis, ia menatap layar ponsel nya menatap fotonya tengah di peluk erat namja yang kini telah membuat semua air matanya tumpah dengan mudahnya, perlahan gadis itu bangkit dan menghapus semua sisa sia buliran bening di pelupuk matanya, dan beranjak membersihkan dirinya, menjernihkan segala fikirannya, menutup segala kisah pedih yang teramat manis, yang baru saja gadis itu rasakan

“kim myung soo, percayalah aku tak mengaharpakan kau membalas ku, atau menatapku, izinkan aku hanya untuk senantiasa menjadi bayanganmu, menjadi angin di belakangmu, yang hanya mampu menatap mu mengawasi serta memperhatikan setiap gerakmu, hanya itu yang ku ingin saat ini, hanya itu yang bisa ku lakukan, biarlah hanya limit waktu yang menemani, biarlah hanya bisikan angin kecil yang membawa mu pergi ataupun tetap bersama ku nantinya…., Akan kunikmati sendiri rasa ini terhadapmu, naega jeongmal saranghanda” --Kim Soo-ra –




----END----

Tidak ada komentar:

Posting Komentar