Pernah gksih berfikir tentang kehilangan?
Saya pernah baca di salah satu buku, jika kita kehilangan orangtua pasti rasanya sangat hampa , jika kita kehilangan anak kita akan sakit luar biasa namun jika kita kehilangan pasangan yang amat kita cintai itu rasanya hambar like a there are just numbness in whole body, bener bener mati rasa . better than silent.
Mungkin bagi yang gkpernah ngerasa kehilangan mungkin hanya berfikir aah lebay, ah mana mungkin seperti itu??
Thats right!
Awalnya saya pun berfikir begitu, berfikir bahwa akan biasa aja , akan mampu berdiri lagi. Namun nyatanya??
Nothing.!
Rasa kehilangan itu amat amat menghantui, yg biasanya selalu ada pendengar setia, selalu ada teman berkelahi , atau hanya melepas lelah dengan bercanda bersama dan sekarang semuanya hambar.
Enggak ada lagi pelengkap, gkada lagi pengarahan yang baik dan sepemikiran, dan sejak saat itu semuanya berubah.
Keseharian , tingkah laku, bahkan sikap dari yang luar samapai dalam berubah drastis.
Berubah 180derajat, jadi cepat tersinggung , pesimis hingga segala prestasi dan semangat menurun.
Seharusnya mampu bangkit iya seharusnya!!
Karena sejak saya kenal pasangan saya, dia bukan hanya sebagai pasangan, mampu menjadi apapun, he is complete me. Selalu ada untuk saya tanpa diminta.
Ngerengek dikit sama dia, ngajak makan , ribut, sampe di omelin pun ada.
I just tired.
many peopple come and go for me, but nothing special.
Semua sama, semua hambar .
Cuma dateng penasaran dan boom, menilai dari luar tanpa tau apa yg sesungguhnya terjadi.
Dan yang saya mau kali ini cuma kembalikan semangat kembalikan alasan untuk bertahan .
Sometimes, i need to go off on my own
Im not sad .
im not angry.
Im....
Im just recharging my 'batteries'
Tidak ada komentar:
Posting Komentar